bobby herwibowo
Mon, 18 Jan 2010 20:14:16 -0800
Asswrwb Saudaraku, ini ada sebuah posting yang bagus sekali dari sahabat saya. Semoga bermanfaat Salam, bobby
--- On Mon, 1/18/10, Iyin NA <ukhti.y...@yahoo.co.id> wrote:
From: Iyin NA <ukhti.y...@yahoo.co.id>
Subject: Hakekat Kecintaan Dan Berbakti Kepada Orang Tua
To:
Date: Monday, January 18, 2010, 9:48 PM
Hakekat Kecintaan Dan Berbakti Kepada Orang Tua
Hakekat seorang anak yang cinta dan berbakti kepada orang tua manakala ia
menjadi sebab orang tua tetap tsabat kokoh) memegang prinsip-prinsip agama,
atau sabar membimbing keduanya supaya masuk ke dalam agama Islam bila keduanya
masih kafir. Sebaliknya hakekat kedurhakaan seorang anak manakala ia menjadi
fitnah sehingga menyebabkan orang tuanya terjatuh dalam perbuatan maksiat atau
bahkan kekufuran.
Jadikanlah kedua orang tuamu sebagai ladang bercocok tanam untuk akhiratmu dan
sebagai jembatan pengantar menuju al jannah surga)! Nabi bersabda artinya):
“Nista dan hinanya, nista dan hinanya, nista dan hinanya.” Lalu ditanyakan:
“Siapa wahai Rasulullah ? “Beliau bersabda: “Yaitu yang menjumpai kedua orang
tuanya lalu tidak menyebabkan dia masuk ke dalam surga.” HR. Muslim no. 2551)
Berbakti Kepada Orang Tua Tetap Berlangsung Walupun Keduanya Sudah Wafat
Ikatan batin dari fitrah seorang anak kepada kedua orang tuanya tidak akan
hilang walaupun keduanya telah wafat. Agama Islam tetap mensyari’atkan untuk
berbakti kepada orang tua walaupun keduanya telah tiada. Beberapa amalan mulia
yang dapat dilakukan sepeninggal keduanya adalah:
1. Mendo’akan kebaikan, memintakan maghfirah dan rahmat bagi keduanya.
Rasulullah bersabda:
تُرْفَعُ للْمَيْتِ بَعْدَ مَوْتِهِ دَرَجَتُهُ فَيَقُوْلُ : أَيْ رَبِّي أَيُّ
شَيْءٍ هذَا ؟ فَيُقَالُ لَهُ : وَلَدُكَ اسْتَغْفَرَ لَكَ
“Ada seseorang yang dinaikkan derajatnya setelah ia mati, maka ia bertanya:
“Wahai Rabbku, ada apa ini?” Dikatakan kepadanya: “Anakmu memohonkan ampun
untukmu.” Shahih Ibnu Majah no. 3660, karya Asy Syaikh Al Abani).
2. Memperbanyak amalan shalih. Sesungguhnya orang tua akan mendapat balasan
dari amalan shalih yang dilakukan oleh anaknya, karena anak itu termasuk dari
usahanya dan harapannya. Allah berfirman artinya):
“Dan sesungguhnya manusia tidak memperoleh selain apa yang telah ia usahakan
sendiri.” An Najm: 39)
Rasulullah bersabda:
إِنَّ أَطْيَبَ مَا أَكَلَ الرَّجُلُ مِنْ كَسْبِهِ وَإِنَّ وَلَدَهُ مِنْ كَسْبِهِ
“Sesungguhnya sebaik-baik yang dimakan oleh seseorang adalah hasil dari
usahanya sendiri, dan sesungguhnya seorang anak termasuk dari usahanya orang
tua).” HR. Abu Dawud, lihat Ahkamul Jana’iz karya Asy Syaikh Al Albani hal. 216)
3. Menyambung silaturahmi kekerabatan) yang berasal dari keduanya.
4. Menyambung persaudaraan keluarga kawan orang tuanya. Rasulullah bersabda
artinya): “Sesungguhnya kebaikan yang terbaik adalah menyambung persaudaraan
dari keluarga kawan bapaknya.” HR. Muslim).
5. Memenuhi wasiat keduanya, selama wasiat tersebut dalam hal ma’ruf bukan
dalam rangka untuk bermaksiat kepada Allah .
Sikap Terhadap Orang Tua Yang Kafir
Kekufuran orang tua bukan penghalang untuk berbakti dan menggauli keduanya
dengan baik. Allah berfirman artinya): “Jika keduanya memaksamu untuk kamu
menyekutukan Aku dan kamu tidak memiliki ilmu tentangnya maka janganlah kamu
mentaati keduanya dan pergaulilah mereka di dunia dengan cara yang baik.”
Luqman: 15).
Asma’ binti Abi Bakr berkata: “Pada masa perjanjian damai antara Quraisy dengan
Nabi ibuku datang, padahal dia seorang wanita musyrik. Maka aku bertanya kepada
Nabi : “Sesungguhnya ibuku datang, namun dia seorang wanita yang musyrik dan
memintaku untuk berbuat baik kepadanya. Maka apakah aku boleh menyambung
hubungan) dengannya?” Beliau menjawab: “Ya, sambunglah ibumu.” HR. Al Bukhari)
Hikmah Berbakti Kepada Kedua Orang Tua
Sesungguhnya keutamaan dan buah dari berbakti kepada orang tua sangatlah agung
dan besar, di antaranya:
1. Diterima amalan shalih dan dihapuskan dosa-dosa baginya. Al Ahqaf: 15-16)
2. Terkabulnya do’a. HR. Al Bukhari no. 2272 dan Muslim no. 2743)
3. Lapang dada dan kebaikan hidup.
Dari Anas bin Malik berkata: “Saya mendengar Rasulullah bersabda:
مَنْ سَرَّهُ أَنْ يُبْسَطَ عَلَيْهِ رِزْقُهُ وَيُنْشَأَ لَهُ فِي أثَرِهِ
فَلْيَصِلْ رَحِمَهُ
“Barangsiapa yang suka diluaskan rizkinya dan dipanjangkan umurnya, maka
hendaklah dia menyambung persaudaraan keluarganya).” HR. Al Bukhari)
Kemalangan Mendurhakai Orang Tua
Durhaka kepada orang tua merupakan lawan dari berbakti kepada keduanya.
Diantara bentuk durhaka kepada orang tua adalah: tidak peduli dengan
penderitaan yang dialami orang tua, tidak mau mengakui keberadaan orang tuanya
karena jauhnya perbedaan status antara ia dengan keduanya, mencaci maki
keduanya, membentak dan menghardik, memukul, memperbudak, mengkhianati,
mendustakannya, menipu, tidak taat kepada perintah keduanya dan sebagainya dari
bentuk kedurhakaan kepada kedua orang tua. Rasulullah bersabda:
ثَلاَثَةٌ لاَ يَقْبَلُ اللهُ مِنْهُمْ يَوْمَ الْقِيَامِةِ صَرْفًا وَلاَ عَدْلاً
: عَاقٌ ، مَنَّانٌ ، وَمُكَذِّبٌ بِالْقَدَرِ
“Tiga orang yang tidak akan diterima amalan wajib maupun sunnah oleh Allah pada
hari kiamat yaitu: orang yang durhaka kepada orang tuanya, orang yang
mengungkit-ungkit pemberiannya, dan orang yang mendustakan takdir.” Shahihul
Jami’, karya Asy Syaikh Al Albani no. 3060).
Akhir kata, semoga bahasan kali ini dapat menjadikan kita selalu berbakti
kepada kedua orang tua dan menjauhkan dari sikap durhaka kepada keduanya.
Amiin, Yaa Rabbal ‘Aalamiin..
Lebih Bersih, Lebih Baik, Lebih Cepat - Rasakan Yahoo! Mail baru yang Lebih
Cepat hari ini!