Thank's to Pak Jamal 












Membiasakan Ibadah 

Oleh: Fajar Kurnianto

''Laksanakan ibadah sesuai kemampuanmu. Jangan membiasakan ibadah lalu 
meninggalkannya.'' (HR Ad-Dailami).
Pada hakikatnya, kewajiban manusia dalam kehidupan dunia ini adalah untuk 
beribadah kepada Allah dan mengabdi kepada-Nya dengan sungguh-sungguh. 
Allah berfirman, ''Tidaklah Aku ciptakan jin dan manusia melainkan agar 
mereka beribadah kepada-Ku.'' (QS Adz-Dzariyat [51]: 56)
Sayangnya, tidak sedikit di antara kita, kerap kali lalai, bahkan 
mengabaikan Allah, sehingga kita semakin jauh dari-Nya. Padahal, semakin 
jauh kita dengan-Nya berarti semakin dekatnya kita dengan penderitaan dan 
kesengsaraan. Sebaliknya semakin dekat kita dengan-Nya, semakin kita akan 
merasakan ketenteraman hidup.

Ibadah itu sendiri adalah sarana utama untuk mempertahankan kedekatan kita 
pada Allah dan makin merekatkan kita pada-Nya. Karena itu, ibadah harus 
kita biasakan. Orang yang membiasakan ibadah bukan sekadar menganggapnya 
sebagai kewajiban, tetapi juga kebutuhan, akan senantiasa rindu untuk 
melakukan ibadah dan merasa rugi ketika tidak melakukannya.

Pada hadis di atas, Rasulullah mengingatkan kepada kita untuk tidak 
meninggalkan ibadah yang telah kita biasakan, namun kemudian 
meninggalkannya. Yang demikian dilarang, karena berarti menggambarkan 
ketidakkonsistenan kita. Padahal, Allah sudah memerintahkan kita untuk 
konsisten dalam kebaikan, apalagi kalau itu adalah ibadah. Allah 
berfirman, ''Maka, karena itu serulah (mereka kepada agama itu) dan 
tetaplah (istikamahlah) sebagaimana diperintahkan (Allah) kepadamu dan 
janganlah mengikuti hawa nafsu mereka ...'' (QS Asy-Syura [42]: 15).

Orang yang membiasakan ibadah berarti membiasakan untuk selalu dekat 
dengan Allah. Dan, orang yang dekat dengan-Nya akan senantiasa berada 
dalam ayoman dan payung keberkahan-Nya. Ketika sudah demikian, orang itu 
akan diberikan ketenangan batin oleh-Nya, sehingga kehidupan akan 
dijalaninya dengan perasaan tenteram, tidak khawatir, dan takut.

Sesulit apa pun masalah yang menderanya, akan mampu ia lewati karena ia 
yakin Allah selalu menyertainya. Allah berfirman, "Sesungguhnya 
orang-orang yang mengatakan bahwa Tuhan kami adalah Allah, kemudian dia 
konsisten beribadah (istikamah), maka para Malaikat akan turun kepada 
mereka seraya mengatakan kepada mereka untuk tidak takut dan bersedih 
...'' (QS Fushilat [41]: 30). Wallahu a'lam.
sumber : Hikmah Harian Republika - 21 Oktober 2008
--~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~
Anda menerima pesan ini karena berlangganan ke Grup "aga-madjid" Google
Groups.
Untuk memposting ke grup ini, kirimkan email ke
[email protected]
Untuk bergabung dengan grup ini, kirim email ke
[EMAIL PROTECTED]
Untuk keluar dari grup ini, kirim email ke
[EMAIL PROTECTED]
Untuk pilihan lain, kunjungi grup ini di
http://groups.google.co.id/group/aga-madjid?hl=id
-~----------~----~----~----~------~----~------~--~---

Kirim email ke