Bola Paling Bulat di Dunia
<http://www.kompas.com/data/photo/2008/07/02/060402p.jpg><http://www.kompas.com/data/photo/2008/07/02/074720p.jpg>
CSIRO<http://www.kompas.com/read/xml/2008/07/02/06261181/bola.paling.bulat.di.dunia#>
Bola yang dibuat dari susunan atom-atom silikon murni diusulkan menjadi
standar inter nasional untuk satuan kilogram.
/
*Artikel Terkait:*
- Standar Satuan Kilogram Akan Didefinisi
Ulang<http://www.kompas.com/read/xml/2008/03/03/20414653/standar.satuan.kilogram.akan.didefinisi.ulang>
Rabu, 2 Juli 2008 | 06:26 WIB
*JAKARTA, RABU* - Pepatah mengatakan bola itu bulat. Namun, di antara yang
bulat pasti ada yang paling bulat. Sekelompok tim peneliti internasional
yang terdiri dari insinyur berbagai negara mengklaim telah membuat bola
paling bulat di dunia.
Bukan bola sepak, voli, atau bola untuk bermain yang dibuat tim Avogadro
Project ini, melainkan bola yang akan diusulkan sebagai standar
internasional untuk satu satuan kilogram. Bola yang punya nilai ilmiah
sangat tinggi tersebut menjadi salah satu obyek pembicaraan utama dalam
konferensi Instrumentasi dan Teleskop Astronomi SPIE di Perancis, pekan
lalu.
Tak mudah membuatnya. Bola tersebut terbuat dari isotop silikon murni,
silikon-28, yang dibuat di mesin pengayaan uranium pada fasilitas bekas
pembuatan senjata nuklir di Rusia. Dari Rusia, material tersebut diangkut ke
lembaga metrologi Jerman untuk disusun menjadi bola kristal. Setelah enam
kali gagal, akhirnya berhasil dibuat dua bongkah kristal masing-masing
seberat 5 kilogram yang kemudian dikirim ke Australia.
Dengan peralatan optik presisi, bongkahan tersebut dibentuk menjadi bulatan
kristal. Masing-masing berdiameter 93,75 milimeter dan massanya sebanding
dengan standar kilogram yang dimiliki Australia saat ini. Saking halusnya,
tingkat kekasarannya hanya 0,3 nanometer dan beda kelengkungan di berbagai
titik antara 60-70 nanometer saja.
'Jika Anda membuatnya sebesar ukuran Bumi, kekasaran di permukaan hanya
12-15 milimeter dan variasi kelengkungannya 3-5 meter," ujar Achim Leistner
dari Australian Commonwealth Scientific and Industrial Research
Organization (CSIRO).
Bola tersebut memang disusulkan sebagai standar kilogram yang akan
ditentukan berdasarkan jumlah atom silikon dalam sebuah bola kristal. Untuk
menghitung volume bola digunakan interferometer optik yang akan mengukur
jarak antara satu titik dan titik lainnya dari 60.000 lokasi berbeda di
permukaan bola. Sementara untuk mengukur kerapatan atom digunakan
kristalografi sinar-X yang sanggup melihat struktur kristal susunan
atom-atom dalam bola tersebut.
Dengan mengalikan volume dan kerapatan dapat diketahui jumlah atom silikon
dalam sebuah bola. Tinggal disepakati berapa jumlah atom yang menjadi
standar satu kilogram.
Kilogram merupakan satu-satunya standar pengukuran yang masih ditentukan
dengan obyek fisik, yakni sebuah silinder platina iridium di Sevres,
Perancis, yang sudah dipakai sejak 120 tahun lalu. Namun, yang menjadi
masalah massa logam tersebut lambat laun mengalami perubahan sehingga tidak
sama dengan 40 duplikatnya yang disebarkan ke berbagai belahan dunia.
Kelompok ilmuwan yang peduli dengan masalah tersebut mempertimbangkan untuk
mendefinisikan ulang satuan kilogram. Komite internasional untuk berat dan
pengukuran (ICWM) akan memutuskan perubahan tersebut pada 2011.
*WAH*
*Sumber : NewScientist*
--~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~
Anda menerima pesan ini karena berlangganan ke Grup "aga-madjid" Google
Groups.
Untuk memposting ke grup ini, kirimkan email ke
[email protected]
Untuk bergabung dengan grup ini, kirim email ke
[EMAIL PROTECTED]
Untuk keluar dari grup ini, kirim email ke
[EMAIL PROTECTED]
Untuk pilihan lain, kunjungi grup ini di
http://groups.google.co.id/group/aga-madjid?hl=id
-~----------~----~----~----~------~----~------~--~---