wanita-muslimah  

[wanita-muslimah] Re: Haram vs Najis

Chae
Tue, 15 Nov 2005 01:43:54 -0800

Pak Aman,

ikutan nimbrung, Seandaianya masalah penamaan ini justru menjadi
point/kunci yang sangat menentukan. Seperti yang didalam ulasan Pak
Aman bahwa yang dinamakan khamar hanyalah perahan anggur yang
terfrementasi dan diluar selain anggur tidak dinamakan khamar maka
hukumnya pun tidak haram walau mengandung alkohol zat yang bisa
memabukan. Tapi ketika jenis lain itu jika di konsumsi mengakibatkan
mabuk maka jenis lain itu jatuhnya haram karena mempunyai kesamaan
sifat. Sedangkan yang bisa mengakibatkan memabukan bukan hanya seputar
minuman, makanan atau zat yang bisa di konsumsi saja tapi ada juga
hal-hal yang bisa memabukan diluar itu. Misalnya orang-orang yang suka
 dzikir berlebihan sampai berteriak-teriak sehingga dalam kondisi
hilang kesadaran.

Pertanyaan saya Pak Aman, apa defenisi memabukan itu?

kedua, dikatakan dalam Qs.2:219 bahwa dalam khamar ada manfaat dan
mudharatnya tapi kemudharatanya lebih besar daripada manfaatnya. Nah
jika suatu waktu ternyata manfaatnya lebih besar dari pada mudharatnya
apakah hukum menjadi halal. Alkisah seoran Ulama sedang di undang ke
negri yang bermusim dingin, Karena kedinginan sekali akhirnya Ulama
tsb meminum anggur untuk menghangatkan badan. Karena menurut beliau
meminum anggur lebih banyak manfaatnya daripada mudharatnya.

kira-kira betul tidak?

ketiga, dari riwayat dulu Nabi Zakaria memenangkan undian untuk
mendapatkan hak asuh pada siti Maryam dan Nabi Yunus selalu muncul
namanya di setiap kali di undi. Padahal menurut Qs.5:90 mengundi nasib
itu hukum nya haram. Bagaimana bisa dibenarkan nasib Siti Maryam di
tentukan oleh cara mengundi dan juga nasib Nabi Yunus as?
Kalau menurut saya entah benar entah tidak:) mungkin ini mah yang di
maksud dalam Qs.5:90 dilarangnya meminum khamar, berjudi, berkorban
untuk berhala diharamkan ketika kegiatan tsb sudah menjadi "gaya
hidup" seseorang. Tentu saja jika seseorang menjadikan meminum khamar,
berjudi sebagai gaya hidup maka hidupnya tidak akan beruntung. Kalau
katanya mah enggak ada yang kaya dari judi contohnya.

Chae


--- In wanita-muslimah@yahoogroups.com, "Aman FatHa" <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
>
> Kesimpulannya, terdapat dua pendapat pada nama khamar:
> 1. Pendapat Hanafiyah dan para ulama yang mengikutinya menyatakan bahwa 
> khamar adalah minuman dari perahan anggur yang terfrementasi. Jenis
lain 
> dari itu tidak disebut khamar. Hukum haramnya jenis lain itu, muncul
karena 
> ada sifatnya yang sama dengan sifat khamar yaitu memabukkan.
Konsukuensi 
> hukum, apabila suatu jenis itu bisa memabukkan maka hukumnya haram
apabila 
> diminum hingga jumblah standar memabukan.
> 2. Pendapat Syafi'iyah dan jumhur ulama menyatakan bahwa khamar
adalah jenis 
> minuman apa saja yang memabukkan. Konsekuensi hukum, setiap jenis
yang bisa 
> memabukkan, sedikit atau banyak hukumnya haram karena disebut khamar.
> 
> Posting terdahulu saya kemukakan adalah sebagian dari argumen dan
hujjah 
> pendapat pertama. Oleh kelompok kedua dijawab bahwa beberapa hadits
yang 
> dijadikan sandaran kelompok pertama itu dhaif. Kemudian, kelompok kedua 
> mengajukan beberapa hadits yang menguatkan pendapatnya, antara lain
(1): 
> "Setiap yang memabukan itu khamar dan setiap khamar itu haram." (2)
Hadits 
> Anas yang menyebutkan tentang suatu minuman tertentu, "Kami
memasukkannya 
> sebagai khamar." Ibnu Hajar menerangkan, ini termasuk hujjah paling
kuat 
> bahwa khamar adalah nama jenis bagi setiap yang memabukkan, apakah
perahan 
> anggur, kurma, kismis, dari madu dan selainnya. (Fathul Bari, 10/39).
> 
> Dari sudutnya masing-masing, kedua pendapat sama-sama kuat. Karena
pendapat 
> pertama benar bahwa nama khamar adalah jenis tertentu dari perahan
anggur 
> secara hakikat dan perahan kurma, madu, gandum, kismis secara majaz. 
> Sedangkan kelompok kedua lebih melihat kepada hadits bahwa "setiap yang 
> memabukkan itu khamar...." dan hadits ini juga sahih. Kalau kita lihat 
> sebenarnya dua pendapat ini berkisar pada perbedaan pandangan pada
penamaan. 
> Kelompok pertama melihat khamar dari sudut pemakain bahasa terhadap
suatu 
> jenis tertentu yang sudah dikenal bernama khamar. Sedang kelompok kedua 
> melihat dari sudut syar'i yang dalam rentetan masa nama khamar menjadi 
> istilah tersendiri secara syar'i bahwa setiap yang memabukkan itu
khamar.
> 
> Dalam lingkup global, penjelasan tentang dua pendapat ini sudah jelas. 
> Terkadang kerumitan akan kita temukan dalam banyak hal, baik yang
terjadi 
> dalam masyarakat luas seperti di kampung-kampung, atau produksi resmi. 
> Misalnya seperti air tape dari ketan, ulama di tempat saya berbeda
pendapat 
> dalam hal ini. Ustadz-ustadz saya juga berbeda pendapat. Saat saya
ditanya 
> tentang minuman ini, saya lebih mengambil pada pendapat pertama,
asal jangan 
> memabukkan.
> 
> Dan tulisan MUI ini secara tegas mengikuti pendapat kedua. Wallahu
A'lam.
> 
> Demikian,
> Wassalam
> 
> Aman
> 
> ----- Original Message ----- 
> From: "Ari Condro" <[EMAIL PROTECTED]>
> To: <wanita-muslimah@yahoogroups.com>
> Sent: Tuesday, November 15, 2005 3:35 AM
> Subject: Re: [wanita-muslimah] Haram vs Najis
> 
> 
> > 1. Mari kita cermati dan kita perluas diskusi kita ttg alkohol dan
halal
> > haramnya ini dengan melihat fatwa MUI tersebut secara langsung.
> >
> > 2. Diantara nama pemateri ttg alkohl ini, yg saya kenal ada nama
pak Tri
> > Susanto, dosen unibraw pakar teknologi pangan (ingat biskuit yg
mengandung
> > lemak babi) dan pak kartono mohammad sendiri.  Sementara dari kalangan
> > agamawan ada ibu Hudzaemah T Yanggo dan pak Ibrahim Hosen.
> >
> > salam,
> > Ari Condro
> >
> > Lampiran 1a. Kesimpulan Mudzakarah Nasional Tentang Alkohol Dalam
Produk
> >
> > Minuman
> >
> > Mudzakarah Nasional tentang Alkohol Dalam Produk Minuman yang
> >
> > diselenggarakan oleh Lembaga Pengkajian Pangan, Obat-obatan dan
Kosmetika
> > (LP.
> >
> > POM) Majelis Ulama Indonesia pada tanggal 13 dan 14 Rabiul Akhir 1414
> > Hijriah
> >
> > bertepatan dengan tanggal 30 September dan 1 Oktober 1993 di Jakarta,
> > setelah :
> >
> > MENIMBANG :
> >
> > a. Bahwa Islam adalah agama Allah yang memberi tuntunan dan
pedoman hidup
> > secara
> >
> > menyeluruh dan mengentarkan ummat manusia untuk memperoleh
kesejahteraan
> >
> > hidup di dunia dan kebahagiaan di akhirat ;
> >
> > b. Bahwa ajaran Islam bertujuan untuk memelihara keselamatan
agama, jiwa,
> > akal,
> >
> > keturunan dan agama. Segala sesuatu yang memberi manfaat bagi
tercapainya
> >
> > tujuan tersebut diperintahkan, dianjurkan atau dizinkan untuk
dilakukan,
> > sedang
> >
> > yang merugikan bagi tercapainya tujuan tersebut dilarang atau
dianjurkan
> > untuk
> >
> > dijauhi ;
> >
> > c. Bahwa dipandang perlu meningkatkan kualitas sumber daya manusia 
> > Indonesia
> >
> > dalam rangka mencapai tujuan nasional.
> >
> > 234
> >
> > MENGINGAT :
> >
> > 1. Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945 ;
> >
> > 2. Garis-Garis Besar Haluan Negara 1993 ;
> >
> > 3. Peraturan Menteri Kesehatan No. 86/MENKES/PER/IV/77 tentang Minuman
> > Keras;
> >
> > 4. Pedoman Dasar, Pedoman Rumah Tangga dan Program Kerja Majelis Ulama
> >
> > Indonesia.
> >
> > MENDENGAR :
> >
> > 1. Pengarahan Menko Kesra, H. Azwar Anas ;
> >
> > 2. Pengarahan Menteri Agama, Dr. H. Tarmizi Taher ;
> >
> > 3. Sambutan Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia, K.H. hasan Basri ;
> >
> > 4. Laporan Ketua LP. POM Majelis Ulama Indonesia, Prof. Dr. Hj. Aisyah
> > Girindra ;
> >
> > 5. Makalah tentang Alkohol : Proses terjadi, kandungan dan
kadarnya oleh
> > Dr.Ir. Aziz
> >
> > Darwis, dan Dr.Ir. Tri Susanto ;
> >
> > 6. Makalah tentang Manfaat dan Mudharat Alkohol oleh Brigjen.Pol. Toni
> > Sugiarto,
> >
> > prof. K.H.M. Ali Yafie dan dr. H. Kartono Muhammad ;
> >
> > 7. Makalah tentang Status Hukum Alkohol oleh K.H. Ahmad Azhar
Basyir, MA,
> >
> > Prof.K.H. Ibrahim Hosen LML, Dr. H. Aqi; Munawar, MA dan K.H. Latief
> >
> > Muchtar, MA.
> >
> > 235
> >
> > MEMPERHATIKAN :
> >
> > 1. Laporan Komisi a dan Komisi B Mudzakarah Nasional tentang
Alkohol Dalam
> >
> > Produk Minuman;
> >
> > 2. Pendapat, saran dan usul peserta Mudzakarah Nasional tentang
Alkohol
> > Dalam
> >
> > Produk Minuman.
> >
> > Dengan memohon taufiq dan hidayah Allah SWT, merumuskan hal-hal
berikut :
> >
> > I. Alkohol dan dampaknya.
> >
> > 1. Alkohol yang dimaksud dalam pembahasan disini ialah etil
alkohol atau
> >
> > etanol, suatu senyawa kimia dengan rumus C2H5OH.
> >
> > 2. Minuman beralkohol adalah minuman yang mengandung alkohol (etanol)
> >
> > yang dibuat secara fermentasi dari berbagai jenis bahan baku
nabati yang
> >
> > mengandung karbohidrat, misalnya : biji-bijian, buah-buahan, nira, dan
> > lainlain
> >
> > ; atau yang dibuat dengan cara distilasi hasil fermentasi yang
disebutkan
> >
> > diatas; atau yang sengaja ditambahkan alkohol kedalamnya ; termasuk
> >
> > kedalamnya adalah minuman keras klasifikasi a, B dan C (PerMenkes No.
> >
> > 86/1977).
> >
> > 236
> >
> > 3. Anggur, obat, anggur kolesom, arak obat dan minuman-minuman sejenis
> >
> > yang mengandung alkohol termasuk kedalam minuman beralkohol.
> >
> > 4. Khamr adalah minuman yang memabukkan, termasuk didalamnya minuman
> >
> > beralkohol.
> >
> > 5. Berapapun kadar alkohol pada minuman beralkohol tetap dinamakan
> >
> > minuman beralkohol.
> >
> > 6. Dampak negatif dari minuman beralkohol lebih besar dari efek 
> > positifnya,
> >
> > seperti misalnya : pengaruh buruk terhadap kesehatan jasmani dan
rohani,
> >
> > kriminalitas, kenakalan remaja, kamtibmas dan ketahanan nasional.
> >
> > 7. Dampak positif alkohol sebagai obat yang diminum sudah dapat
diganti
> >
> > dengan bahan lain. Namun pada obat luar/obat oles masih digunakan.
> >
> > II. Status Hukum Minuman Beralkohol
> >
> > Meminum minuman beralkohol, sedikit atau banyak, hukumnya haram.
> >
> > Demikian pula dengan kegiatan memproduksi, mengedarkan,
> >
> > memperdagangkan, membeli dan menikmati hasil/keuntungan dari
perdagangan
> >
> > minuman beralkohol.
> >
> > Kesepakatan tersebut didasarkan atas :
> >
> > 237
> >
> > 1. Meminum minuman beralkohol adalah musykir (memabukkan). Setiap yang
> >
> > memabukkan adalah khamar dan alkhamar hukumnya haram. Maka
> >
> > meminum minuman beralkohol adalah haram hukumnya.
> >
> > "Hai orang-orang yang beriman, sesungguhnya (meminum) khamar, berjudi,
> >
> > (berkorban untuk) berhala, mengundi nasib dengan panah adalah
perbuatan
> >
> > keji termasuk perbuatan syeitan. Maka jauhilah perbuatan-perbuatan itu
> >
> > agar kamu mendapat keberuntungan". (Al-Maidah : 90)
> >
> > "Allah mela'nat (mengutuk) khamar, peminumnya, penyajinya,
pedagangnya,
> >
> > pemeras bahannya, penahan atau penyimpannya, pembawanya dan
> >
> > penerimanya'. (Hadits riwayat Abu Daud dan Ibnu Majah dari Ibnu Umar).
> >
> > "Semua minuman yang memabukkan adalah khamar, dan semua khamar
> >
> > adalah haram".
> >
> > "Minuman yang jika banyak memabukkan, maka meskipun sedikit haram
> >
> > juga. (Hadits riwayat Ahmad, Ibnu Majah dan Alpha-Daruquthni dari Ibnu
> >
> > Umar).
> >
> > 238
> >
> > 2. Minuman beralkohol mengakibatkan lupa kepada Allah dan merupakan
> >
> > sumber segala macam kejahatan karena alkohol dapat menimbulkan dampak
> >
> > negatif terhadap kehidupan pribadi, keluarga, masyarakat, bangsa dan 
> > negara.
> >
> > " Jauhilah khamar, karena ia adalah kunci segala keburukan ". (Hadits
> >
> > riwayat Al-Jakim dari Ibnu Abbas).
> >
> > "Khamar adalah sumber kejahatan". (Al-Hadits)
> >
> > 3. Minuman beralkohol merusak kesehatan karena alkohol dapat
merusak organ
> >
> > hati, saluran pencernaan, sistim peredaran darah dan pada
gilirannya dapat
> >
> > mengakibatkan kematian.
> >
> > "...dan janganlah kamu membunuh dirimu, sesungguhnya Allah adalah
> >
> > Maha Penyayang kepadamu". (An-Nisa : 29).
> >
> > "....dan janganlah kamu menjatuhkan dirimu dengan tanganmu sendiri
> >
> > kedalam kebinasaan ".(Al-Baqarah : 195).
> >
> > 4. Minuman beralkohol menghancurkan potensi sosial ekonomi karena
> >
> > peminum alkohol produktivitasnya akan menurun.
> >
> > 239
> >
> > "Janganlah membuat mudharat pada dirimu sendiri dan pada orang lain ".
> >
> > (Hadits riwayat Ibnu Majah dan Al-Darutqutni)
> >
> > 5. Minuman berlkohol dapat merusak keamanan dan ketertiban masyarakat
> >
> > karena para peminum minuman beralkohol sering melakukan perbuatan
> >
> > kriminalitas yang meresahkan dan menggelisahkan masyarakat serta
sering
> >
> > terjadinya kecelakaan lalu lintas karena mengendarai mobil dalam
keadaan
> >
> > mabuk.
> >
> > "Dan janganlah kamu membuat kerusakan di muka bumi, sesungguhnya
> >
> > Allah tidak menyukai orang-orang yang berbuat kerusakan ".
(Al-Khasas :
> >
> > 77).
> >
> > 6. Minuman beralkohol membahayakan kehidupan bangsa dan negara karena
> >
> > minuman beralkohol dapat mengakibatkan usaknya persatuan dan kesatuan
> >
> > yang pada gilirannya merusak stabilitas nasional, mentalitas dan
moralitas
> >
> > manusia Indonesia masa depan.
> >
> > "Mencegah mafsadat (kerusakan) lebih didahulukan daripada mengambil
> >
> > kemaslahatan ". (kaidah Ushul Fiqih).
> >
> > 240
> >
> > III. Rekomendasi.
> >
> > Dalam upaya penanggulangan minuman beralkohol mudzakarah
> >
> > merekomendasikan sebagai berikut :
> >
> > a. Kepada pemerintah
> >
> > a. Pemerintah hendaknya meningkatkan usaha membebaskan masyarakat
> >
> > terutama kaum remaja dari pengaruh minuman beralkohol dengan
> >
> > membentuk Badan penanggulangan Alkoholisme dan menjadikan
> >
> > pembebasan minuman beralkohol sebagai gerakan nasional.
> >
> > b. Departemen Perindustrian hendaknya memberhentikan pemberian izin
> >
> > untuk mendirikan pabrik yang memproduk minuman beralkohol dan
> >
> > secara berangsur mengurangi produksinya.
> >
> > c. Departemen Perdagangan hendaknya memberhentikan pemberian izin
> >
> > untuk memperdagangkan minuman beralkohol dan memperketat
> >
> > pengedarannya.
> >
> > 241
> >
> > d. Departemen Kesehatan hendaknya :
> >
> > 1) Mengeluarkan peraturan pemerintah untuk membatasi produksi dan
> >
> > perdagangan minuman beralkohol sebagai Pasal 44 dan Pasal 82
> >
> > Undang-Undang tentang Kesehatan.
> >
> > 2) Mengurangi penggunaan alkohol dalam produksi obat-obatan.
> >
> > 3) Mempersiapkan peraturan pencantuman pernyataan bahwa
> >
> > "ALKOHOL BERBAHAYA BAGI KESEHATAN DAN MASA
> >
> > DEPAN ANDA" pada kemasan minuman beralkohol.
> >
> > e. Departemen Pendidikan dan Kebudayaan hendaknya memperketat aturan,
> >
> > pengawasan , mengambil tindakan tegas terhadap siswa yang meminum
> >
> > dan atau mengedar minuman beralkohol.
> >
> > f. Departemen Agama hendaknya meningkatkan pendidikan agama di
> >
> > sekolah-sekolah dengan memasukkan bahaya minuman beralkohol dalam
> >
> > materi pengajaran agama.
> >
> > g. Departemen Kehakiman agar memasukkan sanksi yang cukup berat
> >
> > terhadap pelanggaran perundang-undangan yang menyangkut minuman
> >
> > beralkohol dalam penyusunan KUHP.
> >
> > 242
> >
> > h. Departemen Penerangan agar membatasi iklan-iklan mengenai
> >
> > perdagangan minuman beralkohol.
> >
> > i. Kepolisian dan petugas hukum lainnya agar berusaha meningkatkan
> >
> > pengawasan terhadap peredaran dan penggunaan minuman beralkohol
> >
> > serta mengambil tindakan yang tegas terhadap para pelakunya.
> >
> > 2. a. Menghimbau para cendekiawan untuk mengembangkan ilmu dan
> >
> > teknologi sehingga penggunaan alkohol sebagai pelarut obat dalam dan
> >
> > luar, essence, pewarna dan pewangian dapat digantikan dengan bahan
> >
> > alternatif lain. Penemuan ilmu dan teknologi yang semakin maju
ternyata
> >
> > dapat mendukung ketentuan agama tentang penggunaan alkohol.
> >
> > j. Menghimbau instansi pemerintah untuk mencarikan jalan keluar pada
> >
> > industri alkohol dan minuman beralkohol yang bersifat rumah tangga
> >
> > agar usaha ekonomi mereka tetap berjalan.
> >
> > 3. Kepada pimpinan ormas, ulama, mubaligh dan khatib :
> >
> > a. Menghimbau ormas-ormas Islam dan lembaga-lembaga Islam untuk
> >
> > berperan aktif dalam memasyarakatkan bahaya meminum minuman
> >
> > 243
> >
> > beralkohol, dan mempelopori Gerakan Nasional dalam menyelamatkan
> >
> > masyarakat dari bahaya minuman beralkohol.
> >
> > b. Menghimbau para ulama, mubaligh dan khatib untuk meningkatkan
> >
> > dakwah Islamiyah dengan menekankan bahaya minuman beralkohol
> >
> > terhadap kehidupan agama, kehidupan pribadi, keluarga, masyarakat,
> >
> > bangsa dan negara.
> >
> > c. Menghimbau masyarakat khususnya ummat Islam agar menjauhi
> >
> > meminum minuman beralkohol demi keselamatan pribadi, keluarga dan
> >
> > masyarakat.
> >
> > d. Menghimbau agar Dewan Pimpinan Majelis Ulama Indonesia
> >
> > mendorong Pemerintah untuk segera membentuk Badan Penanggulangan
> >
> > Alkoholisme.
> >
> > 244
> >
> > Lampiran 1b. RISALAH RAPAT KOMISI FATWA MAJELIS ULAMA
> >
> > INDONESIA
> >
> > Sabtu, 21 Jumadil Awwal 1421 H/ 11 Agustus 2001
> >
> > I. Pimpinan Rapat
> >
> > 1. K.H. Ma'ruf Amin (Ketua Komisi Fatwa)
> >
> > 2. Drs. Hasanudin, M.Ag. (Sekretaris Komisi Fatwa)
> >
> > II. Peserta Rapat : Unsur Pimpinan Harian, Penasehat dan Anggota
KF. MUI
> >
> > serta LP. POM
> >
> > 1. Hj. Mursyidah Thahir, MA
> >
> > 2. Dr. HM. Anwar Ibrahim
> >
> > 3. Prof. Dr. H. Hasanudin AF., MA.
> >
> > 4. Drs. A. Fattwah Wibisono, MA.
> >
> > 5. Maria Ulfah
> >
> > 6. Prof K.H. Ibrahim Hosen
> >
> > 7. Prof. Dr. Hj. Huzaemah T Yanggo
> >
> > 8. Prof. Dr. H. Umar Shihab
> >
> > 9. Drs. H. Nazri Adlani
> >
> > 10. H. Basjah Abdullah
> >
> > 11. Dra. Hj. Nilmayeti
> >
> > 12. HM. Sjureich
> >
> > 13. Prof. Dr. Aisjah Girindra
> >
> > 245
> >
> > 14. K. Endin
> >
> > III. BEBERAPA KESIMPULAN RAPAT
> >
> > 1. Fusel oil yang berasal dari tebu dan sebagainya seperti biji-bijian
> > adalah
> >
> > suci/halal.
> >
> > 2. Fusel oil yang berasal dari alkohol yang bukan khamar adalah 
> > suci/halal.
> >
> > 3. Fusel oil yang berasal dari khamar adalah haram/najis.
> >
> > 4. Khamar adalah minuman keras yang mengandung alkohol (etanol :
C2H5OH)
> >
> > minimal 1 %.
> >
> > 5. Minuman keras yang mengandung alkohol (etanol : C2H5OH) kurang
dari 1 %
> >
> > haram diminum saddan liz-zari'ah (tulisan arab)
> >
> > Jakarta, 11 Agustus 2001
> >
> > Ketua Sekretaris
> >
> > K.H. MA"RUF AMIN DRS. HASANUDIN, M.Ag
> >
> >
> >
> > ----- Original Message -----
> > From: "Aman FatHa" <[EMAIL PROTECTED]>
> >
> >
> >
> >> Mas Ary,
> >> Saya sepakat dengan pendapat yang sampean kemukakan bahwa nama Khamar
> > sudah
> >> mengacu kepada bentuk minuman tertentu, yaitu perahan anggur (dan
kurma)
> >> yang dibuat dalam cara tertentu hingga menjadi suatu jenis
minuman yang
> >> memabukkan. Hukum pada jenis minuman ini kemudian disebut dengan
hukum
> > ashal
> >> (hukum dasar).
> >
> >
> >
> >
> >
> >
> >
> > Milis Wanita Muslimah
> > Membangun citra wanita muslimah dalam diri, keluarga, maupun
masyarakat.
> > Situs Web: http://www.wanita-muslimah.com
> > ARSIP DISKUSI : http://groups.yahoo.com/group/wanita-muslimah/messages
> > Kirim Posting mailto:wanita-muslimah@yahoogroups.com
> > Berhenti [EMAIL PROTECTED]
> > Milis Keluarga Sejahtera mailto:keluarga-sejahtera@yahoogroups.com
> > Milis Anak Muda Islam mailto:majelismuda@yahoogroups.com
> >
> > This mailing list has a special spell casted to reject any
attachment ....
> > Yahoo! Groups Links
> >
> >
> >
> >
> >
> >
> >
> >
> >
>






------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> 
Join modern day disciples reach the disfigured and poor with hope and healing
http://us.click.yahoo.com/lMct6A/Vp3LAA/i1hLAA/aYWolB/TM
--------------------------------------------------------------------~-> 

Milis Wanita Muslimah
Membangun citra wanita muslimah dalam diri, keluarga, maupun masyarakat.
Situs Web: http://www.wanita-muslimah.com
ARSIP DISKUSI : http://groups.yahoo.com/group/wanita-muslimah/messages
Kirim Posting mailto:wanita-muslimah@yahoogroups.com
Berhenti [EMAIL PROTECTED]
Milis Keluarga Sejahtera mailto:keluarga-sejahtera@yahoogroups.com
Milis Anak Muda Islam mailto:majelismuda@yahoogroups.com

This mailing list has a special spell casted to reject any attachment .... 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/wanita-muslimah/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/