sma1bks  

[sma1bks] NCB 13 : From Angkor with Love (part 7)

Lusiana M. Hevita
Sun, 07 Mar 2010 21:19:13 -0800


KRAMA VS KAFIYEH

 

Sothea berjualan di Night Market bersama dengan suaminya,
hanya saja tempat jualan mereka terpisah. Siang hari, Sothea bekerja di Artisan
Angkor, semacam pusat kerajinan yang memproduksi berbagai benda seni, cidera
mata, pernak-pernik dan kain-kain sutera berkualitas tinggi. Untuk satu helai
scarf sutera dimulai dengan harga 20 dolar… Hmm, pantas lah karena kelasnya
butik. Sedangkan untuk kelas ‘night market’ cukup 5 dolar,  malahan di 
tempatnya Sothea 3 helai
cuma 13 dolar! (ini setelah di tawar-tawar dan dirayu-rayu ala cewek Indonesia
lho ya..hehehehe :)

Kamboja memiliki kain tradisional yang bernama Krama.  Krama adalah kain 
multifungsi. Bisa
dipakai untuk scraf, bandana, menutupi wajah dari sengatan matahari dan debu,  
dililitkan di leher, menggendong anak,
handuk mandi (ck..ck..ck..:), taplak meja, dan masih banyak lagi membantu
aktivitas bangsa Khmer sehari-hari lah. Wujudnya sendiri tidak beda dengan
scraft pada umumnya. Panjangnya kurang lebih satu meter, seperti selendang,
terbuat dari bahan katun maupun sutera. Motif tradisionalnya kotak-kotak kecil
hitam putih, mirip kafiyeh pejuang Palestina. Tapi sekarang motif dan warnanya
sudah dimodifikasi macam-macam.

Untuk satu helai Krama dari bahan katun harganya 8 dolar,
dan dari sutera bisa mencapai 40an dolar. Kalau di Night Market, 1 helai
dihargai 1 dolar, malahan 5 dolar bisa dapet 6! Pastinya kualitas bahannya
berbeda. Tapi lumayan, motif dan warnanya bagus dan siapa yang tahu kalau Krama
yang kita pakai dibeli di Night Market ataupun di butik Artisan Angkor…:)

Krama jadi sovenir paling populer di Kamboja. Para turis
menggunakannya sebagai scraf. Sothea sendiri tidak segan-segan mengajari
bagaimana melilitkan Krama di leher, sesuai dengan adat Khmer. Waah siapapun,
kalau melilitkan Krama kotak-kotak hitam putih di lehernya jadi kelihatan lebih
keren….. Sempet termehek-mehek liat dua orang bule cakep mengenakan
Krama…..uhuuuuiii…;)

Tren ini juga dipakai oleh Nidji, artis-artis Korea,
anak-anak muda/ABG pengikut fashion, dan
beberapa waktu lalu (th 2008) pernah terjadi ‘insiden’ pencabutan iklan Dunkin
Donat gara-gara bintangnya, Rachael Ray, melilitkan scraf mirip kafiyeh – yang
notabene simbol perjuangan Palestina – sebagai aksesoris, karena dikhawatirkan
akan ada image bahwa Dunkin men-support ‘teroris’. Weleh….

 

 

To be Continue







      
  • [sma1bks] NCB 13 : From Angkor with Love (part 7) Lusiana M. Hevita