Sejauh ini agama Islam yang saya pahami sangat menekankan untuk menggapai 
kebahagiaan akhirat. Atau kehidupan setelah kematian. Dikatakan di dalam 
al-Qur?an bahwa kehidupan akhirat itu lebih utama dan lebih kekal masanya. 
Sehingga seorang muslim harus lebih mengutamakan mengejar kebahagiaan 
kehidupan akhirat ini dibandingkan kebahagiaan kehidupan di dunia ini. 
Tentu saja bukan berarti untuk mengabaikan kehidupan dunia dan 
bermiskin-miskin. Tetapi untuk hidup di dunia seperti seorang musafir 
dalam perjalanan. Mempersiapkan bekal untuk perjalanan, dan tidak perlu 
membangun rumah megah dalam perjalanan.

Untuk mencapai kebahagiaan akhirat itu Islam mengatakan dibutuhkan 
kebersihan jiwa, kesucian jiwa, kehalusan dan kelembutan jiwa atau ruhani. 
Sebab ketika manusia mati maka jiwa atau ruh masih tetap akan melanjutkan 
perjalanannya sekalipun badan telah habis dimakan tanah. 

Dan dosa, atau perbuatan tercela yang telah ditetapkan sejak nabi Musa 
menerima 10 Perintah dari Tuhan, adalah perbuatan yang akan merusak jiwa 
dan mengotorinya. Kemudian nabi Muhammad menambah dengan dosa mabuk, riba 
dan berjudi. Dosa bukan saja akan merusak dan mengotori jiwa manusia yang 
melakukannya, tetapi dosa juga mempunyai potensi untuk menimbulkan 
perselisihan antar manusia, merusak alam dan menimbulkan penyakit sosial 
di dalam masyarakat.

Sebagai salah satu rukun iman dalam Islam adalah percaya kepada kehidupan 
akhirat atau kehidupan setelah kematian. Termasuk ganjaran yang disediakan 
bagi manusia pada kehidupan itu berupa Syurga dan Neraka. Al Qur?an memang 
memberikan gambaran konkrit tentang Syurga dan Neraka. Syurga digambarkan 
penuh dengan kenikmatan yang bisa digambarkan oleh manusia. Sedangkan 
neraka sebaliknya dipenuhi dengan gambaran yang sangat menyeramkan yang 
bisa digambarkan oleh manusia. Dalam peristiwa mi?rajnya nabi Muhammad pun 
melihat kembali gambaran Syurga dan Neraka itu. Pemberian gambaran konkrit 
dalam al Qur?an itu tentunya punya tujuan, sekalipun ada ganjaran dan 
siksa non konkrit juga mendampingi gambaran konkrit Syurga dan Neraka itu. 
Yaitu Ridlo Allah yang mendampingi kenikmatan Syurga dan Murka Allah yang 
mendampingi siksa Neraka. Gambaran konkrit Syurga dan Neraka itu 
diperuntukkan bagi sebagian manusia yang sukar untuk memahami ketinggian 
kenikmatan Ruhani. Bagi sebagian manusia lebih bisa merasakan bahwa Ridlo 
Allah, kenikmatan memandang ?wajahNya?, adalah kenikmatan tertinggi yang 
dikejar lebih dari kenikmatan konkrit Syurga. Dan sebaliknya, murka Nya, 
terhalang dari memandang wajah Nya, adalah siksaan yang lebih besar dari 
siksa konkrit Neraka. Tetapi saya tidak ingin mengatakan bahwa kehidupan 
akhirat itu bukanlah sesuatu yang konkrit atau bersifat fisik. 

Kembali ke usulan mbak Kilat untuk menggantikan pengertian dosa dan pahala 
dengan pengertian bermanfaat atau tidak bermanfaat. Jika seperti ini, maka 
kita akan membatasi tujuan agama itu hanyalah terbatas kepada kebahagiaan 
duniawi saja. Dan seringkali term bermanfaat atau tidak bermanfaat tidak 
dimengerti oleh sebagian orang yang serba berkecukupan secara duniawi, 
sehingga tidak bermanfaat untuk membersihkan jiwanya yang ia butuhkan 
untuk kebahagiaannya di akhirat nanti.

Sebagaimana biasa dilantunkan dalam doa, tujuan agama bagi manusia adalah 
untuk kebahagiaannya di dunia dan di akhirat. Dengan lebih mengutamakan 
kebahagiaan akhirat yang lebih baik dan lebih kekal. Dengan selalu berbuat 
baik serta menjaga kebersihan dan kelembutan jiwanya. Dan untuk itu, 
rasanya masih memerlukan hal-hal yang terdapat dalam agama para nabi 
Tuhan. Sekalipun penjelasannya bagi sebagian manusia berbeda dengan 
sebagian manusia yang lain. Sampaikanlah kepada manusia sesuai kadar akal 
mereka, demikian nabi Muhammad menyarankan.


Salam,




"kila4tb1roe" <[EMAIL PROTECTED]> 
Sent by: [email protected]
04/03/2006 04:22 PM
Please respond to
[email protected]


To
[email protected]
cc

Subject
Welcome To The Real World? Re: [wanita-muslimah] Re:Pelacuran,






Pak Irwan mah tahu aja konsep meledos teu karasa;)

Pak Wida, Konsep dosa dalam arti benar dan salah jelas sesuatu yang
mutlak adanya, hanya saja harus ada re-konstruksi terhadap pemahaman
dosa yang selama ini kita pahami.

Yang saya tahu (CMIII) konsep dosa masih dipahami dengan pembalasan
(hukuman&pahala). Dan biasanya ini dikaitkan dengan adanya pembalasan 
berupa surga dan neraka.

Melihat kondisi saat ini, sepertinya konsep tersebut sudah tidak
memadai lagi, apalagi konsep pembalasan surga dan neraka hanya membuat
orang berlomba-lomba dalam mencapai kesolehan pribadi yang kadang
tidak ada effeknya terhadap kesolehan sosial.

Seharusnya konsep dosa bisa jadi diperbaharui menjadi konsep manfaat,
sesuatu yang baik adalah sesuatu yang bermanfaat dan sesuatu juga
sebaliknya.


--- In [email protected], [EMAIL PROTECTED] wrote:
>
> Maksud saya, konsep dosa itu tetap ada mbak Kilat. Tetapi dalam
menghadapi  suatu masalah tidak bisa hanya dengan mengatakan ini suatu
dosa lalu tanpa  berusaha melihat permasalahan lain yang terkait
dengan perbuatan itu. 








Milis Wanita Muslimah
Membangun citra wanita muslimah dalam diri, keluarga, maupun masyarakat.
Situs Web: http://www.wanita-muslimah.com
ARSIP DISKUSI : http://groups.yahoo.com/group/wanita-muslimah/messages
Kirim Posting mailto:[email protected]
Berhenti mailto:[EMAIL PROTECTED]
Milis Keluarga Sejahtera mailto:[email protected]
Milis Anak Muda Islam mailto:[email protected]

This mailing list has a special spell casted to reject any attachment .... 

Yahoo! Groups Links



 






[Non-text portions of this message have been removed]



------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> 
Join modern day disciples reach the disfigured and poor with hope and healing
http://us.click.yahoo.com/lMct6A/Vp3LAA/i1hLAA/aYWolB/TM
--------------------------------------------------------------------~-> 

Milis Wanita Muslimah
Membangun citra wanita muslimah dalam diri, keluarga, maupun masyarakat.
Situs Web: http://www.wanita-muslimah.com
ARSIP DISKUSI : http://groups.yahoo.com/group/wanita-muslimah/messages
Kirim Posting mailto:[email protected]
Berhenti mailto:[EMAIL PROTECTED]
Milis Keluarga Sejahtera mailto:[email protected]
Milis Anak Muda Islam mailto:[email protected]

This mailing list has a special spell casted to reject any attachment .... 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/wanita-muslimah/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 


Kirim email ke