thebadkalong  

[B4dKaLonG] HP dan KAMBING

taufik ---
Wed, 13 Dec 2006 17:50:45 -0800

        Ali Budiman

      12/13/06 11:25 AM
     
      To: 

      cc: (bcc: Achmad Taufik/toshiba-tjp)

      Subject: FW: HP dan KAMBING
     



Assalamu'alaikum Wr. Wb.

Pengorbanan yang menunjukan Kecintaan dan Pengharapan Keridho-an dari yang kita 
cintai,

berat, mungkin ya ..., 

tapi untuk yang kita Cintai smua trasa indah, dan ternikmati dengan segala 
kesulitannya . .. 

Begitu ngga ya .. (bagi yang punya pengalaman, mohon berbagi, agar menjadi 
Ibrah / Pelajaran)

Smoga membulatkan niat kita ....

Keutamaan qurban dijelaskan oleh sebuah hadist A'isyah, Rasulullah shallallahu 
'alaihi wa sallam bersabda, 

"Sebaik-baik amal bani Adam bagi Allah di hari Idul Adha adalah menyembelih 
qurban. 

Di hari kiamat hewan-hewan qurban tersebut menyertai bani Adam dengan 
tanduk-tanduknya, tulang-tulang dan bulunya, 

darah hewan tersebut diterima oleh Allah sebelum menetes ke bumi dan akan 
membersihkan mereka yang melakukannya" (HR. Tirmizi, Ibnu Majah)

"Tidak beriman kepada-Ku seorang yang tidur malam dalam keadaan kenyang, 
sementara tetangganya lapar dan dia mengetahui" 

(HR. Bazzar dan Thabarani, Hadis Hasan)

"Di masa Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam, ada seorang berqurban dengan 
seekor kambing untuknya dan keluarga-nya".

(HR Ibnu Majah dan AtTirmidzi dan dishahihkannya dan dikeluarkan Ibnu Majah 
semisal hadits Abu Sarihah dengan sanad shahih)

Wassalamu'alaikum Wr. Wb.

----- Forwarded by Ali Budiman/toshiba-tjp on 12/13/2006 11:19 AM -----

        Hery Siswanto

      12/13/2006 10:56 AM
     
      To: Ali Budiman/[EMAIL PROTECTED], Akhmad Taslim/[EMAIL PROTECTED], Agus 
Nugraha/[EMAIL PROTECTED], Munzir/[EMAIL PROTECTED], Nurzati/[EMAIL PROTECTED], 
Tatang Supriatna/[EMAIL PROTECTED], Nurzati/[EMAIL PROTECTED], Taufiq 
Hidayat/[EMAIL PROTECTED], Uis Alqarni/[EMAIL PROTECTED], Ton Sulistyono/[EMAIL 
PROTECTED], Pardis Munandar/[EMAIL PROTECTED], Rellyan Bayu/[EMAIL PROTECTED], 
Hendrico Nevaldy/[EMAIL PROTECTED], Benny Irawan/[EMAIL PROTECTED], Rua 
Priana/[EMAIL PROTECTED], Mochammad Yasin/[EMAIL PROTECTED], Suparmo/[EMAIL 
PROTECTED], Yudhi Hernawan/[EMAIL PROTECTED], Nuraini/[EMAIL PROTECTED], Buyung 
Kusuma/[EMAIL PROTECTED], Toni Hermawanto/[EMAIL PROTECTED], Solihin/[EMAIL 
PROTECTED], Awaluddin/[EMAIL PROTECTED], David/[EMAIL PROTECTED], Edi 
Lubis/[EMAIL PROTECTED], Yuni Anggraini/[EMAIL PROTECTED], Agus Setianto/[EMAIL 
PROTECTED], Tjpfa Fa/[EMAIL PROTECTED], Jufri/[EMAIL PROTECTED], Teddy 
Royvic/[EMAIL PROTECTED], Yoseliza Aris/[EMAIL PROTECTED], Sugeng 
Raharjo/[EMAIL PROTECTED], TjpMfm Mf/[EMAIL PROTECTED], Munadi/[EMAIL 
PROTECTED], Rojikin/[EMAIL PROTECTED], Triyana/[EMAIL PROTECTED], 
Refinardi/[EMAIL PROTECTED], Imam Zamachsari/[EMAIL PROTECTED], Nurjaib/[EMAIL 
PROTECTED], Nurrita Hany/[EMAIL PROTECTED], Fauzi Arif/[EMAIL PROTECTED], 
[EMAIL PROTECTED]

      cc: 

      Subject: FW: HP dan KAMBING
     







HP dan KAMBING

Kututup hidung ketika melewati kerumunan kambing. Baunya yang menyengat

ternyata tidak mengganggu penjualnya.

Dalam hati sempat juga ngedumel sich "Nih orang mau jualan kambing gak

melihat-lihat tempat apa?

Masak jual hewan yg bau itu di dekat kios-kios elektronik. Kenapa nggak

sekalian aja jualan di dalam mall?" gerutuku dalam hati.

Orang yang lalu lalang, ada yang cuek, ada yang menutup hidung, ada juga

yang justeru menghampiri hewan bau itu.

Kupercepat langkah kakiku melewati tempat tersebut, mataku menatap lurus ke

depan, tepat ke sebuah kios penjual HP.

Memang kios itulah yang menjadi tujuanku ke tempat ini.

Kuraba saku celana, masih tersimpan HP type lama yang sudah 5 tahun aku

gunakan.

Sebenarnya HP tersebut tidak bermasalah, masih layak untuk di gunakan, baik

bertelepon maupun ber-SMS.

Tetapi untuk saat ini, HP tersebut sangatlah "tidak layak" digunakan di

tempat umum.

Sering saat aku berangkat atau pulang kantor menggunakan KRL menyaksikan

penumpang

yang menggunakan HP terkini, canggih, suara polyphonic, ada radio, MP3

bahkan kamera foto & video.

Suaranya merdu sekali saat ada telepon masuk, bisa lagu klasik ataupun lagu

pop yang sedang top dari penyanyi papan atas.

Sering aku ikut melantunkan dalam hati lagu yang kebetulan aku tahu dan

seakan ingin agar pemiliknya tidak segera mengangkat

telepon tersebut agar aku bisa lebih lama mendengarkan lagu yang sedang di

gandrungi banyak orang itu.

Memang luar biasa perkembangan teknologi saat ini, satu alat bisa mewakili

berbagai macam fungsi alat-alat lainnya.

Tidak perlu membawa walkman untuk mendengarkan lagu, tidak perlu bawa

kamera untuk berfoto.

Cukup bawa satu buah HP, semua itu sudah bisa terwakili. Bahkan saat ini

ada semacam fasilitas untuk berbicara

sekaligus melihat lawan bicara di seberang, kalau tidak salah 3G (mohon

maaf kalau istilahnya salah, maklum belum pernah pakai)

Kadang cukup kaget juga sich saat tahu siapa saja pemilik alat-alat canggih

tersebut.

Dari pegawai kantoran macam aku, pengusaha, pegawai negeri, pegawai toko &

mall bahkan pedagang bakso sekalipun.

Sekali waktu sempat kulihat, pegawai toko VCD di Glodok saling bertukar

lagu lewat fasilitas bluetooth.

HP yang ada di saku celanaku, jangankan kamera, fasilitas bluetooth pun tak

ada,

lelucon yang sering di lontarkan kawan-kawan adalah "Mau dikirimin lagu

bagus nggak?

Pakai bluetooth aja, kan HP kamu emang rada "b u t u t" pasti bisa

dech........"

Dan seperti biasa aku cuma bisa nyengir sambil ikut tertawa.

Sekarang semua itu akan berubah, dengan susah payah aku kumpulkan sebagian

gajiku

untuk menggantikan rasa "malu" dengan "kebanggaan" bertelepon di tempat

umum.

Tidak sia-sia pengorbananku selama setahun ini, dengan terkumpulnya dana 3

juta untuk

mengganti HP lama dengan HP baru, yang saya pikir dengan dana tersebut

cukuplah membeli HP canggih.

Belum sampai di depan kios HP yang kutuju, sempat terdengar pertanyaan dari

orang yang menghampiri pedagang kambing tadi.

"Bang, kambing yang itu harganya berapa bang ?" si pedagang menjawab " Satu

juta pak"

"Kok mahal amat sih bang?"

"Itu yang terbesar pak, sehat lagi. Sangat pantas untuk Qurban !"

"Wah kalau segitu sih, mana sanggup saya beli? Berapa sih hasil dari

ngasong bang!"

("ooo ternyata orang itu adalah pedagang asongan" ujarku dalam hati)

"Kalau yang coklat itu berapa bang? Itu yang rada kecilan"

"Itu 750 ribu pak, harga pas, nggak ngambil untung besar lho pak."

"Saya cuma ada 650 ribu bang, boleh ya.........?"

"Wah pak , kalau segitu sih belum dapat, ongkos angkut ke sininya saja

sudah mahal,

bagaimana kalau yang putih itu saja" kata si pedagang sambil menunjuk

kambing yang lebih kecil

"Yah sudahlah, dari pada besok belum tentu terbeli" katanya pasrah "ini

juga dari hasil nabung 3 tahun yang lalu, bang".

Seketika aku terkesiap, tiba-tiba rasa malu muncul dan mengalir deras dalam

hati-ku

rasa malu ini bahkan melebihi rasa malu saat kawan-kawan mencemooh HP

butut-ku.

Kuhentikan langkah kaki ini, tiba-tiba sekali aku jadi tertarik mendekati

hewan yang bau itu.

Bayangan HP baru perlahan-lahan hilang, berganti dengan bayangan gema

Takbir

saat kambing, domba dan sapi di sembelih dengan menyebut asma Allah.

"Terima kasih ya Allah, Kau telah memberikan rasa malu pada hati manusia".

(KRL Bojong - Jakarta 121206)

  • [B4dKaLonG] HP dan KAMBING taufik ---