salafiyyin  

Re: [salafiyyin] Berita duka bagi Ahlul Bid'ah

Abu Muhammad
Sun, 14 Sep 2008 23:04:36 -0700

Bismillahirrohmanirrohim..

Ana ga tau jawabannya..., silahkan men-tabayunkannya kepada beliau...,
karena lebih baik kita sama-sama tabayunkan segala sesuatu yang menyangkut
dengan beliau secara langsung.

Adapun bila ikhwah ingin bicara langsung dengan beliau dapat di telepon ke
Pondok Ihya Us' Sunnah :  (0274) 895790

barakallahu fik.
2008/9/12 Zaki Yamani <[EMAIL PROTECTED]>

>    Assalamu'alaykum
>
>
>
> Alhamdulillah, semoga benar dan limpahan kebaikan untuk setiap manusia yg
> bertaubat apalagi ruju' kepada manhaj salaf. Serta ber Itikad baik agar
> bersatu salafiyyin di Indonesia, ini suatu hal yang sangat saya rindukan….
>
>
>
> Tetapi…
>
> Antum nonton Todays Dialog di Metro TV minggu yg lalu gak waktu ada ust
> Jafar dan coordinator JIL serta mantan penasehat Jamaah Islamiyah kalo
> tidak salah ?
>
> Disitu Mutia hafidz bertanya tentang mengapa LJ membubarkan diri ?
>
> Beliau menyatakan secara makna –tolong dikoreksi jika salah- bahwa
> bubarnya laskar Jihad dan FKASWJ scr eksplisit karena pemerintah telah
> melakukan perannya untuk menangani masalah Maluku...
>
>
>
> Saya sebagai penonton menangkap bahwa artinya adalah jika pemerintah tidak
> melakukan perannya maka Laskar tetap tidak membubarkan diri....
>
>
>
> Jadi menurut saya, baiknya justru pd saat wawancara di Metro TV itulahmoment
> yg baik bhw beliau seharusnya menjelaskan bahwa beliau membubarkan Laskar
> dikarenakan adanya nasehat dr para ulama...sehingga jawabannya tidak kabur
> sesuai dengan pertanyaan dari Mutia Hafyd.
>
>
>
> Dari hati nurani saya ingin sekali rasanya mendengar pernyataan tersebut
> di Metro TV itu pd moment tsb, demi persatuan salafiyyin dan dakwah manhaj
> salaf….-L
>
>
>
> Allohu a'lam tolong diluruskan jika ada yang salah dari saya….
>
>
>
>
>
> -----Original Message-----
> *From:* salafiyyin@yahoogroups.com [EMAIL PROTECTED] *On
> Behalf Of *Den Buaguse
> *Sent:* Thursday, August 21, 2008 5:11 PM
> *To:* salafiyyin@yahoogroups.com
> *Subject:* [salafiyyin] Berita duka bagi Ahlul Bid'ah
>
>
>     
> *<http://adiabdullah.wordpress.com/2008/08/20/rujunya-al-ustadz-jafar-umar-thalib/>
>  * *Ruju'nya Al Ustadz Jafar Umar 
> Thalib<http://adiabdullah.wordpress.com/2008/08/20/rujunya-al-ustadz-jafar-umar-thalib/>
> *
>
> 20 08 2008
>
> Alhamdulillah…… setelah sekian lama perselisihan antara Al ustadz ja'far
> Umar Thalib dengan kalangan salafiyin, akhirnya beliau menyatakan ruju' atas
> beberapa kesalahan beliau, dan berikut beberapa perkataan beliau…..
>
> Dalam hal dzikir jama'ah yang mengundang kontroversi dikalangan Salafiyyin
> beliau berkata…
>
> Maka dalam hal pandangan *mafsadah* (kerusakan) yang ditimbulkan oleh
> kehadiran saya di majlis itu, saya setuju dengan segenap yang hadir di rumah
> As-Syaikh Muhammad, dan *saya nyatakan bahwa Ja'far Umar Thalib tidak
> sepantasnya untuk mendatangi majlis dzikir Arifin Ilham meskipun untuk
> berceramah padanya. Maka dengan tulisan ini sekaligus saya nyatakan bahwa
> mulai sekarang Ja'far Umar Thalib tidak akan hadir di majlis dzikir Arifin
> Ilham dan sekaligus juga Ja'far Umar Thalib menyatakan keluar dari Dewan
> Syari'ah Majlis Adz-Dzikra Arifin Ilham. *
>
> Kemudian dalam hal penghalalan musik beliau berkata….
>
> Adapun permasalahan pandangan saya tentang halalnya musik berdasarkan
> bacaan saya dari buku karya Abdullah bin Yusuf Al-Judai', maka para
> mahasiswa Indonesia itu memberi tahu saya bahwa telah terbit buku bantahan
> terhadapnya yang ditulis oleh As-Syaikh Abdullah Ramadhan bin Musa yang
> diterbitkan oleh Darul Mu'ayyid –Riyadh Saudi Arabia. Merekapun memberikan
> kepada saya buku bantahan tersebut sebagai hadiah untukku berupa kitab yang
> tebalnya 620 halaman. Saya dengan senang hati menerima hadiah tersebut yang
> sangat berharga bagi saya dan langsung saya pelajari sampai artikel ini saya
> terbitkan. *Saya belum selesai mempelajarinya dan untuk sementara saya
> nyatakan disini bahwa saya mencabut peredaran fatwaku tentang musik ini. Dan
> saya terus mempelajari tentang masalah tersebut. *
>
> Kemudian dalam hal memberikan gelaran yang buruk kepada sesama Ahlus Sunnah
> wal Jama'ah beliau berkata….
>
> Dan dalam rangka menjalankan apa yang dinasehatkan oleh As-Syaikh Rabi' bin
> Hadi Al-Madkhali kepadaku, maka dalam tulisan ini *saya lengkapi
> pernyataan taubatku kepada Allah dari tindakanku menggelari Salafiyyin di
> **Indonesia** dengan gelar Ahlul Fitnah wal Khiyanah (artinya tukang
> fitnah dan tukang khianat). Saya nyatakan bahwa saya telah bersalah dengan
> menggelari mereka seperti itu, dan dengan demikian saya cabut pernyataanku
> yang demikian itu. Maka dengan kerendahan hati saya memohon maaf yang
> sebesar-besarnya kepada segenap Salafiyyin atas kesalahan dan kedhalimanku
> terhadap hak kehormatan mereka. *
>
> Sebelum pernyataan tersebut Asy Syeikh Rabi' bin Hadi Al Madkhali telah
> menasehati beliau, berikut nasehat beliau…..
>
> ………Maka dengan Pertolongan Allah Ta'ala dan kemudian dengan pertolongan
> beberapa ikhwan Salafiyyin di kota Jeddah, akhirnya pada tanggal 10 Mei
> 2008 saya bertemu As-Syaikh Rabi' bin Hadi Al-Madkhali di rumah kediaman
> beliau di komplek perumahan Awali Makkah. Tampak beliau lebih tua dibanding
> pertemuan saya dengannya tujuh tahun yang lalu. Setelah salam dan saling
> menanyakan kabar, langsung saja teman Salafi yang membawa kami dari Jeddah
> (yaitu As-Syaikh Ahmad Al-Ghamidi), memperkenalkan kami dengan beliau. Dan
> tampaknya beliau telah lupa dengan saya sehingga beliau baru ingat kalau
> saya adalah Ja'far Umar Thalib yang memimpin Jihad Fi Sabilillah di Maluku
> dan di Poso.
>
> Begitu beliau mengetahui bahwa yang datang ini adalah orang yang selalu
> diberitakan dan dilaporkan kepada beliau, langsung saja beliau bertanya
> kepada saya: "Apa yang kamu inginkan dari saya?"
>
> Maka sayapun langsung menjawab: "Saya ingin mempertanyakan apa yang antum
> nyatakan tentang saya bahwa saya telah antum hukumi keluar dari manhaj
> Salaf."
>
> Demi mendengar pernyataan saya itu langsung beliau nyatakan: "Saya tidak
> akan memutuskan apa yang kalian perselisihkan kecuali kalau kedua belah
> pihak dari kalian telah berkumpul di hadapan saya. Hanya saja saya
> nasehatkan kamu untuk kembali bergabung dengan salafiyyin di Indonesia.
> Bukan sebagai pemimpin mereka, akan tetapi kamu menjadi sebagian dari
> mereka."
>
> Nasehat beliau langsung saya sambut dengan pernyataan: 'Wahai Syaikh Rabi',
> sesungguhnya sekarang ini tidak ada lagi perkara kepemimpinan. Namun saya
> ingin mendapat keterangan dan nasehat dari antum tentang mengapa saya
> dianggap keluar dari manhaj Salaf dan apa nasehat antum untuk saya agar saya
> dapat memperbaiki kekeliruan saya?"
>
> As-Syaikh Rabi' langsung menjawab: "Saya menganggap kamu keluar dari manhaj
> Salaf, karena kamu:
>
> 1. Menulis surat bantahan terhadap nasehat yang telah saya berikan
> berkenaan dengan kekeliruan kamu dalam memimpin jihad. Dari suratmu itu saya
> mendapati bahwa kamu bukanlah Ja'far Umar Thalib yang dulu. Karena tampak
> dari suratmu itu bahwa kamu telah bersikap tidak sopan kepada Ulama'.
>
> 2. Kamu memutuskan hubungan dengan Ulama'.
>
> 3. Kamu menggelari saudara-saudara kamu dari kalangan Salafiyyin dengan
> gelar yang jelek.
>
> Karena itu saya nasehatkan kepadamu agar kamu meninggalkan arena politik
> praktis. Sebab dengan terlibat dalam arena politik itu kamu terlalaikan dari
> kemestian da'wah Salafiyah. As-Syaikh Al-Allamah Muhammad Amin As-Syanqithi
> *rahimahullah* menyatakan: "Politik gaya demokratisme itu adalah anak
> perempuannya anjing. Maka jangan kamu memasuki arena politik praktis itu."
> Juga saya nasehatkan kepadamu untuk kamu bertaqwa kepada Allah dalam
> menjalankan kegiatan Da'wah dan ikhlaskanlah amalanmu itu hanya untuk Allah.
> Saya nasehatkan kepadamu agar engkau menulis berbagai kesalahanmu untuk
> kemudian kamu bertaubat kepada Allah Ta'ala dari berbagai kesalahan itu.
> Saya menasehatkan kepadamu agar kamu berupaya sungguh-sungguh untuk
> membangun semangat saling mencinta di antara kamu dengan saudara-saudaramu
> kalangan Salafiyyin. Upayakanlah untuk kamu kembali dalam suasana saling
> tolong menolong dengan mereka dalam rangka kebaikan dan ketaqwaan.
> Jauhkanlah berbagai sebab yang mengarah kepada perselisihan dan perpecahan
> di kalangan kalian. Karena perpecahan dan permusuhan diantara kalian itu
> telah melemahkan Da'wah Salafiyah di Indonesia. Allah Ta'ala berfirman:
>
> *Dan janganlah kalian bertikai di antara kalian, karena pertikaian itu
> akan menjadikan kalian kalah dari musuh kalian dan akan menghilangkan
> kekuatan kalian*." (*Al-Anfal:* 46)
>
> Demikian As-Syaikh Rabi' bin Hadi Al-Madkhali *hafidhahullah* menasehati
> saya bagaikan Bapak yang menasehati anaknya. Beliau menahan saya di rumahnya
> agar saya makan malam bersama beliau. Namun karena As-Syaikh Ahmad
> Al-Ghamidi harus pulang ke Jeddah setelah shalat Isya' maka kami memohon
> maaf kepada As-Syaikh Rabi' dan beliaupun mengantarkan kami pulang sampai ke
> pintu keluar sambil terus menasehati saya untuk dapat kembali hidup rukun
> dengan ikhwan Salafiyyin di Indonesia sebagaimana dulu.
>
> Allahu 'alam…….Walhamdulillah Rabbul 'alamin….
>
>
> http://adiabdullah.wordpress.com/2008/08/20/rujunya-al-ustadz-jafar-umar-thalib/
>
> dinukil dari …
>
> http://alghuroba.org/index.php?read=142
>
>
>  ------------------------------
>
>
>
> 
>