wah pantesan tukang buku menghilang semua
baru tau dipindahin heheheheheheehhe
mari kita sebar luaskan ke kawan2 kita

Pada 10 Oktober 2008 10:33, Ari <[EMAIL PROTECTED]> menulis:

>        Menelusuri Gusuran Bursa Buku Kwitang
>
> Sebagai pecinta buku bekas (bermutu) saya merasa kehilangan dengan
> digusurnya pedagang buku Kwitang, Senen Jakarta Pusat. Di bekas lokasi
> terpampang spanduk yang menginformasikan pedagang buku kwitang pidah ke
> Bursa Buku
> Murah di lantai IV Proyek Senen tak jauh dari lokasi gusuran. Saya pun
> menjuju
> ke sana dan menjumpai para pedagang yang mulai menggelar buku-buku dan
> majalah.
> Masih banyak yang belum buka mungkin karena ragu karena  pengunjung masih
> sepi. Harga buku nampaknya di
> banting karena selama masa transisi ini para pedagang perlu punya
> penghasilan
> untuk menghidupi asap dapur di rumah. Pengunjung kebanyakan pelajar dan
> mahasiswa yang mencari buku berharga miring dan buku-buku yang sukar di
> cari di
> toko buku.
>
> Rupanya tidak semua pedagang buku Kwitang pindah ke Proyek senen.
> Sekitar 50 pedagang memilih pindah ke Mall Jakarta City Center (JaCC), Jl.
> Waduk Melati Raya, lantai 3 A belakang Hotel Indonesia. Di Mall JaCC ini,
> buku-buku
> dan majalah yang ditawarkan juga beraneka ragam dan cukup menarik, harganya
> juga murah. Lokasinya sudah tentu lebih nyaman ber AC pula. Mereka boleh
> berdagang dengan sewa kios yang terjangkau yaitu Rp 300.000 untuk dua
> tahun. Lumayan
> murah, namun mana pembelinya? Sama seperti di Proyek Senen lantai IV,
> pengunjung
> masih sepi! Tinggallah menginformasikan agar para pencinta buku mengetahui
> lokasi ke dua tempat baru ini.
>
> Di Mall memang telah terpampang spanduk besar Bursa Buku
> Murah tapi pengunjung mall juga tak seberapa, sehingga yang mampir ke
> lantai 3A
> dapat dihitung dengan jari. Padahal sekitar 50 pedagang menanti pembeli.
> Seperti
> biasa Pemda DKI rupanya sudah merasa puas jika para pedagang buku Kwitang
> sudah
> mendapatkan tempat penampungan, soal sosialisasi rupanya bukan merupakan
> kepedulian
> mereka.
>
> Nah, apakah mereka bisa dapat bertahan dI lokasi baru jika
> masyarakat belum mengetahui keberadaan lokasi baru mereka. Saya khawatir
> dalam
> satu atau dua bulan lokasi ini akan bubar, bukan karena digusur tapi para
> pedagangnya tak punya daya tahan karena sepinya pengunjung. Mampukah mereka
> bertahan satu bulan tanpa penghasilan, sambil harus terus menunggu pembeli?
> Kita
> mungkin dapat membantu menginfomasikan keberadaan mereka dan para pencinta
> buku
> masih dapat memilih buku-buku kesukaan mereka dengan harga yang
> terjangkau.
>
> .___
>
>
>  .
>
> __,_._,___
>
>
> >
>

--~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~
Anda menerima pesan ini karena berlangganan ke Grup "aga-madjid" Google
Groups.
Untuk memposting ke grup ini, kirimkan email ke
[email protected]
Untuk bergabung dengan grup ini, kirim email ke
[EMAIL PROTECTED]
Untuk keluar dari grup ini, kirim email ke
[EMAIL PROTECTED]
Untuk pilihan lain, kunjungi grup ini di
http://groups.google.co.id/group/aga-madjid?hl=id
-~----------~----~----~----~------~----~------~--~---

Kirim email ke