salafiyyin  

RE: [salafiyyin] Berita duka bagi Ahlul Bid'ah

Zaki Yamani
Sun, 14 Sep 2008 22:12:05 -0700

Assalamu'alaykum
 
Alhamdulillah, semoga benar dan limpahan kebaikan untuk setiap manusia
yg bertaubat apalagi ruju' kepada manhaj salaf. Serta ber Itikad baik
agar bersatu salafiyyin di Indonesia, ini suatu hal yang sangat saya
rindukan....
 
Tetapi...
Antum nonton Todays Dialog di Metro TV minggu yg lalu gak waktu ada ust
Jafar dan coordinator JIL serta mantan penasehat Jamaah Islamiyah kalo
tidak salah ?
Disitu Mutia hafidz bertanya tentang mengapa LJ membubarkan diri ?
Beliau menyatakan secara makna -tolong dikoreksi jika salah- bahwa
bubarnya laskar Jihad dan FKASWJ scr eksplisit karena pemerintah telah
melakukan perannya untuk menangani masalah Maluku...
 
Saya sebagai penonton menangkap bahwa artinya adalah jika pemerintah
tidak melakukan perannya maka Laskar tetap tidak membubarkan diri....
 
Jadi menurut saya, baiknya justru pd saat wawancara di Metro TV itulah
moment yg baik bhw beliau seharusnya menjelaskan bahwa beliau
membubarkan Laskar dikarenakan adanya nasehat dr para ulama...sehingga
jawabannya tidak kabur sesuai dengan pertanyaan dari Mutia Hafyd.
 
Dari hati nurani saya ingin sekali rasanya mendengar pernyataan tersebut
di Metro TV itu pd moment tsb, demi persatuan salafiyyin dan dakwah
manhaj salaf....-:-(
 
Allohu a'lam tolong diluruskan jika ada yang salah dari saya....
 
 
-----Original Message-----
From: salafiyyin@yahoogroups.com [EMAIL PROTECTED] On
Behalf Of Den Buaguse
Sent: Thursday, August 21, 2008 5:11 PM
To: salafiyyin@yahoogroups.com
Subject: [salafiyyin] Berita duka bagi Ahlul Bid'ah
 


 
<http://adiabdullah.wordpress.com/2008/08/20/rujunya-al-ustadz-jafar-uma
r-thalib/>  


Ruju'nya
<http://adiabdullah.wordpress.com/2008/08/20/rujunya-al-ustadz-jafar-uma
r-thalib/>  Al Ustadz Jafar Umar Thalib

20 08 2008 
Alhamdulillah...... setelah sekian lama perselisihan antara Al ustadz
ja'far Umar Thalib dengan kalangan salafiyin, akhirnya beliau menyatakan
ruju' atas beberapa kesalahan beliau, dan berikut beberapa perkataan
beliau.....
Dalam hal dzikir jama'ah yang mengundang kontroversi dikalangan
Salafiyyin beliau berkata...
Maka dalam hal pandangan mafsadah (kerusakan) yang ditimbulkan oleh
kehadiran saya di majlis itu, saya setuju dengan segenap yang hadir di
rumah As-Syaikh Muhammad, dan saya nyatakan bahwa Ja'far Umar Thalib
tidak sepantasnya untuk mendatangi majlis dzikir Arifin Ilham meskipun
untuk berceramah padanya. Maka dengan tulisan ini sekaligus saya
nyatakan bahwa mulai sekarang Ja'far Umar Thalib tidak akan hadir di
majlis dzikir Arifin Ilham dan sekaligus juga Ja'far Umar Thalib
menyatakan keluar dari Dewan Syari'ah Majlis Adz-Dzikra Arifin Ilham. 
Kemudian dalam hal penghalalan musik beliau berkata.... 
Adapun permasalahan pandangan saya tentang halalnya musik berdasarkan
bacaan saya dari buku karya Abdullah bin Yusuf Al-Judai', maka para
mahasiswa Indonesia itu memberi tahu saya bahwa telah terbit buku
bantahan terhadapnya yang ditulis oleh As-Syaikh Abdullah Ramadhan bin
Musa yang diterbitkan oleh Darul Mu'ayyid -Riyadh Saudi Arabia.
Merekapun memberikan kepada saya buku bantahan tersebut sebagai hadiah
untukku berupa kitab yang tebalnya 620 halaman. Saya dengan senang hati
menerima hadiah tersebut yang sangat berharga bagi saya dan langsung
saya pelajari sampai artikel ini saya terbitkan. Saya belum selesai
mempelajarinya dan untuk sementara saya nyatakan disini bahwa saya
mencabut peredaran fatwaku tentang musik ini. Dan saya terus mempelajari
tentang masalah tersebut. 
Kemudian dalam hal memberikan gelaran yang buruk kepada sesama Ahlus
Sunnah wal Jama'ah beliau berkata.... 
Dan dalam rangka menjalankan apa yang dinasehatkan oleh As-Syaikh Rabi'
bin Hadi Al-Madkhali kepadaku, maka dalam tulisan ini saya lengkapi
pernyataan taubatku kepada Allah dari tindakanku menggelari Salafiyyin
di Indonesia dengan gelar Ahlul Fitnah wal Khiyanah (artinya tukang
fitnah dan tukang khianat). Saya nyatakan bahwa saya telah bersalah
dengan menggelari mereka seperti itu, dan dengan demikian saya cabut
pernyataanku yang demikian itu. Maka dengan kerendahan hati saya memohon
maaf yang sebesar-besarnya kepada segenap Salafiyyin atas kesalahan dan
kedhalimanku terhadap hak kehormatan mereka. 
Sebelum pernyataan tersebut Asy Syeikh Rabi' bin Hadi Al Madkhali telah
menasehati beliau, berikut nasehat beliau..... 
.........Maka dengan Pertolongan Allah Ta'ala dan kemudian dengan
pertolongan beberapa ikhwan Salafiyyin di kota Jeddah, akhirnya pada
tanggal 10 Mei 2008 saya bertemu As-Syaikh Rabi' bin Hadi Al-Madkhali di
rumah kediaman beliau di komplek perumahan Awali Makkah. Tampak beliau
lebih tua dibanding pertemuan saya dengannya tujuh tahun yang lalu.
Setelah salam dan saling menanyakan kabar, langsung saja teman Salafi
yang membawa kami dari Jeddah (yaitu As-Syaikh Ahmad Al-Ghamidi),
memperkenalkan kami dengan beliau. Dan tampaknya beliau telah lupa
dengan saya sehingga beliau baru ingat kalau saya adalah Ja'far Umar
Thalib yang memimpin Jihad Fi Sabilillah di Maluku dan di Poso. 
Begitu beliau mengetahui bahwa yang datang ini adalah orang yang selalu
diberitakan dan dilaporkan kepada beliau, langsung saja beliau bertanya
kepada saya: "Apa yang kamu inginkan dari saya?" 
Maka sayapun langsung menjawab: "Saya ingin mempertanyakan apa yang
antum nyatakan tentang saya bahwa saya telah antum hukumi keluar dari
manhaj Salaf." 
Demi mendengar pernyataan saya itu langsung beliau nyatakan: "Saya tidak
akan memutuskan apa yang kalian perselisihkan kecuali kalau kedua belah
pihak dari kalian telah berkumpul di hadapan saya. Hanya saja saya
nasehatkan kamu untuk kembali bergabung dengan salafiyyin di Indonesia.
Bukan sebagai pemimpin mereka, akan tetapi kamu menjadi sebagian dari
mereka." 
Nasehat beliau langsung saya sambut dengan pernyataan: 'Wahai Syaikh
Rabi', sesungguhnya sekarang ini tidak ada lagi perkara kepemimpinan.
Namun saya ingin mendapat keterangan dan nasehat dari antum tentang
mengapa saya dianggap keluar dari manhaj Salaf dan apa nasehat antum
untuk saya agar saya dapat memperbaiki kekeliruan saya?" 
As-Syaikh Rabi' langsung menjawab: "Saya menganggap kamu keluar dari
manhaj Salaf, karena kamu: 
1. Menulis surat bantahan terhadap nasehat yang telah saya berikan
berkenaan dengan kekeliruan kamu dalam memimpin jihad. Dari suratmu itu
saya mendapati bahwa kamu bukanlah Ja'far Umar Thalib yang dulu. Karena
tampak dari suratmu itu bahwa kamu telah bersikap tidak sopan kepada
Ulama'. 
2. Kamu memutuskan hubungan dengan Ulama'. 
3. Kamu menggelari saudara-saudara kamu dari kalangan Salafiyyin dengan
gelar yang jelek. 
Karena itu saya nasehatkan kepadamu agar kamu meninggalkan arena politik
praktis. Sebab dengan terlibat dalam arena politik itu kamu terlalaikan
dari kemestian da'wah Salafiyah. As-Syaikh Al-Allamah Muhammad Amin
As-Syanqithi rahimahullah menyatakan: "Politik gaya demokratisme itu
adalah anak perempuannya anjing. Maka jangan kamu memasuki arena politik
praktis itu." Juga saya nasehatkan kepadamu untuk kamu bertaqwa kepada
Allah dalam menjalankan kegiatan Da'wah dan ikhlaskanlah amalanmu itu
hanya untuk Allah. Saya nasehatkan kepadamu agar engkau menulis berbagai
kesalahanmu untuk kemudian kamu bertaubat kepada Allah Ta'ala dari
berbagai kesalahan itu. Saya menasehatkan kepadamu agar kamu berupaya
sungguh-sungguh untuk membangun semangat saling mencinta di antara kamu
dengan saudara-saudaramu kalangan Salafiyyin. Upayakanlah untuk kamu
kembali dalam suasana saling tolong menolong dengan mereka dalam rangka
kebaikan dan ketaqwaan. Jauhkanlah berbagai sebab yang mengarah kepada
perselisihan dan perpecahan di kalangan kalian. Karena perpecahan dan
permusuhan diantara kalian itu telah melemahkan Da'wah Salafiyah di
Indonesia. Allah Ta'ala berfirman: 
Dan janganlah kalian bertikai di antara kalian, karena pertikaian itu
akan menjadikan kalian kalah dari musuh kalian dan akan menghilangkan
kekuatan kalian." (Al-Anfal: 46) 
Demikian As-Syaikh Rabi' bin Hadi Al-Madkhali hafidhahullah menasehati
saya bagaikan Bapak yang menasehati anaknya. Beliau menahan saya di
rumahnya agar saya makan malam bersama beliau. Namun karena As-Syaikh
Ahmad Al-Ghamidi harus pulang ke Jeddah setelah shalat Isya' maka kami
memohon maaf kepada As-Syaikh Rabi' dan beliaupun mengantarkan kami
pulang sampai ke pintu keluar sambil terus menasehati saya untuk dapat
kembali hidup rukun dengan ikhwan Salafiyyin di Indonesia sebagaimana
dulu. 
Allahu 'alam.......Walhamdulillah Rabbul 'alamin.... 
http://adiabdullah.
<http://adiabdullah.wordpress.com/2008/08/20/rujunya-al-ustadz-jafar-uma
r-thalib/> wordpress.com/2008/08/20/rujunya-al-ustadz-jafar-umar-thalib/

dinukil dari ... 
 <http://alghuroba.org/index.php?read=142>
http://alghuroba.org/index.php?read=142 
 
  _____