Ciuman, Kapan dan Bagaimana Mulai?
<http://www.kompas.com/data/photo/2008/06/13/112706p.jpg>
TPG
IMAGES<http://www.kompas.com/read/xml/2008/09/05/05494547/ciuman.kapan.dan.bagaimana.mulai#>
/
Jumat, 5 September 2008 | 05:49 WIB
*MENGAPA *kita mencium? jawaban yang keluar bisa beragam. Bisa jadi Anda
menjawab karena gairah seksual meningkat. Bisa juga karena ingin menunjukkan
rasa sayang, rasa hormat dan lain-lain.
Tapi coba cermati seekor induk burung, entah itu bapak atau ibunya saat
sedang memberi makan anaknya. Anda akan sadar bahwa kegiatan yang disebut
mencium antar mulut yang satu dengan yang lain bermula dari cara kuno yang
dilakukan induk burung saat memberi makan anaknya.
Dalam beberapa kebudayaan, ada kebiasaan seorang ibu yang mengunyah makanan
terlebih dahulu sebelum memberikannya pada bayinya. Gaya khas mencium ini
didorong oleh perasaan cinta mendalam saat mulut beradu.
Secara teknis, sebuah ciuman mulut dilakukan dengan membuat kontraksi pada
dua otot orbicularis di bibir saat bibir-bibir itu diadu. Saat seorang bayi
lahir, dia akan menghisap payudara si ibu tanpa perlu diajari. Teknik yang
digunakan nyaris sama dengan mencium. Artinya ciuman adalah insting dasar
manusia.
Banyak penelitian menegaskan bahwa wanita ternyata lebih suka menikmati
ciuman lebih lama daripada pria. Para wanita lebih mudah mengingat
pengalaman ciuman romantis mereka yang pertama kalinya daripada pria.
Istilah *kiss *sendiri yang artinya mencium dalam bahasa Indonesia berasal
dari istilah Inggris kuno *cyssan*, yang muncul sebelum abad kedua puluh.
Artinya menyentuh atau memberi perhatian denan bibir sebagai ekspresi dari
salam, afeksi, atau penghargaan. Gampangnya, ini merupakan satu cara, di
jaman moderen untuk membagi sesuatu yag spesial untuk orang yang spesial.
*
Ciuman Perancis-French Kiss; Awal Tahun 1920-an*
Istilah *French Kiss* pertama kali diketahui di Inggris pada tahun 1920-an.
Aktivitas ini ditandai dengan membuka mulut masing-masing lalu dengan
bergairah mengadu lidah satu sama lain.
Kata Perancis (French) disebutkan disini bukan karena ciuman dengan lidah
ini adalah ciuman khas Perancis. Ciuman semacam bisa kita temukan dalam
berbagai budaya, entah disebut ciuman lidah, cium basah atau soul kissing.
Namun orang-orang Amerika dan Inggris menamakannya demikian karena
menganggap orang-orang Perancis sangat liberal dalam hal kegiatan seks.
Tidak heran pula ada banyak istilah seks dikaitkan dengan Perancis (French).
Ada French disease (syphilis), French love letter (kondom), French postcard
(gambar-gambar porno), Frenching (oral seks), French woman (pelacur).
*Ciuman Romantis, Awal Mula Bangsa Eropa*
Tidak semua budaya memiliki gaya bercium romantis. Tampaknya kebiasaan
mencium secara romantis ini bermula dari kebudayaan awal mula orang-orang
Eropa muncul. Setidaknya hal ini bisa dilacak cari teks dan literature yang
ada.
Orang-orang Teuton Jerman, Yunani, Romawi dan juga klan Semit adalah yang
memulai mengembangkan gaya ciuman romantis. Kelompok orang-orang ini
menyebar ke mana-mana.
Orang China kuno dan Jepang tentu saja juga melakukan ciuman. Namun
malu-malu, sehingga tidak mau ketahuan orang lain. Ciuman adalah kegiatan
pribadi antara dua orang dan tidak layak untuk didiskusikan apalagi ditulis.
Saat orang Eropa mulai mengunjungi wilayah timur di abad enam belas,
orang-orang China dan Jepang sempat terkejut serta merasa luar biasa dengan
kebiasaan orang Eropa yang tidak malu-malu berciuman di depan publik.
Pada pertengahan abad sembilan belas, saat bahasa China mulai diterjemahkan
ke bahasa barat, mulailah ditemukan tulisan baru yang menggambarkan gaya
ciuman romantis.
*
Ciuman a la Eskimo *
Gaya mencium dengan menempelkan hidung satu sama lain bemula dari kebiasaan
yang dilakukan oleh orang Polynesia, sebagian Asia, Afrika, dan Eskimo
artik. Orang Eskimo malah melakukannya dengan cara menempelkan mulut dan
hidung di pipi sambil menghirup udara. Mereka saling membaui satu sama lain.
Dalam kasanah bahasa Eskimo, kata 'mencium' justru punya arti 'membaui'.
Tidak heran bila dalam industri parfum, bau memberi kesan erotis tersendiri
karena dijual dan diperdagangkan.
Bahkan dalam kebudayaan Semit pernah diceritakan saat Iskak meminta Jakub
menciumnya, sebelum memberkatinya. Meskipun sebenarnya Iskak bermaksud
hendak membaui apakah benar yang dimintanya itu Esau, kakak Jakub. Sayang,
karena Jakub lebih cerdik, dengan baju kulit yang dikenakannya, Iskak
terkelabui, sehingga berkat datang pada Jaku (Kitab kejadian 27:27).
*
Ciuman Pipi*
Orang-orang wanita Indian Amerika Utara melakuka bentuk ciuman ini dengan
cara menempelkan bibir dengan rilek ke pipi seorang laki-laki tanpa gerakan
lain atau suara tertentu. Maksudnya tidak lain adalah hendak merasai bau si
pria.
*Ciuman Tangan*
Ciuman tangan mulai muncul di beberapa wilayah bagian India dan Arab
Peninsula. Di budaya tertentu malahan kebiasaannya lain lagi. Orang mencium
tangannya sendiri kemudian menempelkannya ke dahi orang lain. Kebudayaan
lain menceritakan hal yang lain lagi, saat dua orang pria bertemu mereka
akan memberi salam satu sama lain dengan cara mencium secara cepat punggung
tangan satu sama lain. di Eropa, ciuman tangan pada seorang wanita dikenal
dengan sebutan Handkuss.
Selama abad pertengahan, beberapa rabbi di wilayah timur mengadopsi
kebiasaan menggunakan sarung tangan tipis entah itu musim salju ataupun
panas untuk menghindari gairah atau birahi. Sarung tangan itu digunakan
untuk menghindari gejolak yang mungkin timbul saat bertemu seorang wanita.
Kebiasaan mereka justru si wanitalah yang mencium punggung tangan pria.
*
Ciuman Menghisap Bibir*
Orang-orang India memiliki bentuk ciuman yang lebih dahsyat lagi, yakni cara
mencium dengan menghisap bibir orang dicium secara secara bergairah. Dalam
Kama Sutra hal semacam ini diajarkan. Cara ciuman ini persisnya adalah
ketika seorang pria menghisap bibir atas si wanita, si wanita sebaliknya
menghisap bibir bawah si pria. "Kumakan kau," kata mereka satu sama lain.
faktanya, beberapa binatang, khususnya serangga betina, akan memakan
pasangannya setelah melakukannya hubungan seks.
*
Ciuman Seremonial*
Saat Odysseus, seroang pejuang dari Yunani pulang dari pengembaraannya yang
panjang, seorang temannya menciumnya di kepla, tangan dan bahu. Beberapa
abad sesudahnya, ciuman antara pria semacam menjadi kebiasaan yang dilakukan
antara seorang uskup dan pastor. Seorang usku akan mencium pastor yang baru
ditahbiskan dan pastor tersebut akan mencium kaki Sri Paus.
Orang-orang Katolik Roma melakukan kebiasaan dengan mencium altar, reliqui
atau benda yang ditinggalkan oleh para kudus, luka-luka pada patung Jesus,
dan saudara-saudara mereka yang meninggal. Orang Yahudi punya kebiasaan
mencium kitab Taurat, tapi tidak pernah mencium saudara mereka yang sudah
meninggal. Selama abad pertengahan, seorang ksatria akan dicium oleh ksatria
yang lebih tua, bahkan kadang-kadang oleh raja, setelah dilantik.
Ciuman tangan khususnya antara lekali, adalah sebentuk sikap menghormati.
Menurut salah satu legenda Kristen, acara mencium kaki atau tumit Sri paus
sebenarnya adalah bagian dari gaya ciuman tangan. Cerita berkembang. Di abad
delapan, diceritakan seorang wanita yang sedang bergairah tidak hanya
mencium tangan Sri paus,melainkan juga menghisap jari-jari sang pemimpin
umat Katolik sedunia ini dengan dahsyatnya.
Tentu saja, orang yang dianggap suci ini terkejut sekali. Lalu selanjutnya
agar kebiasaan tidak berlanjut, Paus mengumumkan bahwa ciuman tangan ini
diganti dengan ciuman kaki. Sementara dalam legenda lain menyebutkan adanya
kebiasaan mencium kaki raja.
*
Ciuman Kupu-kupu*
Beberapa kebudayaan memiliki kebiasaan yang lebih aneh lagi saat kedua orang
dimabuk cinta. Caranya dengan mengedipkan bulu mata ke pipi pasangannya.
Sementara mengadu bulu mata disebut "double butterfly."
Ciuman kupu-kupu ini mengadopsi cara mencium serangga yakni dengan cara
menempelkan satu sama lain antenanya ke pasangannya. Naun, tentu saja dua
orang yang sedang jatuh cinta bisa saja membuat bentuk ciuman yang lain
lagi. Mau bereksperimen?
--~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~
Anda menerima pesan ini karena berlangganan ke Grup "aga-madjid" Google
Groups.
Untuk memposting ke grup ini, kirimkan email ke
[email protected]
Untuk bergabung dengan grup ini, kirim email ke
[EMAIL PROTECTED]
Untuk keluar dari grup ini, kirim email ke
[EMAIL PROTECTED]
Untuk pilihan lain, kunjungi grup ini di
http://groups.google.co.id/group/aga-madjid?hl=id
-~----------~----~----~----~------~----~------~--~---