saham  

Re: [saham] Re: AR Asimetris , good or bad?

Tommy Jayamudita
Mon, 03 Nov 2008 23:22:41 -0800

Memang banyak terjadi polemik tentang AR asimetris yang berlaku saat ini, di 
milis lainnya juga banyak suara miring, alasan penolakan antara lain, banyak 
trader yang belum beli (tidak berani masuk) karena terjadi AR kanan (takut 
diguyur bandar), support levelnya di bawah AR kiri jadi tidak bisa langsung buy 
back setelah jual, gap yang muncul apakah alamiah, apakah bisa digunakan 
sebagai indikator yang falid.

Tapi, mari kita melihat kenyataan, betapa banyaknya trader yang bersedia 
beradaptasi dengan peraturan AR asimetris ini masuk pasar ketika pasar mencapai 
bottom, bayak trader yang jual hari ini buy back di esok hari (kan memang masih 
bearish jadi turun adalah wajar), banyak pula trader yang tehnikalis tidak 
terpaku mati dengan teori-teori TA dan tetap melakukan indraday trading dan 
berhasil. Jadi, ini masalahnya bukan di AR asimetris atau bukan, tapi masalah 
BISA BERADABTASI atau TIDAK.

Coba kita pikir, gap yang terjadi di saat AR asimetris dikatakan tidak alamih, 
lalu apakah gap yang terjadi karena dibikin oleh market maker itu alamih? Kalau 
karena pengaruh rumor-rumor negatif sehingga tidak berani masuk pasar, 
seharusnya melakukan introspeksi agar lain waktu lebih tenang, jangan 
mengkambing-hitam AR asimetris, karena ini tidak memberikan manfaat apapun. 

Tehnik trading dan berbagai tool TA seharusnya tidak digunakan secara kaku dan 
mati pada teorinya, harus diingat, bahwa garis indikator analisis apapun tidak 
selalu bisa mempengaruhi pergerakan harga, tapi gejolak harga yang menggerakkan 
indikator, sedangkan harga digerakkan oleh uang yang masuk ke pasar, dan 
manusialah yang menggerakkan uangnya.

Jadi, harga bisa naik atau turun itu disebabkan oleh kondisi saham itu sendiri, 
bukan oleh AR asimetris atau bukan.

Salam,
TJ



  ----- Original Message ----- 
  From: Irwan Ariston Napitupulu 
  To: saham@yahoogroups.com 
  Sent: Tuesday, November 04, 2008 1:27 PM
  Subject: [saham] Re: AR Asimetris , good or bad?


  Logika dari mana, Pak, bahwa harga cenderung akan
  bergerak ke AR yg lebih besar? Kenapa hari ini koq BBRI
  malah AR kiri (sesi 1)?

  Logika seperti itu khan hanya berlaku untuk orang yg berpikiran
  bahwa harga saham di Indonesia ditentukan oleh bursa
  AS atau regional yang lagi plus bayak atau minus banyak.
  Lalu, berpikiran maka kalau global plus banyak maka
  saham2 harus AR kanan. Sebaliknya kalau global
  minus banyak maka saham2 harus AR kiri. Sehingga
  kalau antara plus banyak dan minus banyak sama
  banyak frekuensi terjadinya (katakanlah masing2 3x), 
  maka karena asimetris jadinya harga2 saham di BEI 
  akan jadi lebih tinggi harganya karena kalau minus 
  cuma 10% kalau plus bisa 20%.

  Apakah ini logika yg sedang anda coba terangkan di bawah? :)

  jabat erat,
  Irwan Ariston Napitupulu

  2008/11/4 XXX <[EMAIL PROTECTED]>:
  >> Tidak ada teorinya pak, tetapi ini berdasarkan analisa logika saja.
  Harga
  >> cenderung akan bergerak ke AR yg lebih besar. Meski tidak selalu benar,
  >> tetapi ada tendensi kearah sana. Dengan adanya ketimpangan besar AR
  kanan =
  >> 2 x AR kiri, membuat malas orang untuk menjual banyak-2 sahamnya di
  harga
  >> itu, karena ruang gerak kebawah < dari ruang gerak keatas. (rasio
  1:2). Bagi
  >> para profesional,..ini kesempatan bagi mereka utk jual diharga
  mahal, tidak
  >> ada benefit mereka jatuhkan harga lagi. Oleh karena itu, lebih
  menguntungkan
  >> bagi mereka untuk tarik harga keatas, dan distribusi (jual di harga
  atas).
  >
  > AR yg asimetris membuat ketimpangan dan menurut saya bisa menimbulkan
  > gerakan harga yg cenderung tidak sehat. Setiap kenaikan saham yg
  sehat harus
  > diikuti oleh koreksi harga yg sehat pula. Bila AR timpang, jelas
  nantinya
  > koreksi yg terjadi agak tidak sehat.
  >
  > Yang menjadi concern nanti adalah,..jika para market maker kenyang
  > distribusi diharga atas,..apakah mereka mau membeli lg diharga yg
  diskonnya
  > sedikit ? Harga yg nyaman bagi market maker utk masuk kembali tidak akan
  > tercapai bila tidak ada koreksi yg sehat pada gerakan harga saham.
  > Dan besar kemungkinan, ini bisa terjadi saat kebijakan AR
  dikembalikan ke
  > normal (30%:30%), saat itulah bisa terjadi koreksi besar-besaran.
  >
  >
  >
  >
  >
  > 2008/11/4 Irwan Ariston Napitupulu <[EMAIL PROTECTED]>
  >>
  >> Mari kita bicara faktanya saja.
  >> Faktanya adalah AR kiri tetap 10% (bukan 5%).
  >> AR kanan yg dirubah oleh otoritas dari 10% menjadi 20%.
  >>
  >> Sampai sekarang saya belum tahu kalau ada teori yg mengatakan kalau
  >> asimetris, maka harga saham akan bergerak ke yang lebih besar.
  >> Ini teori mana, Pak?
  >
  > 
  >>
  >> Kemarin2 ini IHSG naik karena memang sudah waktunya saja.
  >> Global juga khan lagi naik belakangan ini. Jadi bukan karena asimetris.
  >> Buktinya, hari ini tertahan.
  >>
  >> Kalau saham itu memang mau turun, maka tidak peduli asimetris atau
  >> tidak, maka saham itu akan turun.
  >> Nah, apa bedanya penurunan dengan AR simetris 10% dan AR asimetris
  >> 10-20? Toh penurunan kedua kebijakan itu tetap 10% alias tidak dirubah
  >> sama sekali.
  >>
  >> Itulah poin yg saya tanyakan. Dimana tidak fairnya antara kebijakan
  >> AR 10-10 vs AR 10-20. Saya tidak bertanya soal AR 10-10 vs AR 5-25
  >> atau AR 10-10 vs AR 0-30 seperti yg anda pertanyakan di bawah.
  >>
  >> Kalau yg anda sebutkan di bawah, AR 10-10 vs AR 5-25 atau
  >> AR 10-10 vs AR 0-30, jelas bisa dibilang tidak fair, karena terjadi
  >> perubahan AR kirinya dari 10% jadi 5% atau 0%.
  >>
  >> Yang dilakukan oleh otoritas bursa adalah fair karena tidak merubah
  >> AR kiri yang 10%. Jadi, kalau saham itu memang mau turun tetap
  >> diberi kesempatan maks 10% per hari, tidak dikuarngi dan tidak
  >> ditambah.
  >>
  >> Kalau saya pribadi di tanya, saya maunya AR kiri dan kanan tanpa batas
  >> seperti yg sudah saya tuliskan sekitar 6 hari lalu.
  >>
  >> Jadi, sekali lagi, hilangkan pikiran anda bahwa kebijakan asimetris
  >> itu akan otomatis merubah bursa yang tadinya bearish jadi bullish.
  >> Ini pikiran yang salah total. Kalau bursa itu bearish, walau dibuat
  >> asimetris sekalipun, dia tetap akan turun.
  >>
  >> Kebijakan simetris 10-10 vs asimetris 10-20 tidak akan ada pengaruh
  >> dan perbedaannya bila market dalam situasi bearish. Saham2 akan
  >> tetap turun sebesar 10% paling tinggi sehari.
  >>
  >> Tetapi, kebijakan simetris 10-10 vs asimetris 10-20 baru akan
  >> ada perbedaannya disaat bursa lagi rally/bullish, karena yg satu
  >> dibatasi naik 10% dan yg satunya lagi dibatasi 20%.
  >>
  >> Jadi, bukan kebijakan simetris atau asimetris yg membuat saham
  >> jadi bullish atau bearish. Kebijakan simetris atau asimetris hanya
  >> memanfaatkan kondisi bearish atau bullishnya suatu saham.
  >>
  >> Semoga pemahaman ini bisa dimengerti dan dipahami agar tidak
  >> terjadi kesalahan pengertian lagi.
  >>
  >> jabat erat,
  >> Irwan Ariston Napitupulu
  >>
  >> 2008/11/4 XXX <[EMAIL PROTECTED]>:
  >> > Ketidak fair'an ada pada pihak yg belum belanja. Yang sudah belanja
  >> > banyak
  >> > dan kenyang, pasti berpendapat AR asimetris adalah FAIR. Karena
  yg belum
  >> > belanja, merasa dipaksa untuk beli di harga yg jauh lebih mahal.
  >> > Bila AR asimetris dirasa fair, mengapa tidak dibuat sekalian 5%
  AR kiri
  >> > dan
  >> > 25% AR kanan ? atau kalau perlu 0% AR kiri, 30% AR kanan. Karena yang
  >> > niatnya jualan pasti lebih happy, bisa jual di harga lebih mahal.
  >> > Yang menjadi masalah adalah..apakah AR asimetris yg dikatakan
  FAIR ini
  >> > sehat
  >> > ???
  >> >
  >> > 2008/10/31 Irwan Ariston Napitupulu <[EMAIL PROTECTED]>
  >> >>
  >> >> Menurut saya, semua tergantung situasinya, Pak.
  >> >> Tidak ada yg bisa memastikan sesuatu yang sifatnya
  >> >> masih masa mendatang. Tidak ada yg bisa memastikan
  >> >> kalau nantinya asimetris ini dicabut, pasti loyo. Karena,
  >> >> bisa saja setelah dicabut, malah makin ngejos. Semua
  >> >> tergantung situasinya.
  >> >>
  >> >> Kebijakan asimetris ini lebih ditujukan untuk melindungi
  >> >> bursa dari kepanikan bila turun, dan memberi kesempatan
  >> >> cukup lebar bila mau naik. Tujuan turunnya dipagari,
  >> >> karena menyangkut juga masalah kepentingan ekonomi
  >> >> nasional, supaya memberikan kesempatan BI untuk
  >> >> secara bertahap menyerap dana yg mau nyerah dari bursa.
  >> >>
  >> >> Yang jelas, pihak otoritas bursa tidak melarang saham
  >> >> mau turun, hanya dibatasi saja per harinya 10%.
  >> >> Saham tetap saja bisa turun dengan pemberlakukan asimetris
  >> >> ini. Ruang untuk turun tetap diberikan oleh otoritas bursa,
  >> >> hanya dibatasi saja besaran perharinya.
  >> >>
  >> >> Yang membuat saya bingung adalah adanya keluhan2 yg
  >> >> merasakan tidak fair. Saya tidak mengerti, dimana tidak
  >> >> fairnya antara AR 10 persen kiri dan 10% kanan vs
  >> >> AR 10 persen kiri dan 20% kanan. Toh, AR kirinya tidak
  >> >> diutak-atik, tidak dirubah2. Fasilitas short sudah tidak
  >> >> diperbolehkan. Jadi, kenapa masih pada mengeluh bagi
  >> >> yg mau jualan saham padahal tidak ada yg dirubah
  >> >> batas AR kiri 10% nya. Kalau AR kiri dirubah jadi 5%,
  >> >> barulah boleh mengeluh.
  >> >>
  >> >> Saya pribadi malah melihat batasan AR kanan 20% itu
  >> >> masih kurang. Karena dulu2 pas jatuhnya ke level sekarang
  >> >> khan tiap harinya bisa sampai 30% atau bahkan lebih.
  >> >> Turunnya bisa cepat, giliran naiknya sekarang tertahan
  >> >> karena dibatasi.
  >> >>
  >> >> jabat erat,
  >> >> Irwan Ariston Napitupulu
  >> >>
  >> >> 2008/10/31 priareiki <[EMAIL PROTECTED]>:
  >> >>
  >> >> >
  >> >> > Efek mid-long term - nya adalah ...
  >> >> >
  >> >> > - Memperlihatkan pada dunia internasional bahwa pemerintah cemas /
  >> >> > desperate , kredibilitas
  >> >> > - AR asimetris ini ibarat obat kuat yg harus terus menerus
  dikonsumsi
  >> >> > .. (ketergantungan) begitu asimetris ini dicabut pasti
  langsung loyo
  >> >> > ,
  >> >> > bakan bisa lebih loyo dr sebelumnya .....
  >> >> >
  >> >> > Kalau jangka pendek sekali sih mungkin bullish,mid-term ...not
  sure
  >> >> >
  >> >> >
  >> >