[teknologia] Re: Himbauan Kepada Hacker & Cracker Indonesia & Malaysia

2005-03-16 Terurut Topik Jim Geovedi
Made Wiryana wrote:
Apakah ada data dari kasus deface Malaysia-Indonesia ini, dari korban
yang berjatuhan ?
- Pakai OS apa (patch apa yang tidak digunakan)
- Pakai CMS apa
- Pakai attack apa  (vulnerability apa yg dimanfaatkan)

http://www.mycert.org.my/advisory/MA-088.032005.html
 MA-088.032005: MyCERT Special Alert: Mass Web Defacement
 Original Issue Date: 11th March 2005
 With regards to an initial alert on the mass web defacement,
 released on 9th March 2005, MyCERT continues to receive more
 reports and information from trusted sources of the tremendously
 increasing number of Malaysian websites been defaced daily due to
 the recent issues presented by the media.
 Since 6th March 2005, a total of 88 Malaysian websites had been
 defaced and based on the current situation, we predict the number
 may increase, especially during the weekends.
 Most of the defaced sites were left with hatred/dissatisfaction
 messages against the Government of Malaysia over the current issue.
 Our initial findings, based on the log analysis extracted from the
 victims' machines, indicates that the current mass defacements were
 done using the following exploits:
a. SQL Injection
b. Vulnerable PHP Scripts
c. Vulnerable AWStat
 System Administrators/Web Administrators who are running the above
 programs are advised the followings:
a. SQL Injection
   If you are running SQL, we advise you to use input VALIDATION to
   prevent your website being defaced via the SQL Injection.
b. Vulnerable PHP Scripts
   If you are running an older version of PHP Script, you need to
   patch or upgrade it to the latest version which is PHP 4.3.10.
   The latest version of PHP can be downloaded at:
   http://www.php.net/downloads.php
c. Vulnerable AWStat
   If you are running AWStat 6.0 and below, you need to patch or
   upgrade to Awstat 6.3. which can be downloaded at:
   http://awstats.sourceforge.net/#DOWNLOAD
 We do not want to see anymore Malaysian websites being defaced and
 MyCERT would like to alert and advise all system owners to take
 precautions to patch and secure their servers in order to avoid
 their websites defaced.
 In addition to the above preventive measures, we also advise System
 Administrators to check their system in case it has been installed
 with any backdoors or Trojan programs. Simple guides are as
 follows:
1. System administrators are advised to regularly monitor / check
   their systems.
2. Check for any newly added user account in the userlist. You may
   check at the shadow file, sam file etc.
3. Check for any suspicious connection on the open ports, esp on
   bigger port number.
4. Scan your server for any kind of backdoor. Use tripwire to check
   for any signs of backdoor or trojan. This will only be effective
   if your version of the software is clean prior to applying
   tripwire.
   Pls refer to:
   http://www.tripwiresecurity.com
5. Check and look for any suspicious shell programs.
6. Use URLScan to filter HTTP requests. Many IIS exploits, the Code
   Red family, use maliciously formed HTTP requests in directory
   traversal or buffer overflow attacks. The URLScan filter can be
   configured to reject such requests before the server attempts to
   process them.
   The URLScan filter can be downloaded separately from Microsoft at
   URLScan Filter
   [4]http://www.microsoft.com/technet/security/tools/urlscan.asp.
7. Download and use IIS Lockdown Tool version 2.1.Running the IIS
   Lockdown Wizard in "custom" or "expert" mode will allow you to
   make the following recommended changes to an IIS installation:
 a. Disable WebDAV (unless your environment absolutely requires
it for web content publishing).
 b. Unmap all unnecessary ISAPI extensions (including .htr,
.idq, .ism, and .printer in particular).
 c. Eliminate sample applications.
 d. Forbid the web server from running system commands commonly
used in a compromise (e.g., cmd.exe and tftp.exe).
   IIS Lockdown can be downloaded
   http://www.microsoft.com/technet/security/tools/locktool.mspx
   Note: If some applications requires these services which had
   beenpreviously removed by Lockdown, the setup can be restored by
   having the undo files located at n32\inetsrv\oblt-log can be used
   to recover previous settings.
8. Close all unnecessary services or ports.
9. Close all unnecessary applications.
 Pls check on the above vulnerabilities and make sure measures are
 taken to fix any such vulnerability that may present in your
 system. We advise/urge System Administrators to contact MyCERT
 immediately if they detected defacement to their websites or
 detected any attempts to defa

[teknologia] Re: Himbauan Kepada Hacker & Cracker Indonesia & Malaysia

2005-03-15 Terurut Topik adi

On Sun, Mar 13, 2005 at 07:50:06PM -0800, donnybu wrote:
> > Sessi kriminal di televisi misalnya, agak aneh juga kalau 'intensi'
> > berita lebih mengarah ke soal bisnis/politik dan sebaliknya.
> 
> ndak terlalu aneh. kasus kriminal pembunuhan istri direktur BIN lalu,
> dikaitkan dengan soal bisnis. kasus bisnis penjualan tanker pertamina,
> dikaitkan dengan kriminal.

mungkin kurang menangkap maksud saya, tapi coba bayangkan
sendiri kalau tiba-tiba di acara tv 'pasukan penangkap siluman',
tiba-tiba pasukan tsb. ngomong soal analisis bursa efek jakarta,
bukannya menangkap hantu di sono :-)

Salam,

P.Y. Adi Prasaja




[teknologia] Re: Himbauan Kepada Hacker & Cracker Indonesia & Malaysia

2005-03-15 Terurut Topik Ikhlasul Amal

Email dari Ben, 15 Mar 2005, 17:06:02 +0700:
> 
> (istilah Pak IMW di detik) atau tidak. Dan justru kalo gerakan deface
> itu terkontrol dan terkoordinasi, apa itu tdk termasuk kejahatan
> terencana pak?
> 
> Kalo mau berdiplomasi, sebaiknya harus lebih halus dong...
> 

---akhir kutipan---

Kalau mau latihan negosiasi dan jadi diplomat, menulis di blog dong.
Lebih halus, menyodorkan gagasan, dan membuka pikiran (lebih) banyak
orang. 

-- 
amal

Price does not include taxes.


[teknologia] Re: Himbauan Kepada Hacker & Cracker Indonesia & Malaysia

2005-03-14 Terurut Topik Ikhlasul Amal

Email dari Budi Rahardjo, 14 Mar 2005, 19:43:12 +0700:
> 
> -- Forwarded message --
> From: Iwan Subarkah Nurdiawan <[EMAIL PROTECTED]>
> Date: Mon, 14 Mar 2005 04:22:14 -0800 (PST)
> Subject: Re: [technomedia] Re: Himbauan Kepada Hacker & Cracker Indonesia & 
> Malaysia
> To: [EMAIL PROTECTED]
> 
>  
> persoalannya, cara yg dilakukan oleh temen2 underground itu memang 
> tidak benar (kata nilai2 formal yg berlaku), tapi persoalan lainnya 
> adalah: mereka tidak tahu cara lain yg bisa dibenarkan yg sesuai 
> dengan "degup" hormonal mereka! Kalo cuman cuap2 di milis, atau nulis 
> di blog mana bisa dianggap cukup sebagai tempat penyaluran!?
> 
> degup hormonal saya juga setuju Mas Heru dengan aksi e-ganyang itu.
> dan karena tidak bisa melakukan hal yang sama, bangga juga dengan aksi
> cracker dan hacker Indonesia itu. hebatlah boga pangabisa teh.
>   
> namanya perang ya perang, maju tak gentar, menerkam menerjang terjang.
> menyerang untuk menang, kayak Barcelona.
>   
---akhir kutipan---

Sedih euy...
Iye' mah abad XXI atuh kang, lamun asal seruduk mah jaman piking (baca:
Viking) atuh, euy!

* maaf Jay, kalau salah tulis, cuma numpang makan di Bandung :)

-- 
amal

Without geometry, life is pointless.
-- Humor-L


[teknologia] Re: Himbauan Kepada Hacker & Cracker Indonesia & Malaysia

2005-03-14 Terurut Topik Made Wiryana

On Mon, 14 Mar 2005 20:47:16 +0700, Budi Rahardjo <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
> 
> On Mon, 14 Mar 2005 12:39:32 +0100, Made Wiryana <[EMAIL PROTECTED]>
> wrote:
> 
> > Apakah ada data dari kasus deface Malaysia-Indonesia ini, dari korban
> > yang berjatuhan ?
> > 
> > - Pakai OS apa (patch apa yang tidak digunakan)
> > - Pakai CMS apa
> > - Pakai attack apa  (vulnerability apa yg dimanfaatkan)
> 
> Saya ngelihatnya dari database di
>http://www.zone-h.org
> (kemudian difilter berdasarkan domain).
> 
> -- budi
>


[teknologia] Re: Himbauan Kepada Hacker & Cracker Indonesia & Malaysia

2005-03-14 Terurut Topik Budi Rahardjo

On Mon, 14 Mar 2005 12:39:32 +0100, Made Wiryana <[EMAIL PROTECTED]> wrote:

> Apakah ada data dari kasus deface Malaysia-Indonesia ini, dari korban
> yang berjatuhan ?
> 
> - Pakai OS apa (patch apa yang tidak digunakan)
> - Pakai CMS apa
> - Pakai attack apa  (vulnerability apa yg dimanfaatkan)

Saya ngelihatnya dari database di
   http://www.zone-h.org
(kemudian difilter berdasarkan domain).

-- budi


[teknologia] Re: Himbauan Kepada Hacker & Cracker Indonesia & Malaysia

2005-03-14 Terurut Topik Yulian Firdaus H.

On Sun, 13 Mar 2005 07:35:37 -0800, donnybu <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
> 
> hehehe... saya suka dengan posting mas baskara ini. karena di bagian
> ini sebenarnya saya lebih suka berdiskusi.
> 
> dalam menulis suatu berita, tentu ada banyak faktor yang mempengaruhi.
> bahwa ada opini penulis yang "tidak sengaja" masuk, tentu ini tidak
> bisa dipungkiri.

pernah dipikirkan nggak Detik mengadopsi konsep Slashdot?

saya melihat jika wartawan Detik tak sempat atau tak kompeten
memberitakan suatu kabar bagaimana jika diaplikasikan sistem
meta-moderate, prosedurnya 'koresponden bebas' mengisi artikel tentang
suatu isu, disubmit dan masuk antrian. Hak para wartawan Detik untuk
mempublishnya atau tidak, juga hak wartawan Detik untuk memilih satu
dari sekian banyak artikel yang sama yang masuk, atau hak wartawan
Detik juga untuk mengedit bahasa/isi. jadi untuk setiap berita yang
sangat up-to-date tertera tanggungjawab si wartawan dan narasumbernya.
Juga para nara sumber bisa membantu moderasi.

di Slashdot hanya gara-gara saya hanya mengomentari komentar junk saya
kena karma BAD, jadinya saya tidak dapat jatah me-meta-moderate lagi
:(

mungkin sistem tersebut bisa ditawarkan kepada komunitas


-- 
Jay adalah Yulian --  http://yulian.firdaus.or.id


[teknologia] Re: Himbauan Kepada Hacker & Cracker Indonesia & Malaysia

2005-03-14 Terurut Topik Made Wiryana

On Mon, 14 Mar 2005 07:55:06 +0700, adi <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
> 
> On Sun, Mar 13, 2005 at 07:35:37AM -0800, donnybu wrote:
> > dalam pemberitaan manapun, obyektifitas adalah menjadi relatif, ketika
> > kita berbicara cara penulis berita melihat suatu keadaan,
> > latar-belakang informasi yang dimilikinya, hingga harapan atas perilaku
> > sosial yang akan terjadi atas pemberitaannya.
> 
> intensi menulis dan pilihan apa yang akan ditulis juga berperan.
> misal soal deface .. lebih menarik kalau dibahas teknis deface-
> mendeface dibanding mengkaitkan soal ambalat, apalagi kalau sudah
> masuk dlm kategori IT. misalnya, ada ratusan bahkan mungkin ribuan
> kasus deface, kenapa yang diangkat hanya yang berkaitan dengan
> soal ambalat?
> 

Apakah ada data dari kasus deface Malaysia-Indonesia ini, dari korban
yang berjatuhan ?

- Pakai OS apa (patch apa yang tidak digunakan)
- Pakai CMS apa
- Pakai attack apa  (vulnerability apa yg dimanfaatkan)

IMW


[teknologia] Re: Himbauan Kepada Hacker & Cracker Indonesia & Malaysia

2005-03-14 Terurut Topik Priyadi Iman Nurcahyo

On Monday 14 March 2005 07:51, donnybu wrote:

> eh ndak apa2 mas, saya yang justru minta maaf kalau dalam dalam
> merespon masukan dari teman2, ada beberapa hal yang seolah2
> "berseberangan". sebenarnya ya itu tadi, perbedaan adalah rahmat. btw,
> saya rada2 lupa, kapan mas pri dulu nulis buat detikinet.com (IT
> detikcom) ya? saya resign dari detikinet sekitar tahun 2001 (masuk
> 1999). dan sejak sebulan lalu, saya ditarik kembali dan diminta untuk
> membenahi dan meningkatkan kualitas detikinet. salah satu tugas saya
> adalah mereinkarnasikan detikinet menjadi sebuah "portal baru"
> (disainnya, rubrikasinya, penulisannya, awaknya, dsb).

sorry, mugnkin kurang jelas, saya belum pernah nulis di detikinet, tapi dulu 
ada artikel yang menurut saya terlalu mendramatisir dan membela kasus 
hacking, waktu itu saya 'tulis ulang' bagaimana seandainya saya yang nulis :) 
kalau gak salah di milis pau-mikro


[teknologia] Re: Himbauan Kepada Hacker & Cracker Indonesia & Malaysia

2005-03-13 Terurut Topik donnybu


yang dijelaskan oleh mas dudi memang demikian pula yang saya maksudkan.

jadi seolah2 kok saya minta2 tulisan dari rekan2, terus mau dimuat
"gratisan" oleh detikinet :(

ini kok jadi dibolak-balik. saya kok jadi agak patah arang niat
baik saya dipelintar pelintir, hanya gara2 ada yang ndak baca detil
threadnya.

ini komen saya terakhir deh soal thread ini :|

intinya... karena pernah ada keluhan bahwa media massa tidak memberikan
ruang dan kesempatan bagi penulis IT lain (baik pemula ataupun tidak)
untuk beropini, maka saya mencoba menjembatani hal tersebut. salah
satunya adalah dengan mengupayakan adanya "space" dalam bentuk Kolom
Telematika di detikinet.com. tulisannya bisa dikasih data diri penulis,
foto, dan lain2 untuk berpromosi kompetensi diri. lalu target
pembacanya adalah lebih dari 40 ribu unique visitors (IP) (untuk total
jumlah pengunjung, silakan dikali 5 - 10 user untuk versi pesimis
detikcom, atau dikali 15 - 20 user untuk versi optimis APJII).

jadi kalau ada yang mau nyumbang tulisan, silakan. tujuannya mau
menyampaikan informasi ke publik, boleh. mau memperluas koneksi dan
mitra, silahkan. mau memperkenalkan kompetensi diri/institusi, monggo.

tapi bagi yang memang menulis untuk dapat uang, ya mohon maaf.
detikinet belum ada kebijakan saat ini. bagi yang ingin
menjual/berbisnis tulisan dan ingin mendapatkan reward dalam bentuk
finansial atas tulisannya, ya tawaran kami mohon diabaikan.

yang jelas, detikcom itu banyak bagian, bukan soal redaksi saja. saya
pernah minta geser iklan agar foto tidak tertutup di dalam berita, itu
saja urusannya dengan perjanjian antara marketing dengan pihak ketiga,
yang sudah terikat hitam di atas putih secara hukum.

jadi mohon sekali lagi, jangan dipelintar pelintir tawaran saya ini.
detikcom memang harus berbisnis, untuk bisa eksis. dan salah satu
kompensasi dari detikinet yang bisa diberikan kepada pembaca setianya
adalah dengan memberikan space Kolom Telematika untuk dimanfaatkan
semaksimal mungkin.

nb:
saya kok jadi bingung ya...
ibaratnya, saya pengusaha besar, lalu akan ada pameran besar2an. setiap
pemasang iklan di stan2 saya, saya kutip bayaran. lalu saya mengundang
artis2 untuk menghibur, saya bayar mereka dengan uang dari iklan2
tersebut. lalu sisa uangnya, untuk membayar ongkos sewa ruangan, alat2,
tukang2, penjaga2 stand, dsb. lalu dari situ saya sudah punya
keuntungan untuk operasional. dan di lahan pameran saya, masih ada
beberapa stand yang bisa dimanfaatkan, tetapi belum terisi. lalu saya
undang teman2 saya, sahabat2 saya, untuk mengisi stand tersebut.
terserah mau jualan apapun, pokoknya tinggal pakai. free! dijamin,
bakal dikunjungi banyak orang, karena saya juga mempromosikan besar2an
acara pameran saya tersebut.

lah kok, tau2 teman2 saya, sahabat2 saya, yang akan mengisi stand dari
saya tersebut malah minta uang ke saya yah? katanya, "anda khan pameran
untuk berbisnis, nah saya khan mengisi pameran bisnis anda, anda dapat
uang dari pameran ini, jadi saya harus dapat bagian!"

sedih bener saya ini.

pameran dan bisnis saya adalah satu hal, tetapi tawaran saya ke rekan2
dan sahabat2 saya adalah lain hal. saya sangat menghargai kompetensi
dan tulisan rekan2. tetapi sekali lagi mohon maaf, penghargaan tersebut
belum bisa dalam bentuk finansial. mohon kiranya dapat dimaklumi. ini
ndak ada kaitannya sama sekali dengan bisnis2an, iklan2an, dsb :(


-dbu-





Dudi Gurnadi wrote:
> On Mon, 14 Mar 2005 08:08:22 +0700, adi <[EMAIL PROTECTED]>
wrote:
> >
> > misalnya, tentu saja saya enggan menaruh kue-kue saya di satu
> > stand yang saya tahu kue-kue di sana u/ dijual dan saya tidak
> > dapat bagian. kecuali u/ keperluan amal. setidaknya saya
> > akan kehilangan alasan u/ melakukannya. entah u/ keperluan
> > bisnis atau yang lain, segala sesuatu harus ada dasar motivasi
> > dan alasan untuk melakukannya.
>
> Ini agak OOT pak Adi.
> Kalo gak salah dalam perdagangan atau bisnis itu ada yang namanya
konsinyasi.
> Artinya pemilik barang hanya menitipkan barang-barangnya disuatu
> toko/tempat. Namun, jika ternyata nanti barang tersebut laku maka
sang
> pemilik barang akan mendapat keuntungan dari penjualan tersebut.
>
> Nah, kalo saya logikakan (misalnya) seseorang membuat sebuah tulisan
> di detikinet dan itu berlangsung terus menerus, tidak menutup
> kemungkinan 'harga' nama orang tersebut akan terangkat dan mudah
> dikenal oleh orang awam. Bahkan tidak menutup kemungkinan, akhirnya
> nanti orang tersebut akan dihubungi media massa offline.
>
> Mungkin ini yang terjadi sama RS, sehingga dia mudah melejit di
> kalangan wartawan, karena memang dia mudah mengeluarkan statement dan
> menulis di media massa (terlepas dari benar/salahnya apa yang dia
> tulis).
> 
> Sekedar pikiran lewat di pagi hari :)
> 
> Dudi



[teknologia] Re: Himbauan Kepada Hacker & Cracker Indonesia & Malaysia

2005-03-13 Terurut Topik donnybu

adi wrote:
>
> intensi menulis dan pilihan apa yang akan ditulis juga berperan.
> misal soal deface .. lebih menarik kalau dibahas teknis deface-
> mendeface dibanding mengkaitkan soal ambalat, apalagi kalau sudah
> masuk dlm kategori IT. misalnya, ada ratusan bahkan mungkin ribuan
> kasus deface, kenapa yang diangkat hanya yang berkaitan dengan
> soal ambalat?

setiap berita akan menarik bagi sebagian orang, dan tidak akan menarik
bagi sebagian yang lain. akan sulit untuk dapat memuaskan setiap orang,
dalam satu waktu yang bersamaan.

lalu kaitan dengan ambalat, karena pertimbangan 5w + 1h. selain itu,
setiap berita harus diupayakan ada anchor beritanya (berita jangkar),
yang berfungsi sebagai lokomotif/kepala atas serangkaian "running"
news.

> pada dasarnya, untuk yang berkaitan dengan IT, sangat sedikit
> ruang yang ada u/ opini, karena hampir di seluruh bagiannya
> bersifat obyektif.

untuk IT teknis ya. untuk non-teknis, seperti sosial, budaya, politik,
opini sangat mungkin.

> seringkali memang batasannya tidak tegas. setidaknya orang bisa
> melihat dari buahnya (hasil tulisannya). misal, orang bisa mengetahui
> atau membandingkan intensi seorang budi rahardjo yang menulis soal
> IT dibanding seorang 'wartawan'. Bukannya bermaksud mengkastakan
> wartawan pada posisi paling bawah u/ soal IT. Maksudnya, apa sih
> yang bisa ditulis dari seorang dengan pengetahuan IT dangkal
> (seperti saya) misalnya.

tulisan wartawan adalah (pada umumnya) berupa potret keadaan. tulisan
pakar adalah (pada umumnya) berupa opini/pendapat yang didasarkan atas
keahliannya. bukan berarti tidak ada wartawan yang pakar, dan bukan
berarti tidak ada pakar yang wartawan. ketika saya berprofesi sebagai
wartawan, saya menulis apa pendapat orang atau memotret suatu kondisi
tertentu se-obyektif mungkin. ketika saya berprofesi sebagai nara
sumber, saya menulis berdasarkan pengetahuan yang saya miliki, dan akan
terasa lebih subyektif. jadi saya yakin, wartawan2 di desk IT manapun
sebenarnya memiliki kapabilitas dan kompetensi yang mantap soal IT,
tetapi karena mereka berperan sebagai "tukang potret", maka sedikit
sekali mereka punya kesempatan (deadline, mengedit naskah, wawancara
nara sumber, etc) untuk bertutur dan beropini berdasarkan pengetahuan
mereka.

jadi saya pribadi sangat salut dengan profesi teman2 wartawan yang
sebenarnya juga berkompeten sebagai nara sumber, karena mereka rela
tidak menyempatkan diri untuk berposisi sebagai nara sumber, dan
membantu nara sumber lain untuk menyampaikan pendapatnya kepada publik.

> Sessi kriminal di televisi misalnya, agak aneh juga kalau 'intensi'
> berita lebih mengarah ke soal bisnis/politik dan sebaliknya.

ndak terlalu aneh. kasus kriminal pembunuhan istri direktur BIN lalu,
dikaitkan dengan soal bisnis. kasus bisnis penjualan tanker pertamina,
dikaitkan dengan kriminal. kasus kriminal pembunuhan ulama2 di daerah
waktu menjelang pemilu lalu, dikaitkan dengan politik. kasus politik
akbar tanjung, dikaitkan dengan kriminal. jadi melihat satu hal, akan
lebih baik dari multidimensi.

> Kembali ke materi detikinet, tinggal dikembalikan ke pada tujuan
> semula kenapa kanal tersebut dimunculkan.

untuk memberikan update informasi yang terkait dengan IT di tanah air
ataupun dunia, bagi masyarakat awam (newbiee) atau yang sudah ahli
(geek), dan tidak terbatas hanya soal teknis belaka, tetapi juga soal2
IT yang terkait dengan bisnis, sosial, budaya dan lainnya.

tinggal nanti adalah masalah porsi dari masing2 pemberitaan tersebut,
terkait dengan segmen, demografi dan psikografi pembacanya yang
heterogen.

> Salam,
> 
> P.Y. Adi Prasaja


demikian, mudah2an bermanfaat :)


-dbu-



[teknologia] Re: Himbauan Kepada Hacker & Cracker Indonesia & Malaysia

2005-03-13 Terurut Topik botakedan

Gile bene/...
segini rame nya tanggepan soal malaysia :))
ini treads ter panjang di millis yang pernah gwa liad

sangat memprihatinkan memang 


On Mon, 14 Mar 2005 08:36:57 +0700, Dudi Gurnadi <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
> 
> On Mon, 14 Mar 2005 07:55:06 +0700, adi <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
> >
> > seringkali memang batasannya tidak tegas. setidaknya orang bisa
> > melihat dari buahnya (hasil tulisannya). misal, orang bisa mengetahui
> > atau membandingkan intensi seorang budi rahardjo yang menulis soal
> > IT dibanding seorang 'wartawan'. Bukannya bermaksud mengkastakan
> > wartawan pada posisi paling bawah u/ soal IT. Maksudnya, apa sih
> > yang bisa ditulis dari seorang dengan pengetahuan IT dangkal
> > (seperti saya) misalnya.
> 
> Kalau yang ini sepertinya sudah sempat dibahas panjang lebar waktu ada
> 'kurir' milis teknologia dan technomedia. Waktu itu wartawan kan
> sempat berujar kurang lebihnya begini: 'jangan salahkan kami, tapi
> tanyakan kepada boss kami,kenapa kami ditempatkan di posisi ini'.
> Sudah kondisi seperti itu ditambah lagi dengan ucapan sang 'pakar'
> yang menambah berita IT menjadi semakin ngawur.
> 
> Nah, kalo sudah begini kan ruwet?
> 
> Dudi
> 


-- 
rgd,
botakedan

www.ANEUKACEH.com


[teknologia] Re: Himbauan Kepada Hacker & Cracker Indonesia & Malaysia

2005-03-13 Terurut Topik Dudi Gurnadi

On Mon, 14 Mar 2005 07:55:06 +0700, adi <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
> 
> seringkali memang batasannya tidak tegas. setidaknya orang bisa
> melihat dari buahnya (hasil tulisannya). misal, orang bisa mengetahui
> atau membandingkan intensi seorang budi rahardjo yang menulis soal
> IT dibanding seorang 'wartawan'. Bukannya bermaksud mengkastakan
> wartawan pada posisi paling bawah u/ soal IT. Maksudnya, apa sih
> yang bisa ditulis dari seorang dengan pengetahuan IT dangkal
> (seperti saya) misalnya.

Kalau yang ini sepertinya sudah sempat dibahas panjang lebar waktu ada
'kurir' milis teknologia dan technomedia. Waktu itu wartawan kan
sempat berujar kurang lebihnya begini: 'jangan salahkan kami, tapi
tanyakan kepada boss kami,kenapa kami ditempatkan di posisi ini'.
Sudah kondisi seperti itu ditambah lagi dengan ucapan sang 'pakar'
yang menambah berita IT menjadi semakin ngawur.

Nah, kalo sudah begini kan ruwet?

Dudi


[teknologia] Re: Himbauan Kepada Hacker & Cracker Indonesia & Malaysia

2005-03-13 Terurut Topik Dudi Gurnadi

On Mon, 14 Mar 2005 08:08:22 +0700, adi <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
> 
> misalnya, tentu saja saya enggan menaruh kue-kue saya di satu
> stand yang saya tahu kue-kue di sana u/ dijual dan saya tidak
> dapat bagian. kecuali u/ keperluan amal. setidaknya saya
> akan kehilangan alasan u/ melakukannya. entah u/ keperluan
> bisnis atau yang lain, segala sesuatu harus ada dasar motivasi
> dan alasan untuk melakukannya.

Ini agak OOT pak Adi.
Kalo gak salah dalam perdagangan atau bisnis itu ada yang namanya konsinyasi.
Artinya pemilik barang hanya menitipkan barang-barangnya disuatu
toko/tempat. Namun, jika ternyata nanti barang tersebut laku maka sang
pemilik barang akan mendapat keuntungan dari penjualan tersebut.

Nah, kalo saya logikakan (misalnya) seseorang membuat sebuah tulisan
di detikinet dan itu berlangsung terus menerus, tidak menutup
kemungkinan 'harga' nama orang tersebut akan terangkat dan mudah
dikenal oleh orang awam. Bahkan tidak menutup kemungkinan, akhirnya
nanti orang tersebut akan dihubungi media massa offline.

Mungkin ini yang terjadi sama RS, sehingga dia mudah melejit di
kalangan wartawan, karena memang dia mudah mengeluarkan statement dan
menulis di media massa (terlepas dari benar/salahnya apa yang dia
tulis).

Sekedar pikiran lewat di pagi hari :)

Dudi


[teknologia] Re: Himbauan Kepada Hacker & Cracker Indonesia & Malaysia

2005-03-13 Terurut Topik adi

On Sun, Mar 13, 2005 at 07:35:37AM -0800, donnybu wrote:
> dalam pemberitaan manapun, obyektifitas adalah menjadi relatif, ketika
> kita berbicara cara penulis berita melihat suatu keadaan,
> latar-belakang informasi yang dimilikinya, hingga harapan atas perilaku
> sosial yang akan terjadi atas pemberitaannya.

intensi menulis dan pilihan apa yang akan ditulis juga berperan.
misal soal deface .. lebih menarik kalau dibahas teknis deface-
mendeface dibanding mengkaitkan soal ambalat, apalagi kalau sudah
masuk dlm kategori IT. misalnya, ada ratusan bahkan mungkin ribuan
kasus deface, kenapa yang diangkat hanya yang berkaitan dengan
soal ambalat?

pada dasarnya, untuk yang berkaitan dengan IT, sangat sedikit
ruang yang ada u/ opini, karena hampir di seluruh bagiannya
bersifat obyektif.

seringkali memang batasannya tidak tegas. setidaknya orang bisa
melihat dari buahnya (hasil tulisannya). misal, orang bisa mengetahui
atau membandingkan intensi seorang budi rahardjo yang menulis soal
IT dibanding seorang 'wartawan'. Bukannya bermaksud mengkastakan
wartawan pada posisi paling bawah u/ soal IT. Maksudnya, apa sih
yang bisa ditulis dari seorang dengan pengetahuan IT dangkal
(seperti saya) misalnya.

Sessi kriminal di televisi misalnya, agak aneh juga kalau 'intensi'
berita lebih mengarah ke soal bisnis/politik dan sebaliknya.

Kembali ke materi detikinet, tinggal dikembalikan ke pada tujuan
semula kenapa kanal tersebut dimunculkan.

Salam,

P.Y. Adi Prasaja



[teknologia] Re: Himbauan Kepada Hacker & Cracker Indonesia & Malaysia

2005-03-13 Terurut Topik adi

On Sun, Mar 13, 2005 at 05:01:42AM -0800, donnybu wrote:
> 1. untuk tidak ditampilkan iklan, ini agak sulit. karena memang
> pemasukan detikcom yang utama adalah dari iklan

kalau tidak salah, pola bisnis dari situs berita online (seperti
juga media yang lain), iklan ditarif dan ditampilkan dengan harga
dan posisi/letak tertentu.

walaupun untuk situs berita online tidak ada istilah kejar tayang
atau kejar setoran :-) tetapi tetap saja effort dari seseorang
menulis di situ harus dihargai apabila halaman ybs menampilkan
iklan. seyogyanya, iklan tidak ditampilkan di bagian tsb. kalau
memang menyajikan tulisan bebas/gratis.

oh.. tidak menutup kemungkinan ada orang yang masih mau tetap
menulis pada kondisi seperti itu. saya hanya memandang secara
minimalistis saja. justifikasinya memang bisa macem-macem dan
sayangnya terlalu panjang u/ didiskusikan.

misalnya, tentu saja saya enggan menaruh kue-kue saya di satu
stand yang saya tahu kue-kue di sana u/ dijual dan saya tidak
dapat bagian. kecuali u/ keperluan amal. setidaknya saya
akan kehilangan alasan u/ melakukannya. entah u/ keperluan
bisnis atau yang lain, segala sesuatu harus ada dasar motivasi
dan alasan untuk melakukannya.

Salam,

P.Y. Adi Prasaja




[teknologia] Re: Himbauan Kepada Hacker & Cracker Indonesia & Malaysia

2005-03-13 Terurut Topik donnybu

Priyadi Iman Nurcahyo wrote:
> On Sunday 13 March 2005 22:35, donnybu wrote:
>
>
> ok, pertama2 saya minta maaf kepada mas donnybu atas reaksi saya
sebelumnya.
> untuk hal ini sepertinya kita selalu berseberangan pendapat, masih
ingat dulu
> saya pernah mencoba menulis ulang sebuah artikel di detik? :)

eh ndak apa2 mas, saya yang justru minta maaf kalau dalam dalam
merespon masukan dari teman2, ada beberapa hal yang seolah2
"berseberangan". sebenarnya ya itu tadi, perbedaan adalah rahmat. btw,
saya rada2 lupa, kapan mas pri dulu nulis buat detikinet.com (IT
detikcom) ya? saya resign dari detikinet sekitar tahun 2001 (masuk
1999). dan sejak sebulan lalu, saya ditarik kembali dan diminta untuk
membenahi dan meningkatkan kualitas detikinet. salah satu tugas saya
adalah mereinkarnasikan detikinet menjadi sebuah "portal baru"
(disainnya, rubrikasinya, penulisannya, awaknya, dsb).

kini tengah dirancang berbagai macam hal yang akan menuju ke hal
tersebut. mudah2an kalau semua lancar, detikinet akan bereinkarnasi :)
nah karena saya masih ngurusin lsm saya ICT Watch dan juga ngajar di
beberapa kampus, jadi tidak tiap hari saya bisa standby di kantor
detikcom. untuk itu, tentu saja setiap masukan dan saran, merupakan hal
yang terpenting untuk pengembangan detikinet kedepannya.

btw, saya lupa menyampaikan juga. tulisan yang sudah dalam bentuk
arsip, baik di blog, milis atau situs pribadi, boleh juga dikirimkan ke
detikinet, asalkan ditulis ulang dan ada penambahan isu2 atau hal2 yang
terbaru :) jadi ndak sekedar copy-paste persis

> pendapat saya masih sama. detikinet terlalu mendekatkan diri ke dunia

> underground dibandingkan ke sisi lainnya. ciri artikel detik tentang
deface
> tetap sama seperti dulu: mencantumkan identitas/nickname oknum,
kata-kata
> hasil deface, dan terkadang bahkan screenshot. hal ini menurut saya
sudah
> cukup untuk menjadi 'bahan bakar' untuk para oknum tersebut. mereka
sudah
> melakukan tindak kriminal dan menurut saya tidak akan peduli terhadap

> editorial yang ditaruh di bawah artikel.

ya memang. masih banyak para oknum yang berdarah muda, baca cuma
judulnya aja, lalu udah panas. itu kalau dikasih koran rakyat merdeka,
mungkin bawaannya pingin berantem melulu. hehehehe tetapi saya juga
"terpaksa" beberapa hari belakangan melakukan penetrasi langsung ke
chatroom mereka. saya posting url berita di detikinet, dan mereka
ternyata membaca baik2.

terbukti banyak yang kemudian melakukan posting dengan menggaris-bawahi
(menyadari) bahwa aksi mereka sebenarnya sudah "melenceng". ya bagi
yang berdarah muda, tetap aja ngotot. ini ndak bisa diapa2in. kalau
saya lihat di beberapa chatroom indonesia dan malaysia, kini di
topiknya sudah ada ajakan untuk meredakan ketegangan dan menyatakan
bahwa RI dan malaysia bersahabat.

> menurut saya sebenarnya sudah cukup informasi bahwa situs ini
dicrack, situs
> itu dicrack dan tentunya tidak perlu sampai ada 1/2 lusin berita
tentang
> deface dalam 1 hari. gimana kalau dibahas juga liputan dari sisi
lainnya,
> yaitu dari pihak yang mengalami kerugian. selain itu bisa bahas juga
dari
> sisi teknisnya juga misalnya dari servis mana cracker bisa menyusup,
jangan
> cuma dibahas dari sisi intriknya saja. ini kan detikinet, bukan
detikhot :)

yes. ini saya sepakat. sebenarnya hampir 1/2 lusin berita soal deface
adalah bagian dari konsep "running news". jadi kalau artikel di media
cetak, mungkin cukup jadi 1-2 berita saja, tetapi ulasannya agak
panjang. nah karena di detikinet tipikal berita adalah tidak panjang2
(agar tidak melelahkan mata pembaca), maka berita di "running",
sehingga menjadi beberapa bagian.

nah kemudian kita memang sudah berniat melakukan konfirmasi kepara para
korban. tetapi memang ada beberapa kendala. misalnya bagi situs
pemerintah yang jadi korban, ini akan sulit mencari kontak personnya
(kendala klasik). lalu eskalasi serangan mulai meningkat ketika masuk
sesi liburan panjang (kamis malam - sabtu pagi). ini juga merepotkan,
karena banyak pihak yang sudah "off". jadi tetap kita berupaya untuk
terus keep-in-touch dengan stakeholder.

misalnya 2 hari lalu, ketika tim detikcom sedang SWOT ke anyer, hp saya
ditelpon oleh salah satu ISP. mereka ingin memberikan klarifikasi. ya
kemudian saya minta tolong untuk mengirimkan saja e-mail langsung ke
redaksi, agar bisa segera di follow up. nah pas kemaren sore saya tiba
kembali di detikcom, saya buka komputer, e-mail klarifikasi tersebut
belum sampai ke mailbox saya.

lalu dari soal teknisnya, sebenarnya di awal2 berita (kalau ndak
salah), sempat dijelaskan. teknisnya kemungkinan SQL injection. tetapi
jika ternyata belum ada, saya minta maaf. nah karena kita lihat dari
tipikal seluruh serangan tersebut nyaris sama tekniknya, dan tekniknya
juga yang itu2 juga seperti bertahun2 silam, maka "news value" atas
teknis tersebut agak kurang menarik kalau dipisahkan tersendiri. untuk
itu, teknisnya digabungkan dalam satu badan berita. angle berita yang
dipakai akhirnya adalah yang rekan2 baca beberap

[teknologia] Re: Himbauan Kepada Hacker & Cracker Indonesia & Malaysia

2005-03-13 Terurut Topik Dudi Gurnadi

On Mon, 14 Mar 2005 01:23:16 +0700, Priyadi Iman Nurcahyo
<[EMAIL PROTECTED]> wrote:
> 
> sebenarnya kalau mau kita lihat, bentuk 'perang cyber' bukan cuma crack
> mengcrack. di blog juga sangat ramai, kita bisa dengan mudah cari opini dari
> pihak kita atau seberang, di pihak kita bisa lihat homepage dudi gurnadi,
> sedangkan untuk pihak malaysia misalnya di http://www.jeffooi.com/. detikinet
> saat ini bahkan belum memuat himbauan dari pak budi rahardjo. saat ini pun
> saya sibuk memoderasi komentar-komentar tentang yang masuk ke blog saya,
> dalam satu jam bisa ada 5-10 komentar tentang ambalat, tapi hampir semuanya
> memang cuma 'sumpah serapah' dari kedua belah pihak. coba sekali-kali search
> technorati atau bloglines dengan keyword 'ambalat'. saya yakin di sana lebih
> banyak yang menarik daripada cuma sekedar crack mengcrack.

Hehehe, iya
yang lebih parah lagi untuk perang komentar ini bisa liat di
http://fendra.blogsome.com. Bahkan disana sampai telat untuk di
moderasi, sehingga sumpah serapahnya dari kedua belah pihak (Malaysia
dan Indonesia) banyak sekali. Untungnya komentar di homepage saya
tidak sampai separah seperti yang ada di atas.

Beberapa hari ini saya aktif komunikasi by email dengan Riaz Razak
(member jeffooi.com). Saya dan dia berdiskusi bagaimana caranya agar
perang komentar di blog dan juga deface dapat di eliminir, namun saya
menjawab terus terang kewalahan dengan ajakan seperti itu karena cukup
sulit membendung gerakan kalangan underground karena mereka tersebar
diberbagai komunitas.

Dudi
http://dgk.or.id


[teknologia] Re: Himbauan Kepada Hacker & Cracker Indonesia & Malaysia

2005-03-13 Terurut Topik Dudi Gurnadi

On Mon, 14 Mar 2005 01:25:49 +0700, Priyadi Iman Nurcahyo
<[EMAIL PROTECTED]> wrote:
> 
> On Monday 14 March 2005 00:38, Ben wrote:
> 
> > Sebuah keterbukaan yang menarik dari pihak detikcom. Jarang-jarang ada
> > media yang mau memberikan keterangan terbuka seperti ini. Bagus Pak
> > Donny! Semoga semua rekan-rekan di detikcom bisa seterbuka Pak Donny
> > dalam berdiskusi tentang segala sesuatu yang menyangkut detikcom. :)
> >
> > Mungkin detikcom perlu membuka rubrik baru: blog.detik.com yang isinya
> > seperti begini. Daripada pas dipasang di halaman index  hanya berjudul
> > "Kabar dari Pondok Indah", dsb... :)
> 
> hehehe, ide bagus... mas donnybu memang harus diracunin blog... siapa tahu
> nantinya suatu saat nanti detik punya permalink dan RSS feed! :)

Lha saya selama ini mbaca detik.com dengan RSS feed detik (dibantu
dengan detik usable ). Thanks to Dody Suria Wijaya :))

Dudi


[teknologia] Re: Himbauan Kepada Hacker & Cracker Indonesia & Malaysia

2005-03-13 Terurut Topik Priyadi Iman Nurcahyo

On Monday 14 March 2005 00:38, Ben wrote:

> Sebuah keterbukaan yang menarik dari pihak detikcom. Jarang-jarang ada
> media yang mau memberikan keterangan terbuka seperti ini. Bagus Pak
> Donny! Semoga semua rekan-rekan di detikcom bisa seterbuka Pak Donny
> dalam berdiskusi tentang segala sesuatu yang menyangkut detikcom. :)
>
> Mungkin detikcom perlu membuka rubrik baru: blog.detik.com yang isinya
> seperti begini. Daripada pas dipasang di halaman index  hanya berjudul
> "Kabar dari Pondok Indah", dsb... :)

hehehe, ide bagus... mas donnybu memang harus diracunin blog... siapa tahu 
nantinya suatu saat nanti detik punya permalink dan RSS feed! :)


[teknologia] Re: Himbauan Kepada Hacker & Cracker Indonesia & Malaysia

2005-03-13 Terurut Topik Priyadi Iman Nurcahyo

On Sunday 13 March 2005 22:35, donnybu wrote:

> nah, setelah berita2 berlanjut... tentu kita pantau terus kondisi
> chatroom dan laporan2 kondisi server di indonesia. kemudian kita
> melihat, sudah mulai ada 1-2 posting di chatroom yang intinya bersifat
> profokatif tidak lagi sekedar terkait dengan isu ambalat saja, tetapi
> sudah mulai adu jago dan adu pamer hasil deface mereka di media.
>
> apakah dengan demikian detikinet langsung menstop pemberitaan? itu
> tentu bukan pilihan yang bijak. pada posisi demikianlah maka detikinet
> menentukan posisinya. detikinet sebagai media massa, tetap melakukan
> pemberitaan secara faktual dan konsisten. tetapi sebagai sebuah fungsi
> kontrol sosial, detikinet harus bersikap.
>
> bagaimana dan seperti apa sikap yang diambil oleh detikinet? silakan
> rekan2 baca baik2 setiap kalimat atau paragraf penutup di beberapa
> berita terakhir yang terkait dengan aksi saling deface.
>
> jadi, saya tidak akan membantah jika ada pendapat bahwa detikinet
> seolah2 hanya mengejar "berita yang itu2 saja". ya memang, karena
> sebagai sebuah media online, detikinet selain "breaking news" (saat itu
> juga), juga "running news" (berkelanjutan).

ok, pertama2 saya minta maaf kepada mas donnybu atas reaksi saya sebelumnya. 
untuk hal ini sepertinya kita selalu berseberangan pendapat, masih ingat dulu 
saya pernah mencoba menulis ulang sebuah artikel di detik? :)

pendapat saya masih sama. detikinet terlalu mendekatkan diri ke dunia 
underground dibandingkan ke sisi lainnya. ciri artikel detik tentang deface 
tetap sama seperti dulu: mencantumkan identitas/nickname oknum, kata-kata 
hasil deface, dan terkadang bahkan screenshot. hal ini menurut saya sudah 
cukup untuk menjadi 'bahan bakar' untuk para oknum tersebut. mereka sudah 
melakukan tindak kriminal dan menurut saya tidak akan peduli terhadap 
editorial yang ditaruh di bawah artikel.

menurut saya sebenarnya sudah cukup informasi bahwa situs ini dicrack, situs 
itu dicrack dan tentunya tidak perlu sampai ada 1/2 lusin berita tentang 
deface dalam 1 hari. gimana kalau dibahas juga liputan dari sisi lainnya, 
yaitu dari pihak yang mengalami kerugian. selain itu bisa bahas juga dari 
sisi teknisnya juga misalnya dari servis mana cracker bisa menyusup, jangan 
cuma dibahas dari sisi intriknya saja. ini kan detikinet, bukan detikhot :)

intinya mungkin seperti yang saya katakan sebelumnya, masyarakat melihat 
aktivitas crack mengcrack sebagai sesuatu yang 'wah', 'hebat', 'patut 
dibanggakan', 'patriotik', 'nasionalis', dll dsb. menurut saya (dan mudah2an 
sebagian besar di sini juga) cracking adalah hanyalah tindak kriminal biasa, 
bedanya hanya menggunakan media internet. sekarang tinggal bagaimana reaksi 
media massa dengan detik salah satunya menyikapi kondisi demikian.

sebenarnya kalau mau kita lihat, bentuk 'perang cyber' bukan cuma crack 
mengcrack. di blog juga sangat ramai, kita bisa dengan mudah cari opini dari 
pihak kita atau seberang, di pihak kita bisa lihat homepage dudi gurnadi, 
sedangkan untuk pihak malaysia misalnya di http://www.jeffooi.com/. detikinet 
saat ini bahkan belum memuat himbauan dari pak budi rahardjo. saat ini pun 
saya sibuk memoderasi komentar-komentar tentang yang masuk ke blog saya, 
dalam satu jam bisa ada 5-10 komentar tentang ambalat, tapi hampir semuanya 
memang cuma 'sumpah serapah' dari kedua belah pihak. coba sekali-kali search 
technorati atau bloglines dengan keyword 'ambalat'. saya yakin di sana lebih 
banyak yang menarik daripada cuma sekedar crack mengcrack.

kalau detik gak setuju, saya akan coba ikut saran rekan2 yang lain, diamkan 
saja, jangan dibaca... jadi ini masukan saya yang terakhir untuk hal ini.

mengenai artikel untuk detik? terus terang niat ke sana sudah ada, hanya saja 
saya belakangan ini ngeblog sudah menjadi refleks :) kadang-kadang artikel 
yang saya rencanakan untuk dikirim ke detik terpublish. tapi tunggu aja, 
suatu saat pasti ada. mudah2an kritik saya gak menjadi penghalang artikel 
saya untuk masuk detik :)

sekali lagi mohon maaf kalau ada kata2 saya yang menyinggung...


[teknologia] Re: Himbauan Kepada Hacker & Cracker Indonesia & Malaysia

2005-03-13 Terurut Topik Ben

On Sun, 13 Mar 2005 07:35:37 -0800, donnybu <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
> saya bersedia share lebih banyak ke rekan. tetapi tidak setiap waktu
> saya bisa membongkar isi dapur dan kebijakan pemberitaan di detikinet,
> seperti yang saya sampaikan saat ini. bukan karena pelit informasi,
> tetapi waktu untuk saya melakukan hal ini juga tidak terlalu banyak
> 
> nb:
> saya ada usulan, kalau memang rekan2 setuju, mengapa tidak
> sekali-sekali kita bikin diskusi face-to-face? bisa dengan berkunjung
> ke detikcom, melihat proses kerja pemberitaan, lalu ditutup dengan
> diskusi banyak hal. saya siap jadi guide-nya :)
> 
> mudah2an bermanfaat.
> 

Sebuah keterbukaan yang menarik dari pihak detikcom. Jarang-jarang ada
media yang mau memberikan keterangan terbuka seperti ini. Bagus Pak
Donny! Semoga semua rekan-rekan di detikcom bisa seterbuka Pak Donny
dalam berdiskusi tentang segala sesuatu yang menyangkut detikcom. :)

Mungkin detikcom perlu membuka rubrik baru: blog.detik.com yang isinya
seperti begini. Daripada pas dipasang di halaman index  hanya berjudul
"Kabar dari Pondok Indah", dsb... :)

-- 
Ben
http://bennychandra.com/2005/03/10/tidak-menikmati-steak-lemak-di-black-angus/


[teknologia] Re: Himbauan Kepada Hacker & Cracker Indonesia & Malaysia

2005-03-13 Terurut Topik donnybu

hehehe... saya suka dengan posting mas baskara ini. karena di bagian
ini sebenarnya saya lebih suka berdiskusi.

dalam menulis suatu berita, tentu ada banyak faktor yang mempengaruhi.
bahwa ada opini penulis yang "tidak sengaja" masuk, tentu ini tidak
bisa dipungkiri.

dalam pemberitaan manapun, obyektifitas adalah menjadi relatif, ketika
kita berbicara cara penulis berita melihat suatu keadaan,
latar-belakang informasi yang dimilikinya, hingga harapan atas perilaku
sosial yang akan terjadi atas pemberitaannya.

bahkan kalau kapan2 kita sempat berdiskusi tentang kaidah jurnalistik,
bagaimana suatu media massa menempatkan diri, salah satunya bisa
dilihat dari pemilihan judul, nara sumber, kalimat pembuka, hingga
kalimat penutup.

saya akan "bongkar" sedikit dapur detikinet.com. jadi kalau mas bas,
dan rekan2 lainnya, perhatikan baik2. ada beberapa kali penyesuaian
"judul kecil" berkaitan dengan kasus deface antara malaysia vs
indonesia. urutan2nya, kalau tidak salah, adalah sebagai berikut :

1. "Numpang Isu Sengketa Ambalat"
2. "Aksi Ganyang Situs Malaysia
3. "Aksi e-Ganyang Situs RI - Malaysia"

jadi ada 3 "judul kecil" (yang diikuti dengan judul besar/inti) hanya
untuk sebuah kasus yang sekilas tampak sama. mengapa demikian?

mohon maaf, saya akan jelaskan akan sedikit panjang-lebar.

judul 1,
dilatar-belakangi dengan munculnya pertama kali kasus deface situs
malaysia oleh pihak indonesia. waktu itu detikinet belum terlalu yakin
seberapa besar skala serangan tersebut nantinya, apakah aksi deface
tersebut hanya akan terus bersifat sporadis, ataukah akan ada eskalasi.
jadi digunakanlah judul kecil "Numpang Isu Sengketa Ambalat", karena
kita belum tahu lebih detil latar-belakang aksi tersebut.

judul 2,
setelah adanya aksi deface perdana di atas, maka dengan menggunakan
insting jurnalistik, detikinet langsung "terjun" ke beberapa chatroom
underground indonesia. dari sana terpantau sudah mulai ada ajakan2 agar
sesama "cracker" indonesia bersatu, dan menyerang situs2 malaysia.
latar belakangnya adalah memang soal sengketa ambalat. tetapi, jika
detikinet menggunakan "judul kecil" yang pertama tadi, maka "kekuatan"
atau "ruh" dari berita akan terdegradasi. sebab, ada penggunaan kata
"Numpang", yang seolah-olah hanya sekedar tempelan saja. karena gejolak
yang terjadi di chatroom tersebut, bisa dipahami setara dengan gejolak
di beberapa daerah yang terkait dengan pembukaan posko relawan.

jadi, detikinet ingin menyampaikan informasi bahwa apa yang dirasakan
oleh masyarakat di dunia "nyata", terjadi juga dengan mereka yang di
dunia "maya. jadi, "kekuatan" atau "ruh" beritanya kita sejajarkan
dengan perkembangan berita pada desk politik dan peristiwa. untuk itu,
detikinet gunakan judul kecil "Aksi Ganyang Situs Malaysia". pilihan
kata "Ganyang" tersebut pun juga lantaran terdapat pula penyebutan
istilah tersebut (berulang2) di dalam chatroom.


judul 3
setelah detikinet memantau terus chatroom indonesia, kemudian dilakukan
pemantauan langsung juga ke chatroom malaysia. ternyata di chatroom
kedua belah pihak, sudah ada aksi provokasi, aksi adu hasil deface,
dsb. mereka secara frontal bahkan sudah saling tantang. jadi kurang
tepat apabila eskalasi aksi deface yang terjadi sebab utamanya adalah
pemberitaan di media massa. bahwa pemberitaan di media massa ada
pengaruhnya, memang bisa jadi.

tetapi kalau kita mencoba memahami psikologi kelompok, maka perilaku
brutal atau bringas akan lebih terdorong dari motivator2 (provokator2)
di dalam kelompok itu sendiri. jati diri seseorang akan nyaris
tertutupi oleh jati diri kelompok yang lebih dominan (ini menjelaskan,
mengapa orang yang baik2, tiba2 bisa sedemikian sadis menghajar dan
bahkan menghabisi nyawa seorang maling beramai-ramai, atau murid yang
kalau diajak berantem satu-lawan-satu pasti ciut, tetapi begitu
tawuran, nyalinya luar biasa)

nah karena detikinet sudah melihat bahwa kedua belah pihak sudah saling
ancam dan saling serang, maka kita tidak bisa lagi menggunakan "judul
kecil" 2 di atas, karena aksinya bukan lagi satu pihak (ganyang situs
malaysia), tetapi sudah kedua belah pihak. untuk itu kita ubah judulnya
menjadi "Aksi e-Ganyang Situs RI - Malaysia".

kemudian pilihan kata "e-Ganyang" tersebut adalah semacam "pemanis".
ketika semua orang berbicara tentang "e", dan kita semua menerima
idioma e-commerce, e-learning, e-government, dan "e" lainnya, mengapa
juga tidak kita gunakan "e-Ganyang". dengan penggunaan kata yang tidak
lazim, maka di satu sisi akan menyebabkan orang menjadi penasaran, dan
judul tersebut menjadi lebih "unik" untuk mencari perhatian.


nah, setelah berita2 berlanjut... tentu kita pantau terus kondisi
chatroom dan laporan2 kondisi server di indonesia. kemudian kita
melihat, sudah mulai ada 1-2 posting di chatroom yang intinya bersifat
profokatif tidak lagi sekedar terkait dengan isu ambalat saja, tetapi
sudah mulai adu jago dan adu pamer hasil deface mereka di media.

apakah dengan demikian detikinet langsung menstop pemberitaan? itu
tentu 

[teknologia] Re: Himbauan Kepada Hacker & Cracker Indonesia & Malaysia

2005-03-13 Terurut Topik Frans Thamura

Don,

> bagaimana? sudahkah ada yang berminat menulis di media massa, ataukah
> memang lebih senang memilih di jalur milis/blog? ya ndak apa2 sih, toh
> hidup juga memang pilihan :)

contact personnya siapa aja nih kalau mau nulis dimedia masa?

bisa japri kalau gak boleh dimilis.

tertarik nih saya.

kali aja nanti punya mobil dengan plat B  RY :) hehe maklum yang AB
 RY sudah ada yang punya

Frans




[teknologia] Re: Himbauan Kepada Hacker & Cracker Indonesia & Malaysia

2005-03-13 Terurut Topik donnybu

ralat :

--- "target" jumlah pembaca detikcom lebih dari 40 ribu unique visitors
(IP)

saya salah ketik, seharusnya bukan "target", melainkan "terdata".

jadi seharusnya tertulis :
--- "terdata" jumlah pembaca detikcom lebih dari 40 ribu unique
visitors (IP) 

demikian, ralat ini saya sampaikan :)

-dbu-



[teknologia] Re: Himbauan Kepada Hacker & Cracker Indonesia & Malaysia

2005-03-13 Terurut Topik James Aartsen

--- donnybu <[EMAIL PROTECTED]> wrote:

> bagaimana? sudahkah ada yang berminat menulis di media massa, ataukah
> memang lebih senang memilih di jalur milis/blog? ya ndak apa2 sih, toh
> hidup juga memang pilihan :)
> 
> -dbu-

Sebenarnya, kalau memang kita berniat untuk mendidik bangsa sendiri, sangat 
tepat dengan cara
memanfaatkan media massa. Apakah itu detikinet, kompas, dll. Saya ndak bilang 
bahwa blog itu
kurang, tapi bagaimanapun juga pembaca blog memiliki segmen tersendiri, techie? 
Orang awam lebih
cenderung untuk membaca media macam detikinet.

Jadi, ajakan rekan Dony ini menurut saya, sangat tepat sebagai usaha mendidik 
masyarakat agar
lebih "ngeh" tentang IT. Makanya kenapa kok Roy Suryo bisa sangat populer, ya 
karena dia lebih
dekat dengan masyarakat umum itu. Mungkin kita gemas dengan opini2 beliau yang 
mungkin kurang
tepat, tapi selama omongan kita ndak didengar masyarakat luas ... ya too bad 
... ndak akan ada
perubahan. 



__ 
Do you Yahoo!? 
Yahoo! Small Business - Try our new resources site!
http://smallbusiness.yahoo.com/resources/ 


[teknologia] Re: Himbauan Kepada Hacker & Cracker Indonesia & Malaysia

2005-03-13 Terurut Topik donnybu

ya silahkan saja jika teman2 lebih "nyaman" menulis di blog. saya hanya
mencoba mengundang dan menjembatani teman2 yang merasa (dan pernah
mengeluh) bahwa media seolah2 tidak memiliki keberpihakan kepada pihak
lain, atau nara sumbernya hanya itu-itu saja. bahwa rekan2 lebih suka
menulis di blog, ya monggo. yang pasti, gaya penulisan dan beberapa hal
lainnya tentu akan berbeda antara menulis untuk blog "pribadi" dengan
media "massa".

jadi bahwa menulis di media massa lebih ada "tekanan", ya memang.
karena di media massa ada fungsi gatekeeper yang bertanggung-jawab
untuk menyaring apakah suatu tulisan dapat bermanfaat bagi sidang
pembaca / masyarakat umum, atau tidak. jadi tidak sekedar untuk dirinya
sendiri, atau untuk komunitasnya sendiri.

persis seperti saya menulis beberapa artikel untuk suatu media cetak
nasional. beberapa dimuat, dan lebih sering dikembalikan. alasannya
bisa banyak sebab, dari soal orisinalitas, faktualitas, manfaat bagi
masyarakat umum, gaya bahasa, bobot/isi, dsb.

jadi mohon dapat dimaklumi, menulis untuk media massa, apalagi yang
dibaca oleh banyak orang, "tekanan"-nya memang berbeda.

jadi bagi yang tetap ingin berkreasi (dan lebih nyaman) melalui blog,
silakan saja. tetapi bagi yang ingin berkreasi atau setidaknya belajar
berkreasi melalui menulis di media massa, nah saya mencoba
menjembatani.

cuma, mari kita ikuti aturan main sebagaimana media massa secara
umumnya. akan sulit apabila aturan main di blog diterapkan di media
massa, atau demikian pula sebaliknya.

hingga saya mohon nantinya tidak pula menyudutkan teman2 media, bahwa
seakan2 mereka tidak pernah memberikan kesempatan kepada pihak lain
untuk beropini seluas2nya melalui media massa.

lalu soal boleh-tidanya suatu artikel dimuat di media lain (blog,
milis, situs pribadi), saya nyaris lelah mengulang2 hal ini :)

ini saya  copy-paste saja deh :
"soal ditampilkan di tempat lain, sebenarnya di e-mail ajakan dari saya
sekitar 1 bulan lalu, sudah dijelaskan panjang lebar. silakan kalau
tulisan yang telah dimuat di detikcom, keesokan harinya langsung  di
arsipkan di blog, di website atau di posting di milis. jadi jangan
dibalik, apa yang "telah" menjadi arsip di blog, situs atau milis, lalu
 dikirimkan ke detikcom"

tambahan : karena salah satu syarat mutlak pengiriman artikel/opini ke
media massa manapun, adalah masalah faktualitas dan keterkinian. jadi
apa yang benar2 jadi isu menarik dan lagi hangat2nya. nah kalau artikel
tersebut ternyata sudah pernah menjadi arsip di blog, milis atau situs
pribadi, berarti syarat faktualitas dan keterkiniannya kurang
terpenuhi. yang pasti, kalau suatu tulisan sudah pernah dimuat oleh
suatu media massa, maka media massa yang lain pasti menolak tulisan
yang sama.

demikian, mudah2an bermanfaat :)


nb:
segmen pembaca IT detikcom memang beragam, ada yang newbiee dan ada
pula yang "geek". tentunya dengan adanya berbagai pilihan media massa
(online) di Internet, maka siapapun berhak menjadikan media massa
manapun untuk menjadi referensinya sehari-hari :)


demikian, mudah2an bermanfaat.

-dbu-



[teknologia] Re: Himbauan Kepada Hacker & Cracker Indonesia & Malaysia

2005-03-13 Terurut Topik donnybu

saya coba tanggapin ya :)

1. untuk tidak ditampilkan iklan, ini agak sulit. karena memang
pemasukan detikcom yang utama adalah dari iklan, beda dengan cetak yang
juga ada pemasukan dari sirkulasi (berlangganan, beli eceran, dsb). hal
tersebut sama saja bagaikan meminta pengelola acara di tv untuk tidak
memunculkan iklan saat acara sepakbola. lalu untuk space iklan di
halaman detikcom tersebut, ini merupakan keterlibatan antara pihak
marketing dan pihak pemasang iklan. jadi bukan sekedar kewenangan
redaksional belaka.

2. soal ditampilkan di tempat lain, sebenarnya di e-mail ajakan dari
saya sekitar 1 bulan lalu, sudah dijelaskan panjang lebar. silakan
kalau tulisan yang telah dimuat di detikcom, keesokan harinya langsung
di arsipkan di blog, di website atau di posting di milis. jadi jangan
dibalik, apa yang "telah" menjadi arsip di blog, situs atau milis, lalu
dikirimkan ke detikcom.

3. sebagai "kompensasi" atas belum adanya fee bagi rekan2 penulis,
sebenarnya sudah ditawarkan beberapa hal :
--- dimungkinkan menyebutkan nama perusahaan (dan alamat lengkap jika
dikehendaki) dan kompetensi diri untuk menjelaskan identitas penulis.
contoh "Penulis, Mr ABC, adalah penggiat Open Source, dan sehari-hari
menjabat sebagai Direktur pada PT XYZ. Dapat dihubungi melalui e-mail
[EMAIL PROTECTED]".
--- foto diri akan dipasang pula, apabila memang diinginkan.
--- target jumlah pembaca detikcom lebih dari 40 ribu unique visitors
(IP), dengan asumsi pesimis 1 IP dipakai oleh 5 hingga 10 orang
(warnet, perusahaan, kampus, sekolah, dll). kalau menurut asumsi
optimis APJII, 1 IP sekitar 20 orang. jadi silakan dihitung sendiri,
berapa sebenarnya calon pembaca potensial tulisan/opini rekan2.


lalu tidak menutup kemungkinan, dari detikinet.com sendiri akan mencoba
mencari sponsor souvenir dari para mitra. sehingga dikemudian hari bagi
para penulis, mudah2an akan bisa mendapatkan semacam souvenir.


bagaimana? sudahkah ada yang berminat menulis di media massa, ataukah
memang lebih senang memilih di jalur milis/blog? ya ndak apa2 sih, toh
hidup juga memang pilihan :)

-dbu-



[teknologia] Re: Himbauan Kepada Hacker & Cracker Indonesia & Malaysia

2005-03-13 Terurut Topik Budi Rahardjo

On Sun, 13 Mar 2005 02:35:45 -0800, donnybu <[EMAIL PROTECTED]> wrote:

> tulisan rekan-rekan yang memang belum pernah dimuat di media manapun
> (termasuk di blog) dan sesuai dengan kriteria tulisan yang cocok bagi
> pembaca detikinet.com, akan kami muat dalam rubrik "Kolom Telematika".
> tetapi mohon maaf, karena saat ini detikinet.com belum punya kebijakan
> memberikan kompensasi (fee) kepada rekan penulis.
...

Kalau dilihat dari sisi ini, mungkin kebanyakan penulis
lebih senang dengan menulis di blog. :)
Tidak ada tekanan dan lebih nyaman berkarya.
Kalau saja tulisan masih boleh diterbitkan di blog,
mungkin akan banyak yang berminat.

Terus terang, saya sudah jarang baca detik.com.
Setiap hari yang saya buka: planet.terasi.net
[Selain itu, slashdot.org dan stats.distributed.net]

-- budi


[teknologia] Re: Himbauan Kepada Hacker & Cracker Indonesia & Malaysia

2005-03-13 Terurut Topik Mohammad DAMT

On Sun, 13 Mar 2005 02:35:45 -0800, donnybu <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
> tetapi mohon maaf, karena saat ini detikinet.com belum punya kebijakan
> memberikan kompensasi (fee) kepada rekan penulis.

kalau dalam halaman tulisan  tsb di detikcom sama sekali tidak
ditampilkan iklan dan boleh juga ditampilkan di tempat lain (misalnya
blog sendiri) mungkin ada yg berminat (mungkin *-)).


[teknologia] Re: Himbauan Kepada Hacker & Cracker Indonesia & Malaysia

2005-03-13 Terurut Topik baskara

On Sun, 13 Mar 2005 02:35:45 -0800, donnybu <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
> 
> 
> sifat berita detik (termasuk di detikinet.com) adalah selalu memberikan
> informasi "terhangat" yang terjadi setiap saat, day-by-day,
> minute-by-minute. bahwa saat ini berita lokal untuk IT saat ini sedang
> "hangat" tentang aksi deface.
> 
> peran media tidak hanya sekedar memberitakan, tetapi juga memiliki
> fungsi kontrol sosial. silakan pihak-pihak yang sedang merasa "gerah"
> dengan pemberitaan aksi deface di detikinet, baca dengan benar-benar
> seluruh isi berita, dan kaji baik-baik pesan yang tersirat.

Mas Donny,
Saya secara pribadi tidak mempermasalahkan isi "berita" tentang aksi
perang deface tersebut. Itu adalah hak detik.com untuk mengabarkan
kepada orang lain bahwa sedang terjadi aksi tersebut.

Akan tetapi, ada kecenderungan bahwa detik.com sudah bukan situs
berita lagi, melainkan situs "berita". Saya tulis dalam tanda kutip
karena yang pesan yang tertangkap dari yang tertulis di situs
detik.com bukan berita dalam arti harafiah lagi, melainkan sudah
dibumbui opini dari detik.com.

Untuk kasus cracking ini,  memang ada kesan dibuat bombastis. Saya
hitung, 8 dari 10 artikel detikinet terakhir isinya adalah "e-Ganyang"
[saya tidak tahu istilah dari mana ini]. Kesannya seperti sedang
menonton di pinggiran sambil teriak-teriak "ayo..ayo..ayo..hajar
bleh..balas".

Meskipun demikian, itu adalah hak media untuk membuat tulisan
sedemikian rupa. Semua media mempunyai ideologi masing-masing. Namun,
kadang-kadang memang niat yang ingin disampaikan saat menulis sesuatu
bisa berbeda dengan apa yang ditangkap orang lain. Saya sering
mengalami itu saat menulis tanggapan di milis. Maksud saya begini,
orang lain mengira saya bermaksud begitu.


[teknologia] Re: Himbauan Kepada Hacker & Cracker Indonesia & Malaysia

2005-03-13 Terurut Topik donnybu


sifat berita detik (termasuk di detikinet.com) adalah selalu memberikan
informasi "terhangat" yang terjadi setiap saat, day-by-day,
minute-by-minute. bahwa saat ini berita lokal untuk IT saat ini sedang
"hangat" tentang aksi deface.

peran media tidak hanya sekedar memberitakan, tetapi juga memiliki
fungsi kontrol sosial. silakan pihak-pihak yang sedang merasa "gerah"
dengan pemberitaan aksi deface di detikinet, baca dengan benar-benar
seluruh isi berita, dan kaji baik-baik pesan yang tersirat.

apakah berita-berita terakhir tentang aksi deface tersebut sekedar
memberitakan saja (dan bersifat profokatif), ataukah ada semacam "pesan
moral" atau "kritikan tajam" kepada para pelaku aksi deface? silakan
cermati baik-baik.

masalah kualitas jangan dipukul-ratakan dengan kuantitas. bukan berarti
yang berkualitas harus diimbangi dengan kuantitas, bukan pula kuantitas
dapat menjadi tolok ukur mutlak atas suatu kualitas berita.

dan dampak dari pemberitaan suatu media memang bisa seperti pisau
bermata dua. digunakan untuk keperluan yang positif, bisa. untuk yang
negatif, bisa. saya tidak ingin berdebat di permasalahan
positif-negatif ini, karena masing-masing dari kita tentu akan memiliki
sudut pandang dan peran yang berbeda.

justru perbedaan tersebut akan menjadi rahmat dan kebaikan bersama,
ketimbang dipaksakan untuk "setuju satu suara" tetapi kondisi menjadi
tidak kondusif untuk membangun TI Indonesia.

meskipun demikian, memang teman-teman di detikinet menyadari bahwa
detikinet tidak akan bisa maju tanpa adanya kritik dan saran dari
pembaca setianya. setiap saran, kritik ataupun keluhan tentunya akan
menjadi masukan yang sangat berharga bagi pengembangan detikinet
selanjutnya.

nb:
sekaligus saya mau mencoba mengajak kembali rekan-rekan yang punya
opini atau pendapat terhadap sesuatu yang terkait dengan bidang IT.
kirimkan tulisan rekan-rekan berikut dengan foto diri (jika ingin
fotonya dimuat) ke redaksi[at]staff.detik.com cc
detikinet[at]yahoo.com.

tulisan rekan-rekan yang memang belum pernah dimuat di media manapun
(termasuk di blog) dan sesuai dengan kriteria tulisan yang cocok bagi
pembaca detikinet.com, akan kami muat dalam rubrik "Kolom Telematika".
tetapi mohon maaf, karena saat ini detikinet.com belum punya kebijakan
memberikan kompensasi (fee) kepada rekan penulis.

tetapi ijinkan saya mengeluarkan uneg-uneg sedikit. sejak lebih dari 1
bulan lalu ajakan serupa saya lempar ke milis ini, tidak ada satupun
dari rekan-rekan yang telah mengirimkan tulisan. ada beberapa orang
yang mengirimkan artikel, tetapi artikel tersebut sudah pernah dimuat
di blog atau situs masing-masing jauh hari sebelumnya.

saya agak sedih, ketika dahulu rekan-rekan sempat beranggapan bahwa
media tidak memberikan porsi yang berimbang kepada pihak lain untuk
menyampaikan pendapatnya, atau ada anggapan media pilih-pilih nara
sumber.

nah setelah diberikan kesempatan yang seluas-luasnya dan cenderung
tidak sulit, ternyata tidak juga dimanfaatkan. padahal proses menjadi
seorang nara sumber (untuk dikutip/diwawancara media) haruslah dimulai
dari proses "memperkenalkan" diri dan kompetensi, kepada masyarakat
umum, khususnya pembaca media yang bersangkutan. dan salah satu cara
yang cukup efektif adalah dengan membuat tulisan, artikel atau opini.

jadi, sekali lagi, saya "tagih" peran-serta rekan-rekan untuk
memintarkan masyarakat Indonesia di bidang TI, melalui tulisan. karena
saya yakin, kalau hanya sekedar mencerca pendapat nara sumber lain
melalui milis atau blog, tanpa ada itikad baik untuk memperbaikinya
melalui tulisan yang cukup berbobot di media, maka hal tersebut tidak
akan menjadi efektif.

demikian sekedar pendapat dari saya, mudah2an bermanfaat.


-dbu-



[teknologia] Re: Himbauan Kepada Hacker & Cracker Indonesia & Malaysia

2005-03-12 Terurut Topik Akhmad Fathonih

On Sat, 12 Mar 2005 14:14:14 -, a.c.e <[EMAIL PROTECTED]> wrote:

> >mungkin kemauan
> saya seharusnya kita memperlakukan seorang kriminal sebagaimana
> seharusnya
> seorang kriminal diperlakukan, baik di darat maupun di internet
> Setuju. Selanjutnya, energi dan temanya berubah dong: "Ganyang
> Koruptor", "Ganyang Kemiskinan", dll.

Tapi nanti kalau deface-nya mulai merambah instansi-instasi yang
korupsi malah pelaku deface-nya ditangkap, padahal kan semangat
ganyang korupsi :D. Hayoo :p

-- 
Akhmad Fathonih | http://blog.neofreko.com | http://jogja.linux.or.id
Are you geek enough to handle all these sh**s?


[teknologia] Re: Himbauan Kepada Hacker & Cracker Indonesia & Malaysia

2005-03-12 Terurut Topik a.c.e

>hmmm i don't know... kesan yang saya lihat dari masyarakat bobol
membobol ini
berkesan sebagai sesuatu yang 'hebat' dan 'patut dibanggakan', dalam
kasus
ini bahkan menjadi sesuatu yang 'patriotik' dan 'nasionalis'.
Mas, kalo saya melihat gak ada bau nasionalisme dan patriotik dari
deface-mendeface ini. Semuanya hanya 'show of  force' (konyol) belaka.
Kalo di darat lewat berita2 TV terlihat penggerak demo2 begitu homogen,
kayaknya hal serupa dapat diliat dari difes2an ini. Artinya, dulu dan
kini pelakunya ya...idem dito.

>mungkin kemauan
saya seharusnya kita memperlakukan seorang kriminal sebagaimana
seharusnya
seorang kriminal diperlakukan, baik di darat maupun di internet
Setuju. Selanjutnya, energi dan temanya berubah dong: "Ganyang
Koruptor", "Ganyang Kemiskinan", dll.

Salam Perdamaian,
--ace++



[teknologia] Re: Himbauan Kepada Hacker & Cracker Indonesia & Malaysia

2005-03-12 Terurut Topik Monang Setyawan

On Sat, 12 Mar 2005 11:00:06 +0700, risiyanto budi <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
> 
> On Sat, 12 Mar 2005 10:15:50 +0700
> 
> saya lihat tayangan di TV yang mewawancarai orang orang MY,
> mereka lebih tenang menyikapi persengketaan MY vs ID, mereka percaya 
> pemerintah mereka bisa menangani dengan baik.
> Mereka menyayangkan kenapa media ID "menurut mereka" melebih-lebihkan 
> persengketaan tsb. Ada orang tua yang mengatakan bahwa seharusnya "oil 
> company" tidak ikut campur masalah ini :-P (seorang yg tua pun bisa tahu 
> masalahnya secara luas, tahu BIG PICTURE nya)
> Juga orang-orang MY yang di ID (mahasiswa, peserta pameran etc) mereka tidak 
> "heboh" dengan hal itu ketika ditanya.
> 
> Well apakah karena rata rata pendidikan orang MY lebih baik?,
> atau media kita yang over expose?

Menurut saya ini karena posisi kita berbeda. Yang satu di pihak yang
akan duntungkan, yang satu di pihak yang akan dirugikan. Kalau
misalnya kita yang mencoba mengklaim wilayah Malaysia, saya rasa
situasinya akan berkebalikan dengan yang sekarang (kita adem ayem,
mereka yang panas).

:)


> 
> Salam
> Risiyanto
> 


-- 
Demi masa..


[teknologia] Re: Himbauan Kepada Hacker & Cracker Indonesia & Malaysia

2005-03-12 Terurut Topik boy avianto

On Sat, 12 Mar 2005 12:05:33 +0200, Mohammad DAMT
<[EMAIL PROTECTED]> wrote:
> 
> On Sat, 12 Mar 2005 14:11:09 +0900, baskara <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
> > Isi berita itu terserah medianya mau diisi apa. Hak mereka. Mungkin
> > sudah menjadi ideologi media tersebut. Priyadi juga dalam mengisi
> 
> saya barusan lihat detik dan ngerti maksudnya Tuan Priyadi. Memang
> agak berlebihan detik Inet isinya tentang deface semua. Ya tapi biar
> saja mereka isi begitu. dari situ kan ketauan kompetensi medianya.
> kalau ga senang ya jangan di-klik. mending klik saja planet.terasi.net
> *-)

Devil's advocate's mode.

Detikinet tidak mau ikut-ikutan media berorientasi IT lainnya yang
sibuk melaporkan hal-hal menarik dari CeBit 2005, Hannover. Jadi ya
liput saja 'perang maya'.

Jadi ingat beberapa tahun yang lalu, waktu lagi ramai-ramainya deface
situs (lupa kasus apa), salah satu alasannya "Biar beken, masuk
detik". Ya, mentalitasnya masih attention whore semua dan detikinet
memberikan wadah untuk itu. Supply dan Demand aja sih.

Saya? Well, kembali baca2 berita tentang CeBit aja deh, ada OpenSource
booth =). Beberapa hari yang lalu salah satu koran Jerman, Frankfurter
Allgemeine mendedikasikan 2 halaman penuh membahas tokoh-tokoh
OpenSource.

-- 
 - http://avianto.com/


[teknologia] Re: Himbauan Kepada Hacker & Cracker Indonesia & Malaysia

2005-03-12 Terurut Topik Mohammad DAMT

On Sat, 12 Mar 2005 14:11:09 +0900, baskara <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
> Isi berita itu terserah medianya mau diisi apa. Hak mereka. Mungkin
> sudah menjadi ideologi media tersebut. Priyadi juga dalam mengisi

saya barusan lihat detik dan ngerti maksudnya Tuan Priyadi. Memang
agak berlebihan detik Inet isinya tentang deface semua. Ya tapi biar
saja mereka isi begitu. dari situ kan ketauan kompetensi medianya.
kalau ga senang ya jangan di-klik. mending klik saja planet.terasi.net
*-)


[teknologia] Re: Himbauan Kepada Hacker & Cracker Indonesia & Malaysia

2005-03-12 Terurut Topik Budi Rahardjo

On Sat, 12 Mar 2005 13:26:36 +0700, Dudi Gurnadi <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
...
> Sekalian ijin sama Pak Budi, jika diijinkan akan saya forward
> statement Pak Budi ke beberapa mailing list lain.
...

Silahkan. Semakin banyak, semakin baik.
Himbauan saya tersebut saya pasang hampir di semua blog saya.


-- budi


[teknologia] Re: Himbauan Kepada Hacker & Cracker Indonesia & Malaysia

2005-03-12 Terurut Topik James Aartsen

--- Priyadi Iman Nurcahyo <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
> hmmm i don't know... kesan yang saya lihat dari masyarakat bobol membobol ini 
> berkesan sebagai sesuatu yang 'hebat' dan 'patut dibanggakan', dalam kasus 
> ini bahkan menjadi sesuatu yang 'patriotik' dan 'nasionalis'. mungkin kemauan 
> saya seharusnya kita memperlakukan seorang kriminal sebagaimana seharusnya 
> seorang kriminal diperlakukan, baik di darat maupun di internet
> 
> kalau di darat ada seseorang membobol rumah orang lain pasti akan dibilang 
> seorang kriminal, tetapi kalau di cyber ada yang membobol situs web orang 
> lain pasti perlakuannya akan berbeda *sigh*

Maklum,
Orang yang mengerti ttg. ini di indonesia kan masih sedikit (yg ndak punya 
komputer masih
banyaaak). Jadi buat mereka (yg ngga ngerti) tindakan2 defacing ini bisa 
dianggap yang "Wah!!!
HUIIBUUUAA YA orang2 kita!!!" 

Heboh = disukai media :)

 



__ 
Do you Yahoo!? 
Yahoo! Small Business - Try our new resources site!
http://smallbusiness.yahoo.com/resources/ 


[teknologia] Re: Himbauan Kepada Hacker & Cracker Indonesia & Malaysia

2005-03-12 Terurut Topik Priyadi Iman Nurcahyo

On Saturday 12 March 2005 12:11, baskara wrote:

> Isi berita itu terserah medianya mau diisi apa. Hak mereka. Mungkin
> sudah menjadi ideologi media tersebut. Priyadi juga dalam mengisi
> Blog, mau diisi apa juga terserah Anda kan? seperti apa yang Anda
> katakan di artikel tentang AA ;-).
> Pembawa berita SCTV itu kalau mau disuruh jangan cerewet juga tidak
> akan mau karena produsernya menghendaki demikian. :-D
> Nikmati saja.

hmmm i don't know... kesan yang saya lihat dari masyarakat bobol membobol ini 
berkesan sebagai sesuatu yang 'hebat' dan 'patut dibanggakan', dalam kasus 
ini bahkan menjadi sesuatu yang 'patriotik' dan 'nasionalis'. mungkin kemauan 
saya seharusnya kita memperlakukan seorang kriminal sebagaimana seharusnya 
seorang kriminal diperlakukan, baik di darat maupun di internet

kalau di darat ada seseorang membobol rumah orang lain pasti akan dibilang 
seorang kriminal, tetapi kalau di cyber ada yang membobol situs web orang 
lain pasti perlakuannya akan berbeda *sigh*


[teknologia] Re: Himbauan Kepada Hacker & Cracker Indonesia & Malaysia

2005-03-11 Terurut Topik Dudi Gurnadi

On Sat, 12 Mar 2005 14:04:13 +0700, risiyanto budi <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
> 
> On Sat, 12 Mar 2005 13:26:36 +0700
> Dudi Gurnadi <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
> 
> >
> > Yang saja lihat jika kita menghakimi kalangan underground dengan
> > kata-kata salah, bisa jadi mereka bukan berhenti tapi malah membabi
> > buta. Ini yang harus kita hindari.
> >
> Dulu Pak IMW pernah kirim pesan kepada para hacker/cracker lewat detik.com 
> pas waktu itu rame ramenya deface situs, sayang saya lupa temanya apa ^^. 
> Dampaknya cukup positif.
> 
> > Sekalian ijin sama Pak Budi, jika diijinkan akan saya forward
> > statement Pak Budi ke beberapa mailing list lain.
> 
> Langsung saja diforward mas, saya yakin pak Budi pasti bakal mengijinkan.
> 
> p.s.
> Email Pak Budi tersebut sudah terpajang di blog saya :-P

Iya saya juga sudah pajang di blog saya. Tapi ada rencana mau disebar
ke beberapa milis yang saya ikutin (mudah2an gak di anggep spam).

Ada temen-temen dari IRC mungkin? bisa ikut mbantu nyebar juga barangkali.

Metode getok tular aja kayaknya cukup efektif kok.

Dudi


[teknologia] Re: Himbauan Kepada Hacker & Cracker Indonesia & Malaysia

2005-03-11 Terurut Topik risiyanto budi

On Sat, 12 Mar 2005 13:26:36 +0700
Dudi Gurnadi <[EMAIL PROTECTED]> wrote:

> 
> Yang saja lihat jika kita menghakimi kalangan underground dengan
> kata-kata salah, bisa jadi mereka bukan berhenti tapi malah membabi
> buta. Ini yang harus kita hindari.
> 
Dulu Pak IMW pernah kirim pesan kepada para hacker/cracker lewat detik.com pas 
waktu itu rame ramenya deface situs, sayang saya lupa temanya apa ^^. Dampaknya 
cukup positif.

> Sekalian ijin sama Pak Budi, jika diijinkan akan saya forward
> statement Pak Budi ke beberapa mailing list lain.

Langsung saja diforward mas, saya yakin pak Budi pasti bakal mengijinkan.

p.s.
Email Pak Budi tersebut sudah terpajang di blog saya :-P


Salam
Risiyanto


[teknologia] Re: Himbauan Kepada Hacker & Cracker Indonesia & Malaysia

2005-03-11 Terurut Topik Dudi Gurnadi

On Sat, 12 Mar 2005 16:57:27 +1100, David Sudjiman
<[EMAIL PROTECTED]> wrote:
> 
> On Sat, 12 Mar 2005, ReymanX wrote:
> > > yang bener aja. satu berita satu hari tentang itu masih gak masalah lah. 
> > > tapi
> > > kalau satu hari yang ada hanya berita tentang deface? kok seperti kurang
> > > setoran aja ya. kaya gak ada berita lain yang lebih bermutu aja :(
> >
> > Kalau asumsi publikasi = bahan bakar, sekalian aja diminta agar pers
> > tidak lagi membuat berita deface berhubungan indo - malaysia. Walaupun
> > informasi seperti ini membuat beberapa perusahaan lebih mengetatkan
> > penjagaan servernya.
> 
> Rekan Arie dan rekan2 yth,
> 
> Sebenarnya kita tidak bisa menyuruh media untuk berbuat ini atau ini
> sesuai dengan keinginan kita. Meskipun hal ini kita pandang baik, belum
> tentu media mempunyai pandangan yang sama.
> 
> Hal ini bisa juga disebut kebebasan informasi dimana setiap orang berhak
> menyiarkan atau mendapatkan informasi sesuai tingkat intelektualitas yang
> dimiliki.

Saya sendiri melihat Pak Budi menyebutnya dengan kata-kata himbauan,
mungkin bisa juga diartikan sebagai saran.

Mudah-mudahan saja dengan figur Pak Budi sebagai salah satu pakar
security di Indonesia bisa membuat mereka mengurangi dan kemudian
menghentikan aksinya, namun tidak ada jaminan.

Yang saja lihat jika kita menghakimi kalangan underground dengan
kata-kata salah, bisa jadi mereka bukan berhenti tapi malah membabi
buta. Ini yang harus kita hindari.

Sekalian ijin sama Pak Budi, jika diijinkan akan saya forward
statement Pak Budi ke beberapa mailing list lain.

Dudi


[teknologia] Re: Himbauan Kepada Hacker & Cracker Indonesia & Malaysia

2005-03-11 Terurut Topik David Sudjiman

On Sat, 12 Mar 2005, ReymanX wrote:
> > yang bener aja. satu berita satu hari tentang itu masih gak masalah lah. 
> > tapi
> > kalau satu hari yang ada hanya berita tentang deface? kok seperti kurang
> > setoran aja ya. kaya gak ada berita lain yang lebih bermutu aja :(
> 
> Kalau asumsi publikasi = bahan bakar, sekalian aja diminta agar pers
> tidak lagi membuat berita deface berhubungan indo - malaysia. Walaupun
> informasi seperti ini membuat beberapa perusahaan lebih mengetatkan
> penjagaan servernya.

Rekan Arie dan rekan2 yth,

Sebenarnya kita tidak bisa menyuruh media untuk berbuat ini atau ini 
sesuai dengan keinginan kita. Meskipun hal ini kita pandang baik, belum 
tentu media mempunyai pandangan yang sama.

Hal ini bisa juga disebut kebebasan informasi dimana setiap orang berhak 
menyiarkan atau mendapatkan informasi sesuai tingkat intelektualitas yang 
dimiliki.

Lalu, ya disaring informasinya, kan yang mbaca koran A atau koran B 
tentunya dari kalangan yang berbeda. Jadi ya, idealnya masyarakat mampu 
menyaring sendiri dan dianggap mampu untuk belajar sendiri.

Tapi ya, namanya juga masih belajar, biasanya kan hip-hip kalo ada sesuatu 
yang baru.

thx
.dave "yang masih belajar, tapi malah ndak tahu kalo negara mo perang. 
Bah, perang ma sapa lagi?"



[teknologia] Re: Himbauan Kepada Hacker & Cracker Indonesia & Malaysia

2005-03-11 Terurut Topik baskara

On Sat, 12 Mar 2005 11:52:28 +0700, Priyadi Iman Nurcahyo
<[EMAIL PROTECTED]> wrote:
> 
> lho, bukan itu maksud saya. diberitakan boleh saja, tapi masalahnya adalah
> frekuensinya dan eksposnya. apakah setiap kali ada kejadian itu perlu dibuat
> berita khusus setiap ada kejadian lengkap dengan screenshot dan siapa-siapa
> yang melakukan pembobolan? ini kan berita kriminalitas biasa, hanya saja
> medianya di internet.

Isi berita itu terserah medianya mau diisi apa. Hak mereka. Mungkin
sudah menjadi ideologi media tersebut. Priyadi juga dalam mengisi
Blog, mau diisi apa juga terserah Anda kan? seperti apa yang Anda
katakan di artikel tentang AA ;-).
Pembawa berita SCTV itu kalau mau disuruh jangan cerewet juga tidak
akan mau karena produsernya menghendaki demikian. :-D
Nikmati saja.


[teknologia] Re: Himbauan Kepada Hacker & Cracker Indonesia & Malaysia

2005-03-11 Terurut Topik Priyadi Iman Nurcahyo

On Saturday 12 March 2005 11:11, ReymanX wrote:

> Kalau asumsi publikasi = bahan bakar, sekalian aja diminta agar pers
> tidak lagi membuat berita deface berhubungan indo - malaysia. Walaupun
> informasi seperti ini membuat beberapa perusahaan lebih mengetatkan
> penjagaan servernya.

lho, bukan itu maksud saya. diberitakan boleh saja, tapi masalahnya adalah 
frekuensinya dan eksposnya. apakah setiap kali ada kejadian itu perlu dibuat 
berita khusus setiap ada kejadian lengkap dengan screenshot dan siapa-siapa 
yang melakukan pembobolan? ini kan berita kriminalitas biasa, hanya saja 
medianya di internet.


[teknologia] Re: Himbauan Kepada Hacker & Cracker Indonesia & Malaysia

2005-03-11 Terurut Topik ReymanX

> yang bener aja. satu berita satu hari tentang itu masih gak masalah lah. tapi
> kalau satu hari yang ada hanya berita tentang deface? kok seperti kurang
> setoran aja ya. kaya gak ada berita lain yang lebih bermutu aja :(

Kalau asumsi publikasi = bahan bakar, sekalian aja diminta agar pers
tidak lagi membuat berita deface berhubungan indo - malaysia. Walaupun
informasi seperti ini membuat beberapa perusahaan lebih mengetatkan
penjagaan servernya.

-- 
Arie Reynaldi Zanahar
reymanx at gmail.com
http://www.reynaldi.or.id


[teknologia] Re: Himbauan Kepada Hacker & Cracker Indonesia & Malaysia

2005-03-11 Terurut Topik Ben

On Sat, 12 Mar 2005 11:00:06 +0700, risiyanto budi <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
> Well apakah karena rata rata pendidikan orang MY lebih baik?,
> atau media kita yang over expose?
> 
bisa jadi, tetapi mungkin juga krn kebanyakan dari kita seringkali
terlalu fanatik sehingga mudah dikompori...

Namun, dalam kasus Ambalat ini mungkin ditambah lagi dgn perasaan
gemas dan cemas terhadap sikap pemerintah kita

mending perang lewat blog aja :D

-- 
Ben
http://bennychandra.com/2005/03/10/tidak-menikmati-steak-lemak-di-black-angus/


[teknologia] Re: Himbauan Kepada Hacker & Cracker Indonesia & Malaysia

2005-03-11 Terurut Topik risiyanto budi

On Sat, 12 Mar 2005 10:15:50 +0700
Priyadi Iman Nurcahyo <[EMAIL PROTECTED]> wrote:

> 
> sebenernya bahan bakar para cracker itu kan popularitas. yang saya lihat sih 
> mereka semangat melakukan pengrusakan karena ekspos media yang terlalu 
> berlebihan. lihat saja di detik misalnya, apakah perlu setiap deface sebuah 
> situs dibuatkan beritanya? apalagi sampai ada screenshot dan kutipan 
> kata-kata hasil deface.

saya lihat tayangan di TV yang mewawancarai orang orang MY,
mereka lebih tenang menyikapi persengketaan MY vs ID, mereka percaya pemerintah 
mereka bisa menangani dengan baik.
Mereka menyayangkan kenapa media ID "menurut mereka" melebih-lebihkan 
persengketaan tsb. Ada orang tua yang mengatakan bahwa seharusnya "oil company" 
tidak ikut campur masalah ini :-P (seorang yg tua pun bisa tahu masalahnya 
secara luas, tahu BIG PICTURE nya)
Juga orang-orang MY yang di ID (mahasiswa, peserta pameran etc) mereka tidak 
"heboh" dengan hal itu ketika ditanya.

Well apakah karena rata rata pendidikan orang MY lebih baik?,
atau media kita yang over expose?

Salam
Risiyanto


[teknologia] Re: Himbauan Kepada Hacker & Cracker Indonesia & Malaysia

2005-03-11 Terurut Topik Akhmad Fathonih

On Sat, 12 Mar 2005 10:15:50 +0700, Priyadi Iman Nurcahyo
<[EMAIL PROTECTED]> wrote:
> 
> On Saturday 12 March 2005 08:57, ReymanX wrote:
> 
> > Sangat setuju ! Tapi, bagaimana caranya agar hacker yang gak ikut
> > milis ini juga bisa ngerti ? Atau pak BR yang juga lebih dikenal oleh
> > kalangan luas bikin press rilis menyikapi masalah ini.
> 
> sebenernya bahan bakar para cracker itu kan popularitas. yang saya lihat sih
> mereka semangat melakukan pengrusakan karena ekspos media yang terlalu
> berlebihan. lihat saja di detik misalnya, apakah perlu setiap deface sebuah
> situs dibuatkan beritanya? apalagi sampai ada screenshot dan kutipan
> kata-kata hasil deface.
> 
> yang bener aja. satu berita satu hari tentang itu masih gak masalah lah. tapi
> kalau satu hari yang ada hanya berita tentang deface? kok seperti kurang
> setoran aja ya. kaya gak ada berita lain yang lebih bermutu aja :(
> 

Wah, Pak Priyadi ini. Akhirnya apa yang bapak omongin bisa balik lagi
lo ke diri anda. Kalau di milis gajah di sebelah, saya pernah menulis
mirip begitu, dan ujungnya saya disemprot: "Lalu kenapa anda tidak
mencoba menulis untuk detik?". Bolehkah saya me-replay semprotan
tersebut ke Bapak? ;). Peace :)

-- 
Akhmad Fathonih | http://blog.neofreko.com | http://jogja.linux.or.id
Are you geek enough to handle all these sh**s?


[teknologia] Re: Himbauan Kepada Hacker & Cracker Indonesia & Malaysia

2005-03-11 Terurut Topik Priyadi Iman Nurcahyo

On Saturday 12 March 2005 08:57, ReymanX wrote:

> Sangat setuju ! Tapi, bagaimana caranya agar hacker yang gak ikut
> milis ini juga bisa ngerti ? Atau pak BR yang juga lebih dikenal oleh
> kalangan luas bikin press rilis menyikapi masalah ini.

sebenernya bahan bakar para cracker itu kan popularitas. yang saya lihat sih 
mereka semangat melakukan pengrusakan karena ekspos media yang terlalu 
berlebihan. lihat saja di detik misalnya, apakah perlu setiap deface sebuah 
situs dibuatkan beritanya? apalagi sampai ada screenshot dan kutipan 
kata-kata hasil deface.

yang bener aja. satu berita satu hari tentang itu masih gak masalah lah. tapi 
kalau satu hari yang ada hanya berita tentang deface? kok seperti kurang 
setoran aja ya. kaya gak ada berita lain yang lebih bermutu aja :(


[teknologia] Re: Himbauan Kepada Hacker & Cracker Indonesia & Malaysia

2005-03-11 Terurut Topik ReymanX

> Saya berharap agar kita yang hidup di dunia maya mencontohkan bagaimana
> kita menyelesaikan permasalahan dengan kepala dingin dan hati yang
> lapang, sehingga para pemimpin kita di dunia nyata dapat mencontoh
> penyelesaian damai. Mudah-mudahan mereka dapat lebih arif dan bijaksana
> dalam mengambil keputusan.

Sangat setuju ! Tapi, bagaimana caranya agar hacker yang gak ikut
milis ini juga bisa ngerti ? Atau pak BR yang juga lebih dikenal oleh
kalangan luas bikin press rilis menyikapi masalah ini.

-- 
Arie Reynaldi Zanahar
reymanx at gmail.com
http://www.reynaldi.or.id