--------------------------------------------------------------------------------

From: Ratna Satriyo Pamungkas [mailto:[EMAIL PROTECTED] 
Sent: Thursday, July 27, 2006 1:21 PM
To: [EMAIL PROTECTED]
Subject: [B'gaul Milist] FW: [nice story] JANJI


Touching story from India

Istriku berkata kepada aku yang sedang baca Koran:
berapa lama lagi kamu baca koran itu?tolong kamu ke
sini dan bantu anak perempuanmu tersayang untuk makan?
Aku taruh Koran dan melihat anak perempuanku
satu2nya,namanya Sindu tampak ketakutan,air matanya
banjir didepannya ada semangkuk nasi berisi nasi susu
asam/yogurt (nasi khas India /curd rice)
Sindu anak yang manis dan termasuk pintar dalam
usianya yang baru 8 tahun. Dia sangat tidak suka makan
curd rice ini. Ibu dan istriku masih kuno, mereka
percaya sekali kalau makan curd rice ada "cooling
effect". Aku mengambil mangkok dan berkata Sindu
sayang, demi ayah ,maukah kamu makan beberapa sendok
curd rice ini?
Kalau tidak ,nanti ibumu akan teriak2 sama ayah.Aku
bisa merasakan istriku cemberut dibelakang punggungku
Tangis Sindu mereda dan ia menghapus air mata dengan
tangannya dan berkata boleh ayah akan saya makan curd
rice ini tidak hanya beberapa sendok, tapi semuanya
akan saya habiskan, tapi saya akan minta ..agak ragu2
sejenak akan minta sesuatu sama ayah bila habis semua
nasinya.
Apakah ayah mau berjanji memenuhi permintaan saya?
Aku menjawab, "Oh pasti sayang".
Sindu tanya sekali lagi betul nih ayah? yah pasti
sambil menggenggam tangan anakku yang kemerah mudaan
dan lembut sebagai tanda setuju. Sindu juga mendesak
ibunya untuk janji hal yang sama,istriku menepuk
tangan Sindu yang merengek sambil berkata tanpa emosi,
janji kata istriku. Aku sedikit khawatir dan berkata:
Sindu jangan minta komputer atau barang2 lain yang
mahal yah,karena ayah saat ini tidak punya uang Sindu
menjawab : jangan khawatir ,Sindu tidak minta barang2
mahal kok. Kemudian Sindu dengan perlahan-lahan dan
kelihatannya sangat menderita ,dia bertekad
menghabiskan semua nasi susu asam itu.
Dalam hatiku aku marah sama istri dan ibuku yang
memaksa Sindu untuk makan sesuatu yang tidak
disukainya
Setelah Sindu melewati penderitaannya ,dia mendekatiku
dengan mata penuh harap.
Dan semua perhatian (aku ,istriku dan juga ibuku)
tertuju kepadanya.
Ternyata Sindu mau kepalanya digundulin/dibotakin pada
hari Minggu.
Istriku spontan berkata permintaan gila , anak
perempuan dibotakin,tidak mungkin!
Juga ibuku menggerutu jangan terjadi dalam keluarga
kita, dia terlalu banyak nonton TV. Dan program2 TV
itu sudah merusak kebudayaan kita. Aku coba membujuk:
Sindu kenapa kamu tidak minta hal yang lain kami semua
akan sedih melihatmu botak.
Tapi Sindu tetap dengan pilihannya,tidak ada 'yah, tak
ada keinginan lain kata Sindu.
Aku coba memohon kepada Sindu : tolonglah kenapa kamu
tidak mencoba untuk mengerti perasaan kami.
Sindu dengan menangis berkata : ayah sudah melihat
bagaimana menderitanya saya menghabiskan nasi susu
asam itu dan ayah sudah berjanji untuk memenuhi
permintaan saya kenapa ayah sekarang mau
menarik/menjilat ludah sendiri?
Bukankah Ayah sudah mengajarkan pelajaran moral ,bahwa
kita harus memenuhi janji kita terhadap seseorang
apapun yang terjadi seperti Raja Harishchandra (raja
India jaman dahulu kala )untuk memenuhi janjinya rela
memberikan tahta ,harta/kekuasaannya ,bahkan nyawa
anaknya sendiri.
Sekarang aku memutuskan untuk memenuhi permintaan
anakku : janji kita harus ditepati.
Secara serentak istri dan ibuku berkata : apakah aku
sudah gila?
Tidak jawabku kalau kita menjilat ludah sendiri, dia
tidak akan pernah belajar bagaimana menghargai dirinya
sendiri.
Sindu permintaanmu akan kami penuhi.
Dengan kepala botak, wajah Sindu nampak bundar dan
matanya besar dan bagus.
Hari Senin ,aku mengantarnya ke sekolah ,sekilas aku
melihat Sindu botak berjalan ke kelasnya dan
melambaikan tangan kepadaku.
Sambil tersenyum aku membalas lambaian tangannya. 
Tiba2 seorang anak laki2 keluar dari mobil sambil
berteriak Sindu tolong tunggu saya.
Yang mengejutkanku ternyata ,kepala anak laki2 itu
botak.
Aku berpikir mungkin"botak" model jaman sekarang
Tanpa memperkenalkan dirinya seorang wanita keluar
dari mobil dan berkata: anak anda ,Sindu benar2 hebat.
Anak laki2 yang jalan bersama-sama dia sekarang,
Harish adalah anak saya, dia menderita kanker
leukemia.
Wanita itu berhenti sejenak ,nangis tersedu-sedu,
bulan lalu Harish tidak masuk sekolah,karena
pengobatan chemo therapy kepalanya menjadi botak jadi
dia tidak mau pergi kesekolah takut diejek/dihina oleh
teman2 sekelasnya.
Nah, Minggu lalu Sindu datang kerumah dan berjanji
kepada anak saya untuk mengatasi ejekan yang mungkin
terjadi.
Hanya saya betul2 tidak menyangka kalau Sindu mau
mengorbankan rambutnya yang indah untuk anakku Harish.
Tuan dan istri tuan sungguh diberkati Tuhan mempunyai
anak perempuan yang berhati mulia.
Aku berdiri terpaku dan aku menangis. Malaikat kecilku
tolong ajarkanku tentang kasih.






--------------------------------------------------------------------------------
================ "PT. Asuransi Aegis Indonesia - You are Safe with Us" 
================



--------------------------------------------------------------------------------
================ "PT. Asuransi Aegis Indonesia - You are Safe with Us" 
================ 


--~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~
Anda menerima pesan ini karena berlangganan ke Grup "aga-madjid" Google
Groups.
Untuk memposting ke grup ini, kirimkan email ke
[email protected]
Untuk bergabung dengan grup ini, kirim email ke
[EMAIL PROTECTED]
Untuk keluar dari grup ini, kirim email ke
[EMAIL PROTECTED]
Untuk pilihan lain, kunjungi grup ini di
http://groups.google.co.id/group/aga-madjid?hl=id
-~----------~----~----~----~------~----~------~--~---

Kirim email ke