[budaya_tionghua] Re: Benarkah Harun Yusuf mantan tukang kwamia?

2010-09-09 Terurut Topik ikkyosensei_ym
Benar sekali, saya memang jengkel alias emosi .. he he he. :)

Tapi perhatikan, saya menggunakan kata "seperti itu", yang artinya ya yang 
seperti itu. Bukan semua pendeta atau semua Tionghoa. Tapi, yang berkelakuan 
seperti itu. Kebetulan saya menyebut GBI, karena bukankah kebanyakan basis para 
pendeta yang "seperti itu" kebanyakan di GBI? Silahkan tanya kepada koh 
Tantono, dia pasti lebih mengerti tentang hal ini.
Sama seperti Kussalacito, saya menggunakan istilah CINA, untuk men distinc kan  
mereka dengan Tionghoa lainnya.
http://groups.yahoo.com/group/budaya_tionghua/message/51799

Saya menggunakan istilah sundal, untuk menunjuk pada Tionghoa yang 
menjelek-jelekkan budaya Tionghoa, ngaku2 Tionghoa kalau butuh saja. Kalau lagi 
dapat nggak enaknya atau lagi ditawarin duit langsung dah berkhianat. Istilah 
ini, dulu pernah juga diucapkan oleh anggota milist lain. Coba cermati post 
yang ini:
http://groups.yahoo.com/group/budaya_tionghua/message/47879

Salam,

Chen Gui Xin

--- In [email protected], "Dada"  wrote:
>
> Cina-cina sundal ? 
> 
> Rupanya anda sangat mencintai budaya tionghoa , sehingga penggunaan bahasa 
> anda mencerminkan high culture budaya tionghoa dalam diri anda.
> 
> Dari tulisan anda di bawah ini , rasional anda berjalan zigzag mungkin karena 
> terbentur emosi di kanan kiri
> 
> Sekali lagi saya ingatkan , milist ini untuk tionghoa dengan berbagai ragam 
> latar dan terbuka .atau berbagai ragam latar yang tertarik dengan budaya 
> tionghoa dan sejarah tiongkok. 
> 
> Berbicara suatu aliran protestan , seperti GBI , itu berarti anda 
> membicarakan suatu aliran dengan beragam latar etnis pula , dengan kata lain 
> anda mengatakan , pendeta GBI yang lain juga sundal , jadi mari di teruskan 
> gaya bahasa anda , ambon2 sundal , batak2 sundal
> 
> 
> 
> 
> --- In [email protected], "ikkyosensei_ym"  wrote:
> >
> > Ko Tantono:
> > Salam koh, saya ikutan jengkel dengan kelakuan pendeta GBI kayak gitu. 
> > Lagi-lagi GBI dah.
> > 
> > "Masih ada tuh, kalau mau dibodohin lihat : http://www.gbi-prj.com/node/379";
> > 
> > Apa Cina-cina sundal seperti itu, belum belajar dari pengalaman diobrak 
> > abrik & dijotosi saat kebaktian di dalam gerejanya ya. Disamaratakan laki 
> > perempuan anak-anak. Apa ya perlu dikerahkan massa lagi buat bakar-bakaran 
> > ... :)
> > 
> > Ah, jangan ah, ntar kalau sudah kejadian, mereka minta perlindungannya sama 
> > Tionghoa yang selama ini mereka musuhi sendiri juga.
> > Kita-kita lagi juga yang repot, diaku-aku sebagai saudara lagi.
> > 
> > Salam
> > 
> > --- In [email protected], Tantono Subagyo  wrote:
> > >
> > > Masih ada tuh, kalau mau dibodohin lihat : http://www.gbi-prj.com/node/379
> > > Ngomong tentang sho saja belepotan kok, lha wong Keuangan Yang Maha Kuasa.
> > > 
> > > Bung Zhou Fu Yuan yth,
> > > Diantara 350 aliran dan beribu gereja di Indo ya tentu saja ada yang 
> > > sakit,
> > > yang penting jangan di sama ratakan, agar anda tidak menjadi sakit pula
> > > hehehe
> > >
> >
>




[budaya_tionghua] Re: Benarkah Harun Yusuf mantan tukang kwamia?

2010-09-09 Terurut Topik Dada
Cina-cina sundal ? 

Rupanya anda sangat mencintai budaya tionghoa , sehingga penggunaan bahasa anda 
mencerminkan high culture budaya tionghoa dalam diri anda.

Dari tulisan anda di bawah ini , rasional anda berjalan zigzag mungkin karena 
terbentur emosi di kanan kiri

Sekali lagi saya ingatkan , milist ini untuk tionghoa dengan berbagai ragam 
latar dan terbuka .atau berbagai ragam latar yang tertarik dengan budaya 
tionghoa dan sejarah tiongkok. 

Berbicara suatu aliran protestan , seperti GBI , itu berarti anda membicarakan 
suatu aliran dengan beragam latar etnis pula , dengan kata lain anda mengatakan 
, pendeta GBI yang lain juga sundal , jadi mari di teruskan gaya bahasa anda , 
ambon2 sundal , batak2 sundal




--- In [email protected], "ikkyosensei_ym"  
wrote:
>
> Ko Tantono:
> Salam koh, saya ikutan jengkel dengan kelakuan pendeta GBI kayak gitu. 
> Lagi-lagi GBI dah.
> 
> "Masih ada tuh, kalau mau dibodohin lihat : http://www.gbi-prj.com/node/379";
> 
> Apa Cina-cina sundal seperti itu, belum belajar dari pengalaman diobrak abrik 
> & dijotosi saat kebaktian di dalam gerejanya ya. Disamaratakan laki perempuan 
> anak-anak. Apa ya perlu dikerahkan massa lagi buat bakar-bakaran ... :)
> 
> Ah, jangan ah, ntar kalau sudah kejadian, mereka minta perlindungannya sama 
> Tionghoa yang selama ini mereka musuhi sendiri juga.
> Kita-kita lagi juga yang repot, diaku-aku sebagai saudara lagi.
> 
> Salam
> 
> --- In [email protected], Tantono Subagyo  wrote:
> >
> > Masih ada tuh, kalau mau dibodohin lihat : http://www.gbi-prj.com/node/379
> > Ngomong tentang sho saja belepotan kok, lha wong Keuangan Yang Maha Kuasa.
> > 
> > Bung Zhou Fu Yuan yth,
> > Diantara 350 aliran dan beribu gereja di Indo ya tentu saja ada yang sakit,
> > yang penting jangan di sama ratakan, agar anda tidak menjadi sakit pula
> > hehehe
> >
>




[budaya_tionghua] Re: Benarkah Harun Yusuf mantan tukang kwamia?

2010-09-09 Terurut Topik ikkyosensei_ym
Ko Tantono:
Salam koh, saya ikutan jengkel dengan kelakuan pendeta GBI kayak gitu. 
Lagi-lagi GBI dah.

"Masih ada tuh, kalau mau dibodohin lihat : http://www.gbi-prj.com/node/379";

Apa Cina-cina sundal seperti itu, belum belajar dari pengalaman diobrak abrik & 
dijotosi saat kebaktian di dalam gerejanya ya. Disamaratakan laki perempuan 
anak-anak. Apa ya perlu dikerahkan massa lagi buat bakar-bakaran ... :)

Ah, jangan ah, ntar kalau sudah kejadian, mereka minta perlindungannya sama 
Tionghoa yang selama ini mereka musuhi sendiri juga.
Kita-kita lagi juga yang repot, diaku-aku sebagai saudara lagi.

Salam

--- In [email protected], Tantono Subagyo  wrote:
>
> Masih ada tuh, kalau mau dibodohin lihat : http://www.gbi-prj.com/node/379
> Ngomong tentang sho saja belepotan kok, lha wong Keuangan Yang Maha Kuasa.
> 
> Bung Zhou Fu Yuan yth,
> Diantara 350 aliran dan beribu gereja di Indo ya tentu saja ada yang sakit,
> yang penting jangan di sama ratakan, agar anda tidak menjadi sakit pula
> hehehe
>




[budaya_tionghua] Re: Benarkah Harun Yusuf mantan tukang kwamia?

2010-09-08 Terurut Topik ardian_c
kalu gak salah yg di jembatan XX ya ?


--- In [email protected], "Dr. Irawan"  wrote:
>
> Ngomong2 ttg Kwamia , saya jadi ingat zaman dulu di Jakarta ada ahlinya
> namanya "Anyuk Koh" apakah masih ada , atau apakah ada murid penerusnya ?
> Hanya pingin tau ajah .
> 
> salam,
> Dr.Irawan
> 
> 2010/9/2 
> 
> >
> >
> > Disini banyak yg penggemar dukun n tukang hongsui, jgnkan di muara karang
> > atau pluit, di pelosok gunung n utan aja diburu kok. Tp engga tau kenapa
> > nama setenar harun yusuf yg KATAnya sangat terkenal itu tidak ada yg kenal
> > disini.
> > --
> > *From: * Budi Hermawan 
> > *Sender: * [email protected]
> > *Date: *Thu, 2 Sep 2010 02:42:17 -0700 (PDT)
> > *To: *
> > *ReplyTo: * [email protected]
> > *Subject: *[budaya_tionghua] Benarkah Harun Yusuf mantan tukang kwamia?
> >
> >
> >
> >
> > Yth Netters,
> >
> > Saya ingin bertanya ttg Harun Yusuf. Menurut pengakuannya, dia adalah
> > seorang
> > mantan tukang kwamia yang dulu praktek di daerah Muara Karang/Pluit kalau
> > tidak
> > salah. Adakah rekan2, terutama yang tinggal di daerah sana atau yang dulu
> > pernah
> >
> > berkonsultasi dengannya, yang dapat mengkonfirmasi apakah memang benar
> > demikian?
> >
> > Sebelumnya saya mohon agar pertanyaan saya ini jangan menjadi perdebatan
> > panjang, karena dari yang saya lihat di milis lain biasanya kalau sudah
> > membahas
> >
> > Harun yusuf akhirnya jadi perdebatan. Tujuan saya bertanya demikian karena
> > hanya
> >
> > ingin tahu saja apakah memang dia itu benar2 mantan tukang kwamia atau
> > hanya
> > ngaku2 saja.
> >
> > Sebelumnya saya ucapkan terima kasih.
> >
> > Budi
> >
> >   
> >
>




[budaya_tionghua] Re: Benarkah Harun Yusuf mantan tukang kwamia?

2010-09-08 Terurut Topik ardian_c

oh iya berarti bokapnya ya wekekekeke yg mantan tukang kwamia dgn gelar culing 
ce ape lingcu ce wekekekekekekkeekkeke
yg katanya bertobat tapi gak lama ngadep giam lo ong.

--- In [email protected], Tantono Subagyo  wrote:
>
> Masih ada tuh, kalau mau dibodohin lihat : http://www.gbi-prj.com/node/379
> Ngomong tentang sho saja belepotan kok, lha wong Keuangan Yang Maha Kuasa.
> 
> Bung Zhou Fu Yuan yth,
> Diantara 350 aliran dan beribu gereja di Indo ya tentu saja ada yang sakit,
> yang penting jangan di sama ratakan, agar anda tidak menjadi sakit pula
> hehehe
>




Re: [budaya_tionghua] Re: Benarkah Harun Yusuf mantan tukang kwamia?

2010-09-08 Terurut Topik Tantono Subagyo
Masih ada tuh, kalau mau dibodohin lihat : http://www.gbi-prj.com/node/379
Ngomong tentang sho saja belepotan kok, lha wong Keuangan Yang Maha Kuasa.

Bung Zhou Fu Yuan yth,
Diantara 350 aliran dan beribu gereja di Indo ya tentu saja ada yang sakit,
yang penting jangan di sama ratakan, agar anda tidak menjadi sakit pula
hehehe


[budaya_tionghua] Re: Benarkah Harun Yusuf mantan tukang kwamia?

2010-09-08 Terurut Topik ardian_c
jadi inget kasus si cicit kaisar guangxu wekekekekekekekekeke
heboh heboh heboh
trus jg yg eddy tattimu tuh wekekekekekekekekeke


--- In [email protected], zho...@... wrote:
>
> Sudah sejak lama, saya mengkategorikan tokoh2 yg mengaku tobat karena insyaf 
> ini adalah manusia2 yg dasarnya sakit secara sosial. Kalau tidak sakit kok 
> bisa sesatnya sedemikian jauh! Sampai jadi tukang guamia, tukang bakar gereja 
> dll yg tdk akan mampu dilakukan manusia2 normal, apapun agamanya.
> Jika sebuah lembaga agama bisa mendatangkan mereka utk berceramah dan terus 
> mengidolakan mereka, berarti lembaga itu juga sakit! 
> Sent from my BlackBerry®
> powered by Sinyal Kuat INDOSAT
> 
> -Original Message-
> From: "Dada" 
> Sender: [email protected]
> Date: Wed, 08 Sep 2010 08:06:00 
> To: 
> Reply-To: [email protected]
> Subject: [budaya_tionghua] Re: Benarkah Harun Yusuf mantan tukang kwamia?
> 
> Jika ranah keyakinan sudah didasari motif untuk menyembah Keuangan yang Maha 
> Esa , lantas berjualan , maka dia harus menyediakan beberapa eksposisi , 
> misalkan mantan tukang kwamia , di datangi malaikat , mendengar bisikan , 
> mantan panglima gereja setan , mengaku sebagai cicit kaisar ,  tidak perlu 
> sampai membuka baju tentunya , tapi membuat suatu kurikulum hidup yang 
> spektakuler , menandakan dirinya bukan orang sembarangan. Adalah hal yang 
> sulit seperti memacu kendaraan sedemikian tinggi lantas tiba2 berbelok 
> menikung , menghasilkan tontonan yang dramatis , spektakuler , ajaib dan 
> akhirnya , mukjizat dan memaksa pendengar , pemirsa takjub bukan main.  
> 
> Apalagi orang yang berpindah dan berjualan , baik itu pindah agama , pindah 
> budaya , pindah negara , daripada menghadapi resiko pandangan curiga , dia 
> harus lebih kristen daripada kristen umumnya , lebih islam daripada islam 
> umumnya , lebih amerika daripada orang amerika itu sendiri , lebih buddhist 
> daripada buddhist itu sendiri. 
> 
> 
> --- In [email protected], Tantono Subagyo  wrote:
> >
> > Ada orang yang masuk Kristen karena mau cari rezeki, jadi ya begitulah,
> > ngaku mantan tukang kwa-mia, ngaku mantan FPI-lah dls, di agama lain juga
> > ada, ada yang ngaku mantan suster (padahal cuma sekolah di suster-an).
> > Orang begini jangan digubris karena yang disembah adalah Ke-uang-an Yang
> > Maha Kuasa.  Coba dipanggil kotbah tidak dikasih duit, pasti deh merengut.
> > Saya pernah ketemu Harun Yusuf, Im Yang Ngo Heng saja nggak tahu ngakunya
> > bisa Pwee Jie, dan katanya Pwee Jie atau Ba Zi itu nggak pake itungan
> > tanggal lahir tapi pakai mahluk halus, cap deh.  Sojah, Tan Lookay
> > 
> > 2010/9/2 Budi Hermawan 
> > 
> > >
> > >
> > >
> > > Yth Netters,
> > >
> > > Saya ingin bertanya ttg Harun Yusuf. Menurut pengakuannya, dia adalah
> > > seorang
> > > mantan tukang kwamia yang dulu praktek di daerah Muara Karang/Pluit kalau
> > > tidak
> > > salah. Adakah rekan2, terutama yang tinggal di daerah sana atau yang dulu
> > > pernah
> > >
> > > berkonsultasi dengannya, yang dapat mengkonfirmasi apakah memang benar
> > > demikian?
> > >
> > > Sebelumnya saya mohon agar pertanyaan saya ini jangan menjadi perdebatan
> > > panjang, karena dari yang saya lihat di milis lain biasanya kalau sudah
> > > membahas
> > >
> > > Harun yusuf akhirnya jadi perdebatan. Tujuan saya bertanya demikian karena
> > > hanya
> > >
> > > ingin tahu saja apakah memang dia itu benar2 mantan tukang kwamia atau
> > > hanya
> > > ngaku2 saja.
> > >
> > > Sebelumnya saya ucapkan terima kasih.
> > >
> > > Budi
> > >
> > > 
> > >
> > 
> > 
> > 
> > -- 
> > Salam, Tantono Subagyo
> >
>




[budaya_tionghua] Re: Benarkah Harun Yusuf mantan tukang kwamia?

2010-09-08 Terurut Topik ardian_c
lha bukannya harun yusuf dah ngadep giam lo ong gak lama abis dia bertobat ?
so ketemunya kapan tuh boss ?
ataw ketemu anaknya kale yg selalu bawa2 cerita bokapnya.

btw gw baru seumur2 denger tukang pekji pake cabut2 roh wekekekeke
ngibul tuh

--- In [email protected], Tantono Subagyo  wrote:
>
> Ada orang yang masuk Kristen karena mau cari rezeki, jadi ya begitulah,
> ngaku mantan tukang kwa-mia, ngaku mantan FPI-lah dls, di agama lain juga
> ada, ada yang ngaku mantan suster (padahal cuma sekolah di suster-an).
> Orang begini jangan digubris karena yang disembah adalah Ke-uang-an Yang
> Maha Kuasa.  Coba dipanggil kotbah tidak dikasih duit, pasti deh merengut.
> Saya pernah ketemu Harun Yusuf, Im Yang Ngo Heng saja nggak tahu ngakunya
> bisa Pwee Jie, dan katanya Pwee Jie atau Ba Zi itu nggak pake itungan
> tanggal lahir tapi pakai mahluk halus, cap deh.  Sojah, Tan Lookay
> 
> 2010/9/2 Budi Hermawan 
> 
> >
> >
> >
> > Yth Netters,
> >
> > Saya ingin bertanya ttg Harun Yusuf. Menurut pengakuannya, dia adalah
> > seorang
> > mantan tukang kwamia yang dulu praktek di daerah Muara Karang/Pluit kalau
> > tidak
> > salah. Adakah rekan2, terutama yang tinggal di daerah sana atau yang dulu
> > pernah
> >
> > berkonsultasi dengannya, yang dapat mengkonfirmasi apakah memang benar
> > demikian?
> >
> > Sebelumnya saya mohon agar pertanyaan saya ini jangan menjadi perdebatan
> > panjang, karena dari yang saya lihat di milis lain biasanya kalau sudah
> > membahas
> >
> > Harun yusuf akhirnya jadi perdebatan. Tujuan saya bertanya demikian karena
> > hanya
> >
> > ingin tahu saja apakah memang dia itu benar2 mantan tukang kwamia atau
> > hanya
> > ngaku2 saja.
> >
> > Sebelumnya saya ucapkan terima kasih.
> >
> > Budi
> >
> > 
> >
> 
> 
> 
> -- 
> Salam, Tantono Subagyo
>




Re: [budaya_tionghua] Re: Benarkah Harun Yusuf mantan tukang kwamia?

2010-09-08 Terurut Topik zhoufy
Sudah sejak lama, saya mengkategorikan tokoh2 yg mengaku tobat karena insyaf 
ini adalah manusia2 yg dasarnya sakit secara sosial. Kalau tidak sakit kok bisa 
sesatnya sedemikian jauh! Sampai jadi tukang guamia, tukang bakar gereja dll yg 
tdk akan mampu dilakukan manusia2 normal, apapun agamanya.
Jika sebuah lembaga agama bisa mendatangkan mereka utk berceramah dan terus 
mengidolakan mereka, berarti lembaga itu juga sakit! 
Sent from my BlackBerry®
powered by Sinyal Kuat INDOSAT

-Original Message-
From: "Dada" 
Sender: [email protected]
Date: Wed, 08 Sep 2010 08:06:00 
To: 
Reply-To: [email protected]
Subject: [budaya_tionghua] Re: Benarkah Harun Yusuf mantan tukang kwamia?

Jika ranah keyakinan sudah didasari motif untuk menyembah Keuangan yang Maha 
Esa , lantas berjualan , maka dia harus menyediakan beberapa eksposisi , 
misalkan mantan tukang kwamia , di datangi malaikat , mendengar bisikan , 
mantan panglima gereja setan , mengaku sebagai cicit kaisar ,  tidak perlu 
sampai membuka baju tentunya , tapi membuat suatu kurikulum hidup yang 
spektakuler , menandakan dirinya bukan orang sembarangan. Adalah hal yang sulit 
seperti memacu kendaraan sedemikian tinggi lantas tiba2 berbelok menikung , 
menghasilkan tontonan yang dramatis , spektakuler , ajaib dan akhirnya , 
mukjizat dan memaksa pendengar , pemirsa takjub bukan main.  

Apalagi orang yang berpindah dan berjualan , baik itu pindah agama , pindah 
budaya , pindah negara , daripada menghadapi resiko pandangan curiga , dia 
harus lebih kristen daripada kristen umumnya , lebih islam daripada islam 
umumnya , lebih amerika daripada orang amerika itu sendiri , lebih buddhist 
daripada buddhist itu sendiri. 


--- In [email protected], Tantono Subagyo  wrote:
>
> Ada orang yang masuk Kristen karena mau cari rezeki, jadi ya begitulah,
> ngaku mantan tukang kwa-mia, ngaku mantan FPI-lah dls, di agama lain juga
> ada, ada yang ngaku mantan suster (padahal cuma sekolah di suster-an).
> Orang begini jangan digubris karena yang disembah adalah Ke-uang-an Yang
> Maha Kuasa.  Coba dipanggil kotbah tidak dikasih duit, pasti deh merengut.
> Saya pernah ketemu Harun Yusuf, Im Yang Ngo Heng saja nggak tahu ngakunya
> bisa Pwee Jie, dan katanya Pwee Jie atau Ba Zi itu nggak pake itungan
> tanggal lahir tapi pakai mahluk halus, cap deh.  Sojah, Tan Lookay
> 
> 2010/9/2 Budi Hermawan 
> 
> >
> >
> >
> > Yth Netters,
> >
> > Saya ingin bertanya ttg Harun Yusuf. Menurut pengakuannya, dia adalah
> > seorang
> > mantan tukang kwamia yang dulu praktek di daerah Muara Karang/Pluit kalau
> > tidak
> > salah. Adakah rekan2, terutama yang tinggal di daerah sana atau yang dulu
> > pernah
> >
> > berkonsultasi dengannya, yang dapat mengkonfirmasi apakah memang benar
> > demikian?
> >
> > Sebelumnya saya mohon agar pertanyaan saya ini jangan menjadi perdebatan
> > panjang, karena dari yang saya lihat di milis lain biasanya kalau sudah
> > membahas
> >
> > Harun yusuf akhirnya jadi perdebatan. Tujuan saya bertanya demikian karena
> > hanya
> >
> > ingin tahu saja apakah memang dia itu benar2 mantan tukang kwamia atau
> > hanya
> > ngaku2 saja.
> >
> > Sebelumnya saya ucapkan terima kasih.
> >
> > Budi
> >
> > 
> >
> 
> 
> 
> -- 
> Salam, Tantono Subagyo
>





[budaya_tionghua] Re: Benarkah Harun Yusuf mantan tukang kwamia?

2010-09-08 Terurut Topik Dada
Jika ranah keyakinan sudah didasari motif untuk menyembah Keuangan yang Maha 
Esa , lantas berjualan , maka dia harus menyediakan beberapa eksposisi , 
misalkan mantan tukang kwamia , di datangi malaikat , mendengar bisikan , 
mantan panglima gereja setan , mengaku sebagai cicit kaisar ,  tidak perlu 
sampai membuka baju tentunya , tapi membuat suatu kurikulum hidup yang 
spektakuler , menandakan dirinya bukan orang sembarangan. Adalah hal yang sulit 
seperti memacu kendaraan sedemikian tinggi lantas tiba2 berbelok menikung , 
menghasilkan tontonan yang dramatis , spektakuler , ajaib dan akhirnya , 
mukjizat dan memaksa pendengar , pemirsa takjub bukan main.  

Apalagi orang yang berpindah dan berjualan , baik itu pindah agama , pindah 
budaya , pindah negara , daripada menghadapi resiko pandangan curiga , dia 
harus lebih kristen daripada kristen umumnya , lebih islam daripada islam 
umumnya , lebih amerika daripada orang amerika itu sendiri , lebih buddhist 
daripada buddhist itu sendiri. 


--- In [email protected], Tantono Subagyo  wrote:
>
> Ada orang yang masuk Kristen karena mau cari rezeki, jadi ya begitulah,
> ngaku mantan tukang kwa-mia, ngaku mantan FPI-lah dls, di agama lain juga
> ada, ada yang ngaku mantan suster (padahal cuma sekolah di suster-an).
> Orang begini jangan digubris karena yang disembah adalah Ke-uang-an Yang
> Maha Kuasa.  Coba dipanggil kotbah tidak dikasih duit, pasti deh merengut.
> Saya pernah ketemu Harun Yusuf, Im Yang Ngo Heng saja nggak tahu ngakunya
> bisa Pwee Jie, dan katanya Pwee Jie atau Ba Zi itu nggak pake itungan
> tanggal lahir tapi pakai mahluk halus, cap deh.  Sojah, Tan Lookay
> 
> 2010/9/2 Budi Hermawan 
> 
> >
> >
> >
> > Yth Netters,
> >
> > Saya ingin bertanya ttg Harun Yusuf. Menurut pengakuannya, dia adalah
> > seorang
> > mantan tukang kwamia yang dulu praktek di daerah Muara Karang/Pluit kalau
> > tidak
> > salah. Adakah rekan2, terutama yang tinggal di daerah sana atau yang dulu
> > pernah
> >
> > berkonsultasi dengannya, yang dapat mengkonfirmasi apakah memang benar
> > demikian?
> >
> > Sebelumnya saya mohon agar pertanyaan saya ini jangan menjadi perdebatan
> > panjang, karena dari yang saya lihat di milis lain biasanya kalau sudah
> > membahas
> >
> > Harun yusuf akhirnya jadi perdebatan. Tujuan saya bertanya demikian karena
> > hanya
> >
> > ingin tahu saja apakah memang dia itu benar2 mantan tukang kwamia atau
> > hanya
> > ngaku2 saja.
> >
> > Sebelumnya saya ucapkan terima kasih.
> >
> > Budi
> >
> > 
> >
> 
> 
> 
> -- 
> Salam, Tantono Subagyo
>




[budaya_tionghua] Re: Benarkah Harun Yusuf mantan tukang kwamia?

2010-09-02 Terurut Topik ikkyosensei_ym
Koh Agung,
Ha ha ha ha ... saya suka gaya menulis anda yang sinis, sarkastik ... tapi 
kebal serangan balik.
Silahkan dilanjut, saya menyimak saja. Bukan bidang yang saya pahami.

Salam,

Chen Gui Xin

--- In [email protected], agoeng_...@... wrote:
>
> Disini banyak yg penggemar dukun n tukang hongsui, jgnkan di muara karang 
> atau pluit, di pelosok gunung n utan aja diburu kok. Tp engga tau kenapa nama 
> setenar harun yusuf yg KATAnya sangat terkenal itu tidak ada yg kenal disini. 
> -Original Message-
> From: Budi Hermawan 
> Sender: [email protected]
> Date: Thu, 2 Sep 2010 02:42:17 
> To: 
> Reply-To: [email protected]
> Subject: [budaya_tionghua] Benarkah Harun Yusuf mantan tukang kwamia?
> 
> 
> Yth Netters,
> 
> Saya ingin bertanya ttg Harun Yusuf. Menurut pengakuannya, dia adalah seorang 
> mantan tukang kwamia yang dulu praktek di daerah Muara Karang/Pluit kalau 
> tidak 
> salah. Adakah rekan2, terutama yang tinggal di daerah sana atau yang dulu 
> pernah 
> 
> berkonsultasi dengannya, yang dapat mengkonfirmasi apakah memang benar 
> demikian?
> 
> Sebelumnya saya mohon agar pertanyaan saya ini jangan menjadi perdebatan 
> panjang, karena dari yang saya lihat di milis lain biasanya kalau sudah 
> membahas 
> 
> Harun yusuf akhirnya jadi perdebatan. Tujuan saya bertanya demikian karena 
> hanya 
> 
> ingin tahu saja apakah memang dia itu benar2 mantan tukang kwamia atau hanya 
> ngaku2 saja.
> 
> Sebelumnya saya ucapkan terima kasih.
> 
> Budi
>