Gadis India Berkeringat Darah
    
<http://www.kompas.com/data/photo/2008/10/09/162642p.jpg><http://www.kompas.com/data/photo/2008/10/09/162250p.jpg><http://www.kompas.com/data/photo/2008/10/09/162823p.jpg>
DOKUMEN 
DAILYMAIL<http://www.kompas.com/read/xml/2008/10/09/16132115/gadis.india.berkeringat.darah#>
Kulit Twinkle Dwivedi mengeluarkan darah segar
   /


  <http://www.surya.co.id/>
 Kamis, 9 Oktober 2008 | 16:13 WIB

*LUCKNOW, KAMIS — *Wajarnya tubuh mengeluarkan darah jika terluka. Namun,
kondisi yang dialami Twinkle Dwivedi, remaja berusia 13 tahun asal India,
luar biasa aneh. Tanpa tergores sedikit pun, tubuhnya mengeluarkan darah.
Bisa dibilang, remaja itu berkeringat darah.

Bukan hal aneh bagi keluarganya melihat darah meleleh dari mata, hidung,
leher, dan telapak kaki Twinkle. Kadang kondisinya sangat buruk, seperti
ketika bangun tidur dengan seluruh tubuhnya tertutupi darah kering.

Akibat kondisi itu, Twinkle harus menjalani transfusi darah berulang kali.
Tetangga-tetangganya di Lucknow, negara bagian Uttar Pradesh, yakin Twinkle
mendapat kutukan karena pernah melontarkan makian di jalan.

Keluarga Dwivedi telah pergi ke segala tempat untuk menyembuhkan Twinkle.
Mereka mencari bantuan kepada banyak dokter, dukun, serta para agamawan.
Namun, hingga kini mereka belum mendapatkan obat untuk putri mereka
tercinta.

"Saya putus asa," kata Nandani, ibu Twinkle. "Kami tidak percaya takhyul,
tapi sekarang kami benar-benar putus asa. Kami sudah ke kuil, masjid,
gereja, maupun orang suci sufi. Namun, tak ada yang bisa menyembuhkannya."

"Mereka (para dokter di India) mengatakan tak pernah melihat kasus seperti
ini sebelumnya. Salah seorang dokter malah menuduh kami mengada-ada,"
tukas Aditya Kuma Dwivedi, ayah Twinkle yang bekerja sebagai pegawai kereta
api.

Tahun lalu, Twinkle tak berbeda dengan manusia normal lain. Remaja putri itu
suka menggambar dan bermain dengan teman-temannya. Penderitaannya dimulai
pada Juli 2007 saat mulutnya tiba-tiba mengeluarkan darah.

Dokter berpendapat, Twinkle terkena bisul biasa. Namun, beberapa minggu
kemudian, pendarahan itu kembali muncul. Kali ini dari hidung, mata, kaki,
dan pangkal rambutnya. Sejak itu kulitnya mengeluarkan darah lima sampai 20
kali sehari.

"Saya benar-benar takut. Ini tidak sakit, tapi menakutkan dan kotor.
Teman-teman menganggap saya menjijikkan," ungkap Twinkle. "Baju sekolah saya
juga menjadi berwarna merah. Tidak ada yang mau dekat-dekat atau bermain
dengan saya."

Dulu Twinkle mengaku sering menangisi kondisinya, ketika kulitnya mulai
mengeluarkan darah. "Tapi sekarang saya hanya diam saja," katanya. Karena
kelainan itu, Twinkle berulang kali pindah sekolah. Beberapa sekolah
menolak karena kondisinya yang aneh itu. Kini dia hanya belajar di rumah dan
jarang bergaul dengan anak-anak lain.

"Saya benar-benar mengkhawatirkannya. Dia sangat lemah dan pucat karena
kehilangan banyak darah," kata Nandani. "Twinkle juga terasing dan tertekan.
Dia ingin sembuh agar bisa kembali ke sekolah."

Pihak medis India yakin Twinkle mengalami kelainan darah langka yang sangat
ekstrem dan mereka tidak bisa menyembuhkan gadis itu. Namun, seberkas
harapan ditawarkan dokter spesialis di Inggris yang berpendapat Twinkle
kemungkinan mengalami kelainan trombosit.

Menurut dokter itu, Twinkle bisa disembuhkan. Akhirnya, para dokter di All
India Institute of Medical Sciences di Delhi pun memutuskan Twinkle punya
kelainan platelet Tipe 2, kondisi langka ketika darah menggumpal dalam
ukuran sangat kecil.

Mereka mengatakan, darah Twinkle sangat encer dan berwarna merah anggur
cerah. Namun, mereka belum menemukan cara mengubah darah encer menjadi lebih
kental. Seorang dokter spesialis darah di Inggris punya diagnosa berbeda dan
yakin masih ada harapan untuk menyembuhkannya.

"Dia mungkin punya kelainan Tipe 2 von Willebrand dan seharusnya menemui
dokter yang bisa mengentalkan darah," kata Dr Drew Provan, seorang konsultan
haematologist dari Rumah Sakit Barts di London.

Dia yakin kondisi Twinkle tidak berhubungan dengan kecilnya partikel darah,
tapi akibat penurunan protein yang disebut faktor von Willebrand yang
penting selama tahap awal pembekuan.

Situasi yang dialami remaja itu sesungguhnya cukup kritis. Twinkle
memerlukan diagnosa tepat dan cepat karena kondisinya terus melemah. "Ketika
kepala saya berdarah, kepala rasanya sangat berat," ucap Twinkle. "Ketika
mata yang berdarah, warna mata menjadi benar-benar merah dan pedih. Rasanya
juga sakit sekali ketika membasuhnya setelah berdarah."

Twinkle, yang memiliki 3 saudara perempuan, hidup bersama keluarganya yang
miskin di Kota Lucknow, daerah Almbagh, negara bagian Uttra Pradesh, India.
*tlg/van
*






**
Sent from my BlackBerry (c) Wireless device from XL GPRS/EDGE/3G Network

--~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~
Anda menerima pesan ini karena berlangganan ke Grup "aga-madjid" Google
Groups.
Untuk memposting ke grup ini, kirimkan email ke
[email protected]
Untuk bergabung dengan grup ini, kirim email ke
[EMAIL PROTECTED]
Untuk keluar dari grup ini, kirim email ke
[EMAIL PROTECTED]
Untuk pilihan lain, kunjungi grup ini di
http://groups.google.co.id/group/aga-madjid?hl=id
-~----------~----~----~----~------~----~------~--~---

Kirim email ke