Siti NurmalaIngatkan Diri Kita untuk Peduli terhadap Sesama
BANYAK yang menangis karena lapar,banyak yang merintih karena
kesusahannya.Tapi, kita menangis lantaran tawa yang tak tertahankan dan
merintih lantaran kekenyangan.
Di satu Hari Raya, Rasulullah Muhammad shalla 'alaih terlambat datang
memimpin salat sunah Idul Fitri.Sahabat bertanya-tanya gerangan apa yang
menunda kedatangan Rasul.Rupanya di perjalanan, Rasul melihat ada seorang anak
yang sedang menangis, tak berpakaian,tak berayah, dan berperut kosong.
Beliau memilih untuk membelai dulu anak yatim tersebut,menyapanya lembut
dengan ulurantangannya, dan memenuhi kebutuhannya.Inilah yang membuat
Rasulullah terlambat. Kisah Rasul memang sarat kisah-kisah kepedulian,
kisah-kisah kasih sayang terhadap sesama.Begitu juga dengan para sahabat Rasul.
Kita baca misalnya dari sejarah, bagaimana Umar bin Khattab, khalifah
kedua yang perkasa,memanggul sendiri gandum untuk diberikan kepada salah satu
keluarga miskin.Keluarga ini ia dapati sedang menanak tungku kosong,hanya untuk
menghibur hati anaknya yang menangis lantaran lapar. Lalu,bertanyalah kepada
diri kita,
. Sudah berapa lamakah kita tidak membelai kepala anak-anak yatim dan
kita gembirakan hatinya? Atau jangan-jangan tidak pernah.
. Sudah berapa lamakah kita tidak mengetuk pintu tetangga yang kita tahu
ia sedang kesusahan? Atau jangan-jangan malah tidak pernah kita bukakan pintu
ketika ia mengetuknya.
.Sudah berapa lamakah kita tidak tengok saudara kita yang kondisi sosial
ekonominya membutuhkan uluran tangan kita?
. Adakah kita menikmati durian sendirian dan menyisakan hanya wanginya
untuk tetangga?
. Adakah kita berpesta, sementara tetangga yang miskin kita lewatkan tak
kita undang?
. Adakah rumah kita menantang langit,sementara rumah orangtua kita,dari
dulu sejak kita kecil hingga kita kaya,begitu-begitu saja?
. Ketika kita gajian, pernahkah berpikir, siapa yang bakal kita santuni?
Atau jangan-jangan lebih banyak berpikir,bersenang-senang ke mana nih?
. Ketika makan dengan enaknya, pernah nggak sedikit berpikir,hmmm. pasti
ada yang tidak bisa enak makan; baik karena tidak ada makanannya ataupun
kondisinya sedang sakit.Lalu,setelah kita dapati satu dua nama yang sedang
kesusahan tersebut, kita tengok ia dan kita santuni.
. Ketika kaki ini begitu bebas diayunkan ke mana langkah akan dijejakkan,
pernah nggak berpikir ada saudara-saudara kita yang sedang ditahan yang juga
butuh uluran semangat dan bantuan dari kita?
. dan seterusnya,dan seterusnya. Tanyakan,tanyakan kepada diri kita,apa
yang sudah kita lakukan ketika Allah memberikan kepada kita kenikmatan, yang
dengannya kita diminta untuk berbagi? Kalau pertanyaan ini kita jawab dengan
jawaban bahwa kita tidak pernah menunjukkan kepedulian, perhatian, dan kasih
sayang kepada sesama,saatnyalah kita peduli,saatnyalah kita untuk berbagi.
Sebelum semua yang di genggaman kita diambil Allah kembali. Sejalan
dengan hal ini, Luqman mengingat kalimat yang diucapkan Kiai Ahmad Kosasih di
salah satu taklim di Sekolah Daarul Qur'an Internasional. Katanya,".
Kalau kita tidak mau berbagi,kalau kita tidak mau peduli terhadap
rintihan dan penderitaan orang lain, tunggulah. Tunggu hingga saatnya kesusahan
dipergilirkan di kehidupan kita.Saat itu kita sendiri yang akan menangis dan
merintih memanggil nama Allah agar Dia mau peduli terhadap kita."
"Barang siapa yang ingin diangkat segala kesusahannya, hendaknya ia
meringankan kesusahan sesama." (Al Hadis). *** Lama sekali kepedulian
menghilang dari ingatan hamba,begitu juga dengan sifat kasih sayang kepada
sesama.
Itu karena hamba telah menjadi manusia-manusia serakah yang lebih
mementingkan urusan perut diri sendiri. Lalu, masih layakkah hamba menjadi
'abid- Mu, sedangkan Engkau Maha Pengasih? Masih layakkah hamba menjadi
'abid-Mu, sedangkan Engkau Maha Peduli? Bila Engkau berkenan untuk menjadikan
hamba bagian dari hamba-hamba-Mu yang saleh, jadikan hamba orang-orang yang
memiliki kepedulian dan kasih sayang kepada sesama. (*)
YUSUF MANSUR
Pimpinan Pondok Pesantren Daarul Qur'an Tangerang
--~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~
Anda menerima pesan ini karena berlangganan ke Grup "aga-madjid" Google
Groups.
Untuk memposting ke grup ini, kirimkan email ke
[email protected]
Untuk bergabung dengan grup ini, kirim email ke
[EMAIL PROTECTED]
Untuk keluar dari grup ini, kirim email ke
[EMAIL PROTECTED]
Untuk pilihan lain, kunjungi grup ini di
http://groups.google.co.id/group/aga-madjid?hl=id
-~----------~----~----~----~------~----~------~--~---
<<inline: moz-screenshot-1.jpg>>
