Prayudi
Thu, 31 Mar 2005 22:34:00 -0800
Salam! Untuk kawan2 yg menginginkan buku THE MADNESS OF GOD, bisa datang ke Gramedia atau bagi yang di Jakarta datang aja ke stan Pustaka Zahra no. 163 di Hall B ISLAMIC BOOK FAIR 2005 di Istora Senayan. Harganya Rp 15.000 belum termasuk diskon. Islamic Book Fair buka sampai hari Minggu lusa. Oh ya, terkait masalah nasib, tak lama lagi Pustaka Zahra akan menerbitkan buku berjudul DUA WAJAH TUHAN: Menyingkap Rahasia Takdir Ilahi. Di situ dibahas masalah qadha' (ketetapan) dan qadar (takdir/kadar). Buku ini membuktikan bahwa doktrin jabariah (determinisme) adalah batil. Wassalam Yudi pustakazahra Bila Tuhan telah menentukan takdir manusia, maka untuk apa ada pahala dan dosa serta surga dan neraka? Bila Tuhan memasrahkan semuanya kepada manusia, betapa kerdil kekuasaan-Nya... Siapa sebenarnya yang menentukan nasib manusia di dunia ini? Bagaimana pula dengan nasib manusia di akhirat? Bagi banyak di antara kita, nasib atau takdir memang bagai misteri tak terpecahkan. Banyak pertanyaan muncul bila kita mulai memikirkan masalah ini. Misalnya, siapa yang menakdirkan seseorang menjadi baik atau jahat, kaya atau miskin? Lalu, bagaimana dengan umur manusia, sakit dan sehatnya, siapa yang menentukan? Tuhankah? Atau manusia itu sendiri? Bila di satu sisi Tuhan telah menentukan takdir manusia, sehingga manusia hanya menjadi alat bagi kehendak-Nya, namun di sisi lain Dia mengganjar kebaikan manusia dengan pahala dan mengganjar keburukan manusia dengan dosa, maka sungguh Dia adalah Sang Mahazalim. Bukankah segala kebaikan dan keburukan itu terjadi atas kehendak-Nya? Tapi sebaliknya, bila Tuhan memasrahkan sepenuhnya takdir manusia ke tangan manusia itu sendiri, sungguh betapa kerdil kekuasaan-Nya, karena ada banyak hal yang bisa terjadi di luar kehendak-Nya. Itulah dua "wajah" Tuhan yang kerap membingungkan kita, bahkan melimbungkan keyakinan kita. Namun benarkah "wajah"-Nya seperti itu? Buku ini membahasnya dengan tuntas demi memuaskan dahaga keyakinan Anda. Selamat membaca! Berikut ini adalah salah satu elaborasi gagasan yang terdapat dalam buku DUA WAJAH TUHAN: Marilah kita andaikan ada seseorang yang tangannya cacat, tidak mampu menggerakkan tangannya sendiri. Lalu seorang dokter mampu menciptakan suatu gerakan sementara yang dikehendaki oleh si cacat tadi melalui daya listrik. Kapan saja sang dokter menyambungkan tangan cacat itu dengan daya listrik ini, si cacat tadi mampu menggerakkan tangannya. Namun jika tangan itu terputus dari sumber daya, ia tidak mampu menggerakkannya sama sekali. Sang dokter pun menyambungkan tangan si cacat itu dengan aliran listrik, sehingga si cacat mulai mampu menggerakkan tangannya dan menjalani aktivitas-aktivitasnya dengan tangan tersebut. Sang dokter lalu menyuplainya dengan daya listrik setiap saat. Maka, dalam kondisi seperti ini tidak disangsikan lagi bahwa tindak menggerakkan tangan yang dilakukan oleh orang itu (si cacat) merupakan Al Amru baina al Amrain: gerakan tangan itu tidak secara mandiri dinisbahkan kepada orang itu (si cacat), karena ia bergantung pada suplai daya listrik atas tangannya, di mana daya ini dialirkan oleh sang dokter. Tapi gerakan ini tidak bisa dinisbahkan secara mandiri kepada sang dokter, karena gerakan ini dimunculkan oleh si cacat sekehendak dirinya. Sang dokter tidak pernah memaksa si cacat untuk melakukan sesuatu, karena si cacat berkehendak bebas. Tidak juga sang dokter melimpahkan kepada si cacat semua tindakan dengan segala penyebabnya, karena suplai daya listrik harus selalu berasal darinya. bingung masalah nasib? baca aja novel terbitan ZAHRA NOVEL yang berjudul: THE MADNESS OF GOD: Iblis Menggugat Tuhan. karya Shawni. Judul: THE MADNESS OF GOD Subjudul: Iblis Menggugat Tuhan Penulis: Shawni Kau bilang Adam berdosa gara-gara hasutanku? Kalau begitu, atas hasutan siapa aku melakukan dosa? Aku sebenarnya melakukan apa yang Dia perintahkan, dan aku sepenuhnya patuh pada keinginan Allah. Mau bagaimana lagi? Tak ada ruang yang luput dari kuasa-Nya. Aku bukanlah tuan bagi keinginanku sendiri. Aku menyembah Allah selama 700 ribu tahun! Tak ada tempat tersisa di langit dan bumi di mana aku tak menyembah-Nya. Setiap hari aku berkata pada-Nya, "Ya Allah, anak keturunan Adam menolak-Mu, namun Engkau tetap bermurah hati dan meninggikan mereka. Tapi aku, yang mencintai dan memuja-Mu dengan pemujaan yang benar, Engkau buat menjadi hina dan buruk rupa." Lihatlah segala penderitaan dan kesengsaraan yang telah ditimpakan-Nya atas dunia ini. Lihatlah betapa Monster itu melakukan semuanya hanya untuk menghibur diri! Jika ada yang terlihat murni, dibuat-Nya ternoda! Jika ada yang manis, Dia buat masam! Jika ada yang bernilai, dibuat-Nya jadi sampah! Dia tak lebih dari sekadar Badut dan Pesulap Murahan, Pembohong Gila! Dan kegilaan-Nya masih terus membuatku lebih gila lagi! ***** The Madness of God menjadikan ketergelinciran Iblis, dan dakwaannya kepada Tuhan karena telah "menyesatkannya", sebagai landasan bagi pertanyaan-pertanyaan mengenai kemungkinan kehendak-bebas di hadapan kemahakuasaan Tuhan. Pertanyaan yang berulang kali diajukan adalah: jika Tuhan Mahakuasa, dan tiada sesuatu pun yang dapat terjadi di luar kehendak-Nya, maka bagaimana mungkin makhluk dapat disalahkan karena dosa-dosanya? Seiring dengan bergulirnya cerita, pembaca akan tenggelam dalam keyakinan tentang keesaan, kemahakuasaan, dan keadilan Tuhan. The Madness of God penting dibaca oleh para monoteis yang kritis. Shawni meramu adikaryanya ini dengan gayanya yang amat unik dan khas. Novel ini, terlepas dari judulnya yang provokatif, merupakan usaha Shawni dalam menyelaraskan keimanannya dengan akalnya.
[Non-text portions of this message have been removed] ------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> In low income neighborhoods, 84% do not own computers. At Network for Good, help bridge the Digital Divide! http://us.click.yahoo.com/S.QlOD/3MnJAA/Zx0JAA/wnIolB/TM --------------------------------------------------------------------~-> Kirim kontribusi cerita Anda ke http://www.sarikata.com/ sekarang juga !! Untuk Unsubscribe, kirim email kosong ke [EMAIL PROTECTED] Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/sarikata/ <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [EMAIL PROTECTED] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/