kalau riwayat aisyah gimana?
kok wanita jaman sekarang jarang ya yg mencontoh dia, menikah di usia semuda 
mungkin untuk menghindari dosa
  -----Original Message-----
  From: [email protected] [mailto:[EMAIL PROTECTED] Behalf Of [EMAIL 
PROTECTED]
  Sent: Wednesday, December 03, 2008 8:00 AM
  To: [email protected]
  Cc: [EMAIL PROTECTED]
  Subject: ~ aga ~ Pribadi dan Biografi singkat Fatimah Az-Zahra’ (sa)




  Pribadi dan Biografi singkat Fatimah Az-Zahra’ (sa)

  Nama: Fatimah
  Gelar: Az-Zahra’
  Julukan: Ummu Aimmah, Sayyidatu nisâil ‘âlamîn, Ummu Abihâ.
  Ayah: Muhammad Rasulullah saw
  Ibu: Khadijah Al-Kubra
  Tempat/Tgl Lahir: Mekkah, hari Jum’at, 20 Jumadits Tsani
  Hari/Tgl Wafat: Selasa, 3 Jumadits Tsani 11 H.
  Umur: 18 tahun.
  Makam: Baqi’, Madinah Al-Munawwarah.
  Jumlah putera dan puteri: 2 laki-laki, dan 2 perempuan.
  Laki-laki: Al-Hasan dan Al-Husein
  Perempuan: Zainab dan Ummu Kaltsum.

  Fatimah (sa) adalah salah seorang puteri Rasulullah saw. Ia merupakan
  wanita yang paling mulia kedudukannya. Kemuliannya diperoleh sejak
  menjelang kelahirannya, ketika kelahirannya dibidani oleh 4 wanita
  suci.

  Ketika menjelang kelahirannya ibudanda tercintanya Khadijah Al-Khubra
  (sa) meminta tolong kepada wanita-wanita Qurays tetangganya. Tapi
  mereka menolaknya sambil mengatakan kepadanya bahwa ia telah
  mengkhianati mereka mendukung Muhammad. Saat itu ia bingung kepada
  siapa harus minta tolong untuk melahirkan puteri tercintanya. Saat
  kebingungan Khadijah (sa) mengatakan: “Aku terkejut luar biasa ketika
  aku menyaksikan empat wanita yang berwajah cantik dilingkari cahaya,
  yang sebelumnya aku tidak aku kenal mereka. Mereka mendekatiku, Saat
  aku dalam keadaan yang cemas, salah seorang dari mereka menyapaku: Aku
  adalah Sarah ibunda Ishaq; dan yang tiga yang menyertaiku adalah
  Maryam ibunda Isa, Asiah puteri Muzahim, dan Ummu Kaltsum saudara
  perempuan Musa. Kami semuanya diperintahkan oleh Allah untuk
  mengajarkan ilmu kebidanan kami jika anda bersedia. Sambil mengatakan
  hal itu, mereka duduk di sekitarku dan memberkan pelayanan sampai
  puteriku Fatimah (sa) lahir.”

  Fatimah (sa) berbicara saat dalam Kandungan
  Sejak masih dalam kandungan ibundanya Fatimah (sa) sering menghibur
  dan mengajak bicara ibunya. Rasulullah saw bersabda:
  “Jibril datang kepadaku dengan membawa buah apel dari surga, kemudian
  aku memakannya lalu aku berhubungan dengan Khadijah lalu ia mengandung
  Fatimah. Khadijah berkata: “Aku hamil dengan kandungan yang ringan.
  Ketika engkau keluar rumah janin dalam kandunganku ngajak bicara
  denganku. Ketika aku akan melahirkan janinku aku mengirim utusan pada
  perempuan-perempuan Quraisy untuk dapat membatu melahirkan janinku,
  tapi mereka tidak mau datang bahkan mereka berkata: Kami tidak akan
  datang untuk menolong isteri Muhammad. Maka ketika itulah datanglah
  empat perempuan yang berwajah cantik dan bercahaya, dan salah dari
  mereka berkata: Aku adalah ibumu Hawa’; yang satu lagi berkata: Aku
  adalah Asiyah binti Muzahim; yang lain berkata: Aku adalah Kaltsum
  saudara perempuan Musa; dan yang lain lagi berkata: Aku adalah Maryam
  binti Imran ibunda Isa. Kami datang untuk menolong urusanmu ini.
  Kemudian Khadijah berkata: Maka lahirlah Fatimah dalam kedaan sujud
  dan jari-jarinya terangkat seperti orang sedang berdoa.” (Dzakhâir
  Al-‘Uqbâ, halaman 44)

  Menjelang usia 5 tahun, Fatimah (sa) ditinggal wafat oleh ibunda
  tercintanya. Sehingga ia harus menggantikan posisi ibunya, berkhidmat
  kepada ayahnya, membantu dan menolong Rasululah saw. Sehingga ia
  mendapat gelar Ummu Abiha (ibu dari ayahnya). Tidak jarang Fatimah
  (sa) menyaksikan ayahnya disakiti orang-orang kafir Quraisy. Ia
  menangis saat-saat menyaksikan ayahnya menghadapi ujian yang berat
  akibat prilaku orang-orang kafir Quraisy. Bahkan tangan Fatimah yang
  berusia kanak-kanak yang membersihkan kotoran di kepala ayahnya saat
  melempari Rasulullah saw dengan kotoran.

  Fatimah (sa) buah surga dan tidak pernah haid
  Aisyah berkata bahwa Rasulullah saw bersabda: “Ketika aku
  diperjalankan ke langit, aku dimasukkan ke surga, lalu berhenti di
  sebuah pohon dari pohon-pohon surga, dan aku tidak melihat yang lebih
  indah dari pohon yang satu itu, daunnya paling putih, buahnya paling
  harum. Kemudian aku mendapatkan buahnya lalu aku makan. Buah itu
  menjadi nuthfah di sulbiku. Setelah aku sampai di bumi aku berhubungan
  dengan Khadijah kemudian ia mengandung Fatimah. Setelah itu setiap aku
  rindu bau surga aku mencium bau Fatimah.” (tafsir Ad-Durrul Mantsur
  tentang surat Al-Isra’: 1; Mustadrak Ash-Shahihayn 3: 156)

  Fatimah (sa) digelari Az-Zahra’
  Abban bin Tughlab pernah bertanya kepada Imam Ja'far Ash-Shadiq (sa):
  Mengapa Fathimah digelari Az-Zahra'? Ia menjawab: “Karena Fathimah
  (sa) memacarkan cahaya pada Ali bin Abi Thalib tiga kali di siang
  hari. Ketika ia melakukan shalat sunnah di pagi hari, dari wajahnya
  memancar cahaya putih sehingga cahayanya memancar dan menembus ke
  kamar banyak orang di Madinah dan dinding rumah mereka diliputi cahaya
  putih. Mereka heran atas kejadian itu, lalu mereka datang kepada
  Rasulullah saw dan menanyakan apa yang mereka saksikan. Kemudian Nabi
  saw menyuruh mereka datang ke rumah Fathimah. Lalu mereka
  mendatanginya, ketika sampai di rumahnya mereka melihat Fathimah
  sedang shalat di mihrabnya. Mereka melihat cahaya di mihrabnya, cahaya
  itu memancar dari wajahnya, sehingga mereka tahu bahwa cahaya yang
  mereka saksikan di rumah mereka adalah cahaya yang terpancar dari
  wajah Fathimah (sa).

  Ketika Fathimah (sa) melakukan shalat sunnah di tengah hari cahaya
  kuning memancar dari wajahnya, cahaya itu menembus ke kamar rumah
  orang banyak, sehingga pakaian dan tubuh mereka diliputi oleh cahaya
  berwarna kuning. Lalu mereka datang kepada Rasulullah saw dan bertanya
  tentang apa yang mereka saksikan. Nabi saw menyuruh mereka datang ke
  rumah Fathimah (sa), saat itu mereka melihat dia sedang berdiri dalam
  shalat sunnah di mihrabnya, cahaya kuning itu memancar dari wajahnya
  pada dirinya, ayahnya, suaminya dan anak-anaknya, sehingga mereka tahu
  bahwa cahaya yang mereka saksikan itu adalah berasal dari cahaya wajah
  Fathimah (sa).

  Ketika Fathimah (sa) melakukan shalat sunnah di punghujung siang saat
  mega merah matahari telah tenggelam wajah Fathimah memancarkan cahaya
  merah sebagai tanda bahagia dan rasa syukur kepada Allah Azza wa
  Jalla. Cahaya itu menembus ke kamar orang banyak sehingga dinding
  rumah mereka memerah. Mereka heran atas kejadian itu. Kemudian mereka
  datang lagi kepada Rasulullah saw menanyakan kejadian itu. Nabi saw
  menyuruh mereka datang ke rumah Fathimah (sa). Ketika sampai di rumah
  Fathimah mereka melihat ia sedang duduk bertasbih dan memuji Allah,
  mereka melihat cahaya merah memancar dari wajahnya. Sehingga  mereka
  tahu bahwa bahwa cahaya yang mereka saksikan itu berasal dari cahaya
  wajah Fathimah (sa). Cahaya-cahaya itu selalu memancar di wajahnya,
  dan cahaya itu diteruskan oleh putera dan keturunannya yang suci
  hingga hari kiamat.” (Bihârul Anwar 43: 11, hadis ke 2)

  Fatimah (sa) digelari penghulu semua perempuan
  Fatimah (sa) mendapat gelar penghulu semua perempuan (sayyidatu nisâil
  ‘alamîn).
  Aisyah berkata: Fatimah (sa) datang kepada Nabi saw dengan berjalan
  seperti jalannya Nabi saw. Kemudian Nabi saw mengucapkan: “Selamat
  datang duhai puteriku.” Kemudian beliau mempersilahkan duduk di
  sebelah kanan atau kirinya kemudian beliau berbisik kepadanya lalu
  Fatimah menangis. Kemudian Nabi saw bersabda kepadanya: “Mengapa kamu
  menangis?” Kemudian Nabi saw berbisik lagi kepadanya. Lalu ia tertawa
  dan berkata: Aku tidak pernah merasakan bahagia yang paling dekat
  dengan kesedihan seperti hari ini. Lalu aku (Aisyah) bertanya kepada
  Fatimah tentang apa yang dikatakan oleh Nabi saw. Fatimah menjawab:
  Aku tidak akan menceritakan rahasia Rasulullah saw sehingga beliau
  wafat. Aku bertanya lagi kepadanya, lalu ia berkata: (Nabi saw
  berbisik kepadaku): “Jibril berbisik kepadaku (Rasulullah saw), Al-
  Qur’an akan menampakkan padaku setiap setahun sekali, dan ia akan
  menampakkan padaku tahun ini dua kali, aku tidak melihatnya kecuali
  datangnya ajalku, dan engkau adalah orang pertama dari Ahlul baitku
  yang menyusulku.” Lalu Fatimah menangis. Kemudian Rasulullah saw
  bersabda: “Tidakkah kamu ridha menjadi penghulu semua perempuan ahli
  surga atau penghulu semua isteri orang-orang yang beriman?” Kemudian
  Fatimah tertawa.
  (Shahih Bukhari, kitab Awal penciptaan, bab tanda-tanda kenabian
  dalam Islam;
  Musnad Ahmad 6: 282, hadis ke 25874)

  Fatimah (sa) menyerupai Nabi saw
  Aisyah Ummul mukminin berkata: Aku tidak pernah melihat seorangpun
  yang paling menyerupai Rasulullah saw dalam sikapnya, berdiri dan
  duduknya kecuali Fatimah puteri Rasulullah saw. Selanjutnya Aisyah
  berkata: Jika Fatimah datang kepada Nabi saw, beliau berdiri menyambut
  kedatangannya, dan mempersilahkan duduk di tempat duduknya. Demikian
  juga jika Nabi saw datang kepadanya ia berdiri menyambut kedatangan
  beliau dan mempersilahkan duduk di tempat duduknya…” (Shahih At-
  Tirmidzi 2: 319, bab keutamaan Fathimah; Shahih Bukhari, bab Qiyam Ar-
  Rajul liakhihi, hadis ke 947; Shahih Muslim, kitab Fadhil Ash-
  Shahabah, bab Fadhail Fathimah)

  Marah Fatimah (sa) Marah Rasulullah saw
  Rasulullah saw bersabda:
  “Fatimah adalah bagian dari diriku, barangsiapa yang membuatnya marah
  ia telah membuatku marah.”
  (Shahih Bukhari, kitab awal penciptaan, bab manaqib keluarga dekat
  Rasulullah saw; Kanzul Ummal 6: 220, hadis ke 34222)

  Sakit Fatimah (sa) Sakit Rasulullah saw
  Rasulullah saw bersabda:
  “Fatimah adalah bagian dari diriku, menggoncangkan aku apa saja yang
  menggoncangkan dia, dan menyakitiku apa saja yang menyakitinya.”
  (Shahih Bukhari, kitab Nikah; Shahih Muslim, kitab Fadhil Ash-
  Shahabah, bab Fadhail Fathimah; Musnad Ahmad bin Hanbal 4: 328, hadis
  ke 18447)

  Sebagian Karamah Fatimah Az-Zahra’ (sa)
  Jabir Al-Anshari, salah seorang sahabat Nabi saw berkisah bahwa
  beberapa hari Rasulullah saw tidak makan sedikit pun makanan sehingga
  diriku lemas, kemudian beliau mendatangi isteri-isteriku untuk
  mendapatkan sesuap makanan, tapi tidak mendapatkannya di rumah mereka.

  Lalu beliau mendatangi Fatimah (sa) dan berkata: “Wahai puteriku,
  apakah kamu punya makanan untuk aku? aku lapar. Fatimah (sa) berkata:
  Demi Allah, demi ayahku dan ibuku, aku tidak punya makanan.

  Ketika Rasulullah saw keluar dari rumah Fatimah (sa), ada seorang
  perempuan mengirimkan dua potong roti dan sepotong daging, lalu
  Fatimah (sa) mengambilnya dan meletakkannya dalam mangkok yang besar
  dan menutupinya. Fatimah (sa) berkata: Sungguh makanan ini aku akan
  utamakan untuk Rasulullah saw daripada diriku dan keluargaku. Padahal
  mereka juga membutuhkan sesuap makanan.

  Fatimah (sa) berkata: Lalu aku mengutus Al-Hasan dan Al-Husein kepada
  kakeknya Rasulullah saw. Kemudian Rasulullah saw datang padaku. Aku
  berkata: Ya Rasulallah, demi ayahku dan ibuku, Allah telah
  mengkaruniakan kepada kami sesuatu, lalu aku menyimpannyan untuk
  kupersembahkan kepadamu.

  Fatimah (sa) berkata: Ada seseorang mengantarkan makanan padaku, lalu
  aku meletakkannya dalam mangkok besar dan aku menutupinya. Saat itu
  juga dalam mangkok itu penuh dengan roti dan daging. Ketika aku
  melihatnya aku ta’ajjub. Aku tahu bahwa itu adalah keberkahan dari
  Allah swt, lalu aku memuji Allah swt dan bershalawat kepada Nabi-Nya.

  Rasulullah saw bertanya: “Dari mana makanan ini wahai puteriku?”
  Fatimah menjawab: Makanan ini datang dari sisi Allah, sesungguhnya
  Allah mengkaruniakan rizki kepada orang yang dikehendaki-Nya dari arah
  yang tak terduga. Kemudian Rasulullah saw mengutus seseorang kepada
  Ali (sa) lalu ia datang. Rasulullah saw, Ali, Fatimah, Al-Hasan, Al-
  Husein (sa) dan semua isteri Nabi saw makan makanan itu sehingga
  mereka merasa kenyang, dan makanan itu tetap penuh dalam mangkok itu.

  Fatimah (sa) berkata: Lalu aku juga mengantarkan makanan itu pada
  semua tetanggaku, Allah menjadikan dalam makanan itu keberkahan dan
  kebaikan yang panjang waktunya. Padahal awalnya makanan dalam mangkok
  itu hanya dua potong roti dan sepotong daging, selebihnya adalah
  keberkahan dari Allah swt.

  Dalam hadis yang lain disebutkan bahwa Rasulullah saw pernah bersabda
  kepada Fatimah dan Ali (sa): “Segala puji bagi Allah yang tidak
  mengeluarkan kalian berdua dari dunia sehingga Allah menjadikan bagimu
  (Ali) apa yang telah terjadi pada Zakariya, dan menjadikan bagimu
  wahai Fatimah apa yang telah terjadi pada Maryam. Inilah yang
  dimaksudkan juga dalam firman Allah swt: “Setiap Zakariya masuk untuk
  menemui Maryam di mihrabnya, ia dapati makanan di sisinya.” (Ali-
  Imran: 37).

  Kisah dan riwayat ini terdapat di dalam:
  1.                 Tafsir Al-Kasysyaf, Az-Zamakhsyari, tentang tafsir surat 
Ali-Imran:
  37.
  2.                 Tafsir Ad-Durrul Mantsur, tentang ayat ini.

  Ini adalah hanya sebagian dari pribadi Fatimah Az-Zahra (sa) yang bisa
  kami ungkapkan. Masih banyak lagi tentang keutamaan dan karamahnya tak
  mungkin diungkapkan dalam tulisan yang sangat singkat ini, karena akan
  membutuhkan buku yang sangat tebal jika hendak diungkapkan secara
  lebih detail.

  Wassalam
  Syamsuri Rifai

  Pesantren Alam Maya
  Macam2 shalat sunnah, doa-doa pilihan, dan artikel2 Islami:
  http://syamsuri149.wordpress.com
  http://shalatdoa.blogspot.com
  Amalan praktis, Doa2 harian dan bulanan:
  http://islampraktis.wordpress.com
  Tafsir tematik, Asbabun Nuzul, hadis2 pilihan, keutamaan surat2 Al-
  Qur’an:
  http://tafsirtematis.wordpress.com
  Amalan Praktis, Adab2 dan doa2 haji dan umroh, serta artikel2
  tentangnya:
  http://almushthafa.blogspot.com

  Milis:
  http://groups.google.com/group/keluarga-bahagia
  http://groups.yahoo.com/group/Shalat-Doa
  http://groups.google.co.id/group/feng-shui-islami

  Jaringan Pendukung:
  http://syamsuri149.multiply.com
  http://profiles.friendster.com/syamrifai
  http://id-id.facebook.com/people/Syamsuri_Rifai/1071108775

  Mari kita bergabung di Group Pecinta Keluarga Bahagia:
  http://www.facebook.com/group.php?gid=37020211895



  

--~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~
Anda menerima pesan ini karena berlangganan ke Grup "aga-madjid" Google
Groups.
Untuk memposting ke grup ini, kirimkan email ke
[email protected]
Untuk bergabung dengan grup ini, kirim email ke
[EMAIL PROTECTED]
Untuk keluar dari grup ini, kirim email ke
[EMAIL PROTECTED]
-~----------~----~----~----~------~----~------~--~---

Kirim email ke