Re: [linux-aktivis] Selamat Ulang Tahun Debian ke 19 (telat)
2012/8/27 Arief M Utama
>
> On 08/25/2012 08:52 PM, adi wrote:
>>
>> On Sat, Aug 25, 2012 at 03:00:21PM +0700, Arief M Utama wrote:
>>>
>>> Summary-nya gini, systemd itu dibuat oleh Redhat, upstart oleh
>>> Canonical. Saat ini, dua software itu adalah "masa-depan" init-system di
>>> linux. Untuk systemd sendiri, itu baru satu bagian utama dari plumbing
>>> layers yang dibuat Redhat, ada beberapa hal lain.
>>
>>
>> systemd dibuat oleh redhat? :-) kayaknya memang nggak perlu
>> diterusin deh.
>>
>
> Okeh, you got a point there, memang over simplified.
>
> Tapi memang main developersnya systemd dari redhat, dan jelas sekali
> sepertinya redhat ingin menggunakan systemd secepatnya, dengan dipasangnya
> systemd di fedora yang notabene adalah testing-ground untuk distro2
> enterprise-nya redhat.
>
>
>
>> kalau toh nanti debian pakai
>> systemd, itu bukan karena mengekor redhat, tapi karena mereka
>> sudah menemukan cara bagaimana systemd bisa comply dengan policy
>> pemaketan debian. dan sejauh ini belum.
>>
>
> Nah itu maksudnya, kalo debian gak sempet2 juga nemuin cara systemd bisa
> comply (bukan dengan pemaketan, tapi dengan keseluruhan system, saat ini
> systemd sudah dipaketkan dan bisa dicoba di debian), well, ada 3 pilihan
> sepertinya,
>
> 1. debian pakai systemd (port2 lainnya terpaksa diturunkan levelnya atau
> prioritasnya) => hilangnya kebebasan debian dalam mengembangkan sendiri
> distronya.
>
> 2. atau debian ga pakai systemd tetap dengan sysvinit (atau alternatifnya
> yang masih kompatibel) dengan resiko harus maintain sendiri udev. Apakah
> debian punya resources-nya?
>
> 3. atau debian work with BSD dan bikin systemd works in there, unlikely,
> karena ketergantungan systemd dengan fitur2 linux, dan Lennart jelas2 bilang
> ga mau support OS lain, artinya akan susah integrasikan patches2 untuk bsd
> di main-tree.
>
> Sebenarnya ketiga pilihan itu secara tidak langsung ditentukan oleh redhat
> juga. Kalau saja redhat mau support develop systemd yang lebih portable,
> mungkin ga sesulit itu kondisinya. Atau ada pilihan lain?
http://lwn.net/SubscriberLink/512719/b09926fd0aefd768/
Debian looks at OpenRC
[LWN subscriber-only content]
By Jake Edge
August 22, 2012
While Debian has discussed systemd—and Upstart—over the past year or
more, that's not the whole story: another potential init replacement
has appeared on the debian-devel mailing list. OpenRC is a Gentoo
Linux project that was proposed as an alternative to the venerable
System V init (sysvinit) that is currently the Debian default. That
proposal spawned a long thread, even by debian-devel standards, and a
more recent revival of the topic is adding more to the discussion.
Though OpenRC has some features that sysvinit lacks, it doesn't bring
the number of new features that systemd or Upstart do, so it makes
some in the Debian community wonder whether it makes sense to add yet
another init replacement into the mix.
OpenRC developer Patrick Lauer suggested that Debian look at OpenRC
back in April. It is, he said, a "modern, slim, userfriendly init
system with minimal dependencies". It would add support for stateful
services (e.g. only one instance will be running at a given time), and
dependency-based init scripts, without requiring all of what something
like systemd requires ("dbus? udev? on my server?! and you expect a
linux 3.0+ kernel? waaah!"). It would be a step up from sysvinit,
while still in keeping with the "Unix way". In addition, it supports
both Linux and the BSDs, which would eliminate one of the bigger
gripes against systemd.
But an incremental improvement to init is not what some are looking
for. To many, sysvinit and other shell-script-based solutions have not
kept up with the changing hardware and kernel environment, so an
event-based init is the right way forward. As Arto Jantunen put it:
Reliability in the case of modern kernels and modern hardware means
event based, not static. The hardware in a modern computer comes and
goes as it pleases (usb devices being the worst example, but scanning
for pci or sata busses and loading drivers isn't exactly instant in
all cases either), and the kernel has little choice in the matter. It
can either sleep until "everything is surely detected by now" before
passing control to userspace, or pass control and the problem along
(by providing event notification when the device set changes). The
kernel made its choice about this years ago, and we have been living
on borrowed time and kludges since then.
As might be expected, there are plenty of folks who don't quite see
things that way. While there are vocal advocates of systemd—and rather
less vocal Upstart advocates—there are numerous opponents as well.
OpenRC might provide something of a middle ground as Roger Leigh
described:
While as others have mentioned that ideally a more dynamic init system
such as systemd or upstart is where I think the general consensus is
(we all know that sysvinit/insserv is flawed in many ways, even if we
Re: [linux-aktivis] Selamat Ulang Tahun Debian ke 19 (telat)
On 08/25/2012 08:52 PM, adi wrote: On Sat, Aug 25, 2012 at 03:00:21PM +0700, Arief M Utama wrote: Summary-nya gini, systemd itu dibuat oleh Redhat, upstart oleh Canonical. Saat ini, dua software itu adalah "masa-depan" init-system di linux. Untuk systemd sendiri, itu baru satu bagian utama dari plumbing layers yang dibuat Redhat, ada beberapa hal lain. systemd dibuat oleh redhat? :-) kayaknya memang nggak perlu diterusin deh. Okeh, you got a point there, memang over simplified. Tapi memang main developersnya systemd dari redhat, dan jelas sekali sepertinya redhat ingin menggunakan systemd secepatnya, dengan dipasangnya systemd di fedora yang notabene adalah testing-ground untuk distro2 enterprise-nya redhat. kalau toh nanti debian pakai systemd, itu bukan karena mengekor redhat, tapi karena mereka sudah menemukan cara bagaimana systemd bisa comply dengan policy pemaketan debian. dan sejauh ini belum. Nah itu maksudnya, kalo debian gak sempet2 juga nemuin cara systemd bisa comply (bukan dengan pemaketan, tapi dengan keseluruhan system, saat ini systemd sudah dipaketkan dan bisa dicoba di debian), well, ada 3 pilihan sepertinya, 1. debian pakai systemd (port2 lainnya terpaksa diturunkan levelnya atau prioritasnya) => hilangnya kebebasan debian dalam mengembangkan sendiri distronya. 2. atau debian ga pakai systemd tetap dengan sysvinit (atau alternatifnya yang masih kompatibel) dengan resiko harus maintain sendiri udev. Apakah debian punya resources-nya? 3. atau debian work with BSD dan bikin systemd works in there, unlikely, karena ketergantungan systemd dengan fitur2 linux, dan Lennart jelas2 bilang ga mau support OS lain, artinya akan susah integrasikan patches2 untuk bsd di main-tree. Sebenarnya ketiga pilihan itu secara tidak langsung ditentukan oleh redhat juga. Kalau saja redhat mau support develop systemd yang lebih portable, mungkin ga sesulit itu kondisinya. Atau ada pilihan lain? Untuk users, ada dua pilhan: 1. Stick with debian, tapi mungkin harus terima keadaan yang sub-optimal 2. Pindah distro. Akan menarik melihat bagaimana debian mengatasi hal2 ini. Kelihatannya untuk jessy (release berikutnya setelah wheezy) mereka akan mulai memikirkannya. Juga pada saat itu, udev akan fully integrated code-basenya dengan systemd, so akan jadi saatnya distro2 seperti debian untuk memutuskan apakah going to systemd atau maintain udev atau something else. All the best. -arief ps: Happy belated Birthday Debian! Been a fan and happy user since 2000 :-) -- Berhenti langganan: [email protected] Arsip dan info: http://linux.or.id/milis
Re: [linux-aktivis] Selamat Ulang Tahun Debian ke 19 (telat)
On Sat, Aug 25, 2012 at 03:00:21PM +0700, Arief M Utama wrote: Summary-nya gini, systemd itu dibuat oleh Redhat, upstart oleh Canonical. Saat ini, dua software itu adalah "masa-depan" init-system di linux. Untuk systemd sendiri, itu baru satu bagian utama dari plumbing layers yang dibuat Redhat, ada beberapa hal lain. systemd dibuat oleh redhat? :-) kayaknya memang nggak perlu diterusin deh. banyak bagian dari debian (juga distro lain) yang tidak dibuat sendiri (dan ini sudah jelas). kalau toh nanti debian pakai systemd, itu bukan karena mengekor redhat, tapi karena mereka sudah menemukan cara bagaimana systemd bisa comply dengan policy pemaketan debian. dan sejauh ini belum. mungkin kalau baca milis anda nggak perlu terlalu mengurusi troller :D terima kasih. Salam, P.Y. Adi Prasaja -- Berhenti langganan: [email protected] Arsip dan info: http://linux.or.id/milis
Re: [linux-aktivis] Selamat Ulang Tahun Debian ke 19 (telat)
On 08/25/2012 06:31 AM, adi wrote: On Sat, Aug 25, 2012 at 01:13:54AM +0700, Arief M Utama wrote: Dari sisi distro ya masih relevan (gak tau nanti). Dari sisi kemandirian, kalau *terpaksa* ngekor terus ke redhat/canonical, maka hilanglah kemandiriannya. ... Artinya, jika terpaksa ikut systemd nanti, kernel-BSD Debian jadi gak relevan lagi, juga hurd. Which mean, sedikit banyak, Debian (dan distro lain?) dikontrol oleh Redhat/Canonical. sudah pasti distro apa pun itu akan dikontrol oleh pemberi kontribusi terbanyak. saya nggak gitu ngerti yang anda maksud dengan systemd vs mengekor canonical/redhat. Err okeh, coba baca thread tentang systemd di debian-devel dech. Summary-nya gini, systemd itu dibuat oleh Redhat, upstart oleh Canonical. Saat ini, dua software itu adalah "masa-depan" init-system di linux. Untuk systemd sendiri, itu baru satu bagian utama dari plumbing layers yang dibuat Redhat, ada beberapa hal lain. Masalahnya, dengan demikian, Debian sebagai distro, tidak dikontrol oleh Debian sendiri. Ada ketergantungan terhadap Redhat, yang like it or not, memang begitu adanya. Akan menarik untuk mencermati how do Debian dan other distros mengatasi hal ini. Saya kira dinamikanya akan cukup seru. Kalo masih nggak ngerti, coba dech ikuti thread diskusi soal systemd di debian-devel. Semoga jelas apa yang saya maksud disini. Kalau tidak juga, well... no point in continuing ;-) Dan bagaimana masa depan linux ke depannya? apakah masih akan bertahan sebagai bagian dari gerakan F/OSS? Ataukah Redhat dan corporate vendors lain, pelan2 akan mulai ambil alih kontrolnya. Dari sudut lain, pertanyaan ini berkembang menjadi, apakah komunitas masih akan relevan sebagai kontributor di linux? Ataukah akan mengerucut menjadi komunitas2 yang dikontrol oleh perusahaannya masing2 ? mungkin anda sendiri juga nggak ngerti maksud anda :D Ih kenapa musti "maih kasar" sich :-D Baru juga lebaran. Gak perlu-lah nyindir-menyindir begitu. Kita dah gede kan? sudah sejak lama perkembangan linux dikontrol oleh perusahaan2 besar. setidaknya banyak tergantung pada kontribusi perusahaan2 itu. mengapa? ya sederhana saja jawabannya: nggak ada barang gratis, kalau kita dapat gratis, itu karena ada yang sudah bayar untuk itu :-) Saya sich gak permasalahkan siapa pegang kontrol, itu dinamika yang justru menarik untuk dicermati dan dipelajari. Cuman memang setelah kontrol dipegang oleh satu atau segelintir korporasi saja, biasanya inovasi akan dies down, atau minimal berubah arah. Kalau untuk linux-kernel, sepertinya itu tidak akan terjadi, paling nggak belum. Namun untuk distro, suka atau tidak, saat ini Debian sudah mulai kehilangan kemandiriannya. Jadi kalau kita lihat sekarang, dengan banyaknya software yang dikontrol oleh Redhat, atau Canonical, ada pertanyaan dong, kenapa gak Pakai distro dari Redhat/Canonical saja? Kenapa juga musti pakai debian? Salah satu strengh-nya debian itu, technical-excelence nya dipegang banget, dijunjung tinggi-tinggi. Agak sayang kalau itu hilang :-) All the best. -arief -- Berhenti langganan: [email protected] Arsip dan info: http://linux.or.id/milis
Re: [linux-aktivis] Selamat Ulang Tahun Debian ke 19 (telat)
On Sat, Aug 25, 2012 at 01:13:54AM +0700, Arief M Utama wrote: Dari sisi distro ya masih relevan (gak tau nanti). Dari sisi kemandirian, kalau *terpaksa* ngekor terus ke redhat/canonical, maka hilanglah kemandiriannya. ... Artinya, jika terpaksa ikut systemd nanti, kernel-BSD Debian jadi gak relevan lagi, juga hurd. Which mean, sedikit banyak, Debian (dan distro lain?) dikontrol oleh Redhat/Canonical. sudah pasti distro apa pun itu akan dikontrol oleh pemberi kontribusi terbanyak. saya nggak gitu ngerti yang anda maksud dengan systemd vs mengekor canonical/redhat. Dan bagaimana masa depan linux ke depannya? apakah masih akan bertahan sebagai bagian dari gerakan F/OSS? Ataukah Redhat dan corporate vendors lain, pelan2 akan mulai ambil alih kontrolnya. Dari sudut lain, pertanyaan ini berkembang menjadi, apakah komunitas masih akan relevan sebagai kontributor di linux? Ataukah akan mengerucut menjadi komunitas2 yang dikontrol oleh perusahaannya masing2 ? mungkin anda sendiri juga nggak ngerti maksud anda :D sudah sejak lama perkembangan linux dikontrol oleh perusahaan2 besar. setidaknya banyak tergantung pada kontribusi perusahaan2 itu. mengapa? ya sederhana saja jawabannya: nggak ada barang gratis, kalau kita dapat gratis, itu karena ada yang sudah bayar untuk itu :-) balik ke debian. itu terkait 'filosofi' dan kontrak sosial terbentuknya debian. selama itu masih ada, selama masih ada kontributor (pengembang) dan selama masih ada yang pakai, berarti masih relevan. debian nggak relevan buat bill gates atau steve jobs bahkan sebelum ketemu nama debian, tapi itu bukan berarti dia jadi nggak relevan buat seluruh dunia. Salam, P.Y. Adi Prasaja -- Berhenti langganan: [email protected] Arsip dan info: http://linux.or.id/milis
Re: [linux-aktivis] Selamat Ulang Tahun Debian ke 19 (telat)
On 08/23/2012 06:31 PM, adi wrote: On Thu, Aug 23, 2012 at 05:49:39AM +0700, Arief M Utama wrote: Thoughts and Opinions? relevan atau tidak itu soal fakta bukan soal opini :-) selama masih ada yang mengembangkan dan masih ada yang menggunakan, tentu saja masih relevan. Tergantung sudutnya sich. Dari sisi distro ya masih relevan (gak tau nanti). Dari sisi kemandirian, kalau *terpaksa* ngekor terus ke redhat/canonical, maka hilanglah kemandiriannya. Salah satu fakta adalah Debian itu distro yang merelease juga versi OS dengan kernel-BSD. Artinya, jika terpaksa ikut systemd nanti, kernel-BSD Debian jadi gak relevan lagi, juga hurd. Which mean, sedikit banyak, Debian (dan distro lain?) dikontrol oleh Redhat/Canonical. Kecuali kalau mereka start porting systemd ke bsd, atau maintain udev terpisah (atau mdev?), yang dua2nya adalah hal sulit buat project seperti debian. Dan bagaimana masa depan linux ke depannya? apakah masih akan bertahan sebagai bagian dari gerakan F/OSS? Ataukah Redhat dan corporate vendors lain, pelan2 akan mulai ambil alih kontrolnya. Dari sudut lain, pertanyaan ini berkembang menjadi, apakah komunitas masih akan relevan sebagai kontributor di linux? Ataukah akan mengerucut menjadi komunitas2 yang dikontrol oleh perusahaannya masing2 ? All the best. -arief -- Berhenti langganan: [email protected] Arsip dan info: http://linux.or.id/milis
Re: [linux-aktivis] Selamat Ulang Tahun Debian ke 19 (telat)
On 08/23/2012 10:11 AM, Donny Kurnia wrote: On 23 Agt 2012, at 05:49, Arief M Utama wrote: On 08/22/2012 10:56 AM, Ahmad Sofyan wrote: http://www.debian.org/News/2012/20120816 [good explanations skipped] The Debian Project continues to welcome contributions in all forms, from everyone, encouraging people to download, use, modify and distribute its source code hoping that it will prove useful. Pertanyaan yang sering timbul belakangan ini, mencermati perkembangan2 yang ada, apakah Debian (dan distro lainnya) masih relevan? Dominasi RedHat dalam membangun building-blocks-nya linux, membuat distro2 lain almost have no choice (or no resources) but to follow. Pengecualian saat ini mungkin tinggal Canonical. Thoughts and Opinions? All the best. -arief -- Berhenti langganan: [email protected] Arsip dan info: http://linux.or.id/milis Selama kode sumbernya masih bebas, maka varian distro akan selalu ada dan muncul berbagai varian baru. Vendor lock in hanya berpengaruh di level enterprise, di level pangguna dan pengoprek, banyaknya pilihan merupakan anugrah yang tidak bisa dijumpai di OS sebelah :) Kayaknya belum klop banget dengan yang saya maksud dech, Plumbing layers itu punya tingkat kerumitan yang hampir seperti kernel. Surely, siapapun bisa fork linux-kernel, tapi siapa yang punya cukup resources untuk keep forking dan maintain itu terpisah? Sementara ini, dengan systemd dan udev yang diintegrate jadi satu (dan udev terpisah tidak didukung lagi di next releases) maka, distro2 lain akan punya kesulitan kalau memilih mengembangkan plumbing-layers sendiri. Coba liat thread di debian-devel soal systemd, beberapa bulan ini on-off muncul terus di-milis dd, cukup seru dan insightful (can't say it's flame-free though, hehe). Banyaknya pilihan juga kutukan ;-) All the best. -arief -- Berhenti langganan: [email protected] Arsip dan info: http://linux.or.id/milis
Re: [linux-aktivis] Selamat Ulang Tahun Debian ke 19 (telat)
On Thu, Aug 23, 2012 at 05:49:39AM +0700, Arief M Utama wrote: Thoughts and Opinions? relevan atau tidak itu soal fakta bukan soal opini :-) selama masih ada yang mengembangkan dan masih ada yang menggunakan, tentu saja masih relevan. kenyataannya update di debian masih diteruskan ke ubuntu. walaupun tidak harus sebaliknya, karena debian tetap menjadi mainline ubuntu. saya lihat masih banyak developer yang lebih nyaman mendasarkan pada debian, bukan ubuntu. Salam, P.Y. Adi Prasaja -- Berhenti langganan: [email protected] Arsip dan info: http://linux.or.id/milis
Re: [linux-aktivis] Selamat Ulang Tahun Debian ke 19 (telat)
On 23 Agt 2012, at 05:49, Arief M Utama wrote: > On 08/22/2012 10:56 AM, Ahmad Sofyan wrote: >> http://www.debian.org/News/2012/20120816 >> [good explanations skipped] >> >> The Debian Project continues to welcome contributions in all forms, from >> everyone, encouraging people to download, use, modify and distribute its >> source code hoping that it will prove useful. > > Pertanyaan yang sering timbul belakangan ini, mencermati perkembangan2 yang > ada, > > apakah Debian (dan distro lainnya) masih relevan? > > Dominasi RedHat dalam membangun building-blocks-nya linux, membuat distro2 > lain almost have no choice (or no resources) but to follow. Pengecualian saat > ini mungkin tinggal Canonical. > > Thoughts and Opinions? > > > All the best. > -arief > > > -- > Berhenti langganan: [email protected] > Arsip dan info: http://linux.or.id/milis Selama kode sumbernya masih bebas, maka varian distro akan selalu ada dan muncul berbagai varian baru. Vendor lock in hanya berpengaruh di level enterprise, di level pangguna dan pengoprek, banyaknya pilihan merupakan anugrah yang tidak bisa dijumpai di OS sebelah :) -- Donny Kurnia Apple ID: [email protected] Twitter: @donnykurnia Skype: donnykurnia My online profile: http://www.linkedin.com/in/donnykurnia http://careers.stackoverflow.com/donnykurnia http://re.vu/donnykurnia http://hantulab.blogspot.com --- At times the world can seem an unfriendly and sinister place. But believe us when we say there is much more good in it than bad. And what might seem to be a series of unfortunate events, may in fact, be the first steps of a journey. -- A Series of Unfortunate Events -- Berhenti langganan: [email protected] Arsip dan info: http://linux.or.id/milis
Re: [linux-aktivis] Selamat Ulang Tahun Debian ke 19 (telat)
On 08/23/2012 08:02 AM, Preman Terminal wrote: 2012/8/23 Arief M Utama: Mungkin kalau bersatu, distro2 lain bisa forking udev (mdev mungkin?) bila waktunya tiba. Kalau tidak, ya semuanya akan "stuck" ngekor ke RedHat. Bukannya justru lebih baik seperti itu? Dari pada harus membuat yg baru lagi, butuh tenaga, pemikiran, dan waktu. Belum lagi pengguna akan semakin tambah pekerjaan utk memahami begitu banyak sistem. Mengenai relevan atau ga relevan saya kira juga sangat relatif, Ubuntu misalnya mungkin ga akan sejaya sekarang kalau ga ada Debian. Banyak sich problemnya, misalnya: vendor lock-in (RedHat is a vendor), mematikan inovasi. Dan kalau memang dibutuhkan forking saya pikir para pengembang distro ini juga akan melakukannya, contoh saja Ubuntu yg memilih membangun Unity dari pada menggunakan Gnome 3 atau Linux Mint yg membuat Cinnamon, atau BlankOn dengan Manokwari. Kalo DE iya, setuju, tapi untuk plumbing-layers? Canonical punya resources untuk forking plumbing layers. Yang lain, belum tentu. Kalau DE sich, gak perlu forking juga banyak alternatifnya kan. Atau mungkin memang kalo Linux ingin berkembang setara dengan MS/Apple harus seperti itu? Daripada punya beragam macam pilihan yang kadang2 membingungkan (atau membahagiakan, tergantung sudut kali ya), mendingan satu yang "blessed" (atau forced) dan lain2 itu hanya sampingan saja. All the best. -arief -- Berhenti langganan: [email protected] Arsip dan info: http://linux.or.id/milis
Re: [linux-aktivis] Selamat Ulang Tahun Debian ke 19 (telat)
2012/8/23 Arief M Utama : > > Mungkin kalau bersatu, distro2 lain bisa forking udev (mdev mungkin?) bila > waktunya tiba. Kalau tidak, ya semuanya akan "stuck" ngekor ke RedHat. > Bukannya justru lebih baik seperti itu? Dari pada harus membuat yg baru lagi, butuh tenaga, pemikiran, dan waktu. Belum lagi pengguna akan semakin tambah pekerjaan utk memahami begitu banyak sistem. Mengenai relevan atau ga relevan saya kira juga sangat relatif, Ubuntu misalnya mungkin ga akan sejaya sekarang kalau ga ada Debian. Dan kalau memang dibutuhkan forking saya pikir para pengembang distro ini juga akan melakukannya, contoh saja Ubuntu yg memilih membangun Unity dari pada menggunakan Gnome 3 atau Linux Mint yg membuat Cinnamon, atau BlankOn dengan Manokwari. -- Bravo free software!! /* * http://rotyyu.wordpress.com * YM: barca_43ver * Gtalk: rotua.hd */ -- Berhenti langganan: [email protected] Arsip dan info: http://linux.or.id/milis
Re: [linux-aktivis] Selamat Ulang Tahun Debian ke 19 (telat)
On 08/23/2012 06:39 AM, Itoshiki Rin wrote: On 0, Arief M Utama wrote: On 08/22/2012 10:56 AM, Ahmad Sofyan wrote: http://www.debian.org/News/2012/20120816 [good explanations skipped] The Debian Project continues to welcome contributions in all forms, from everyone, encouraging people to download, use, modify and distribute its source code hoping that it will prove useful. Pertanyaan yang sering timbul belakangan ini, mencermati perkembangan2 yang ada, apakah Debian (dan distro lainnya) masih relevan? Dominasi RedHat dalam membangun building-blocks-nya linux, membuat distro2 lain almost have no choice (or no resources) but to follow. Pengecualian saat ini mungkin tinggal Canonical. Thoughts and Opinions? All the best. -arief Menurut saya, kontribusi untuk Linux tidak sebatas upstream dengan menyumbang source code atau desain sistem. Banyak hal lain yang bisa diberikan. Ada banyak pemakai Linux dengan kebutuhan dan selera yang berbeda-beda, jelas kebutuhan mereka tidak akan bisa sepenuhnya terpenuhi hanya dengan RedHat atau Ubuntu. Itu benar, namun faktanya, untuk plumbing layers, saat ini distro2 lain makin tergantung dengan RedHat dan Canonical (lesser extent). Siapa bisa buat alternatif systemd, udev, dll, dan maintain itu semua kemudian menjahit dalam distronya masing2? Mungkin kalau bersatu, distro2 lain bisa forking udev (mdev mungkin?) bila waktunya tiba. Kalau tidak, ya semuanya akan "stuck" ngekor ke RedHat. All the best. -arief -- Berhenti langganan: [email protected] Arsip dan info: http://linux.or.id/milis
Re: [linux-aktivis] Selamat Ulang Tahun Debian ke 19 (telat)
On 0, Arief M Utama wrote: > On 08/22/2012 10:56 AM, Ahmad Sofyan wrote: > >http://www.debian.org/News/2012/20120816 > >[good explanations skipped] > > > >The Debian Project continues to welcome contributions in all forms, from > >everyone, encouraging people to download, use, modify and distribute its > >source code hoping that it will prove useful. > > Pertanyaan yang sering timbul belakangan ini, mencermati > perkembangan2 yang ada, > > apakah Debian (dan distro lainnya) masih relevan? > > Dominasi RedHat dalam membangun building-blocks-nya linux, membuat > distro2 lain almost have no choice (or no resources) but to follow. > Pengecualian saat ini mungkin tinggal Canonical. > > Thoughts and Opinions? > > > All the best. > -arief > > Menurut saya, kontribusi untuk Linux tidak sebatas upstream dengan menyumbang source code atau desain sistem. Banyak hal lain yang bisa diberikan. Ada banyak pemakai Linux dengan kebutuhan dan selera yang berbeda-beda, jelas kebutuhan mereka tidak akan bisa sepenuhnya terpenuhi hanya dengan RedHat atau Ubuntu. Peran distro yang utama bukanlah sebagai kelompok upstream developer, tetapi sebagai 'packager' atau 'tukang jahit' yang mengemas bermacam-macam software menjadi sebuah sistem yang disesuaikan untuk kebutuhan pengguna tertentu. CMIIW -- 私が君を照らす明りなるから 例え この世界の王にだって 消せはしない -- Berhenti langganan: [email protected] Arsip dan info: http://linux.or.id/milis
Re: [linux-aktivis] Selamat Ulang Tahun Debian ke 19 (telat)
On 08/22/2012 10:56 AM, Ahmad Sofyan wrote: http://www.debian.org/News/2012/20120816 [good explanations skipped] The Debian Project continues to welcome contributions in all forms, from everyone, encouraging people to download, use, modify and distribute its source code hoping that it will prove useful. Pertanyaan yang sering timbul belakangan ini, mencermati perkembangan2 yang ada, apakah Debian (dan distro lainnya) masih relevan? Dominasi RedHat dalam membangun building-blocks-nya linux, membuat distro2 lain almost have no choice (or no resources) but to follow. Pengecualian saat ini mungkin tinggal Canonical. Thoughts and Opinions? All the best. -arief -- Berhenti langganan: [email protected] Arsip dan info: http://linux.or.id/milis

