yuniningsih
Thu, 16 Mar 2006 05:01:56 -0800
Lalu, kucium tangannya, kumohon ampun dan maaf. Kuhadiahkan senyuman untuknya. Katanya, senyumku jika sehabis aku menangis, membuatku semakin cantik! Ahhh....dia pandai mengambil hatiku. Aku semakin sayang padanya. Nampaknya hatiku masih belum sepenuhnya terikat dengan Allah. Lantaran itulah aku masih belum mampu menyerahkan seluruh kasih sayang, kesetiaan dan ketaatan hanya untuk suami.
"Isteri yang paling baik ialah apabila kamu memandangnya, kamu merasa senang, apabila kamu menyuruh, dia taat dan apabila kamu berpergian, dia menjaga kehormatannya dan hartamu." Aku teringat akan potongan hadis itu. Aku ingin menyandang predikat sebagai isteri solehah. Aku ingin melakukan segala hal yang menyenangkan suamiku. Tuturku ku lapis dengan sebaik mungkin agar tidak tersakiti hatinya dengan perkataanku. Kuhiaskan wajahku hanya untuk tatapannya semata. Makan minumnya kujaga dengan sempurna. Biarpun aku juga sibuk lantaran aku juga berkerja. Pernah sekali, aku mengalirkan air mata lantaran aku terlalu penat menguruskan rumah tangga apabila kembali dari kerja. Segalanya harus ku urusi. Aku merasa seperti dia tidak memahami kepenatanku, sedangkan kami sama-sama memerah keringat mencari rezekiNya. Namun, aku teringat akan kisah Siti Fatimah, puteri Rasulullah yang menangis kerana terlalu penat menguruskan rumah tangga. Aku teringat akan besarnya pahala seorang isteri yang menyiapkan segala keperluan suaminya. Hatiku menjadi sejuk sendiri. "Ya Allah, aku lakukan segala ini ikhlas keranaMu. Aku ingin mengejar ridha suamiku demi untuk mengejar ridhaMu. Berilah aku kekuatan, Ya Allah "Rein baik, cantik. Abang sayang Rein." Ungkapan itu tak pernah lepas dari bibirnya. Membuatkan aku terasa benar-benar dihargai. Tidak sia-sia pengorbananku selama ini. Betapa bahagianya menjadi isteri yang solehah. Kehidupan yang ku lalui benar-benar penuh makna, apatah lagi dengan kehadiran 2 orang putera dan seorang puteri. Kehadiran mereka semakin melengkapi kebahagiaanku. Kami gembira dan bersyukur kepada Allah atas nikmat yang dikurniakanNya kepada kami. Namun, pada suatu hari, aku telah dikejutkan dengan permintaannya yang tidak terduga. "Rein.....abang ada sesuatu yang ingin abang bicarakan dengan Rein." "Apa itu abang?" tanyaku kembali. Aku menatap wajahnya dengan penuh kasih. "Rein isteri yang baik. Abang sangat bahagia dengan Rein. Abang bersyukur punya Rein sebagai isteri," bicaranya terhenti setelah itu. Aku tersenyum. Namun benakku dihinggapi persoalan. Pasti bukan hanya itu? "Apakah abang ada masalah?" Aku coba menerka. "Tidak Rein. Sebenarnya......," bicaranya terhenti lagi. Menambah keheranan dan menambahkan kerisauan di hatiku. Entah apa yang ingin diucapkannya. ~ Keep Amar Ma'ruf Nahi Munkar on the Net, euy! ~ -- Official Website : http://www.sobat-azzam.info Contact : admin at sobat dash azzam dot info Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/sobat-azzam/ <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [EMAIL PROTECTED] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/