http://genenetto.blogspot.com/2012/12/berniat-memperhatikan-anak-yatim-malah.html#more



THURSDAY, DECEMBER 13, 2012
Berniat Memperhatikan Anak Yatim, Malah Diperhatikan



Assalamu’alaikum wr.wb., 


Beberapa hari yang lalu, saya makan bersama anak teman saya yang sudah menjadi 
anak yatim.
Saya berusaha untuk sering bertemu dengan dia dan ajak pergi kalau saya ada 
waktu kosong. Hampir setiap minggu diajak jalan, sehingga sekarang kami menjadi 
cukup akrab.


Beberapa waktu yang lalu, dia tiba-tiba bertanya, “Om Gene suka mobil apa?” 
Saya asal jawab “BMW” sambil senyum. “Kenapa BMW?” Karena sejak kecil, saya 
sering dengar BMW itu mobil berkualitas tinggi dan teknologinya bagus, dan saya 
suka barang berkualitas. Selain itu, BMW juga kelihatan keren kalau lewat di 
jalan. Kenapa bertanya tentang itu?


Dia jawab. “Om Gene sering ajak saya jalan, tapi tidak punya mobil. Kasihan 
tidak punya mobil. Jadi saya sudah mendoakan terus agar bisa segera dapat BMW.” 
Ohh, begitu. Hahaha. Rumah dan uang juga tidak ada, tapi mobil saja yang dia 
pikirkan. Hahahaa!!.


Saya jawab bahwa kalau seandainya saya dapat sebuah BMW, saya tidak akan pakai. 
“Kenapa?” Saya bilang saya akan jual dan pakai uang untuk bayar hutang dan 
sisanya dipakai untuk anak yatim saja. Dia gelengkan kepala. “Nggak boleh. 
Harus dipakai Om!”


Lalu kita ketemu teman lain, yang mengerti tentang mobil. Jadi diskusi antara 
mereka tentang BMW, vs Mercedes Benz, vs Audi. Hahaha. Si anak bilang harus 
pakai SUV (mobil besar) bukan sedan karena Om Gene juga orang besar. Akhirnya 
teman itu usulkan CRV saja. Katanya lebih murah, lebih irit dan tidak begitu 
terkesan “mewah” seperti BMW atau Mercedes. Saya ditanya kalau setuju. Iya, 
setuju aja sih. 
Jadi sekarang doa anak yatim itu diralat: Allah diminta segera kirim CRV untuk 
Om Gene (bukan BMW lagi). Tapi ada syarat. Katanya nggak boleh dijual dan harus 
dipakai! Uang untuk anak yatim harus dapat dari tempat lain saja. Hahahaha!!!!


Imut banget anak yatim!!! Kalau sudah sering bertemu dengan anak yatim, bicara 
dengannya, melihatnya sebagai “anak asuh” dan siap memenuhi kebutuhannya, hanya 
karena Allah, maka insya Allah cepat atau lama, daripada kita yang 
memperhatikan anak yatim itu, malah DIA yang mulai MEMPERHATIKAN KITA.


Mana yang lebih enak? Mengajak anak yatim makan setahun sekali pada waktu buka 
puasa di rumah? Atau memberikan santunan ke panti sebulan sekali, tanpa ketemu 
anak yatimnya? Atau menjadi begitu dekat dengan satu atau beberapa anak sampai 
bukan hanya kita yang memperhatikan mereka, tapi mereka yang memperhatikan kita 
juga? Silahkan berpikir dan memilih sendiri.


Bagi saya, tidak ada yang lebih imut atau lebih mempesona daripada seorang anak 
yatim yang mulai menghitung-hitung kebutuhan kita, dan siap berdoa dengan 
sungguh-sungguh agar kita dapat apa yang kita butuhkan (seperti rezeki, 
kenaikan pangkat, mobil, rumah, kesehatan, kemudahan dalam bisnis, dan 
sebagainya). Bagaimana bisa tidak senyum kalau melihat seorang anak yatim 
menjadi sibuk dan sangat serius menghitung kebutuhan kita? Hahaha.  


Semoga bermanfaat,
Wassalamu’alaikum wr.wb.,
Gene Netto


Posted by Gene Netto at Thursday, December 13, 2012  

Kirim email ke