Tommy Jayamudita
Mon, 03 Nov 2008 22:28:20 -0800
Saham POLY, AR kiri -0%, AR kanan +20%, sampai hari ini masih di situ harganya, nggak naik! ----- Original Message ----- From: tjetjun To: saham@yahoogroups.com Sent: Tuesday, November 04, 2008 1:18 PM Subject: [saham] Re: AR Asimetris , good or bad? Ada loh buktinya hubangan AR gak simetris dengan kenaikan saham Coba AR kiri -5%, AR kanan +20% Coba lagi AR kiri -0%, AR kanan +20%.. hehehe pasti naik kan, jadi ada korelasinya tergantung angka ARnya aja --- In saham@yahoogroups.com, XXX <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > > Sampai sekarang saya belum tahu kalau ada teori yg mengatakan kalau > asimetris, maka harga saham akan bergerak ke yang lebih besar. > Ini teori mana, Pak? > > > Tidak ada teorinya pak, tetapi ini berdasarkan analisa logika saja. Harga > cenderung akan bergerak ke AR yg lebih besar. Meski tidak selalu benar, > tetapi ada tendensi kearah sana. Dengan adanya ketimpangan besar AR kanan = > 2 x AR kiri, membuat malas orang untuk menjual banyak-2 sahamnya di harga > itu, karena ruang gerak kebawah < dari ruang gerak keatas. (rasio 1:2). Bagi > para profesional,..ini kesempatan bagi mereka utk jual diharga mahal, tidak > ada benefit mereka jatuhkan harga lagi. Oleh karena itu, lebih menguntungkan > bagi mereka untuk tarik harga keatas, dan distribusi (jual di harga atas). > > AR yg asimetris membuat ketimpangan dan menurut saya bisa menimbulkan > gerakan harga yg cenderung tidak sehat. Setiap kenaikan saham yg sehat harus > diikuti oleh koreksi harga yg sehat pula. Bila AR timpang, jelas nantinya > koreksi yg terjadi agak tidak sehat. > > Yang menjadi concern nanti adalah,..jika para market maker kenyang > distribusi diharga atas,..apakah mereka mau membeli lg diharga yg diskonnya > sedikit ? Harga yg nyaman bagi market maker utk masuk kembali tidak akan > tercapai bila tidak ada koreksi yg sehat pada gerakan harga saham. > Dan besar kemungkinan, ini bisa terjadi saat kebijakan AR dikembalikan ke > normal (30%:30%), saat itulah bisa terjadi koreksi besar-besaran. > > > > > > 2008/11/4 Irwan Ariston Napitupulu <[EMAIL PROTECTED]> > > > Mari kita bicara faktanya saja. > > Faktanya adalah AR kiri tetap 10% (bukan 5%). > > AR kanan yg dirubah oleh otoritas dari 10% menjadi 20%. > > > > Sampai sekarang saya belum tahu kalau ada teori yg mengatakan kalau > > asimetris, maka harga saham akan bergerak ke yang lebih besar. > > Ini teori mana, Pak? > > > > > > > > > > > Kemarin2 ini IHSG naik karena memang sudah waktunya saja. > > Global juga khan lagi naik belakangan ini. Jadi bukan karena asimetris. > > Buktinya, hari ini tertahan. > > > > Kalau saham itu memang mau turun, maka tidak peduli asimetris atau > > tidak, maka saham itu akan turun. > > Nah, apa bedanya penurunan dengan AR simetris 10% dan AR asimetris > > 10-20? Toh penurunan kedua kebijakan itu tetap 10% alias tidak dirubah > > sama sekali. > > > > Itulah poin yg saya tanyakan. Dimana tidak fairnya antara kebijakan > > AR 10-10 vs AR 10-20. Saya tidak bertanya soal AR 10-10 vs AR 5-25 > > atau AR 10-10 vs AR 0-30 seperti yg anda pertanyakan di bawah. > > > > Kalau yg anda sebutkan di bawah, AR 10-10 vs AR 5-25 atau > > AR 10-10 vs AR 0-30, jelas bisa dibilang tidak fair, karena terjadi > > perubahan AR kirinya dari 10% jadi 5% atau 0%. > > > > Yang dilakukan oleh otoritas bursa adalah fair karena tidak merubah > > AR kiri yang 10%. Jadi, kalau saham itu memang mau turun tetap > > diberi kesempatan maks 10% per hari, tidak dikuarngi dan tidak > > ditambah. > > > > Kalau saya pribadi di tanya, saya maunya AR kiri dan kanan tanpa batas > > seperti yg sudah saya tuliskan sekitar 6 hari lalu. > > > > Jadi, sekali lagi, hilangkan pikiran anda bahwa kebijakan asimetris > > itu akan otomatis merubah bursa yang tadinya bearish jadi bullish. > > Ini pikiran yang salah total. Kalau bursa itu bearish, walau dibuat > > asimetris sekalipun, dia tetap akan turun. > > > > Kebijakan simetris 10-10 vs asimetris 10-20 tidak akan ada pengaruh > > dan perbedaannya bila market dalam situasi bearish. Saham2 akan > > tetap turun sebesar 10% paling tinggi sehari. > > > > Tetapi, kebijakan simetris 10-10 vs asimetris 10-20 baru akan > > ada perbedaannya disaat bursa lagi rally/bullish, karena yg satu > > dibatasi naik 10% dan yg satunya lagi dibatasi 20%. > > > > Jadi, bukan kebijakan simetris atau asimetris yg membuat saham > > jadi bullish atau bearish. Kebijakan simetris atau asimetris hanya > > memanfaatkan kondisi bearish atau bullishnya suatu saham. > > > > Semoga pemahaman ini bisa dimengerti dan dipahami agar tidak > > terjadi kesalahan pengertian lagi. > > > > > > jabat erat, > > Irwan Ariston Napitupulu > > > > 2008/11/4 XXX <[EMAIL PROTECTED] <bubbletrader%40gmail.com>>: > > > > > Ketidak fair'an ada pada pihak yg belum belanja. Yang sudah belanja > > banyak > > > dan kenyang, pasti berpendapat AR asimetris adalah FAIR. Karena yg belum > > > belanja, merasa dipaksa untuk beli di harga yg jauh lebih mahal. > > > Bila AR asimetris dirasa fair, mengapa tidak dibuat sekalian 5% AR kiri > > dan > > > 25% AR kanan ? atau kalau perlu 0% AR kiri, 30% AR kanan. Karena yang > > > niatnya jualan pasti lebih happy, bisa jual di harga lebih mahal. > > > Yang menjadi masalah adalah..apakah AR asimetris yg dikatakan FAIR ini > > sehat > > > ??? > > > > > > 2008/10/31 Irwan Ariston Napitupulu <[EMAIL PROTECTED]<irwanariston%40gmail.com> > > > > > >> > > >> Menurut saya, semua tergantung situasinya, Pak. > > >> Tidak ada yg bisa memastikan sesuatu yang sifatnya > > >> masih masa mendatang. Tidak ada yg bisa memastikan > > >> kalau nantinya asimetris ini dicabut, pasti loyo. Karena, > > >> bisa saja setelah dicabut, malah makin ngejos. Semua > > >> tergantung situasinya. > > >> > > >> Kebijakan asimetris ini lebih ditujukan untuk melindungi > > >> bursa dari kepanikan bila turun, dan memberi kesempatan > > >> cukup lebar bila mau naik. Tujuan turunnya dipagari, > > >> karena menyangkut juga masalah kepentingan ekonomi > > >> nasional, supaya memberikan kesempatan BI untuk > > >> secara bertahap menyerap dana yg mau nyerah dari bursa. > > >> > > >> Yang jelas, pihak otoritas bursa tidak melarang saham > > >> mau turun, hanya dibatasi saja per harinya 10%. > > >> Saham tetap saja bisa turun dengan pemberlakukan asimetris > > >> ini. Ruang untuk turun tetap diberikan oleh otoritas bursa, > > >> hanya dibatasi saja besaran perharinya. > > >> > > >> Yang membuat saya bingung adalah adanya keluhan2 yg > > >> merasakan tidak fair. Saya tidak mengerti, dimana tidak > > >> fairnya antara AR 10 persen kiri dan 10% kanan vs > > >> AR 10 persen kiri dan 20% kanan. Toh, AR kirinya tidak > > >> diutak-atik, tidak dirubah2. Fasilitas short sudah tidak > > >> diperbolehkan. Jadi, kenapa masih pada mengeluh bagi > > >> yg mau jualan saham padahal tidak ada yg dirubah > > >> batas AR kiri 10% nya. Kalau AR kiri dirubah jadi 5%, > > >> barulah boleh mengeluh. > > >> > > >> Saya pribadi malah melihat batasan AR kanan 20% itu > > >> masih kurang. Karena dulu2 pas jatuhnya ke level sekarang > > >> khan tiap harinya bisa sampai 30% atau bahkan lebih. > > >> Turunnya bisa cepat, giliran naiknya sekarang tertahan > > >> karena dibatasi. > > >> > > >> jabat erat, > > >> Irwan Ariston Napitupulu > > >> > > >> 2008/10/31 priareiki <[EMAIL PROTECTED]<andizain% 40bdg.centrin.net.id> > > >: > > >> > > >> > > > >> > Efek mid-long term - nya adalah ... > > >> > > > >> > - Memperlihatkan pada dunia internasional bahwa pemerintah cemas / > > >> > desperate , kredibilitas > > >> > - AR asimetris ini ibarat obat kuat yg harus terus menerus dikonsumsi > > >> > .. (ketergantungan) begitu asimetris ini dicabut pasti langsung loyo , > > >> > bakan bisa lebih loyo dr sebelumnya ..... > > >> > > > >> > Kalau jangka pendek sekali sih mungkin bullish,mid- term ...not sure > > >> > > > >> > > > > > > > > >