Lidya Pei
Wed, 30 May 2007 04:14:45 -0700
Dear all, OK juga yah Kal-Bar kita, banyak tabungannya didalam perut bumi. Tapi kalo misalnya jenis investasi pertambangan yg sejenis seperti Freeport di Irian Jaya. Saya rasa rakyat Kal-Bar gak akan rela. Lihat saja contohnya, apakah rakyat Irian itu menikmatinya, tanah kelahiran mereka di obok obok sama Freeport? Yg ada mereka dapat deritanya, sisa tailing atau limbah pertambangan yg begitu saja dibiarkan trus belum lagi lingkungan yg rusak tidak diperbaiki malah kesannya dicuekin. Trus pembangunan didaerah Irian juga terkesan seadanya, tidak maksimal. Terus kemana hasil pertambangan itu? Siapa yg menikmati? Tau ah gelap. Semoga bapak bapak pembangunan di Kal-Bar nanti akan bijaksana sebelum menganggukkan kepala dan membubuhkan tanda tangan dengan perusahaan pertambangan. Apa jadinya, kalo kita melihat saudara kita berjalan di jalan yg berlubang terus terperosok, kan kita harusnya udah tahu disitu ada lubang harus kita hindari dengan memilih jalan yg terbaik, kalau kita ikut juga terperosok ke lubang yg sama kan gak lucu yah.
--- Hidayat Boesran <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > > > > > Equator > > > Rabu, 28 Desember > 2005 > > Kalbar Tidur di Atas Uang > > > Kalbar tidur di atas > uang? Jawabannya iya bagi Ir Syamsul Usman, MT. > > > Mantan orang penting di > Bappeda Kalbar ini menyajikan data serta fakta > kekayaan-kekayaan alam di > Kalbar. Ini batu bara, siapa bilang belum matang? > Saya punya contohnya, > ungkap Syamsul di ruang kerjanya yang sudah mirip > laboratorium di PT Kalindo, > Pontianak. > > > Equator yang bertandang > ke ruang kerja Syamsul terpana dengan penataan > bebatuan dan mineral yang > diteliti Syamsul dan SDA itu milik Kalbar. Menurut > saya bukan investor tidak > mau masuk menambang kekayaan-kekayaan alam seperti > batubara di Sintang atau > Bouksit di Tayan, tapi infrastruktur kita yang nihil > di daerah tersebut, > ungkapnya. > > > Kata Syamsul, untuk bisa > mendatangkan investor sehingga roda ekonomi bisa > bergerak di daerah, Pemprov > atau Pemkab harus mencari jalan bagaimana caranya > agar infrastruktur bisa > tersedia di sana. Jika kemampuan terbatas > setidaknya memberikan kemudahan dan > konsesi yang menarik. Untuk ini pemerintah mesti > kreatif, ujarnya. > > > Kata Syamsul, jika roda > ekonomi bergerak di bidang pertambangan, Kalbar > benar-benar terasa tidur di > atas duit karena cadangan tambang itu begitu besar. > Seperti batubara dan > bouksit cadangannya jutaan metrik kubik. Ia bisa > ditambang untuk waktu > berpuluh-puluh tahun. Belum lagi yang ditambang itu > adalah uranium, yakni bahan > baku energi atom. > > > Sementara Kalbar kata > Syamsul mesti berhati-hati karena tidak menutup > kemungkinan kekayayaan > tambangnya dicuri pihak asing. Hal ini sudah tampak > di depan mata pada praktik > illegal logging maupun illegal fishing (kehutanan > dan kelautan). (kan) > > > > > > > > > ________________________________________________________ > > Kunjungi halaman depan Yahoo! Indonesia yang baru! > http://id.yahoo.com/ ____________________________________________________________________________________ Food fight? Enjoy some healthy debate in the Yahoo! Answers Food & Drink Q&A. http://answers.yahoo.com/dir/?link=list&sid=396545367