KEBAHAGIAAN DAN KEKAYAAN
SEJATI ADA DI
RASA SYUKUR
Cerita klasik sederhana tentang kebijakan dan
kesuksesan
yang luar biasa.
Alkisah, di sebuah kerajaan, sang raja
,memiliki kegemaran berburu.
Suatu hari, ditemani penasehat dan pengawalnya,
raja pergi berburu ke
hutan.Karena kurang hati-hati, terjadilah kecelakaan,
jari kelingking raja
terpotong oleh pisau yang sangat tajam.Raja bersedih dan
meminta
pendapat dari seorang penasihatnya. Sang penasehat mencoba
menghibur
dengan kata-kata manis, tapi raja tetap sedih.
Karena tidak
tahu lagi apa yang mesti diucapkan untuk menghibur raja,
akhirnya penasehat
itu berkata: 'Baginda, FAN SHI GAN JI (apa pun yang
terjadi patut
disyukuri).mendengar ucapan penasehatnya itu sang raja
langsung marah besar.
'Kurang ajar ! Kena musibah bukan dihibur tapi
malah disuruh
bersyukur... !' Lalu raja me
meri ntahkan pengawalnya
untuk menghukum penasehat
tadi dengan hukuman tiga tahun penjara.
Hari terus berganti. Hilangnya
jari kelingking ternyata tidak membuat raja
menghentikannya berburu.Suatu
hari, raja bersama penasehatnya yang baru
dan rombongan, berburu ke hutan
yang jauh dari istana. Tidak terduga,
saat berada di tengah hutan, raja dan
penasehatnya tersesat dan terpisah
dari rombongan. Tiba-tiba, mereka dihadang
oleh orang-orang suku primitif.
Keduanya lalu ditangkap dan diarak untuk
dijadikan korban persembahan
kepada para dewa.
Sebelum dijadikan
persembahan kepada para dewa, raja dan penasehatnya
dimandikan. Saat giliran
raja yang dimandikan, ketahuan kalau salah
satu jari kelingkingnya terpotong,
yang diartikan sebagai tubuh yang
cacat sehingga dianggap tidak layak untuk
dijadikan persembahan kepada
para dewa.
Akhirnya, raja ditendang dan
dibebaskan begitu saja oleh orang-orang
primitif itu. Dan penasehat barulah
yang dijadikan persembahan kepada para
dewa.
Dengan susah payah
akhirnya raja berhasil keluar dari hutan dan kembali ke
istana. Setibanya
diistana, raja langsung me meri ntahkan
supaya penasehat
yang dulu dijatuhinya hukuman penjara segera dibebaskan.
'Penasehat ku, aku
berterimakasih kepada mu. Nasehatmu ternyata benar, apa
pun yang terjadi
kita patut bersyukur. Karena jari kelingkingku yang
terpotong waktu itu,
hari ini aku bisa pulang dengan selamat. . . . '
Kemudian, raja
menceritakan kisah perburuannya waktu itu secara lengkap.
Setelah mendengar cerita sang raja, buru-buru si penasehat berlutut
Sambil
berkata: 'Terima kasih baginda. Saya juga bersyukur baginda
telah
memenjarakan saya waktu itu. Karena jika tidak, mungkin sekarang
ini,
sayalah yang menjadi korban dipersembahkan kepada dewa oleh
orang-orang
primitif.'
Komentar Andrie Wongso?:
Cerita di
atas mengajarkan suatu nilai yang sangat mendasar,
yaitu FAN SHI GAN JI
apa pun yang terjadi, selalu bersyukur,
saat kita dalam kondisi maju dan
sukses, kita patut bersyukur, saat
musibah datang pun kita tetap bersyukur.
Dalam proses kehidupan ini, memang tidak selalu bisa berjalan
mulus
seperti yang kita harapkan. Kadang kita di hadapkan pada kenyataan
hidup
berupa kekhilafan, kegagalan, penipuan,fitnahan, penyakit,
musibah,
kebakaran, bencana alam, dan lain sebagainya. Manusia dengan
segala
kemajuan berpikir, teknologi, dan kemampuan antisipasinya,
senantiasa
berusaha mengantisipasi adanya potensi-potensi kegagalan, bahaya,
atau
musibah.
Namun kenyataannya, tidak semua aspek bisa kita kuasai.
Ada
wilayah
'X' yang keberadaan dan keberlangsungannya sama sekali di luar
kendali
manusia. Inilah wilayah Tuhan Yang Maha kuasa dengan segala
misterinya.
Sebagai makhluk berakal
budi,
wajar kita berusaha menghindarkan segala bentuk marabahaya.
Tetapi
jika marabahaya datang dan kita lagi mampu untuk mengubahnya, maka
kita
harus belajar dengan rasa syukur dan jiwa yang besar untuk menerimanya.
Dengan demikian beban penderitaan mental akan jauh terasa
lebih
ringan, kalau tidak, kita akan mengalami penderitaan mental
yang
berkepanjangan. Sungguh, bisa bersyukur dalam keadaan apapun
merupakan
kekayaan jiwa.
Maka saya sangat setuju sekali dengan kata
bijak yang mengatakan
KEBAHAGIAAN DAN KEKAYAAN SEJATI ADA DI RASA
BERSYUKUR. . . .
--~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~
Anda menerima pesan ini karena berlangganan ke Grup "aga-madjid" Google
Groups.
Untuk memposting ke grup ini, kirimkan email ke
[email protected]
Untuk bergabung dengan grup ini, kirim email ke
[EMAIL PROTECTED]
Untuk keluar dari grup ini, kirim email ke
[EMAIL PROTECTED]
Untuk pilihan lain, kunjungi grup ini di
http://groups.google.co.id/group/aga-madjid?hl=id
-~----------~----~----~----~------~----~------~--~---