Re: [linux-aktivis] Profesional Linux dibutuhkan tapi sulit didapatkan?
2012/2/17 Muhammad Muntaza Bin Hatta : > Halo, Saya mau bertanya mengenai sertifikasi keahlian Linux: > > 1. Apakah proses ujian sertifikasi seperti RHCE, LPI, dan lainnya harus > bersifat offline/hadir secara fisik di tempat ujian? > > 2. Tersediakah proses ujian secara online? Bagi yang tinggal di daerah > Kalimantan Selatan seperti saya. Setahu saya test2 itu mesti dilakukan secara fisik di Authorized Test Center. Kalo peminatnya banyak rasanya ada peserta di milis ini yang udah punya title Proctor LPI, dia bisa mengatur ujian LPI dimana aja. RHCE sejauh ini rasanya cuma ada di Jakarta. -- Berhenti langganan: [email protected] Arsip dan info: http://linux.or.id/milis
Re: [linux-aktivis] Profesional Linux dibutuhkan tapi sulit didapatkan?
Halo, Saya mau bertanya mengenai sertifikasi keahlian Linux: 1. Apakah proses ujian sertifikasi seperti RHCE, LPI, dan lainnya harus bersifat offline/hadir secara fisik di tempat ujian? 2. Tersediakah proses ujian secara online? Bagi yang tinggal di daerah Kalimantan Selatan seperti saya. Terima kasih atas jawabannya salam, Muhammad Muntaza bin Hatta muntaza.wordpress.com Rusmanto - wrote: >2012/2/16 sigid@JINLab : >> Mohon masukkan dan sharingnya dari rekan - rekan. >> 1. Apakah hasil surveynya juga masih relevan dengan kondisi di tanah air? > >Saya kira relevan (imho, bukan hasil survey), karena: >- Perusahaan (besar) di Indonesia cenderung mengikuti trend di Amerika. >- Saya lihat beberapa perusahaan besar telah dan sedang migrasi. >- Saya lihat banyak lowongan kerja system/network admin/engineer >mensyaratkan kemampuan di Linux. >- Beberapa kawan mengeluh sulitnya mencari system/network admin Linux, >shg saya duga tidak seimbang antara supply (ketersediaan sdm) dan >demand (lowongan). > >> 2. Apakah Linux Talent, baru akan dianggap sebagai Linux Professional jika >> sudah bersertifikat? > >Tidak harus, karena sertifikat hanya "alat bukti" >kompeten/profesional. Ada alat bukti selain sertifikat, misalnya >referensi, atau pengamatan (karya), dll. > >> 3. Dimanakah batasan antara yang profesional dan tidak profesional? > >Istilah profesional bisa punya banyak arti, saya usul untuk mudahnya >kita pakai definisi yang diberikan Linux Professional Institute, yg >diikuti juga oleh Novel (SUSE), dan Canonical (Ubuntu), yaitu >penguasaan system/network admin, minimal seperti uraian kurikulum >LPIC-1, Novel SUSE Sysadmin, dan Ubuntu Professional. > >Rus > >-- >Berhenti langganan: [email protected] >Arsip dan info: http://linux.or.id/milis >
Re: [linux-aktivis] Profesional Linux dibutuhkan tapi sulit didapatkan?
2012/2/16 sigid@JINLab : > Mohon masukkan dan sharingnya dari rekan - rekan. > 1. Apakah hasil surveynya juga masih relevan dengan kondisi di tanah air? Saya kira relevan (imho, bukan hasil survey), karena: - Perusahaan (besar) di Indonesia cenderung mengikuti trend di Amerika. - Saya lihat beberapa perusahaan besar telah dan sedang migrasi. - Saya lihat banyak lowongan kerja system/network admin/engineer mensyaratkan kemampuan di Linux. - Beberapa kawan mengeluh sulitnya mencari system/network admin Linux, shg saya duga tidak seimbang antara supply (ketersediaan sdm) dan demand (lowongan). > 2. Apakah Linux Talent, baru akan dianggap sebagai Linux Professional jika > sudah bersertifikat? Tidak harus, karena sertifikat hanya "alat bukti" kompeten/profesional. Ada alat bukti selain sertifikat, misalnya referensi, atau pengamatan (karya), dll. > 3. Dimanakah batasan antara yang profesional dan tidak profesional? Istilah profesional bisa punya banyak arti, saya usul untuk mudahnya kita pakai definisi yang diberikan Linux Professional Institute, yg diikuti juga oleh Novel (SUSE), dan Canonical (Ubuntu), yaitu penguasaan system/network admin, minimal seperti uraian kurikulum LPIC-1, Novel SUSE Sysadmin, dan Ubuntu Professional. Rus -- Berhenti langganan: [email protected] Arsip dan info: http://linux.or.id/milis
Re: [linux-aktivis] Profesional Linux dibutuhkan tapi sulit didapatkan?
2012/2/16 sigid@JINLab : > Mohon masukkan dan sharingnya dari rekan - rekan. > 1. Apakah hasil surveynya juga masih relevan dengan kondisi di tanah air? > 2. Apakah Linux Talent, baru akan dianggap sebagai Linux Professional jika > sudah bersertifikat? > 3. Dimanakah batasan antara yang profesional dan tidak profesional? Sertifikat tetap penting bagi sebagian orang. Apakah Linus dan RMS butuh sertifikat Linux? Tentu tidak. Kemampuan mereka udah terbukti. Apakah si Badu butuh sertifikat Linux? Tidak. Tapi kalo si Amir punya sertifikat, tentu Badu bisa "kalah saingan" kalo melamar ke perusahaan yang sama. Sertifikat tidak sempurna, tapi setidaknya dia bisa memberikan bukti bahwa si pelamar kerja punya kemampuan sesuai dengan standar sertifikasi itu. Fajar -- Berhubung lagi ngomongin sertifikasi. RHCE, VMware VCP http://linux2.arinet.org -- Berhenti langganan: [email protected] Arsip dan info: http://linux.or.id/milis
Re: [linux-aktivis] Profesional Linux dibutuhkan tapi sulit didapatkan?
On 02/15/2012 11:24 AM, Rusmanto wrote: Linux Foundation mengumumkan hasil survey bahwa 8 dari 10 perusahaan akan merekrut SDM Linux sebagai prioritas pada 2012. Tapi profesional Linux sulit didapatkan. Jadi? Rangkuman (copy-paste): - Eight in ten recruiters say hiring Linux talent is a priority in 2012. - Managers report they’re hiring more Linux professionals relative to other skill areas in the next six months. - Linux professionals are hard to find, garnering higher salaries and better bonuses. Sumber: http://www.linuxfoundation.org/news-media/announcements/2012/02/2012-linux-job-forecast-demand-rise Rus Mohon masukkan dan sharingnya dari rekan - rekan. 1. Apakah hasil surveynya juga masih relevan dengan kondisi di tanah air? 2. Apakah Linux Talent, baru akan dianggap sebagai Linux Professional jika sudah bersertifikat? 3. Dimanakah batasan antara yang profesional dan tidak profesional? Terima kasih. -- Berhenti langganan: [email protected] Arsip dan info: http://linux.or.id/milis
Re: [linux-aktivis] Profesional Linux dibutuhkan tapi sulit didapatkan?
On Wed, Feb 15, 2012 at 12:24 PM, Rusmanto wrote: > Linux Foundation mengumumkan hasil survey bahwa 8 dari 10 perusahaan > akan merekrut SDM Linux sebagai prioritas pada 2012. > Tapi profesional Linux sulit didapatkan. Jadi? Di Dompu, 8 dari 10 perusahaan bergerak di bidang non-komputer. 2 sisanya perusahaan fiktif. :-" -- Berhenti langganan: [email protected] Arsip dan info: http://linux.or.id/milis

