As Salamu 'alaikum wr. wb.,
Salam Sejahtera untuk kita semua.

Alhamdulillaah masih bisa menikmati Dirgahayu Republik Indonesia yang ke-68.

walau di sana-sini, kondisi Negara kita memprihatinkan.
namun bisa bertahan hingga usia ke-68, adalah karunia yang mesti disyukuri.

karena tidak banyak negara dengan situasi dan kondisi yang rumit macam 
Indonesia, bisa bertahan lebih dari 50 tahun. bisa kita lihat dari sejarah 
negara-negara yang sudah ada, termasuk di Abad 20-21 ini.

saya sekali lagi mengucapkan Alhamdulillaah,
persis seperti di Pembukaan UUD 45 kita, bahwa atas berkat Rahmat Allah swt,
dan dengan dorongan keinginan luhur, kita dikarunia dan meraih kemerdekaan.
benar-benar Allah, Tuhan Maha Esa dan Maha Kuasa, yang menjadi sandaran kita 
untuk meraih kemerdekaan.



Ada beberapa hal unik yang saya sadari, baik belakangan ini, mau pun dari 
beberapa waktu lalu, yaitu:

(1) Negara Gabon di Afrika sana, ternyata punya tanggal kemerdekaan yang sama, 
yaitu 17 Agustus.
dan sama-sama berada di Khatulistiwa. saya baru tahu dari membaca Kompas 
terbitan 16 Agustus 2013 kemarin.



(2) Perayaan Kemerdekan kita hampir selalu diiringi oleh Upacara Pengibaran 
Bendera dan Penurunan Bendera.
Namun umumnya orang lebih suka menonton dan menghadiri Upacara Pengibaran 
Bendera saja.
jarang yang memperhatikan Upacara Penurunan Bendera.

Apa ini tanda orang kita sering semangat di awal, tapi loyo di akhir, atau 
bahkan jarang istiqomah, konsisten untuk continue, berkesinambungan hingga 
akhir? Semoga bukan, dan semoga bangsa kita bisa menjadi orang yg memperhatikan 
siklus input - proses - output...atau tahapan awalan s/d akhiran, dan mau 
menjalaninya dgn sabar dan cermat.



(3) Perayaan Kemerdekaan kita hampir selalu diiringi oleh permainan, 
adu/perlombaan.
Tapi jarang yg diiringi dgn renungan, atau ziarah kubur ke makam pahlawan, 
mendoakan para pahlawan kita yg telah gugur meraih dan mempertahankan 
kemerdekaan.

membuat bahagia orang yg masih hidup, menjalin ikatan sosial, persatuan, jelas 
hal bagus.
tetapi memperhatikan yg telah wafat, mengorbankan nyawanya demi merebut/meraih 
kemerdekaan, mempertahankan kemerdekaan, dan mengisi kemerdekaan...jelas hal 
yang harus kita perhatikan dan lakukan juga.

dan tentunya kita ingin para pahlawan yg telah meninggal, terhibur juga oleh 
doa yang kita panjatkan, kita kirim untuk mereka. sehingga semua orang, baik 
yang masih hidup mau pun yg telah meninggal, berbahagia atau minimal terhibur, 
pada event/momentum Perayaan Kemerdekaan.



(4) Suka atau tidak, Perlombaan yang mengisi acara Perayaan Kemerdekaan kita, 
merupakan modal sosial.
bahkan bisa dikatakan semacam team building, yang sering diimplementasikan dlm 
tahapan awal project, agar project bisa diimplementasikan sesuai target, dengan 
modal tim yang tangguh dan solid.

mestinya kita sadari akan hal ini, dan didayagunakan, dimanfaatkan utk semangat 
membangun bangsa dan negara ini. semangat yg terbangun pd perlombaan, bisa juga 
dimanfaatkan utk kegiatan yg lebih serius.

dan mungkin juga, ada event berkesinambungan, PON dipindahkan, dirubah jadi 
musim kompetisi yang endingnya bertepatan dgn event/momentum Perayaan 
Kemerdekaan (kalau ini sih ide pribadi semata =P ) . 

Soalnya beberapa hari lalu, saya baca (lupa baca di mana, apakah koran atau 
situs internet macam blog, koran online), bahwa Olimpiade itu awalnya diadakan 
di salah satu negara di Eropa, kalah salah di Perancis, untuk menumbuhkan 
semangat perjuangan dan persatuan , setelah negaranya kalah perang. Jadi kalau 
Perancis bisa, mengapa kita tidak menirunya?



(5) anak-anak dan turis (orang Asing), umumnya "lebih Nasionalis" dari orang 
Indonesia yang sudah berusia dewasa. 

Keponakan dan anak saya, sangat suka dengan siaran Upacara Pengibaran Bendera. 
Bahkan keponakan saya dulu pd thn 2007, sempat marah-marah dan menangis , 
lantaran tidak bisa mengikuti Upacara Pengibaran Bendera, karena mesti ke 
klinik utk cek darah, lantaran didiagnosa gejala DBD.

Anak-anak, bahkan orang asing, menyukai lagu-lagu perjuangan, lagu Nasional 
kita. Komentarnya beragam, dari membangkitkan semangat, aransemen yang bagus, 
hingga lirik yang menggugah. Tetapi kita yang berusia dewasa, cenderung abai, 
cuek...acuh tak acuh dgn lagu-lagu tsb. Bahkan bisa jadi mulai lupa liriknya, 
tidak bisa menyanyikannya.

Jujur saja, kelemahan ini, kritikan ini pun terjadi pada diri saya pribadi. 
Mengapa dulu saya ketika kecil , begitu menghargai simbol perjuangan Nasional 
melalui lagu-lagu tsb...tetapi kini setelah dewasa, malah mengabaikannya. 
Bahkan orang Asing jauh lebih menghargai, ketimbang saya pribadi. 


(6) Karena curahan isi hati terkait kemerdekaan, ternyatakan dalam Pembukaan 
UUD 45 / Pembukaan Piagam Jakarta...yaitu adanya ruh, jiwa akan keberagamaan, 
menyandarkan diri terhadap Rahmat Allah....dan ruh, jiwa utk menegakkan 
adab/akhlak, moral luhur dlm meraih impian bangsa dan Negara Indonesia 
ini....maka Nasionalisme kita adalah Nasionalisme yang berjiwa spiritual, 
berjiwa agamis, bermoral luhur.

Tidak ada istilah, "Benar atau Salah, adalah negaraku". Tidak ada semangat 
chauvinisme, Ultra-Nasionalis yang membabi-buta, macam yg muncul di Eropa 
dahulu, sehingga mencetuskan imperialisme dan kolonialisme, atau pun pencetus 
PD I dan PD II. 

Tidak boleh ada kepatuhan membabi-buta kpd rezim penguasa, yg mengabaikan nilai 
dan semangat di atas, yg terumuskan dlm Pancasila. Tidak boleh terjadi ABS 
(Asal Bapak Senang) yg pernah membuat bangsa dan negara kita tergelincir, 
bahkan terjerambab dlm kemunduran akhlak/moral dan kondisi PolEkSosBudHanKam. 
Mestinya cukup sudah pengalaman kita di Orde Lama dan Orde Baru.



6 Hal unik di atas, merupakan renungan saya pribadi di Dirgahayu Indonesia 
ke-68, yang saya ingin berbagi dengan rekan-rekan sekalian. ini merupakan 
kritikan dan saran utk saya pribadi, dan mungkin bermanfaat juga utk 
rekan-rekan sekalian.

Semoga berkenan dan memberi inspirasi.
mohon maaf atas segala kekurangan dan hal yg kurang berkenan di hati-hati rekan 
sekalian.

Akhirul Kalam....
Merdeka, dan Alhamdulillaah.

Best Regards and Wassalam - Nugon (Nugroho Laison)

(yg coba connect dari rumah, dgn koneksi yg tdk stabil, sebelum cuti 2 minggu 
dari kantor dan dari dunia online, lantaran urusan renovasi rumah =) .... 
sekali lagi Alhamdulillaah, masih bisa connect)

Kebanyakan sumber permasalahan adalah cara berkomunikasi!!!  

Kirim email ke