yaoi  

Baca boleh, delete boleh, ketawa boleh, asal gak dimukaku!!^.~

Pinknina
Sat, 19 Oct 2002 02:58:49 -0700

    Ah! Ini scriblings yg Nina buat jaman2x lampau sekalee pas awal2x kenal
BL  & waktu itu aku posting ke ML2x tempat aku biasa nongkrong. Barusan
ilang, tapi ada yg baik n mem-forward-kan semuanya lagi. Aku butuh krn ada
yg mo aku masukin ke script komikku. Nah, ini sekalian aku share ajah.
Moga2x gak dianggep junk ^^;; All're the creations I made while I was in
psycho mode after reading or listening to Jepun stuff...
    C&&C or even flames are very welcome... Bahkan kalo ada yg menemukan
grammar yg ngaco bilang ajah, soalnya bhs Inggrisku kacaw totalz ^^;;
Pengiriman ini sebenernya krn aku abis ngedengerin ulang Catexis berjam2x.
Kangen.


================================================
Title : Untitled....yet
By : Pinknina
Inspired by : Super Drive (Gravi  Op.)
[ Is this a poem or a song? You decide it! ]

~~~Untitled...yet~~~~

Rasakan jejakmu di rerumputan
Mimpipun seperti itu
lebih kencang dari angin
lebih bersinar dari matahari

Lepaskan sayapmu dan berlarilah
Buang senyummu dan menangislah
di balik hujan dan di bawah bintang
Jadilah manusia yang mengagumkan

Kalau hari ini membencimu
Oke, tertawalah kepada langit
Oke, bersembunyilah di balik bayangan
Tapi, hanya untuk hari ini ........

Esok hari akan berbeda
Saat membuka mata dalam hembusan nafas
Lihatlah lebih dekat, katakan lebih kencang
Aku dan kamu harus lebih nyata dari pada mimpi

Lepaskan sayapmu dan berlarilah
Buang senyummu dan menangislah
di balik hujan dan di bawah bintang
Jadilah manusia yang mengagumkan

Yah, untuk hari ini....
Yah, sampai kapanpun...
Yah, baiklah!

<<Hasil dr tidur cuman 3 jam gara2x semaleman melototin Vid-Clip
Op. Gravitation *Super Drive* +/- 10x, paginya demam + panas
dalem, & akhirnya bolos ke kampus...  >>

======================================

Title : Dance of Freedom
By : Pinknina
Note : <<yg di dlm tanda ini>> = desisan  di background
[ Is this a poem or a song? You decide! ^.~ ]


~~Dance of Freedom~~

Ketukan jemari pada piano
mengalunkan rasa tanpa kata
membuai jiwa menyambut kantuk
dentingan nada menuntun langkah ini

    << lalu *ia*pun pergi>>

Manusia yang liar bagaikan api
Dipenuhi rasa cemburu sedingin es
Terhenti oleh panasnya air mata
Terpaku dalam kegelapan

    <<lalu *ia*pun tiba>>

Mari, berlari bersamaku....
Bermain *hide & seek* di antara cahaya
tenggelam dalam melodi debaran jantung
Melepaskan beban itu demi saat ini

Kibaskan letih dari rambutmu
Menari dalam kilatan cahaya
Manusia malam yang ceria
Puaskan kebebasan demi saat ini

    << rasakanlah lagi.....ingatlah lagi.....>>

Malam ini, hanya saat ini
Nikmati pesta tak berujung
Saat malaikat memejamkan mata
Teriakkanlah padaku isi hatimu

Good News!! Just be yourself, tonight!
Kehangatan yang terlupakan
Airmatapun biarlah terbawa ombak
Lupakanlah bersamaku semua kesusahan itu

    << semua impian..... semua inspirasi....>>

Malam ini, hanya saat ini
Jadilah manusia yang paling berbahagia
Diantara kunang-kunang gedung bertingkat
Melesat menikmati belaian angin

Good News!! Just be none's, tonight!
Bakarlah emosimu lebur dalam ingatan
Jangan lepaskan memori akan rasa ini
Saat kau memperlihatkan tawamu yang paling PERFECT!

    <<jangan lepaskan...>>

Lalu esokpun......
    <<jangan pernah....>>
saat membuka mata menghirup dunia.......
    <<lepas...lepaskan....>>
saat membuka mulut menjalani hidup.......
    <<lupa.....lupakan......>>
Akan terus jadi manusia yang lebih bahagia....
    <<...kebahagiaan....>>

    <<...ah, kebahagianmu.......>>
    <<...ah, kebahagiaanku.............>>
    <<...ah, cukuplah ......................>>

(instrument ......fade off...)

========================================
Title : Last Heartbeat
By : Pinknina
Inspired by : X Japan's tears
Result of : hours of listening to X-Japan's songs
[ Is this a fic or a song? You decide it! ^.~ ]

..... TAP!! .... TAPP!! ...... TAP!!.....

          Reach the end of your days and look back: was it worth
it? Were you happy? Did you do everything you wanted to do, and
did you tell everyone how much you love them? Does it matter? Does
anything matter?

    Can't breath.....

    To stop the tears, to wipe away regrets....

    Don't wanna say good bye.....

    Haven't told you....... Never told you....

    Please be there....

    to hear my one, only promise.....

    of no more denial, of no more coldness
    of no more hatred, of no more emptiness
    of no more delay, of no more dreams

    Please, be there.....

    and listen to my one, last story....

    About love and happiness...
    About obsession and jealousy...
    About pain and loneliness...
    About.....
    ..............you and me....

     So please....

    be there....

    be no regrets....

RIIIING!! RIIIING!!!

    "Hello? ...Yeah, it's me.... .... ..What?.....
....No, nothing's wrong....Ah, I...I just wanna hear your voice
... ... Hm? ..... Yeah, that's all .....Oh, and I love you.......
............
.... Oh.. ..... Sure..."

    No regrets......!!

..... TAP!! .... TAPP!! ...... TAP!!.....

    Please, be there.....

    Don't wanna say good bye....

..... TAP!! .... TAPP!! ...... TAP!!.....

    Just.....

    ...be there.....

    ...for my one word.....

    ...of you and me.....

KNOCK!! KNOCK!! KNOCK!!

    "Hi..."

    No regret.....!!


<inspired by X Japan's Tears>


PS : buat yg gak nyambung artinya boleh nanya, tapi.... kira2x ada
yg bisa nebak maksud tersiratnya gak?  'v*= Gampang koq : kesan
apa yg langsung pertama kali kamu tangkap pas selesai ngebacanya?
Rasakan *feelingnya*.... ^_*v

================================================

Title : Sebuah Cerita......
By : Pinknina
[ Is this a fic or simply a junk? You decide it! ^.~ ]

 Kami berada dalam kesunyian malam  di dalam mobil dalam
perjalanan pulang dari sebuah pesta, saat temanku yang memegang
setir tiba2x bertanya sambil melirik ke arah kami melalui kaca
spionnya ......"Menurut kalian, apa itu sahabat sejati?"

    Kedua  temanku menjawab dengan antusias karena mereka mungkin
sudah bosan dengan kesunyian, tapi aku hanya menyenderkan kepala
ke kaca jendela yg dingin dengan mata menahan katuk sambil
memandangi butiran air hujan yang menetes, mengaburkan image
gedung dan mobil yang kami lewati.......

    Saat sudah tak ada yang berbicara, entah kenapa  dan darimana,
aku yg sudah lelah, mengantuk dan tidak memperhatikan perkembangan
dari apa yg dibicarakan  tiba2x berkata ......

    "Sahabat Sejati ..... Bukan sekedar hanya  orang yg saling
berbagi suka & duka, gak sesederhana itu. Tapi juga biarpun hati,
pendapat & cara berpikir gak sama, tetep nyambung & bisa akur.
Saat bertengkar, sehebat apapun pertengkaran itu & sesakit apapun
perasaan saat itu, pastilah suatu saat bakal bisa berbaikan
kembali. Arti dari ikatan *sahabat sejati* lebih kental dari
hubungan darah antar saudara/orang tua & lebih abadi dari cinta
antar kekasih. Bagaimana kau mengenali sahabat sejatimu? Itulah
hebatnya, kau takkan menyadarinya tapi kau akan selalu bisa
merasakannya......sama seperti angin"

    ........ suasan jadi sunyi...

    .... mungkin karena tidak ada yg menduga kalau kata2x macam
begitu bisa keluar dari mulutku, lebih tepatnya dari *aku* yang
terkenal sangat acuh pada hal2x yang bersifat serius. Lalu, saat
aku sudah hampir terlelap, temanku yang lain bertanya lagi .....
"Kalau begitu, apa itu cinta sejati?"

    Dalam hati aku mengerang saat kesunyian pecah oleh jawaban2x
dari teman2xku yg lain. Kali ini, tampaknya mereka mengharapkan
pendapatku, karena sesaat kemudian suasana kembali senyap tetapi
dipenuhi rasa antisipasi dari mereka, yang  bisa kurasakan tanpa
mereka perlu menoleh ataupun bertanya kepadaku.

    Kurebahkan kepalaku ke senderan kursi dan sambil meletakkan
tangan kananku di atas mataku yang sudah terpejam, aku mencoba
lagi .....

    "Kadang ada yang mengira persamaan bisa menjadi akar cinta,
tapi ada yang berkata perbedaan juga bisa menarikmu. Cinta
dikatakan absurd.Padahal cukup mudah. Asalkan kamu mau mengakui
dan siap menerima tanggung jawab atas perasaanmu, itu sudah bisa
dibilang cinta sejati. Tidak perduli kepada siapa, apa, dimana,
ataupun kapan perasaan itu ditujukan. Kalaupun sampai harus
berpisah, asalkan kamu tidak mengingkari kenangan cinta itu....
Itu sudah cukup. Soal berbalas atau tidak, tidak menentukan
keabadian cintamu, karena ini adalah soal perasaan*mu* sendiri...
Asal kamu bersungguh2x saat mencintainya dan menuangkan semua
perasaanmu saat bersamanya, itu sudah menjadikan cinta yg kau
alami menjadi sejati dg sendirinya."

    Tentu saja mereka takkan membiarkanku kembali terhanyut ke
dalam buaian Orpheus begitu saja. Lalu temanku yang ketiga dan
satu2xnya yang belum bertanya kepadaku, mengerutkan keningnya dan
dengan nada penuh keraguan bertanya..... "Bagaimana dengan kekasih
sejati?"

    "....... percayalah pada hatimu.  Berbeda dengan sahabat
sejati yang *ada* tanpa kita harapkan,  kekasih sejati ada karena
pilihan. Bukan oleh mata, suara, pikiran, rasa, ataupun penilaian
materi, tapi oleh hati kita. Karena walaupun orang itu 100%
berbeda dengan apapun yang kita harapkan, saat hati kita sudah
memilihnya, walau bagaimanapun kita berusaha,  pastilah akan tetap
orang itu yang terlihat. Bagaimana kita mengenali sang kekasih
sejati? Hmmh..kau akan mengetahuinya pada waktunya. Walau ada
berbagai halangan dan rintangan, pasti akan bertemu. Pasti."

    Aku mengerjapkan mataku untuk bertahan selama berbicara,
tetapi  kali ini keletihan  mengatupkannya terlalu erat dan akupun
menyerah. Lalu   sambil berkelung, aku menyandarkan kepalaku ke
bahu temanku dan memeluk erat boneka kelinci merah muda
miliknya....

    Samar-samar aku masih mendengar pertanyaan yang entah
dilontarkan oleh siapa tetapi jelas ditujukan untukku.....

    "Apakah kau sudah menemukan ketiganya?"

    Tanpa membuka mata aku memberikan kata-kataku yang terakhir
untuk malam itu.....

    "Aku tidak pernah mencari dan mengharapkannya...... Entah
mereka sudah ada di sampingku ataukah *belum*, tidaklah
penting...... tapi aku mempercayai keberadaan ketiganya .... Dan
itu, sudah cukup bagiku."

    Lalu akhirnya merekapun membiarkanku tertidur  dalam sisa
perjalanan yang penuh kesunyian...

    Tentu saja, mengingat sifatku, keesokan harinya aku sudah
melupakan percakapan itu, dan hanya mengingat sekilas tentang
adanya *sesuatu* yg penting yg dibicarakan, tapi tentang apa yang
kukatakan, aku sama sekali tidak ingat. Yang tersisa hanyalah
kenangan akan  *perasaan* tentram yang mengundang sebuah senyuman
di hatiku tiap kali aku mencoba mengingatnya..... dan itu sudah
cukup bagiku....

    Lalu, entah kenapa tiba2x hari ini aku mengingat semuanya, dan
kucoba menuangkannya ke dalam tulisan ini sebelum aku kembali
melupakannya.....

    Apakah ini kisah nyata, sekedar mimpi, ataukah hanya
karanganku.... semua terserah kalian.....

    Aku, hanya membagikan... sebuah cerita.....

[Owari]
================================================

    Ja ne,
    PinkNina
    Crazy Chibi PINK Neko
    Pet of The Maxwell-Barton/Barton-Maxwell House ^_^
    who always craved for 2+3/3+2 fics & arts
    Freeloader in The SxSAS's Kitchen ^x^
    Farfello's one & only imaginary pet-friend!!





  • Baca boleh, delete boleh, ketawa boleh, asal gak dimukaku!!^.~ Pinknina