tionghoa-net  

[t-net] Selamat Datang Tahun Anjing

HKSIS
Fri, 20 Jan 2006 17:58:22 -0800

SUARA PEMBARUAN DAILY 
--------------------------------------------------------------------------------

Selamat Datang Tahun Anjing
PERAYAAN Tahun Baru Imlek 2557 menurut penanggalan masehi jatuh pada 29 Januari 
2006. Dalam penanggalan Cina yang berdasarkan bulan, tahun 2006 juga disebut 
tahun Anjing. Berbagai ramalan pun bermunculan. Ada harapan sekaligus juga 
kekhawatiran. Namun, semangat menghadapi kenyataan hidup tetap ada. Konon, 
Tahun Anjing ini lebih baik daripada Tahun Ayam kemarin. 

Kata "Imlek" berasal dari dialek bahasa Hokkian yang berarti penanggalan bulan 
atau yinli dalam bahasa Mandarin. Tahun Baru Imlek di Tiongkok lebih dikenal 
dengan sebutan Chunjie atau perayaan musim semi. Kegiatan perayaannya disebut 
Guo Nian (memasuki tahun baru), sedang di Indonesia lebih dikenal dengan 
sebutan "Konyan". 

Tahun Baru Imlek muncul dari tradisi masyarakat agraris Tiongkok. Perayaan ini 
dimulai pada tanggal 30 bulan ke-12 dan berakhir pada tanggal 15 bulan pertama. 
Acaranya meliputi sembahyang Imlek, sembahyang kepada Sang Pencipta, dan 
perayaan Cap Go Meh. Tujuan dari sembayang itu adalah wujud syukur dan doa 
harapan agar mendapat rezeki lebih banyak untuk menjamu leluhur. 


Asal Shio 

Budaya Cap Ji Shio atau Chinese Horoscopes adalah kebiasaan bangsa Cina yang 
menetapkan Tahun Imlek dengan 12 jenis binatang. Untuk semua bayi yang 
dilahirkan pada tanggal 30 Januari 2006 hingga tahun berikutnya akan memiliki 
shio anjing. Kebiasaan bangsa Cina membagi shio berdasarkan kelahiran ini sudah 
bersejarah lebih 2.000 tahun. 

Alkisah, Sang Budha memanggil binatang-binatang yang ada di hutan untuk 
menghadap. Secara berurutan, ada 12 binatang yang datang menghadap Sang Budha 
yakni tikus, kerbau, macan, harimau, kelinci, naga, ular, kuda, kambing, 
monyet, ayam, anjing, dan babi. Sejak itu, banyak bangsa Cina yang percaya 
bahwa nasib seseorang berhubungan erat dengan tahun kelahirannya. Itu sebabnya, 
setiap pengambilan keputusan untuk menikah, shio memiliki pengaruh cukup besar. 
Sebagai contoh sebaiknya lelaki yang lahir pada Tahun Ayam, tidak cocok dengan 
perempuan yang lahir pada Tahun Anjing, atau lelaki yang lahir pada Tahun Naga 
tidak cocok dengan perempuan kelahiran Tahun Harimau. 

Unsur yang khas pada tiap perayaan Imlek antara lain adalah "angpau" dan kue 
keranjang. Bagi anak-anak, Imlek merupakan perayaan yang menyenangkan. Selain 
banyak sajian makanan, mereka sering diberi angpau yakni amplop merah berisi 
uang. Angpau diyakini bukan hanya membawa keberuntungan melainkan dapat juga 
melindungi anak-anak dari roh jahat. Unsur api yang membakar pada warna merah 
dipercaya sebagai pelindung dari pengaruh jahat. 

Menurut adat kuno, orang yang boleh pergi ke luar bersilaturahmi di hari 
pertama tahun baru Imlek, hanya kaum pria saja. Tetapi kini adat tersebut sudah 
tidak berlaku lagi. Adat juga mengatur urutan keluarga yang wajib dikunjungi 
yakni orangtua suami, setelah itu baru orangtua istri. Lalu ke sanak keluarga 
lainnya. Seperti halnya kebiasaan etnis Jawa, kaum Tiong Hoa juga melakukan 
sungkem,. Namun mereka menyebutnya dengan istilah tee-pai. 


Kue Keranjang 

Konon perayaan Imlek yang berasal dari kebudayaan petani menyebabkan segala 
bentuk persembahan Imlek menjadi berbagai jenis makanan. Biasanya, setiap acara 
sembahyang Imlek disajikan minimal 12 macam masakan dan 12 macam kue. 
Masing-masing makanan itu mewakili lambang-lambang shio yang berjumlah 12. 

Di Cina, hidangan yang wajib adalah mie panjang umur (siu mi) dan arak sebagai 
minuman. Namun di Indonesia, hidangan yang dipilih biasanya hidangan yang 
berarti kemakmuran, panjang umur, keselamatan, dan kebahagiaan. 

Makanan yang berkaitan erat dengan hari raya tahun baru Imlek adalah kue 
keranjang (nian gao). Kata gao atau "kue" memberikan makna yang sama dengan 
kata yang berarti "tinggi", sedangkan kata nian berarti "tahun". 



Jadi secara simbolis, jabatan maupun kemakmuran seseorang diharapkan semakin 
tahun semakin tinggi. Oleh sebab itulah juga di klenteng banyak kue keranjang 
yang dijadikan persembahan disusun secara bertingkat. 

Kue keranjang mulai dipergunakan sebagai sesaji pada upacara sembahyang 
leluhur, enam hari menjelang Tahun Baru Imlek (Jie Sie Siang Ang), dan 
puncaknya pada malam menjelang Tahun Baru Imlek. Kue keranjang sebagai sesaji 
sembahyang ini, biasanya tidak dimakan sampai Cap Go Meh (malam ke-15 setelah 
Imlek). 

Bahan kue keranjang ini terbuat dari beras ketan dan gula. Pembuatannya memakan 
waktu berjam-jam. Namun kue itu bisa tahan satu bulan. 

Kue keranjang yang nikmat, biasanya dikemas dalam daun kelapa. Tetapi, kue yang 
dibungkus plastik pun tak kalah lezat. Cara menyantapnya, bisa dimakan begitu 
saja, atau dicocolkan pada parutan kelapa. Bahkan ada juga yang menggorengnya 
dengan kocokan telur ayam. 


Ciri Lain 

Salah satu ciri khas Imlek yang tak bisa dilupakan adalah petasan. Petasan 
dianggap bisa mendatangkan keberuntungan dan perdamaian sepanjang tahun. Sejak 
Dinasti Tang (618-907), petasan sudah dikenal. Konon menjelang tahun baru Imlek 
sering berkeliaran makhluk jahat bernama Guo Nien yang hanya bisa diusir dengan 
petasan. 

Kebiasaan unik lainnya dalam kegiatan merayakan tahun baru ini adalah 
menyembunyikan sapu. Tujuannya adalah agar rezeki tidak tersapu. Oleh sebab 
itu, menyapu dalam rumah pada saat Imlek hingga dua hari sesudahnya merupakan 
satu pantangan. 

Satu hal yang tak kalah penting dalam perayaan Imlek adalah atraksi barongsai 
dan tarian liong atau naga. Tak jarang, atraksi itu dikemas bersama pesta 
kembang api. 

Barongsai kerap menarik perhatian karena diiringi bunyi gong dan tambur yang 
keras. Bunyi itu diyakini pula dapat mengusir roh jahat. 

Kini, kaum Tiong Hoa dan keturunannya boleh bersyukur atas dicabutnya larangan 
perayaan Imlek lewat Keppres No 2/2000. Bahkan Imlek telah resmi ditetapkan 
sebagai hari libur nasional. Kelak perayaan Imlek bukan hanya menjadi milik 
kaum Tiong Hoa di Indonesia. Imlek dapat menjadi cermin keberagaman dan 
kebersamaan bangsa Indonesia. Gong xi fa cai! (dari berbagai sumber/ A-15/N-5) 



--------------------------------------------------------------------------------
Last modified: 20/1/06 


[Non-text portions of this message have been removed]



# Mohon bersikap bijak dan pakailah selalu bahasa yang santun dalam berpendapat 
#

Subscribe : [EMAIL PROTECTED], Unsubscribe : [EMAIL PROTECTED]

Motto : Persahabatan, Perdamaian dan Harmoni  
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/tionghoa-net/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 


  • [t-net] Selamat Datang Tahun Anjing HKSIS