sobat-azzam  

sobat-azzam : Lembar Terlepas edisi CXXIII (Duhai Ukhti, Hapuslah Air Matamu - 2/5)

yuniningsih
Thu, 16 Mar 2006 05:01:56 -0800

Lalu, kucium tangannya, kumohon ampun dan maaf. Kuhadiahkan senyuman untuknya. 
Katanya, senyumku jika sehabis aku menangis, membuatku semakin cantik! 
Ahhh....dia pandai mengambil hatiku. Aku semakin sayang padanya. Nampaknya 
hatiku masih belum sepenuhnya terikat dengan Allah. Lantaran itulah aku masih 
belum mampu menyerahkan seluruh kasih sayang, kesetiaan dan ketaatan hanya 
untuk suami.

"Isteri yang paling baik ialah apabila kamu memandangnya, kamu merasa senang, 
apabila kamu menyuruh, dia taat dan apabila kamu berpergian, dia menjaga 
kehormatannya dan hartamu."

Aku teringat akan potongan hadis itu. Aku ingin menyandang predikat sebagai 
isteri solehah. Aku ingin melakukan segala hal yang menyenangkan suamiku. 
Tuturku ku lapis dengan sebaik mungkin agar tidak tersakiti hatinya dengan 
perkataanku. Kuhiaskan wajahku hanya untuk tatapannya semata. Makan minumnya 
kujaga dengan sempurna. Biarpun aku juga sibuk lantaran aku juga berkerja. 
Pernah sekali, aku mengalirkan air mata lantaran aku terlalu penat menguruskan 
rumah tangga apabila kembali dari kerja. Segalanya harus ku urusi. Aku merasa 
seperti dia tidak memahami kepenatanku, sedangkan kami sama-sama memerah 
keringat mencari rezekiNya. Namun, aku teringat akan kisah Siti Fatimah, puteri 
Rasulullah yang menangis kerana terlalu penat menguruskan rumah tangga. Aku 
teringat akan besarnya pahala seorang isteri yang menyiapkan segala keperluan 
suaminya. Hatiku menjadi sejuk sendiri. "Ya Allah, aku lakukan segala ini 
ikhlas keranaMu. Aku ingin mengejar ridha suamiku demi untuk mengejar ridhaMu. 
Berilah aku kekuatan, Ya Allah

"Rein baik, cantik. Abang sayang Rein." Ungkapan itu tak pernah lepas dari 
bibirnya. Membuatkan aku terasa benar-benar dihargai. Tidak sia-sia 
pengorbananku selama ini. Betapa bahagianya menjadi isteri yang solehah.

Kehidupan yang ku lalui benar-benar penuh makna, apatah lagi dengan kehadiran 2 
orang putera dan seorang puteri. Kehadiran mereka semakin melengkapi 
kebahagiaanku. Kami gembira dan bersyukur kepada Allah atas nikmat yang 
dikurniakanNya kepada kami.

Namun, pada suatu hari, aku telah dikejutkan dengan permintaannya yang tidak 
terduga.

"Rein.....abang ada sesuatu yang ingin abang bicarakan dengan Rein."

"Apa itu abang?" tanyaku kembali. Aku menatap wajahnya dengan penuh kasih.

"Rein isteri yang baik. Abang sangat bahagia dengan Rein. Abang bersyukur punya 
Rein sebagai isteri," bicaranya terhenti setelah itu.

Aku tersenyum. Namun benakku dihinggapi persoalan. Pasti bukan hanya itu?

"Apakah abang ada masalah?" Aku coba menerka.

"Tidak Rein. Sebenarnya......," bicaranya terhenti lagi. Menambah keheranan dan 
menambahkan kerisauan di hatiku. Entah apa yang ingin diucapkannya.





~ Keep Amar Ma'ruf Nahi Munkar on the Net, euy! ~

--
Official Website : http://www.sobat-azzam.info
Contact : admin at sobat dash azzam dot info 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/sobat-azzam/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 


  • sobat-azzam : Lembar Terlepas edisi CXXIII (Duhai Ukhti, Hapuslah Air Matamu - 2/5) yuniningsih