Dwi Soegardi
Sun, 14 Mar 2010 13:05:48 -0700
Kualitas posting Sunny benar2 menyedihkan. Kirain sudah setuju untuk posting yang relevan, ternyata kambuh lagi penyakit asposnya (asal posting) dan askirnya (asal kirim).
Prihatin nasib milis ini. =DWS On 3/14/10, sunny <am...@tele2.se> wrote: > Refleksi : Neters, jangan pakai pakai putih, nanti dikira mayat oleh ular, > lau disantap. Pakai yang hitam-hitam, bagusnya juga tutup muka atau > berpakaian burkha. Pasti selamat! > > Ular dimandikan? Ada-ada saja kepercayaan. > > Kalau lebar perut 40 cm mungkin baru santapan enak dan tidak bisa banyak > bergerak. > > http://www.bangkapos.com/detail.php?section=1&category=13&subcat=13&id=17258 > > > Habis Dimandikan Kembang Ular itu Dilepas > > > Sumber : Muchsin/SURYA > BANGKAPOS.COM, PAMEKASAN -- Meski ular itu sudah lama dilepas dan > dikembalikan ke tempat semula di lubang kuburan ambruk, namun sampai > sekarang masih menjadi pembicaraan hangat di kalangan masyarakat, > Batuma-mar, Pamekasan. > > Bahkan, sebagian besar masyarakat Batumar-mar, meyakini ular sepanjang 4 > meter diameter 40 cm yang ditangkap Madin, 42, warga Kampung Kabe'en, Desa > Bujur Barat, Kecamatan Batumar-mar, sebagai ular jadi-jadian. > > Warga menyebut ular itu berjenis Cobra namun pengamat ular dari Fakultas > Kedokteran Hewan (FKH) Universitas Airlangga (Unair), E Joko Putranto > menduga jenisnya ular sawah atau ular piton. Jika ular piton, kemungkinan > merupakan jenis retikulatus. Ini merupakan ular piton yang sisiknya berwarna > hitam. > > Selain diduga memangsa mayat, ular berkulit hitam dan lorek putih itu > dipercaya mengerti bahasa manusia. Sehingga Madin yang mengurung ular di > dalam kotak kayu berpintu kawat selama 21 hari kemudian melepasnya kembali. > Setelah ditangkap, ular itu sempat diajak di tengah kerumunan warga dan > ketika dilepas, lebih dulu dimandikan air kembang dan airnya diminum ular > sampai habis. > > "Ular itu benar-benar aneh. Tidak seperti ular biasa yang sering kami lihat. > Setiap kami melihat ular di dalam kotak, tubuh saya merinding dan bulu kuduk > berdiri. Sorot matanya memancarkan mistik," kata Solehoddin, warga Desa > Bujur Barat, Sabtu (13/3). > > Misdin yang sudah empat kali melihat ular dari jarak dekat bersama puluhan > warga lainnya, mengaku tidak berani lagi menatap kepala ular. Sebab setiap > warga melihat, kepala ular itu berdiri tegak, mengembang seperti hendak > memangsa. Lidahnya menjulur ke luar masuk dan tatapan matanya menyapu > pengunjung. > > "Warga tidak ada yang berani mendekati makam ambruk tempat bersarangnya ular > itu. Namun jika ditemani Pak Madin, kami berani ke sana, hanya saja tidak > boleh berlama-lama, khawatir ular itu marah," ungkap Solehoddin. > > Madin, yang selama ini sering menangkap ular menceritakan, beberapa waktu > lalu, sekitar pukul 09.00 WIB, ia tengah bersiap- siap hendak ke luar kota. > Tiba-tiba dari kejauhan terdengar sayup-sayup suara seseorang minta tolong > sambil memanggil namanya. Ketika Madin berlari ke arah suara, ia melihat > Raji, 35, tetangganya berlari ketakutan dikejar ular. "Waktu itu saya > melihat ular mengejar dengan posisi tubuh bagian depan berdiri dan nyaris > mematuk tubuh Raji, yang mengenakan baju putih," kata Madin. > > Kemudian, ayah empat anak itu menghadang ular dan berdiri seperti menantang. > Mendadak ular berdiri. Pada saat itu Madin menangkap dengan memegang > kepalanya. Seketika ular yang semula diameter tubuhnya 40 cm meter tiba-tiba > mengecil hampir 8 cm dan terlihat lemas seperti tidak punya tenaga. > > Berita tertangkapnya ular aneh itu mengundang puluhan warga sekitar. Awalnya > sebagian warga meminta Madin segera membunuh ular itu, namun Madin menolak, > karena ada sesuatu yang aneh. Menurut Madin, saat itu ia mengatakan kepada > warga dirinya mungkin orang yang tidak waras. Ia meminta warga menyaksikan > dirinya berdialog dengan ular. > > "Hei Cobra, jika kamu benar-benar ular, maka saya dan warga akan membunuhmu > sekarang juga. Tapi jika kamu bukan ular, tolong tunjukkan bisa beracun dan > gigi taringmu yang tajam," kata Madin, kepada ular. > > Ular yang semula tubuhnya lemas dan mulutnya tertutup rapat, lambat laun > menganga. "Ayo buka yang lebar, warga ingin melihat taringmu," tukas Madin. > Kemudian ular memperlebar mulutnya, sehingga delapan taring gigi atas bawah > terlihat jelas. > > Selama dikurung dalam kotak kayu berukuran tinggi 75 cm, panjang 60 cm dan > lebar 50 cm, selama 21 hari, ular itu tidak mau makan dan minum. Padahal > Madin sudah memberi katak, belalang dan tahu serta minuman ke dalam kotak. > "Yang membuat kami heran, tubuh ular itu berubah-ubah bentuk. Pagi sampai > siang, pukul 07.00 WIB - 12.00 WIB tubuhnya sebesar paha. Siang sampai > magrib, tubuhnya mengecil seukuran gagang sapu. Dan magrib sampai pagi, > tubuhnya seperti semula," kata Madin. > > Diceritakan, sejak ular itu ditangkap, sebagian warga mengaku gelisah dan > sering bermimpi ular. Bahkan, selama ular dikurung di dalam kamar rumah > kosong, tidak turun hujan. Akhirnya warga sepakat ular itu dikembalikan ke > tempatnya di makam Mat Hasan, yang ambruk. Hasan meninggal dua tahun lalu. > Sebelum dilepas, disaksikan puluhan warga, ular itu dimandikan air kembang. > > "Saya tahu, selama kamu dikurung, kamu tidak makan dan minum. Ini air > kembang, minumlah," kata Madin kepada ular. Dan saat itu ular langsung > meminum setengah ember air kembang sampai habis. > > Anggota DPRD Pamekasan, asal Batumar-mar, Munaji, mengatakan, sebagian > masyarakat menganggap ular pemangsa mayat, jelmaan makhluk. "Kami sudah > mengimbau kepada masyarakat, jangan terlalu percaya dengan mitos itu," kata > Munaji. > > Pengamat ular dari Unair, E Joko Putranto, sebelumnya juga menganggap aneh > kalau ada ular Cobra memakan mayat. Ia menyebut, ular liar selalu memakan > makhluk hidup. Ia menduga ular yang ditangkap kemudian dilepaskan di > Pamekasan itu adalah ular piton. > > "Rasanya aneh jika ular liar makan mayat. Dan biasanya, kalau sangat > kelaparan, ular piton masuk kampung untuk memangsa ayam atau hewan hidup > yang lain. Bukan membuat liang di kuburan," terang Joko. > > ++++ > > http://www.bangkapos.com/detail.php?section=1&category=13&subcat=13&id=17209 > > Ular Pemakan Mayat ini membuka Mulutnya Tiap Melihat Kain Putih > > > Sumber : kompas. com > PAMEKASAN, BANGKAPOS. com - Warga Bujur Barat, Kecamatan Batumarmar, > Pamekasan, Madura, Jawa Timur, menangkap seekor ular cobra berukuran panjang > sekitar empat meter, yang diketahui memakan mayat. > > Ular berukuran besar dengan diameter 40 cm meter ini berhasil ditangkap > warga di pemakaman umum desa setempat, saat ular tersebut sedang keluar dari > lubang sebuah kuburan yang ambruk. > > "Ular ini sebenarnya jinak, namun ketika melihat orang yang berpakaian putih > langsung membuka mulutnya seperti hendak memangsa orang itu," kata Kepala > Desa Bujur Barat, Rajaie, Jumat (12/3/2010). > > Ular cobra berukuran besar itu diyakini sebagai pemangsa mayat, karena di > pemakaman umum Desa Bujur Barat banyak makam yang ambruk dan tidak diketahui > mayatnya. > > Salah satu indikasi bahwa yang memangsa mayat warga yang hilang di dalam > kuburan di desa itu, jika ular tersebut melihat orang berpakaian putih > langsung membuka mulut dan hendak memakan orang itu. > > "Mayat di kuburan itu, kan dibungkus kain putih. Makanya begitu melihat > orang berpakaian putih langsung membuka mulut, mungkin dikira mayat juga," > ucapnya. > > > > > > > > > [Non-text portions of this message have been removed] > > -- Sent from my mobile device