Fuad Hasyim
Sun, 15 Jun 2008 17:01:54 -0700
1. Imam Muslim dan yang lainnya meriwayatkan dari Abu Hurairah r.a.
bahwa Nabi Muhammad SAW bersabda: “Perumpamaan saya dan para Nabi sebelum saya
seperti orang yang membangun satu bangunan lalu dia membaguskan dan membuat
indah bangunan itu kecuali tempat batu yang ada di salah satu sudut. Kemudian
orang-orang mengelilinginya dan mereka ta’juk lalu berkata: ‘kenapa kamu tidak
taruh batu ini.?’ Nabi menjawab : Sayalah batu itu dan saya penutup Nabi-nabi”
2. Imam Muslim juga meriwayatkan dari Jubair bin Mut’im RA bahwa Nabi
SAW bersabda: “Sesungguhnya saya mempunyai nama-nama, saya Muhammad, saya
Ahmad, saya Al-Mahi, yang mana Allah menghapuskan kekafiran karena saya, saya
Al-Hasyir yang mana manusia berkumpul di kaki saya, saya Al-Aqib yang tidak ada
Nabi setelahnya”
3. Abu Daud dan yang lain dalam hadist Thauban Al-Thawil, bersabda Nabi
Muhammad SAW: “Akan ada pada umatku 30 pendusta semuanya mengaku nabi, dan saya
penutup para Nabi dan tidak ada nabi setelahku”
4. Khutbah terakhir Rasulullah ” …Wahai manusia, tidak ada nabi atau
rasul yang akan datang sesudahku dan tidak ada agama baru yang akan
lahir.Karena itu, wahai manusia, berpikirlah dengan baik dan pahamilah
kata-kata yang kusampaikan kepadamu. Aku tinggalkan dua hal: Al Quran dan
Sunnah, contoh-contoh dariku; dan jika kamu ikuti keduanya kamu tidak akan
pernah tersesat …”
5. Rasulullah SAW menjelaskan: “Suku Israel dipimpim oleh Nabi-nabi.
Jika seorang Nabi meninggal dunia, seorang nabi lain meneruskannya. Tetapi
tidak ada nabi yang akan datang sesudahku; hanya para kalifah yang akan menjadi
penerusku (Bukhari, Kitab-ul-Manaqib).
6. Rasulullah SAW menegaskan: “Posisiku dalam hubungan dengan nabi-nabi
yang datang sebelumku dapat dijelaskan dengan contoh berikut: Seorang laki-laki
mendirikan sebuah bangunan dan menghiasinya dengan keindahan yang agung, tetapi
dia menyisakan sebuah lubang di sudut untuk tempat sebuah batu yang belum
dipasang. Orang-orang melihat sekeliling bangunan tersebut dan mengagumi
keindahannya, tetapi bertanya-tanya, kenapa ada sebuah batu yang hilang dari
lubang tersebut? Aku seperti batu yang hilang itu dan aku adalah yang terakhir
dalam jajaran Nabi-nabi”. (Bukhari, Kitab-ul-Manaqib).
7. Rasulullah SAW menyatakan: “Allah telah memberkati aku dengan enam
macam kebaikan yang tidak dinikmati Nabi-nabi terdahulu: - Aku dikaruniai
keahlian berbicara yang efektif dan sempurna. - Aku diberi kemenangan karena
musuh gentar menghadapiku - Harta rampasan perang dihalalkan bagiku. -Seluruh
bumi telah dijadikan tempatku beribadah dan juga telah menjadi alat pensuci
bagiku. Dengan kata lain, dalam agamaku, melakukan shalat tidak harus di suatu
tempat ibadah tertentu. Shalat dapat dilakukan di manapun di atas bumi. Dan
jika air tidak tersedia, ummatku diizinkan untuk berwudhu dengan tanah
(Tayammum) dan membersihkan dirinya dengan tanah jika air untuk mandi langka. -
Aku diutus Allah untuk menyampaikan pesan suciNYA bagi seluruh dunia. – Dan
jajaran Kenabian telah mencapai akhirnya padaku (Riwayat Muslim, Tirmidhi, Ibnu
Majah)
8. Rasulullah SAW menegaskan: “Rantai Kerasulan dan Kenabian telah
sampai pada akhirnya. Tidak akan ada lagi rasul dan nabi sesudahku”. (Tirmidhi,
Kitab-ur-Rouya, Bab Zahab-un-Nubuwwa; Musnad Ahmad; Marwiyat-Anas bin Malik).
9. Rasulullah SAW menjelaskan: ‘Saya Muhammad, Saya Ahmad, Saya
Pembersih dan kekafiran harus dihapuskan melalui aku; Saya Pengumpul, Manusia
harus berkumpul pada hari kiamat yang datang sesudahku. (Dengan kata lain,
Kiamat adalah satu-satunya yang akan datang sesudahku); dan saya adalah Yang
Terakhir dalam arti tidak ada nabi yang datang sesudahku”. (Bukhari dan Muslim,
Kitab-ul-Fada’il, Bab Asmaun-Nabi; Tirmidhi, Kitab-ul-Adab, Bab Asma-un-Nabi;
Muatta’, Kitab-u-Asma-in-Nabi; Al-Mustadrak Hakim, Kitab-ut-Tarikh, Bab
Asma-un-Nabi).
10. Rasulullah SAW menjelaskan: “Allah yang Maha Kuasa tidak mengirim
seorang Nabi pun ke dunia ini yang tidak memperingatkan ummatnya tentang
kemunculan Dajjal (Anti-Kristus, tetapi Dajjal tidak muncul dalam masa mereka).
Aku yang terakhir dalam jajaran Nabi-Nabi dan kalian ummat terakhir yang
beriman. Tidak diragukan, suatu saat, Dajjal akan datang dari antara kamu”.
(Ibnu Majah, Kitabul Fitan, Bab Dajjal).
11. Abdur Rahman bin Jubair melaporkan: “Saya mendengar Abdullah bin
‘Amr ibn-’As menceritakan bahwa suatu hari Rasulullah SAW keluar dari rumahnya
dan bergabung dengan mereka. Tindak-tanduknya memberi kesan seolah-olah beliau
akan meninggalkan kita. Beliau berkata: “Aku Muhammad, Nabi Allah yang buta
huruf”, dan mengulangi pernyataan itu tiga kali. Lalu beliau menegaskan: “Tidak
ada lagi Nabi sesudahku”. (Musnad Ahmad, Marwiyat ‘Abdullah bin ‘Amr ibn-’As).
12. Rasulullah SAW berkata: ” Allah tidak akan mengutus Nabi sesudahku,
tetapi hanya Mubashirat”. Dikatakan, apa yang dimaksud dengan al-Mubashirat.
Beliau berkata: Visi yang baik atau visi yang suci”. (Musnad Ahmad, marwiyat
Abu Tufail, Nasa’i, Abu Dawud). (Dengan kata lain tidak ada kemungkinan
turunnya wahyu Allah di masa yang akan datang. Paling tinggi, jika seseorang
mendapat inspirasi dari Allah, dia akan menerimanya dalam bentuk mimpi yang
suci).
13. Rasulullah SAW berkata: “Jika benar seorang Nabi akan datang
sesudahku, orang itu tentunya Umar bin Khattab”. (Tirmidhi, Kitab-ul-Manaqib).
14. Rasulullah SAW berkata kepada ‘Ali, “Hubunganmu denganku ialah
seperti hubungan Harun dengan Musa. Tetapi tidak ada Nabi yang akan datang
sesudahku”. (Bukhari dan Muslim, Kitab Fada’il as-Sahaba).
15. Rasulullah SAW menjelaskan: “Di antara suku Israel sebelum kamu,
benar-benar ada orang-orang yang berkomunikasi dengan Tuhan, meskipun mereka
bukanlah NabiNYA. Jika ada satu orang di antara ummatku yang akan berkomunikasi
dengan Allah, orangnya tidak lain daripada Umar. (Bukhari, Kitab-ul-Manaqib)
16. Rasulullah SAW berkata: “Tidak ada Nabi yang akan datang sesudahku
dan karena itu, tidak akan ada ummat lain pengikut nabi baru apapun”. (Baihaqi,
Kitab-ul-Rouya; Tabrani)”
Yahoo! Toolbar kini dilengkapi dengan Search Assist. Download sekarang
juga.
http://id.toolbar.yahoo.com/