*********************** Your mail has been scanned by InterScan. PT. AJ Central Asia Raya 09/26/08 17:26:29 ***********-*********** Ada, yang membedakan dengan film blue adalah di film edukasi ini ada narasi dan komentar dari pakar seks seperti dokter dan psikolog juga narasi / komentar dari hasil wawancara beberapa pasangan jadi benar2 pendidikan yang bersifat visual tidak hanya menonjolkan hubungan seks yang vulgar dengan bermacam2 posisi, memang di ajarkan juga mengenai beragai posisi namun di guide oleh para pakar2 seks. Malah ada tips2 juga untuk menambah gairah seperti pergi ke restaurant, hotel, pantai, melakukan 4 play seperti massage, pakai wangi2an, dengar music dll…… pokoknya kaya kita sedang nonton film2 national geography atau film2 edukasi yang lain gitu deh…Cuma yuang ini themanya seks….J Memang buat di Indonesia video seperti ini tidak umum karena budaya kita nggak terbiasa dengan video seperti ini….makanya saya bilang kalau cari yang original nggak ada di sini….hehehe…. Oh ya di film ini yang melakukan adegan juga tidak seperti pada film blue, mereka adalah benar2 pasangan di kehidupan sehari-hari, tidak seperti film2 blue yang gak jelas lawan “main”nya. Sehingga di film2 edukasi seperti ini juga mengajarkan pentingnya untuk setia pada satu pasangan. Saya setuju bahwa ini bukan satu2nya solusi tapi setidaknya bisa memberikan pengetahuan atau alternative yang berbeda buat saya walaupun niat saya tadinya bukan ke situ sih…J Itu yang saya tahu, mudah2an memberikan pencerahan. thx
Mas.. Emang ada ya blue film yang edukatif? Saya malah pernah baca di suatu rubrik psikologi, menonton blue film bukan cara yang efektif utk mengatasi kejenuhan berhubungan intim dengan pasangan.. Malahan, bisa jadi kontra produktif.. secara film2 spt itu dibuat hanya utk sebagai pemuas hawa nafsu yg bersifat komersil.. Di dalam film digambarkan pasangan2 yang bisa melakukan hubungan intim berpuluh2 menit bahkan berjam2 tanpa henti. Juga dipertontonkan gaya2 yang udah direkayasa sedemikian rupa sehingga terlihat ajaib. Hal tsb bisa menjadi beban tersendiri bagi istri apabila suami menginginkan suatu gaya tertentu, tapi belum tentu secara mental istri mampu melakukan.. demikian juga dr segi jasmani, karna adegan yg dipertontonkan cenderung aneh bin ajaib.. Kenapa ngga cari solusi dengan pergi ke suatu tempat yang romantis mas? Bisa ke hotel.. Kalo hotel terlalu mahal.. bisa camping ke pantai yang ngga terlalu rame.. atau hutan2 wisata yg ada camping ground-nya.. Yang penting sih semuanya dikomunikasikan.. Soal gaya, be natural aja.. Dengan coba2 tanpa harus liat film, kayaknya lebih seru dech.. Jadi dua2nya sama2 belajar.. Sama excitednya dengan malam pertama yg penuh coba2 kan? Hehe.. Maaf yach kalo masukannya kurang oke.. Sukses selalu.. On 9/23/08, Bayu Wicaksono --~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~ Anda menerima pesan ini karena berlangganan ke Grup "aga-madjid" Google Groups. Untuk memposting ke grup ini, kirimkan email ke [email protected] Untuk bergabung dengan grup ini, kirim email ke [EMAIL PROTECTED] Untuk keluar dari grup ini, kirim email ke [EMAIL PROTECTED] Untuk pilihan lain, kunjungi grup ini di http://groups.google.co.id/group/aga-madjid?hl=id -~----------~----~----~----~------~----~------~--~---
