O'ong Maryono
Thu, 22 Jul 2010 08:30:53 -0700
Maaf saya tidak tahu dengan nasip guru guru pencak silat tradisional.
--- On Thu, 7/22/10, alamsyah sk <alam_ke...@yahoo.com> wrote:
From: alamsyah sk <alam_ke...@yahoo.com>
Subject: Re: [Bulk] Re: [silatindonesia] Komunitas oh...komunitas
To: silatindonesia@yahoogroups.com
Date: Thursday, July 22, 2010, 8:30 PM
wah kalau pelatih silat tradisional bagaimana om ?
--- On Thu, 7/22/10, O'ong Maryono <oon...@yahoo.com> wrote:
From: O'ong Maryono <oon...@yahoo.com>
Subject: Re: [Bulk] Re: [silatindonesia] Komunitas oh...komunitas
To: silatindonesia@yahoogroups.com
Date: Thursday, July 22, 2010, 5:33 AM
Mas Bony Pemerintah Daerah khususnya DKI.Jaya sudah mulai memperhatikan masa
depan pekas pesilat pesilat yg berprestasi seperti bea siswa dan lapangan kerja
di Kantor Dinas Pemda DKI. Dari KPS.Nusantara kalau tidak salah ada 5 orang
yang sudak bekerja disana. Sementara Menpora juga memberikan lapangan kerja
kepada pelatih pelatih yg berpengalaman pernah melatih di luar negeri untuk
dapat mengembangkan pengalaman diluar negeri di negeri sendiri dari KPS
Nusantara ada 3 orang yg sudah diangkat sebagai PNS di departemen ini. Mungkin
suatu cara supaya para pelatih tidak kabur melatih diluar negeri.
--- On Thu, 7/22/10, Bony <bsetihab...@yahoo.com> wrote:
From: Bony <bsetihab...@yahoo.com>
Subject: Re: [Bulk] Re: [silatindonesia] Komunitas oh...komunitas
To: silatindonesia@yahoogroups.com
Date: Thursday, July 22, 2010, 9:14 AM
Slamat ya mas, sukses slalu semoga di di negri tercinta ini lebih banyak event
seperti itu khususnya daerah2 dan atlitnya maupun pelatihnya ya dapat perhatian
juga. Klu jamanku dulu walau dah pernah ikut kejuaran dunia di thailan walaupun
juara 3, ga ada perhatiannya sama sekali....jadi silatnya sekarang silat dengan
kehidupan hehehe
Salam buat rekan2 semua.
Bony setihabudi
Sent from BlackBerry®
-----Original Message-----
From: O'ong Maryono <oon...@yahoo.com>
Sender: silatindonesia@yahoogroups.com
Date: Wed, 21 Jul 2010 18:53:07
To: <silatindonesia@yahoogroups.com>
Reply-To: silatindonesia@yahoogroups.com
Subject: Re: [Bulk] Re: [silatindonesia] Komunitas oh...komunitas
Mas Weka salam pencak silat
Sesudah 4 sampai lima kali meeting di Thai Sport University Organaizer di
Bangkok, menerima Pencak Silat dapat dipertandingkan dari semua class dari
kelas 45-50 kg sampai 80-85kg dalam Asean University Games di Chiang Mai.
Pasti pertandingan akan berlangsung selama 8 hari dan membutuhkan 15 wasit/juri
untuk melaksanakannya. Pesrta yg terdaftar sebanyak 8 negara, Sambil menunggu
Filipina, Cambodia dan Mayanmar. Hanya seni Tunggal Ganda dan Beregu(TGR)
dihapuskan.
Ini berita sekilas perkembangan pencak silat di luar negeri.
--- On Tue, 7/20/10, yanweka <yanwe...@yahoo.co.id> wrote:
From: yanweka <yanwe...@yahoo.co.id>
Subject: Re: [Bulk] Re: [silatindonesia] Komunitas oh...komunitas
To: silatindonesia@yahoogroups.com
Date: Tuesday, July 20, 2010, 2:20 PM
Bener pak Oong,
untuk keluargalah saya, Anda, Kita semua berjuang. Mengorbankan tenaga, waktu,
pikiran bahkan buat sesorang harga diripun tergadaikan.
Waktu yang kita miliki sama, maka pandai-pandailah mengatur waktu, jangan
sampai kita diatur oleh waktu, dan jangan terlena oleh waktu karena waktu tidak
bisa diganti.
Selamat berjuang menjadi pahlawan keluarga.
----- Original Message -----
From: O'ong Maryono
To: silatindonesia@yahoogroups.com
Sent: Monday, July 19, 2010 1:02 PM
Subject: [Bulk] Re: [silatindonesia] Komunitas oh...komunitas
Sahabat silat
Mungkin kawankawan sekaramg sibuk mencari kehidupan sehari hari
Tidak mudah kok menjadi orang yg konsisten
Peace
--- On Mon, 7/19/10, Silatindonesia <silatindone...@yahoo.co.id> wrote:
From: Silatindonesia <silatindone...@yahoo.co.id>
Subject: [silatindonesia] Komunitas oh...komunitas
To: silatindonesia@yahoogroups.com
Date: Monday, July 19, 2010, 10:56 AM
"Habis gelap, terbitlah terang," demikian Ibu Kartini memesankan. Setiap
situasi sulit, pasti ada akhirnya. Masalahnya, kita sering tidak tahu kapan
kesulitan itu akan berakhir sehingga tidak mudah untuk memutuskan apakah harus
menyerah dan berhenti sampai disini saja, ataukah kita mesti bertahan
'sebentar' lagi? Jika berhenti, boleh jadi kita kehilangan momentum karena bisa
saja sebenarnya kita sudah berada pada 'detik-detik' menjelang akhir itu. Tapi,
kalau harus terus, sampai kapan?
[Non-text portions of this message have been removed]
[Non-text portions of this message have been removed]
[Non-text portions of this message have been removed]
[Non-text portions of this message have been removed]
[Non-text portions of this message have been removed]
[Non-text portions of this message have been removed]
[Non-text portions of this message have been removed]
[Non-text portions of this message have been removed]