smunjupan-list  

about dioxin

Danardono Dwi Antono
Fri, 18 Jun 1999 07:33:13 -0700

Yth, rekan-rekan sekalian,

berikut ini ada artikel tentang dioxin yang sedang jadi bahan
perbincangan
di berbagai negara termasuk Indonesia.

salam
Danardono Dwi Antono

-------------------------------------------------------------------------

Ancaman Dioksin Bagi Kesehatan Manusia

Oleh: FG Winarno

Dunia perdagangan dan industri pangan digoyang secara kencang oleh kasus

kontaminasi dioksin yang
mulai merebak dari daratan Eropa, khususnya dari Belgia, Belanda dan
sekitarnya. Kontaminasi dioksin
telah melanda produk daging, susu, telur, dan ikan, sehingga negara
pengimpor produk-produk tersebut
telah melakukan pencegahan dengan melarang impor serta penyebaran dan
pemasaran produk tersebut
kepada masyarakat di berbagai toko swalayan di kota-kota besar di dunia.

Singapura relatif cepat bertindak dan tanggap menanggapi ancaman dioksin

tersebut. Di Indonesia
sendiri, pemerintah, melalui Direktorat Jenderal POM pada pertengahan
Juni, telah juga melakukan hal
yang sama yaitu melarang impor daging dari Belgia dan negara sekitarnya.

Meledaknya kasus keracunan dioksin, mirip kasus keracunan DDT yang
menggemparkan dunia di tahun
1960-an. EPA (Environment Protection Agency) Amerika Serikat
mengungkapkan, dioksin dianggap
begitu berbahaya sehingga tidak ada kadar yang dianggap ''aman'' ekspose

dioksin bagi manusia.

Dioksin, dianggap sebagai senyawa organik hasil ulah manusia yang paling

beracun. Keracunannya hanya
menempati nomor dua setelah keracunan limbah radioaktif yang mengerikan
itu.

Apa Itu Dioksin?

Dioksin adalah nama senyawa yang diberikan pada suatu kelompok senyawa
kimia yang bersifat
super-toxic, yang jumlahnya ratusan, yang keberadaannya sangat
mengganggu dalam lingkungan hidup.
Senyawa dioksin yang paling beracun adalah 2, 3, 7, 8
tetraklorodibenzon-p-dioksin atau TCDD. Daya
keracunan dari senyawa dioksin lainnya seperti PCB (Poliklorit Bifenils)

yang bertingkah laku
menyerupai dioksin, diukur dan disetarakan secara relatif terhadap TCDD.

Dioksin terbentuk secara tidak sengaja sebagai produk samping dari
proses industri kimia yang
melibatkan klorin, termasuk di dalamnya proses pembakaran sampah
insinerasi, produksi samping
industri pembuatan pestisida dan pulp serta proses pemutihan (bleaching)

kertas. Dioksin merupakan
senyawa racun utama yang terdapat dalam Agent Orange, yang ditemukan
pada Love Canal di Niagara
Fall, Amerika Serikat, yang mengakibatkan penduduk setempat
berbondong-bondong meninggalkan
daerah tersebut.

Dioksin dibentuk sewaktu terjadinya pembakaran senyawa yang berbasis
klorin dengan hidrokarbon.
Dalam praktiknya, sumber kontaminasi utama dari dioksin berasal dari
lingkungan yaitu sebanyak 95
persen berasal dari insinerator hasil pembakaran limbah atau sampah yang

mengandung klorin.

Sumber utama ekspose dioksin bagi kesehatan manusia berasal dari bahan
pangan. Karena dioksin
bersifat larut dalam lemak, maka terakumulasi dalam pangan yang relatif
tinggi kadar lemaknya.
Kandungan dioksin tersebar (97,5 persen) ke dalam produk pangan secara
berurutan konsentrasinya
yaitu daging, produk susu, susu, unggas, daging babi, daging ikan, dan
telur. Pada daging ikan saja,
dioksin dapat terakumulasi dalam rantai pangan, sehingga tingkat kadar
dioksinnya mencapai 100.000
kali dari kadar dioksin yang terdapat dalam lingkungan sekitarnya.

Dioksin dikenal sebagai senyawa hidrofobik (tidak akur dengan air).
Artinya bila dioksin berada di air,
akan menghindari air dan mencari tempelan atau masuk ke dalam tubuh
ikan. Demikian juga halnya
mekanisme cara pencemaran pada binatang liar. Dioksin akan mencari
binatang untuk ditempeli dan
dimasuki.

Yang sangat disayangkan, manusia tidak memiliki piranti dan mekanisme
yang mampu memusnahkan
dioksin di dalam tubuhnya dan membiarkan saja pecah sendiri menurut
waktu paruh pemecahan secara
alamiah (chemical half time).

Para wanita, di pihak lain memiliki daya dan kemampuan khusus untuk
mengeluarkan dioksin dari
tubuhnya yaitu dengan cara melepaskan dioksin keluar tubuh melalui dua
cara yaitu dilepaskan melalui
plasenta masuk ke dalam janin yang sedang tumbuh. Yang kedua, dioksin
pada wanita sedang menyusui
berada dalam ASI (air susu ibu), yang dilepaskan bila sedang menyusui
bayinya sehingga sangat
membahayakan sang bayi itu sendiri.

Kadar dioksin yang disampaikan oleh

EPA (USA) dalam satuan pg/hari

Daging 38 Ikan 7,8

Produk susu 24 Telur 4,1

Susu sapi 17,6 Pernapasan 2,2

Unggas 12,9 Tanah 0,8

Daging babi 12,2 Air tidak ada

Total ekspose sekitar 119 pg/hari; pg = pycogram = 10 pangkat -12 gram

Seperti halnya dengan pestisida DDT, dioksin terakumulasi dalam sel-sel
lemak ternak, dan kemudian
muncul di dalam daging dan susu. Di alam lingkungan, dioksin ''tahan
banting'' tidak mudah rusak dan
dikeluarkan dari tubuh secara sangat lamban.

Dioksin merupakan ancaman yang sangat serius bagi kesehatan manusia,
karena pengaruh negatifnya
sudah dapat dicapai hanya pada dosis yang sangat rendah yaitu beberapa
part per trillum dalam lemak
tubuh kita.

Dioksin merupakan senyawa yang mampu mengacaukan sistem biologis hormon,

yaitu dengan cara
bergabung dengan kaseptor hormon, sehingga mengubah fungsi dan mekanisme

genetis dari sel, dan
mengakibatkan pengaruh yang sangat luas, yaitu dari timbulnya kanker,
sampai mampu menurunkan
daya kekebalan tubuh serta kekacauan sistem urat saraf, keguguran
kandungan, malahan dapat
berakibat cacad kelahiran (birth deformity). Dioksin secara langsung
mampu menurunkan sel B dan
secara tidak langsung menurunkan jumlah sel T yang berperan dalam daya
kekebalan tubuh.

Karena mampu mengubah fungsi genetika sel, jadi dapat menyebabkan
timbulnya penyakit genetis dan
dapat mempengaruhi pertumbuhan anak. Dalam hal dioksin, tidak ada dosis
threshold. Dalam
konsentrasi terendah pun mampu menyebabkan kerusakan. Tubuh kita tidak
memiliki mekanisme untuk
menanggulanginya.

Dari hasil evaluasi EPA (1994), telah dikonfirmasikan bahwa dioksin
merupakan senyawa organik yang
paling beracun yang manusia pernah ketahui, pengaruhnya sangat negatif
terhadap risiko kesehatan,
bahkan dengan dosis yang sangat kecil yaitu 10-15 ppt (part per
trillion), yang terakumulasi selama
hidup. Berdasarkan hal tersebut, EPA menetapkan dosis dioksin yang masih

''dapat diterima'' adalah
sekitar 0,006 pikogram (seper juta-juta gram) per kilogram berat badan,
atau sekitar 0,40 pikogram
untuk seorang dewasa.

Dioksin sangat jarang terdapat dalam alam, sebagian besar dioksin
berasal dan datang dan bersumber
dari manusia. Sejarah mengapa dioksin mulai terakumulasi ke dalam
lingkungan hidup yaitu ketika
founder perusahaan Dow Chemical (Midland, Michigan) menemukan suatu cara

membelah molekul
garam dapur (NACl) sehingga pecah menjadi atom-atom natrium dan atom
klorin.

Dengan demikian, hal itu menjadi tonggak sejarah pertama kali manusia
mampu menghasilkan jumlah
klorin bebas secara besar-besaran. Disebut klorin bebas karena tidak
melekat pada senyawa atau atom
lain. Pada awalnya, mereka kebingungan mau diapakan klorin bebas
tersebut, yang merupakan limbah
yang tidak tahu kegunaannya dan bersifat berbahaya.

Namun tidak lama kemudian, mereka menemukan pemanfaatan limbah tersebut
menjadi produk yang
berguna dengan cara menempelkan atom-atom klorin pada molekul petrokimia

hidrokarbon, dan
akibatnya, selama tahun 1930-1940-an terciptalah berbagai produk
klorinat-hidrokarbon. Lahirnya
senyawa baru tersebut, mampu meningkatkan perkembangan berbagai produk
jenis pestisida yang saat
ini berkembang mendampingi kehidupan manusia, di samping berkembang pula

berbagai jenis pelarut,
serta plastik yang dapat dihasilkan dari klorin bebas tersebut.

Sangat disayangkan, pada saat klorinat-hidrokarbon tersebut diproses di
pabrik, atau dibakar dalam
insinerator, terbebaskan produk hasil samping yang sangat tidak
dikehendaki, yaitu dioksin, suatu jenis
keluarga senyawa kimia beracun yang paling beracun yang pernah
dipelajari dan diketahui manusia.

Seirama dengan kemajuan industri dan penggunaan bahan organik yang
terklorinasi dan plastik (PVC),
herbisida dan insektisida di suatu negara, maka dalam tubuh manusia
setempat semakin tinggi
kandungan dioksinnya. Selama 40 tahun terakhir, seperti kita ketahui,
perkembangan jenis industri
tersebut di atas memang terasa sangat dramatis.

Suatu contoh, ternyata lingkungan hidup kita dikitari serba plastik PVC,

mulai dari phonograph records
sampai penutup tempat duduk mobil, insulasi kawat listrik, botol-botol
sampo, sampai tas tangan,
pipa-pipa air dan wall paper, sebagian benda-benda tersebut terdiri dari

senyawa PVC atau senyawa
organik yang terklorinasi. Bila senyawa tersebut dimanufaktur atau
dibakar, terbentuklah dioksin
sebagai produk samping.

Pada 20 tahun terakhir, masyarakat mulai membakar sampah-sampah
keluarga, demikian halnya dengan
sampah industri serta sampah medis, dibakar bersama dalam insinerator.
Dioksin yang terbentuk
selama pembakaran, masuk ke dalam udara bersama abu-abu yang
beterbangan, kemudian mengendap
pada tanaman, kebun-kebun tanaman pangan, kemudian dikonsumsi oleh
ternak, sapi, babi, dan ayam
akhirnya dikonsumsi manusia. Di samping itu, dioksin yang jatuh dari
udara masuk ke dalam danau,
sungai, dan laut.

Apa Yang Diperlukan?

Apakah masyarakat perlu resah, dengan timbulnya kasus dioksin? Berikut
kami sampaikan data dan
informasi dari negara maju, khususnya Amerika Serikat sebagai
pertimbangan. Daging ternak, terutama
daging sapi dan babi termasuk daging yang paling tinggi kandungan
dioksinnya. Karena alasan usaha
mengurangi konsumsi produk tersebut, dilihat dari segi keamanan pangan
dianggap langkah bijaksana.
Meskipun daging ayam memiliki kadar dioksin terendah, tetapi masih cukup

bermakna dalam
mengganggu kesehatan manusia. Yang jelas produk nabati, seperti tahu,
tempe, biji-bijian,
kacang-kacangan masih dianggap paling praktis dan aman karena biasanya
tidak terkontaminasi oleh
dioksin.

Bila ingin mengkonsumsi susu, pilihlah mengkonsumsi susu skim (non fat),

hindari semua produk susu
yang penuh lemak, seperti mentega, keju dan ice-cream. Untuk golongan
menengah ke bawah hal itu
sudah tiap hari dilakukan.

Hindarkan diri dari sentuhan bahan organik yang mengandung ''kloro''
yang dapat dikenali dari bagian
namanya seperti pengawet kayu pentoklorofenol, yang barangkali merupakan

salah satu bahan kimia
yang terdapat dalam alat rumah tangga yang tinggi potensinya dalam
kandungan dioksin. Hindarkan
chlorine bleach product (sodium hipoklorit), gunakan kertas yang tidak
di-bleach.

Mainan anak yang terbuat atau dikemas dalam PVC (label V atau
#3-plastic) sebaiknya dihindarkan dari
anak. Mainan anak yang mengandung beads PVC, sering menyebabkan penyakit

kanker dari uap
vinilklorit yang diproduksi, produk tersebut sering juga terkontaminasi
dioksin. Hindarkan dari
penggunaan saran wrap, atau cling-type plastic wrap. Kini banyak
pembungkus aman yang disebut
non-chlorinated plastic.

Disarankan agar mencuci semua buah-buahan dan sayuran untuk membuang
residu pestisida
klorofenol. Hindarkan diri dari deodorant soap, atau yang mengandung
triklosan, suatu senyawa
klorofenol. Salah satu usaha untuk mereduksi ancaman dioksin adalah
cegah pembakaran sampah,
pelarangan industri manufaktur PVC dan senyawa kimia klorinat lain.
Tekan dengan peraturan
pemasaran produk-produk yang berpotensi tinggi terkontaminasi dioksin.

Sebagai langkah preventif, larangan Dirjen POM terhadap impor produk
daging, ayam dan telur dari
Eropa, perlu mendapat dukungan oleh mereka yang peduli terhadap keamanan

pangan dan hidup sehat.
Pemerintah pasca-pemilu diharapkan lebih peduli dan serius terhadap
keamanan pangan bagi
manusia.***

Penulis adalah Guru Besar IPB, Bogor
  • about dioxin Danardono Dwi Antono