Dadang Fahmi (QA)
Mon, 25 Jul 2005 21:46:31 -0700
SESATNYA AHMADIYAH Sejarah Ahmadiyah didirikan oleh Mirza Ghulam Ahmad pada pada tahun 1889 M/1306 H, yang dengan sengaja gerakan Jemaat Ahmadiyah ini disokong oleh pemerintah kolonial Inggris di India. Tujuannya adalah untuk menjauhkan kaum muslimin dari agama Islam dari kewajiban jihad, sehingga tidak lagi melakukan perlawanan terhadap penjajahan Inggris dengan nama Islam. Corong gerakan ini adalah "majalah al-Adyan" yang diterbitkan dalam bahasa Inggris. Walaupun menurut Ahmadiyah sendiri bahwa didirikannya Jemaat Ahmadiyah ini dilatarbelakangi oleh keadaan dunia menjelang lahirnya Ahmadiyah diliputi oleh berbagai keburukan, immoralitas, dan mementingkan urusan duniawi daripada mementingkan urusan akhirat. Selain itu pula karena di dunia ini pada waktu itu tidak ada yang dapat merepresentasikan sebagai Jemaat Islam. Dengan Tujuan memperbaiki kehidupan agama umat Islam dan mempersatukannya, yang didasarkan pada wahyu yang diterimanya, yaitu untuk menghidupkan agama dan menegakkan Syari'at Islam. Mirza Ghulam Ahmad nama sebenarnya adalah Ghulam Ahmad bin Mirza Ghulam Murtadha, hidup pada tahun 1835 - 1908 M. Dia dilahirkan di desa Qadian, di wilayah Punjab, India pada tanggal 15 Februari 1835 M/14 Syawal 1250 H. Dia tumbuh di keluarga yang terkenal suka khianat kepada agama dan negara. Begitulah dia tumbuh, mengabdi kepada penjajahan dan senantiasa mentaatinya. Ketika dia mengangkat dirinya menjadi nabi, kaum muslimin bergabung dan menyibukkan diri dengannya sehingga mengalihkan perhatian dari jihad melawan penjajahan Inggris. Namun Ghulam Ahmad mengaku berasal dari orang - orang terhormat keturunan Persia dan keturunan Fatimah dari ahlul bait nabawi. Pemerintah Inggris banyak berbuat baik kepada mereka. Sehingga dia dan pengikutnya pun memperlihatkan loyalitas kepada pemerintah Inggris. Muhammad Ali telah menulis terjemah Al-Qur'an dengan perubahan transkripnya ke dalam bahasa Inggris. Tulisannya yang lain, "Haqiqat al-Ikhtilaf an-Nubuwwah fi al-Islam" dan "ad-Din al-Islami". Khawajah Kamaluddin menulis kitab yang berjudul "Matsal al-A`la fi al-Anbiya"' serta kitab-kitab lain. Jamaah Ahmadiyah Lahore ini berpandangan bahwa Mirza Ghulam Ahmad hanyalah seorang mujadid. Tetapi yang berpandangan seperti ini dan yang tidak, mereka sama saja saling mengadopsi satu sama lain. Muhammad Shadiq, mufti kelompok Ahmadiyah. Di antara tulisannya berjudul, "Khatam an-Nabiyyin". Basyir Ahmad bin Ghulam, pemimpin pengganti kedua setelah Mirza Ghulam Ahmad. Di antara tulisannya berjudul "Anwar al-Khilafah", "Tuhfat al-Muluk", "Haqiqat an-Nubuwwah". Dzhafrillah Khan, Menteri Luar Negeri Pakistan. Dia memiliki andil besar dalam menolong kelompok sesat ini, dengan memberikan tempat luas di daerah Punjab sebagai markas besar Ahmadiyah sedunia, dengan nama Robwah Isti'aroh (tanah tinggi yang datar) yang diadopsi dari ayat al-Qur'an. Di antara yang melawan dakwah Mirza Ghulam adalah Syaikh Abul Wafa', seorang pemimpin Jam'iyyah Ahlul Hadits di India. Beliau mendebat dan mematahkan hujjah Mirza Ghulam Ahmad, menyingkap keburukan yang disembunyikannya, kekufuran serta penyimpangan pengakuannya. Pada awalnya Mirza Ghulam berdakwah sebagaimana para dai Islam yang lain, sehingga berkumpul di sekelilingnya orang-orang yang mendukungnya. Selanjutnya dia mengklaim bahwa dirinya adalah seorang mujaddid (pembaharu). Pada tahap berikutnya dia mengklaim dirinya sebagai Mahdi al-Muntazhar dan Masih Al-Maud. Lalu setelah itu mengaku sebagai nabi dan menyatakan bahwa kenabiannya lebih tinggi dan agung dari kenabian Nabi Muhammad SAW. Para pengikut Ahmadiyah ini disebut dengan Jemaat Ahmadiyah atau orang - orang Ahmadi. Ketika Mirza Ghulam Ahmad masih juga belum kembali kepada petunjuk kebenaran, Syaikh Abul Wafa' mengajaknya bermubahalah (berdoa bersama), agar Allah mematikan siapa yang berdusta di antara mereka, dan yang benar tetap hidup. Tak lama setelah bermubahalah, Mirza Ghulam Ahmad menemui ajalnya tahun 1908 M. Dia mati meninggalkan lebih dari 50 buku, buletin serta artikel hasil karyanya. Di antara kitab terpenting yang dimilikinya berjudul Izalatul Auham, I'jaz Ahmadi, Barohin Ahmadiyah, Anwarul Islam, I'jazul Masih, At-Tabligh dan Tajliat Ilahiah. Namun selepas kematiannya, Ahmadiyah dilanjutkan oleh Khalifah I Hadhrat Hafiz H. Hakim Nurruddin (meninggal 1914), Khalifah II Mirza Bashiruddin Mahmud Ahmad (menjabat dari 1914 - 1965), Khalifah III Hadhrat Hafiz nasir Ahmad (meninggal 1982), Khalifah IV Hadhrat Mirza Taher Ahmad (yang berkedudukan di London, Inggris) dan sekarang Khalifah V Hadhrat Mirza Masroor Ahmad (tahun 2003). Namun sepeninggal Khalifah II, Ahmadiyah terpecah jadi dua, yaitu Ahmadiyah Qadian dan Ahmadiyah Lahore, penyebab perpecahan karena terjadinya perbedaan pandangan, tentang kekhalifahan II Mirza Bashiruddin yang ditentang oleh Mualvi Muhammad Ali dan Khawajah Kamaluddin, dimana mereka menghendaki Khawajah sebagai Khalifah II, namun karena kalah akhirnya mereka memisahkan diri dan berpindah ke Lahore, dengan memberi nama kelompok Anjuman Ishaat Islam. Namun di sisi lain menurut Ahmadiyah Lahore bahwa pemisahan ini terjadi karena perbedaan pemahaman tentang Mirza Ghulam Ahmad, kelompok Lahore tidak mengaku Mirza Ahmad sebagai nabi tapi sebagai Pembaharu. Namun prinsip dasarn pemahaman dan aqidahnya tetap saja sama antara Qadiani dan Lahore. Penganut aliran Ahmadiyah kebanyakan hidup di India dan Pakistan dan sebagian kecilnya di Israel dan wilayah Arab. Mereka senantiasa membantu penjajah agar dapat membentuk / membangun sebuah markas di setiap negara di mana mereka ada. Ahmadiyah memiliki pekerjaan besar di Afrika dan pada sebagian negara-negara Barat. Di Afrika saja mereka beranggotakan kurang lebih 5 ribu mursyid dan dai yang khusus merekrut manusia kepada kelompok Ahmadiyah. Dan aktifitas mereka secara luas memperjelas bantuan/dukungan mereka terhadap penjajahan. Keadaan kelompok Ahmadiyah yang sedemikian, ditambah perlakuan pemerintahan Inggris yang memanjakan mereka, memudahkan para pengikut kelompok ini bekerja menjadi pegawai di berbagai instansi pemerintahan di berbagai negara, di perusahaan-perusahaan dan persekutuan-persekutuan dagang. Dari hasil kerja mereka itu dikumpulkanlah sejumlah dana untuk membiayai dinas rahasia yang mereka miliki. Dalam menjalankan misi, mereka merekrut orang -orang dengan segala cara, khususnya denga propaganda media massa. Mereka orang-orang yang berwawasan dan banyak memiliki orang pintar, insinyur dan dokter. Di Inggris terdapat pemancar dengan nama "TV Islami" yang dikelola oleh penganut kelompok Ahmadiyah ini. Sekarang Ahmadiyah tersebar di 174 negara, dengan keanggotaan seluruhnya lebih dari 150 juta anggota. Ahmadiyah masuk ke Indonesia pada tahun 1935 dan kini telah memiliki 200 cabang, terutama di wilayah Jakarta, Jawa Barat, Jawa tengah, Sumatrea Barat, Palembang, bengkulu, Bali, NTB dan di kota - kota lainnya. Namun sebelumnya sudah masuk adalah Ahmadiyah Lahore tahun 1922, yang kemudian datang mubaligh Ahmadiyah bernama Maulana Rahmat Ali pada tahun 1925. Walaupun sudah digugat oleh seluruh Ormas Islam Pusat melalui MUI pusat, tapi Pemerintah dalam hal ini Kejaksaaan Agung belum menyatakan dilarang, padahal sudah cukup jelas kesesatannya. Dalam penyebarannya di Indonesia, Ahmadiyah didukung oleh dana yang sangat besar, tidak kurang 60 juta untuk menggaji pegawainya. Jemaat Ahmadiyah Indonesia (JAI) berdiri pada tahun 1925, sedangkan Gerakan Ahmadiyah Lahore Indonesia (GAI) berdiri pada tahun 1929, diketuai oleh R. Ng. H. Minhadjurrahman Djojosugito, yang berkedudukan di Yogyakarta. Mereka juga memiliki TI (Teknologi Informasi) yang yang sangat canggih dalam menda'wahkan ajarannya di seluruh dunia, bahkan mereka memiliki jaringan internet di setiap daerah, di bawah kendali PB. JAI (Pedoman Besar Jemaat Ahmadiyah Indonesia). Namun karena kesesatannya dan meresahkan umat, beberapa negara seperti Malaysia, beberapa negara Arab termasuk Indonesia menolak firqah Ahmadiyah ini, yang kemudian keluar rekomendasi dan bayan dari Rabithah 'Alam Islamy tentang Pemikiran Ahmadiyah. Aqidah dan Pemikiran 1. Mirza Ghulam Ahmad mengaku dirinya sebagai Nabi dan Rasul utusan Tuhan, barang siapa yang tidak mempercayainya maka dia telah murtad/kafir. 2. Meyakini bahwa Mirza Ghulam adalah al-masih yang dijanjikan. 3. Dia mengaku menerima wahyu yang diturunkan di India, kemudian wahyu itu dikumpulkan menjadi sebuah Kitab Suci yang disebut dengan Kitab Suci Tadzkirah. 4. Kitab Suci Tadzkirah sama sucinya dengan Kitab Suci Al Quran. 5. Ahmadiyah memiliki tempat suci sendiri yaitu kota Qadiani dan Rabwah di India. 6. Ahmadiyah memiliki almanak tersendiri nama tahunnya adalah Hijri Syamsi (HS) dengan nama bulan ; Suluh, Tabligh, Aman, Syahadah, Hijrah, Ihsan, Wafa, Zuhur, Tabuk, ikha', Nubuwah dan Fatah. Penggunaan Almanak ini atas perintah Khalifah Ahmadiyah II, Khlifah Basyiruddin Mahmud Ahmad. 7. Meyakini bahwa Allah berpuasa dan melaksanakan shalat; tidur dan mendengkur; menulis dan menyetempel; melakukan kesalahan dan berjimak. Maha tinggi Allah setinggi-tingginya dari apa yang mereka yakini. 8. Berkeyakinan bahwa Malaikat Jibril datang kepada Mirza Ghulam Ahmad, dan memberikan wahyu dengan diilhamkan sebagaimana al-Qur'an. 9. Menghilangkan aqidah/syariat jihad dan memerintahkan untuk mentaati pemerintah Inggris, karena menurut pemahaman mereka pemerintah Inggris adalah waliul amri (pemerintah Islam) sebagaimana tuntunan Al-Qur'an (Pemahaman ini lahir saat India dijajah Inggris) 10. Seluruh orang Islam menurut mereka kafir sampai mau bergabung dengan Ahmadiyah. Seperti bila ada laki-laki atau perempuan dari golongan Ahmadiyah yang menikah dengan selain pengikut Ahmadiyah, maka dia kafir, tapi jika laki - lakinya Ahmadiyah, perempuannya lain maka ditolerir. 11. Mereka meyakini bahwa kenabian tidak ditutup dengan diutusnya Nabi Muhammad akan tetapi terus ada. Allah mengutus rasul sewaktu-waktu jika dibutuhkan. Dan Mirza Ghulam Ahmad adalah nabi yang paling utama dari para nabi yang lain. 12. Mereka mengatakan bahwa tidak ada al-Qur'an selain apa yang dibawa oleh Mirza Ghulam Ahmad. Dan tidak ada al-Hadits selain apa yang disampaikan di dalam majelis Mirza Ghulam. Serta tidak ada nabi melainkan berada di bawah pengaturan Mirza Ghulam Ahmad. 13. Meyakini bahwa kitab suci mereka diturunkan (dari langit), bernama `Al-Kitab al-Mubin', bukan al-Qur'an al-Karim yang ada di tangan kaum muslimin. 14. Mereka meyakini bahwa al-Qadian (tempat awal gerakan ini) sama dengan Madinah al-Munawarrah dan Mekkah al-Mukarramah; bahkan lebih utama dari kedua tempat suci itu, dan suci tanahnya serta merupakan kiblat mereka dan ke sanalah mereka berhaji. 15. Meniadakan berhaji ke Mekkah dan menggantinya dengan berhaji ke Qadian. 16. Penyerupaan yang dilakukannya terhadap Allah dengan manusia. 17. Kepercayaannya terhadap keyakinan tanasukh (menitisnya ruh) dan hulul (bersatunya manusia dengan tuhan). 18. Penisbatannya bahwa Allah memiliki anak, serta klaimnya bahwa dia adalah anak tuhan. Demikian nyata kesesatan dari Jemaat Ahmadiyah, seperti yang tertera di atas, namun tidak sedikit umat yang tertipu dan terpukau oleh lisan - lisan mereka, padahal mereka bermaksud untuk mematikan cahaya agama Allah dan mengembalikan umat manusia kepada kekafiran. Kesesatan Ahmadiyah ini pernah dibongkar oleh Ahmad Hariadi, mantan mubaligh Ahmadiyah yang sadar akan kesesatannya, sehingga Ahmad Hariadi menantang Mubahallah (yang isinya jika dalam satu tahun salah satu meninggal, maka itu menunjukan kebenarannya) kepada Khalifah IV Ahmadiyah, bahwa jika Ahmad Hariadi benar dalam mubahallah ini, maka Khalifah dan seluruh anggota Ahmadiyah akan kembali kepada ajaran Islam yang benar dan membubarkan Ahmadiyah di seluruh dunia. Namun janji ini tidak dipenuhinya Para Tokoh dan Pendukung Mirza Ghulam Ahmad, Muhammad Ali, Khaujah Kamaluddin, Amir Ahmadiyah (di Labor), Khalifah I Hadhrat Hafiz H. Hakim Nurruddin (meninggal 1914), Khalifah II Mirza Bashiruddin Mahmud Ahmad (menjabat dari 1914 - 1965), Khalifah III Hadhrat Hafiz nasir Ahmad (meninggal 1982), Khalifah IV Hadhrat Mirza Taher Ahmad. Tokoh di Indonesia : H. M. Ahmad Cheema (Amir/Raissutabligh), Syarief Ahmad Lubis, MSc (Ketua JAI), Syafii Rajo Batuah, Dr. Dahlan, Hanafi SM, Gunawan Jaya Prawira, Ir. Atung Kontawa, Liyus Ma'ala, Adang Sukendar, Ir. Qoyyum, Ir. Pipit Sumantri, M. Syarif Lubis, R.Ng.H.Minhadjurrahman Djojosugito, K.H. A. Sya'rani, Muhammad Husni, R. Soedewo, Muhammad Irsyad, Muhammad Sabitun, Muhammad Kafi, Muhammad Idris L. Latjuba, K.H. Abdurrahman, S. Hardjo Subroto, R. Supratolo, Kyai, Ma'ruf (Purwokerto), K.H.Sya'rani (Purbolonggo), K.H.Abdurrahman (Pliken), R.g.Muhammad Kusban (Surakarta), Djohan Effendi, FATWA MAJELIS ULAMA INDONESIA Tentang AHMADIYAH QADIYAN Majelis Ulama Indonesia dalam Musyawarah Nasional II tanggal 11 - 17 Rajab 1400 H./26 Mei - 1 Juni 1980 M. di Jakarta memfatwakan tentang ajaran jama'ah Ahmadiyah sebagai berikut: 1. Sesuai dengan data dan fakta yang diketemukan dalam 9 (sembilan) buah buku tentang Ahmadiyah, majelis Ulama Indonesia memfatwakan bahwa Ahmadiyah adalah jama'ah di luar Islam, sesat dan menyesatkan. 2. Dalam menghadapi persoalan Ahmadiyah hendaknya Majelis Ulama Indonesia selalu berhubungan dengan Pemerintah. Kemudian Rapat Kerja Nasional tanggal 1 - 4 Jumadil Akhir 1404 H./4 - 7 Maret 1984 M., merekomendasikan tentang jama'ah Ahmadiyah tersebut sebagai berikut: 1. Bahwa Jemaat Ahmadiyah di wilayah Negara Republik Indonesia yang berstatus sebagai badan hukum berdasarkan Surat Keputusan Menteri Kehakiman RI No. JA/23/13 tanggal 13-3-1953 (Tambahan Berita Negara tanggal 31-3-1953 No.26), bagi ummat Islam menimbulkan: * Keresahan karena isi ajarannya bertentangan dengan ajaran agama Islam. * Perpecahan, khususnya dalam ubudiyah (shalat), bidang munakahat, dan lain-lain. * Berbahaya bagi ketertiban dan keamanan negara. Maka, dengan alasan-alasan tersebut dimohon kepada pihak yang berwenang untuk meninjau kembali Surat Keputusan Menteri Kehakiman RI No.JA/23/13, tanggal 13-3-1953 (Tambahan Berita Negara No. 26, tanggal 13-3-1953). 2. Menyerukan: * Agar Majelis Ulama Indonesia, Majelis Ulama Daerah Tingkat I, Daerah Tingkat II, para Ulama, dan Da-'i di seluruh Indonesia, menjelaskan kepada masyarakat tentang sesatnya Jema'at Ahmadiyah Qadiyan yang berada di luar Islam. * Bagi mereka yang telah terlanjur mengikuti Jema'at Ahmadiyah Qadiyan supaya segera kembali kepada ajaran Islam yang benar. * Kepada seluruh ummat Islam supaya mempertinggi kewaspadaannya, sehingga tidak akan terpengaruh dengan faham yang sesat itu. Sumber Bacaan : 1. M. Amien Djamaludin, Ahmadiyah & Pembajakan Al Quran, LPPI, Jakarta. 2. Majalah Bulanan Media Dakwah, Dewan Dakwah Islamiyyah Indonesia (DDII). 3. Hartono Ahmad Jaiz, Aliran dan Paham Sesat di Indonesia, Pustaka Al Kautsar. 4. Ustadz A.D. El Marzdedeq, "Parasit Aqidah", Ibnu Ruman, Bandung. 5. www.ahmadiyya.or.id 6. Jama'ah Ahmadiyah Indonesia (JAI) 7. www.swaramuslim.net 8. www.vbaitullah.or.id 9. Diktat Tazwidul Muballighin Persatuan Islam, Bidgar Tabligh 10. Pikiran Rakyat 11. www.isnet.org 12. www.mui.or.id 13. Majalah As Sunnah 14. H. Mahmud Ahmad Cheema H.A, Tiga Masalah Penting, 1994, JAI (Buku Saku Ahmadiyah) 15. Tulisan Dr. Syed Rashid Ali, "Apakah Ia Seorang Muslim? Kepercayaan Ghulam Ahmad" 16. www.tokohindonesia.com Milis Wanita Muslimah Membangun citra wanita muslimah dalam diri, keluarga, maupun masyarakat. Situs Web: http://www.wanita-muslimah.com ARSIP DISKUSI : http://groups.yahoo.com/group/wanita-muslimah/messages Kirim Posting mailto:wanita-muslimah@yahoogroups.com Berhenti [EMAIL PROTECTED] Milis Keluarga Sejahtera mailto:keluarga-sejahtera@yahoogroups.com Milis Anak Muda Islam mailto:majelismuda@yahoogroups.com This mailing list has a special spell casted to reject any attachment .... Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/wanita-muslimah/ <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [EMAIL PROTECTED] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/