Zaki Akhmad
Fri, 16 Dec 2005 08:13:22 -0800
Sori, judulnya cuma dibuat supaya menarik. Yang jelas tidak ada hubungannya sama sekali dengan film. Garis merah topik ini adalah saya ingin mempertanyakan kemampuan Matematika bagi bangsa Indonesia secara umum. Sebelum diskusi dilanjutkan, saya ingin menegaskan bahwa Matematika ternyata *tidak sama* dengan Menghitung. Sayang sekali, saya baru mengerti ternyata Matematika dan Menghitung itu berbeda ketika saya kuliah Kalkulus di tingkat pertama kuliah. Ah, sudah terlambat sekali saya! Kala SMA saya termasuk yang jarang belajar kalau mau ujian Matematika. Tapi kalau ujian Biologi, saya bakal mencari segala macam cara supaya hafalan sebanyak itu bisa masuk di kepala minimal sehari ketika ujian berlangsung. Ah, saya masih susah sekali (atau malas?) untuk menghafal. Kembali ke kuliah Kalkulus. Ketika ujian Kalkulus, saya bingung. Kok ujian Matematika tidak perlu membawa kalkulator? Kok tidak ada angka-angka dalam ujian? Mengapa soal Kalkulus beda sekali dengan soal Matematika waktu saya SMA? Jadilah timbul pertanyaan-pertanyaan dalam otak saya. Apakah ada yang salah dalam saya cara saya belajar Matematika? Jangan-jangan saya yang lemot dalam belajar Matematika waktu SMA? Atau dosen Kalkulus tidak pandai mengajar? Atau pertanyaan yang lebih filosofis muncul: ternyata Matematika tidak sama dengan Menghitung! Pertanyaan terakhir, terjawab! Sang dosen Kalkulus di depan kelas berkata, "Menghitung itu pekerjaan kasar. Matematika tidak sama dengan Menghitung". Wah saya jadi kaget benar! Tapi saya simpan saja dulu kata-kata dosen saya itu. Yang jelas, pondasi ilmu Matematika saya seperti hancur lebur. Kenapa Matematika penting? Saya pikir inilah salah satu alasan mengapa India bisa maju di bidang IT. Saya beri link dulu tulisan salah satu teman saya mengenai dunia Matematika dan India. http://ariefindo.blogspot.com Teman saya, Arief Yudhanto, sepertinya memiliki kemampuan Matematika yang lebih baik daripada saya. Tulisannya juga cukup bagus dan enak dibaca. India punya Ramunajan sebagai tokoh Matematika. Lalu, CMIIW, Code Book: the secret history of codes & code-breaking, juga ditulis oleh orang India, Simon Singh. Ternyata Matematika sangat penting. Maths are everywhere. Bagi yang punya hobi fotografi, secara tidak sadar Matematika hadir disana. Dalam bentuk diafragma, speed, ASA film, Matematik hadir dalam fotografi. Di musik ada birama dan ketukan. Di dunia kriptografi, Matematika muncul lagi *sigh*. Di dunia programming, juga ada. Yang jelas, sampai sekarang saya belum tahu bagaimana caranya membaca buku The Art of Programming-nya Knuth. *sigh kuadrat :D* Ada yang bisa memberikan saya pencerahan tentang dunia Matematika di Indonesia? Apa yang salah? Apa yang benar? Ditinjau dari sisi historis, apakah India bisa memiliki kemampuan Matematika yang lebih baik gara-gara dijajah Inggris? Dan gara-gara Indonesia dijajah Belanda (dan Jepang), kemampuan Matematika-nya rendah? Bagaimana kalau Indonesia dulu tidak dijajah? Atau bagaimana kalau dulu Indonesia menjajah? :D Saya sudah berusaha mencari buku-buku populer soal bedanya Matematika dan Menghitung. Tapi sampai saat ini belum menemukannya. Jadinya sekarang malah "nantang" teman dari Matematika untuk menulis buku seperti itu. Zaki Akhmad http://www.zakiakhmad.info