Seperti Apa Pernikahan Anda Kelak?
<http://www.kompas.com/data/photo/2008/10/07/125633p.jpg>
TPG
IMAGES<http://www.kompas.com/read/xml/2008/10/07/12565058/seperti.apa.pernikahan.anda.kelak#>
/
<http://www.kompas.com/read/xml/2008/10/07/12565058/seperti.apa.pernikahan.anda.kelak#>
Selasa, 7 Oktober 2008 | 12:56 WIB
Seperti apa perkawinan Anda kelak? Semua bisa dilihat sejak dini, antara
lain dari kedekatan calon suami dengan orangtuanya.
Seberapa dekat pasangan Anda dengan orangtuanya? Apakah dia selalu
membicarakan mereka dengan kehangatan atau hampir tak pernah bercerita? Apa
pun jawabannya, penting Anda ketahui. Menurut Rebecca Ward M.S.W., dalam
bukunya *How to Stay Married Without Crazy*, hubungan calon suami dengan
orangtuanya merupakan salah satu pengaruh paling besar dalam perkawinan
nanti. Bahkan, hal itu bisa memberi petunjuk seberapa baik dia beradaptasi
dalam perkawinan.
Menurut para psikolog, 85% lelaki jatuh cinta pada 1 dari 2 tipe ekstrim
ini, yaitu perempuan dengan karakter mirip orangtua si lelaki atau jauh
berbeda dari orang tuanya. Jika pasangan Anda tidak berada di dua tipe
tersebut, carilah yang paling dekat.
*Persatuan Dua Tradisi
Kalau pasangan:*
- Sering menelepon ibunya tanpa perlu Anda ingatkan.
- Tersenyum ketika cerita tentang ibunya.
- Membela sang ibu jika Anda menjelekkannya.
*Artinya:* Pasangan memiliki hubungan istimewa dengan ibunya. Namun, ia tak
keberatan punya hubungan spesial dengan perempuan lain, yaitu Anda.
Pengertian Anda akan hubungan istimewa mereka bisa membuat calon ibu mertua
merasa Anda adalah perempuan yang cocok mendampingi anaknya.
*Perkawinan Anda kelak:* Akan jadi sebuah persatuan tradisi (tradisi sang
ibu mertua dan tradisi Anda sendiri). Konflik pasti ada. Namun, Anda akan
bahagia jika menyadari dan siap bahwa sesekali pasangan akan membandingkan
Anda dengan sang ibu. Tenang saja! Setelah beberapa tahun rumah tangga
berjalan, perbandingan itu akan pudar dan akhirnya hilang sama sekali.
Lagipula, lelaki yang sayang dan hormat pada ibunya, tentu akan menghargai
perempuan lain dalam hidupnya.
*Patriarki
Kalau pasangan:*
- Selalu bercerita tentang ayahnya dengan bangga.
- Sering meminta saran ayah.
- Mencoba bersikap seperti sang ayah.
*Artinya:* Pasangan akan menjadi suami dan ayah yang baik. Memang ia akan
banyak meniru sang ayah bagaimana memperlakukan istri dan anak-anaknya.
Namun, jika calon ayah mertua Anda memiliki perkawinan yang bahagia, Anda
tentu beruntung. Pasangan pasti juga ingin memperlakukan Anda seperti sang
ayah membahagiakan ibunya.
*Perkawinan Anda kelak:* Kadang diwarnai pertengkaran, meski Anda dan
pasangan saling mencintai. Terlebih, jika pengaruh si ayah sangat kuat.
Memang tidak menyenangkan jika ayah mertua selalu ikut campur, termasuk
dalam urusan rumahtannga Anda. Namun, jangan khawatir! Dalam hubungan jenis
ini, akhirnya keinginan istrilah yang akan menang dan dituruti.
*Anda Adalah Bos
Kalau pasangan:*
- Jarang bicara tentang ibunya.
- Baru akan menelepon sang ibu setelah Anda suruh
- Membiarkan Anda bicara banyak saat bersama ibunya.
*Artinya:* Anda tak perlu cemas akan bersaing dengan ibunya. Pengaruh sang
ibu tidak dominan dalam kehidupan pasangan. Bahkan, dia mungkin senang
karena Anda tak bersikap seperti ibunya.
*Perkawinan Anda kelak:* Seperti *partnership*. Memang kadang Anda tidak
setuju dengan pasangan. Namun, secara keseluruhan Anda dan dia akan saling
menyenangkan. Hindari bersikap seperti sang ibu memperlakukan pasangan.
Sebab, dia bisa marah pada Anda.
*Tim Kompak
Kalau pasangan:*
- Jarang menyinggung soal ayahnya.
- Tidak bisa mengobrol banyak dengan sang ayah.
- Baru mengunjungi ayahnya jika Anda menyarankan acara kumpul bersama
keluarga.
*Artinya:* Anda berada pada posisi setara dengan pasangan. Apalagi jika dia
juga tidak dekat dengan ibunya. Dia akan respek pada pendapat Anda melebihi
opini siapa pun.
*Perkawinan Anda kelak:* Seperti sebuah tim. Lelaki yang bisa menyesuaikan
diri dengan baik dalam perkawinan adalah yang dapat mengatur hidupnya tanpa
campur tangan ayah atau ibunya. Nilai plusnya, pasangan mungkin akan ingat
semua sifat ayahnya yang tidak ia sukai dan berusaha melakukan kebalikannya.
Jika ayah cenderung jauh dari anak, maka dia akan berusaha menjadi ayah yang
terlibat dalam hidup anaknya. Yang harus Anda lakukan adalah manjakan
pasangan dan biarkan dia memanjakan Anda. Anda berdua sangat mandiri hingga
kadang lupa betapa menyenangkan jalan bersama.
*Erma Dwi Kusumastuti*
--~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~
Anda menerima pesan ini karena berlangganan ke Grup "aga-madjid" Google
Groups.
Untuk memposting ke grup ini, kirimkan email ke
[email protected]
Untuk bergabung dengan grup ini, kirim email ke
[EMAIL PROTECTED]
Untuk keluar dari grup ini, kirim email ke
[EMAIL PROTECTED]
Untuk pilihan lain, kunjungi grup ini di
http://groups.google.co.id/group/aga-madjid?hl=id
-~----------~----~----~----~------~----~------~--~---