Abdul Muiz
Sun, 14 Mar 2010 22:40:54 -0700
ada hadits nabi (saya lupa riwayatnya) yang menganjurkan agar bayi yang baru
lahir langit-langit mulutnya diolesi kurma, apa pendapat para pakar obat atau
dokter tentang hal ini ?? apa cukup higienis tradisi demikian ??
Wassalam
Abdul Mu'iz
--- Pada Sen, 15/3/10, H. M. Nur Abdurahman <mnur.abdurrah...@yahoo.co.id>
menulis:
Dari: H. M. Nur Abdurahman <mnur.abdurrah...@yahoo.co.id>
Judul: Re: [wanita-muslimah] Re: Hadits ttg Kencing Unta Sebagai Obat
Kepada: wanita-muslimah@yahoogroups.com
Tanggal: Senin, 15 Maret, 2010, 6:15 AM
----- Original Message -----
From: "sunny" <am...@tele2. se>
To: <wanita-muslimah@ yahoogroups. com>
Sent: Monday, March 15, 2010 00:13
Subject: Re: [wanita-muslimah] Re: Hadits ttg Kencing Unta Sebagai Obat
Baru untuk saya, sekalipun telah beberapa kali bekerja di pembuatan keju di
Gouda, Holland. Mungkin waktu itu tidak diproduksi "Casu marzu" ini, karena
khusus untuk Sardinia.
############ ######### ######### ######### ######### ######### #########
######### #######
HMNA:
Dari kencing unta ke soal makanan. Hollandsche kaas (keju Belanda) enak. Kurma
Madinah enak. Kalau makan bersamaan kombinasi keduanya, lebih enak.
************ ********* *********
BISMILLA-HIRRAHMA- NIRRAHIYM
WAHYU DAN AKAL - IMAN DAN ILMU
[Kolom Tetap Harian Fajar]
551. Kurma
Sewaktu DR S.Majidi masih hidup, kami bertiga, yaitu Prof.H.A.Rahman Rahim,
Prof.H.Halide (keduanya mantan Atase Kebudayaan di Arab Saudi) dan saya
sendiri, berguru secara tradisional, yaitu mendatangi rumah beliau, bertatap
muka secara langsung, layaknya seperti orang mengaji menghadap gurunya. Allahu
Yarham S.Majidi masih menyeleksi Hadits Shahih, sehingga bagi orang luar yang
belum betul mengenal pola pikir almarhum, timbul kesan pada mereka bahwa
almarhum menolak Hadits. Allahu Yarham S.Majidi menyeleksi Hadis Shahih dengan
memperhadapkannya pada Al Quran.
Adapun contoh yang dimaksud adalah seperti Hadits yang matannya seperti
berikut:
-- Antum a'lamu biamri dunya-kum (H.R.Bukhari) , artinya: Kamu lebih mengetahui
urusan duniamu. Hadits tersebut dibahas almarhum pada kesempatan bertatap muka.
Menurut almarhum Hadits itu dijadikan dalil oleh orang-orang yang pemahamnya
memisahkan antara urusan dunia (baca kehidupan berpolitik, bermasyarakat dan
bernegara) dengan urusan akhirat (baca kehidupan beragama).
Almarhum kemudian melanjutkan dengan mengemukakan ayat:
-- ALYWM AKMLT LKM DYNKUM (S. ALMAaDt, 5:3) dibaca: Alyawma akmaltulakum
di-nakum (s. alma-idah), artinya: Hari ini telah kusempurnakan bagi kamu din
kamu.
Akmaltulakum di-nakum, paham? Islam itu din yang sempurna, tercakup di dalamnya
semua aspek kehidupan di dunia untuk kebahagiaan di akhirat, paham? Seperti
kehidupan berpolitik, bermasyarakat dan bernegara, paham? Apakah cocok antum
a'lamu biamri dunya-kum dengan akmaltulakum di-nakum, paham?
Adapun latar belakang lahirnya sabda RasuluLlah itu tidak luput dari seleksi
almarhum dengan memperhadapkannya pada Al Quran. RasuluLlah mendapati penduduk
Madinah sedang mengawinkan kurma, lalu RasuluLlah memberikan tanggapan mengapa
mesti kurma itu dikawinkan segala, mengapa tidak dibiarkan begitu saja.
Penduduk Madinah yang petani kurma itu berhenti mengawinkan kurmanya. Kemudian
ternyata produksi kurma menurun karenanya. Para petani kurma melaporkan panen
kurma yang menurun itu kepada RasuluLlah. Maka keluarlah sabda RasuluLlah:
Antum a'lamu biamri dunya-kum.
Latar belakang sabda RasuluLlah tersebut diperhadapkan Allahu Yarham S.Majidi
terhadap ayat:
-- SBhN ALDZY KHLQ ALAZWAJ KLHA MMA TNBT ALARDH (S.YS, 36), dibaca:
Subha-na l ladzi- khalaqal azwa-ja kullaha- mimma- tumbitul ardh, (s. ya-sin).
Artinya: Maha Suci Yang menciptakan tiap-tiap sesuatu berjodoh-jodohanan yaitu
dari apa yang ditumbuhkan di bumi (36:36).
Mimma- tumbitul ardh, paham? Al.azwa-j, paham? Tumbuh-tumbuhan itu
berjodoh-jodohan, ada jantan ada betina, paham? S. Yasin diterima Nabi di
Makkah, peristiwa mengawinkan kurma di Madinah, jadi Nabi melarang mengawinkan
kurma setelah Nabi mendapatkan Ilmu dari Allah, tumbuh-tumbuhan itu ada jantan
ada betina. Ini tidak masuk akal, paham? Nabi mustahil melupakan ayat, paham?
Jadi tidak mungkin Nabi melarang mengawinkan kurma, paham? Almarhum sering
sekali menutup kalimatnya dengan paham. Itu tidak berarti bahwa almarhum
marah-marah, melainkan memang begitulah gayanya kalau sedang asyik menerangkan.
***
Arkian, kita sekarang berbincang tentang kurma(*), makanan halal dan thayyibah
(bergizi tinggi). Pada umumnya orang sepakat bahwa kurma itu lezat rasanya.
Pernahkah anda mencicipi kombinasi kurma Madinah dan Hollandsche kaas (keju
Belanda)? Nikmat rasanya. Kandungan kalori kurma yang tinggi dan mudah dicerna
oleh tubuh, maka cocok sekali kalau dikonsumsi saat berbuka puasa. Namun, ada
khasiat yang lebih istimewa: kurma mampu menurunkan risiko serangan stroke
berkat tingginya kalium yang dikandungnya.
Kurma yang mengandung kalium yang tinggi, membantu menurunkan tekanan darah
serta dapat memberi kekuatan tambahan dalam mencegah stroke secara langsung,
bagaimana pun kondisi tekanan darah seseorang. Mengkonsumsi ekstra kalium
menjaga dinding arteri tetap elastis dan berfungsi normal. Keadaan ini membuat
pembuluh darah tidak mudah rusak akibat tekanan darah. Jadi jelas, kurma yang
disunnatkan untuk berbuka puasa di Bulan Ramadhan, bukan makanan pembuka yang
biasa. Diam-diam ia menyimpan senjata potensial antistroke dan antiserangan
jantung.
Selain kalium, kurma kering sangat tinggi kandungan salisilat, yaitu aspirin
alami. Salisilat dikenal sebagai bahan baku aspirin, obat pengurang atau
penghilang rasa sakit dan demam. Salisilat bersifat mencegah pembekuan darah,
antiinflamasi, dan berdampak melenyapkan rasa nyeri. Salisilat pada kurma
memberikan kinerja yang sama dengan minum aspirin. Buah kurma dapat disantap
langsung, dalam keadaan kering atau segar. Nilai gizi utama yang diandalkan
yaitu kandungan karbohidrat yang berkisar dari sekitar 60% pada kurma lembek
hingga sekitar 70% pada kurma kering.
Kebanyakan varietas kurma mengandung gula glukosa (jenis gula yang ada dalam
darah) atau fruktosa yang mudah dicerna dan mudah dibakar oleh tubuh. Dengan
demikian akan menghasilkan tenaga yang tinggi, tanpa mempersulit tubuh untuk
mengolah, mencerna, dan menjadikannya sebagai gizi yang baik. Itu sebabnya
mengapa kurma dianggap sebagai buah yang ideal untuk hidangan berbuka puasa
ataupun sahur. Makanya, orang yang makan cukup banyak kurma pada waktu sahur
akan menjadi segar dan tahan lapar, sebab bahan pangan ini juga kaya akan
serat. Serat yang dikandung kurma tersebut dalam jumlah memadai, berfungsi pula
selain orang tahan lapar seperti disebutlan di atas, terutama pula melunakkan
usus dan mengaktifkannya, yang secara alami dapat mempermudah buang air besar.
Keunggulan kurma lainnya mengandung berbagai vitamin penting, seperti vitamin
A, tiamin (penting bagi sel-sel saraf dan membantu melepaskan energi dari
karbohidrat) , riboflavin dan niasin (menjaga fungsi normal saraf). Selain itu,
kurma ternyata juga memuat berbagai zat gizi lain seperti zat besi, magnesium,
potasium dan kalsium., vitamin B, asam nikotinat. Dalam kurma juga terdapat
semacam hormon (potuchsin) yang dapat menciutkan pembuluh darah dalam rahim,
sehingga mencegah perdarahan rahim. WaLlahu a'lamu bisshawab.
*** Makassar, 24 November 2002
[H.Muh.Nur Abdurrahman]
http://waii- hmna.blogspot. com/2002/ 11/551-kurma. html
============ ========= ========= ===
(*)
Buah Kurma untuk Mengatasi Hipertensi/Darah Tinggi. Menurut ahli gizi IPB, Dr
Hardinsyah MS, Direktur Klinik Konsultasi Gizi dan Klub Diet IPB ini mengatakan
bahwa kurma mengandung zat gizi yang nyaris lengkap dengan komposisi yang
seimbang, meskipun dalam jumlah yang serba sedikit. Kebiasaan Nabi mengonsumsi
kurma segar (RTB) dan kurma tidak segar (kering, TMR) saat berbuka, lanjut
Hardinsyah, memberikan manfaat yang optimal.
Kurma segar mengandung kadar air dan vitamin yang lebih banyak tetapi rendah
kandungan energi siap pakainya. Sementara kurma yang tidak segar tinggi akan
kandungan energi siap pakai namun kandungan air dan beberapa vitamin lebih
rendah, bahkan kandungan vitamin C-nya hilang. Bagi umat Islam, berbuka puasa
dengan kurma bukanlah sekadar tradisi, namun anjuran Nabi Muhammad SAW.
''Barangsiapa yang mempunyai kurma ketika puasa, hendaklah berbuka dengan
kurma.'' Sementara dilihat dari ilmu gizi, kurma memang sangat dianjurkan untuk
berbuka puasa. Tak cuma itu, kurma juga mengandung potasium yang tinggi.
Potasium, ujar Hardinsyah, bermanfaat untuk mengendalikan tekanan darah, untuk
terapi darah tinggi, serta membersihkan karbon dioksida dalam darah. Potasium
juga bermanfaat untuk memicu kerja otot dan simpul syaraf. ''Berbagai mineral
yang diperoleh dari kurma juga bermanfaat untuk mengoptimalkan kandungan
elektrolit dalam cairan tubuh,'' imbuh peraih PhD dari
University of Queensland, Australia, ini.
Sumber: Republika Online, Selasa 12 Nopember 2002
Saya hanya mencicip kurma berdasarkan pengalaman. Kurma segar (fresh) yaitu
yang baru dipetik di pohon (RTB) masih mengandung air seperti buah pisang raja
yang masak yang segar baru dikupas dari kulitnya, yang juga masih mengandung
air. Kurma kering (TMR) seperti pisang raja yang masak yang sudah kering, yang
dalam bahasa Makassar disebut dampoq, bedanya dari RTB ke TMR tidak perlu
dijemur, tetapi dari pisang raja yang masih basah dijemur di matahari untuk
mendapatkan dampoq pisang raja, warnanyapun berubah menjadi coklat, seperti
warna TMR. TMR lebih manis dari RTB, seperti juga dampoq pisang raja lebih
manis dari pisang raja yang masih segar. Rasanya TMR di Makkah sama manisnya
dengan yang saya beli di toko atau di pasar di Indonesia ini. Menurut
penjelasan dari ahli gizi, berbuka dengan sejemput kurma, itu sudah masuk di
perut sekitar 600 Kcal, jadi sisanya yang 600 Kcal cukup sepiring nasi dan lauk
pauknya. Fyi, tubuh cukup dengan konsumsi 1200 Kcal.
Alhasil manisnya kurma bukan karena diberi pemanis. Bukan seperti dalam syair
Makassar
Iya gangga iya golla
Iya nirappo ganggai
Iya kaluku
Iya pole nisantangi
Gangga itu gula
Diberi berkuah gangga
Kelapalah dia
Diberi bersantan pula
############ ######### ######### ######### ######### ######### #########
######### #######
----- Original Message -----
From: Wikan Danar Sunindyo
To: wanita-muslimah@ yahoogroups. com
Sent: Sunday, March 14, 2010 4:36 PM
Subject: Re: [wanita-muslimah] Re: Hadits ttg Kencing Unta Sebagai Obat
kalau di italia, belatung/ulat lalat malah dimakan hidup2 tuh
"diternakkan" di atas susu dan jadi keju
silakan lihat ke
http://kolomkita. detik.com/ baca/artikel/ 33/1167/keju_ belatung_ aarrrghhh.
...
mungkin ada muslimin yang mau coba? :)
salam,
--
wikan
2010/3/14 sunny <am...@tele2. se>
>
>
>
> Ulat lalat dipakai untuk pengobatan luka yang benanah, ulat memakan nanah,
jadi luka di bersihkan. Di Inggris ada laboratorium institute yang memelihara
lalat untuk itu.
>
> Selain itu dalam kasus pembunuhan/kematian pihak kepolisian memakai ulat
untuk menentukan kira-kira kapan korban mati atau dimatikan.
[Non-text portions of this message have been removed]
Nikmati chatting lebih sering di blog dan situs web. Gunakan Wizard
Pembuat Pingbox Online. http://id.messenger.yahoo.com/pingbox/
[Non-text portions of this message have been removed]