tqn  

[tqn] Surah Al Maa'un Ayat satu, Kita-kah ?

David Sofyan
Wed, 18 Nov 2009 17:07:24 -0800

 Surah Al Maa'un Ayat satu, Kita-kah ? ( hanya sebuah renungan kecil )

Diantara rintik hujan yang mengantar senja ke tempat peristirahatannya , 
semilir angin berhembus menerpa wajah-wajah letih di jalanan membuat  orang 
enggan untuk keluar rumah. Genangan-genangan air mulai muncul di jalan-jalan 
beraspal yang tidak lama lagi akan memantulkan cahaya lampu-lampu jalan 
menandakan malam segera datang. Disudut jalan seorang anak kecil masih asyik 
memainkan mobil-mobilan bekas yang di perolehnya tadi siang dari tempat sampah. 
Ibunya masih tertidur disampingnya, atap-atap lebar rumah dan lebatnya pohon 
melindungi mereka dari sapuan air hujan, di sudut lain tampak beberapa pengemis 
dan pemulung juga mulai merebahkan diri. " Allahu Akbar..Allahu Akbar" 
kumandang adzan maghrib terdengar saling bersautan dari corong-corong spiker 
masjid, suarayang mengajak orang menemui Sang khaliq penciptanya.

" Bu..bu..itu udah adzan mau sholat gak?" teriak anaknya membangunkan sang ibu, 
tapi ibunya masih terus tertidur. Anak itu diam , lalu kemudian meneruskan 
bermain mobil-mobilan. Setelah hampir setengah jam asyik bermain , anak 
tersebut kembali membangunkan ibunya " Bu....bu...,...ibu gak 
sholat......bangun dong bu...angga lapar nih !!" teriak anaknya, tapi ibunya 
masih tetap tertidur, tidak bergeming sedikitpun. Karena keletihan membangunkan 
ibunya tetapi tidak ada hasil anak itu kemudian tertidur disamping ibunya. Anak 
itu berusia lima tahun dengan badan kurus dan lusuh, sedangkan ibunya berusia 
sekitar tiga puluh tahun dengan wajah kurus pucat seperti orang sakit keras. 
Tidak beberapa lama adzan Isya berkumandang. Hujan semakin deras, jalanan 
tampak sepi, Anak itu terbangun sambil meringis karena merasa lapar. Dia bangun 
lalu berlari kearah masjid di seberang jalan, kemudian menengadahkan tangan 
kepada jama'ah masjid yang hendak melaksanakan sholat. Anak itu telah terbiasa 
mengemis di depan masjid dan di persimpangan jalan, tetapi malam itu tidak 
satupun jama'ah yang memberikannya uang. Dia terus meringis menahan sakit perut 
yang belum terisi sejak pagi karena ketika siang hari ibu nya muntah-muntah 
lalu kemudian tidur dan belum bangun sampai malam itu.

" Aro'aitalladzi yukajjibu biddin, fadza likalladzi ya du'uul yatim wa la yaa 
khuddu 'alaa thoo 'amil miskin" terdengar suara imam membaca surat Al Maa'un 
dari dalam masjid tentang para pendusta agama. Semua jama'ah hafal ayat itu 
tapi sama seperti nasib anak di luar masjid itu surah Al Maa'un tersebut 
terlantar di sudut ingatan. " Iqra !" kata malaikat jibril kepada Muhammad SAW, 
tidak ada kitab disana , Rasulullah SAW pun tidak bisa membaca, lalu apa yang 
mesti di baca ? " Iqra bismirabbikalladzi khalaq" bacalah dengan menyebut nama 
Tuhan Sang Maha Pencipta, surah itu seperti berteriak kepada kita "bacalah 
sekelilingmu, bacalah keadaan lingkunganmu, baca dan berkacalah pada alam 
semesta dan tunjukan kepedulianmu" dan kita hanya tertunduk sambil terus 
membolak-balik kitab suci.

Anak itu belari kembali kepada ibunya sambil menangis menahan sakit, tubuhnya 
basah oleh air hujan, air yang bagi mahluk lain menjadi rahmat, tetapi baginya 
menjadi seperti sapaan Tuhan terakhir kepadanya, dia tertidur sambil memegang 
perut didada ibunya. Kedua ibu dan anak itu pada pagi harinya di ketemukan 
warga telah meninggal dunia, meninggalkan derita yang dideranya , meninggalkan 
para pendusta agama yang tidak pernah mau menyapanya.

Salam

David

Note :

Ketika malam nanti hujan menghampiri kita, disaat kita berkumpul bersama 
keluarga dan merasakan kehangatan, maka sesekali ambillah payung lalu keluar 
rumahlah, carilah rintihan disudut-sudut jalan, di halte-halte bis , sapalah 
mereka , redakan ketakutan di hati mereka berbagilah sedikit. Jika kokohnya 
rumah kita masih membuat takut anak anak kita ketika mendengar halilintar , 
lalu bagaimana dengan teriakan anak-anak tanpa atap tersebut, siapa tahu 
senyuman kita mampu mengusir galau dan resah di hati mereka lalu perlahan-lahan 
bisa melunturkan stempel pendusta agama di kening kita
  • [tqn] Surah Al Maa'un Ayat satu, Kita-kah ? David Sofyan