-
Thank's to Siti Ami 














 
 
Rahasia Do’a Mengatasi Hutang 
Rabu, 29 Okt 2008 10:29 WIB 
Abu Said Al-Khudhri radhiyallahu ’anhu bertutur: “Pada suatu hari 
Rasulullah shollallahu ’alaih wa sallam masuk masjid. Tiba-tiba ada 
seorang sahabat bernama Abu Umamah radhiyallahu ’anhu sedang duduk di 
sana. Beliau bertanya: ”Wahai Abu Umamah, kenapa aku melihat kau sedang 
duduk di luar waktu sholat?” 
Ia menjawab: ”Aku bingung memikirkan hutangku, wahai Rasulullah.” Beliau 
bertanya: ”Maukah aku ajarkan kepadamu sebuah do’a yang apabila kau baca 
maka Allah ta’aala akan menghilangkan kebingunganmu dan melunasi 
hutangmu?” Ia menjawab: ”Tentu, wahai Rasulullah.” Beliau bersabda,”Jika 
kau berada di waktu pagi maupun sore hari, bacalah do’a:
اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ مِنْ الْهَمِّ وَالْحَزَنِ وَأَعُوذُ بِكَ 
مِنْ الْعَجْزِ وَالْكَسَلِ وَأَعُوذُ بِكَ مِنْ الْجُبْنِ وَالْبُخْلِ 
وَأَعُوذُ بِكَ مِنْ غَلَبَةِ الدَّيْنِ وَقَهْرِ الرِّجَالِ
”Ya Allah, sesungguhnya aku berlindung kepada Engkau dari bingung dan 
sedih. Aku berlindung kepada Engkau dari lemah dan malas. Aku berlindung 
kepada Engkau dari pengecut dan kikir. Dan aku berlindung kepada Engkau 
dari lilitan hutang dan kesewenang-wenangan manusia.” Kata Abu Umamah 
radhiyallahu ’anhu: ”Setelah membaca do’a tersebut, Allah berkenan 
menghilangkan kebingunganku dan membayarkan lunas hutangku.” (HR Abu Dawud 
4/353)
Doa ampuh yang diajarkan Nabi shollallahu ’alaih wa sallam kepada Abu 
Umamah radhiyallahu ’anhu merupakan doa untuk mengatasi problem hutang 
berkepanjangan. Di dalam doa tersebut terdapat beberapa permohonan agar 
Allah ta’aala lindungi seseorang dari beberapa masalah dalam hidupnya. Dan 
segenap masalah tersebut ternyata sangat berkorelasi dengan keadaan 
seseorang yang sedang dililit hutang.
Pertama, ”Ya Allah aku berlindung kepada Engkau dari bingung dan sedih.” 
Orang yang sedang berhutang biasanya mudah menjadi bingung dan tenggelam 
dalam kesedihan. Sebab keadaan dirinya yang berhutang itu sangat potensial 
menjadikannya hidup dalam ketidakpastian alias bingung dan menjadikannya 
tidak gembira alias berseduih hati.
Kedua, ”Aku berlindung kepada Engkau dari lemah dan malas.” Biasanya orang 
yang berhutang akan cenderung menjadi lemah. Dan biasanya orang yang malas 
dan tidak kreatif dalam menjalani perjuangan hidup cenderung mudah 
berfikir untuk menacari pinjaman alias berutangketika sedikit saja 
menghadapi rintangan dalam hidup. Sedangkan orang yang rajin cenderung 
tidak berfikir untuk berhutang selagi ia masih punya ide solusi selain 
berhutang dalam hidupnya. Orang rajin bahkan akan menolak bilamana 
memperoleh tawaran pinjaman uang karena ia anggap itu sebagai suatu beban 
yang merepotkan.
Ketiga, ”Aku berlindung kepada Engkau dari sifat pengecut dan kikir.” 
Biasanya orang yang terlilit hutang menjadi orang yang diliputi rasa 
takut. Ia cenderung menjadi pengecut. Jauh dari sifat pemberani. Mentalnya 
jatuh dan tidak mudah memiliki kemantapan batin. Dan orang yang berhutang 
mudah menjadi kikir jauh dari sifat demawan. Bila kotak amal atau sedekah 
melintas di depannya ia akan membiarkannya berlalu Hal ini karena ia 
menggunakan logika ”Bagaimana aku bisa bersedekah, sedangkan hutangku saja 
belum lunas.”
Keempat, ”Dan aku berlindung kepada Engkau dari lilitan hutang dan 
kesewenang-wenangan manusia.” Doa bagian akhir mengandung inti permohonan 
seorang yang terlilit hutang. Ia serahkan harapannya sepenuhnya kepada 
Allah ta’aala Yang Maha Kaya lagi Maha Terpuji agar menuntaskan problem 
hutang yang berkepanjangan membebani hidupnya. Di samping itu ia memohon 
agar dirinya dilindungi Allah ta’aala dari kesewenang-wenangan manusia. 
Kesewenangan dimaksud terutama yang bersumber dari fihak yang berpiutang. 
Sebab tidak jarang ditemukan bahwa fihak yang berpiutang lantas bertindak 
zalim kepada yang berhutang. Ia merasa telah menanam jasa dengan 
meminjamkan uang kepada yang berhutang. Lalu ia merasa berhak untuk 
berbuat sekehendaknya kepada yang berhutang apalagi jika yang berhutang 
menunjukkan gejala tidak sanggup melunasi hutangnya dengan segera.
Itulah sebabnya dunia modern dewasa ini banyak diwarnai oleh berbagai 
tindak kezaliman. Sebab dalam era dunia modern manusia sangat mudah 
berhutang. Dalam kebanyakan transaksi manusia dianjurkan untuk terlibat 
dalam hutang alias transaksi yang tidak tunai. Sedikit sedikit kredit. 
Apalagi skema pelunasan hutangnya melibatkan praktek riba yang termasuk 
dosa besar. Islam adalah ajaran yang menganjurkan manusia untuk 
membiasakan diri bertransaksi secara tunai. Ini bukan berarti Islam 
mengharamkan berhutang. Hanya saja Islam memandang bahwa berhutang 
merupakan suatu pilihan yang bukan ideal dan utama. Itulah sebabnya ayat 
terpanjang di dalam Al-Qur’an ialah ayat mengenai berhutang, yaitu surah 
Al-Baqarah ayat 282.
Suatu ketika Khalifah Umar bin Khattab radhiyallahu ’anhu didatangi 
anaknya yang hendak meminjam uang. Lalu ia berkata kepadanya ”Nak, aku 
tidak punya uang.” Lantas anaknya mengusulkan agar ayahnya pinjamkan dari 
Baitul Maal (Simpanan Kekayaan Negara). Maka Umar-pun menulis memo kepada 
pemegang kunci Biatul Maal yang isinya: ”Wahai bendahara, tolong keluarkan 
sekian dinar dari Baitul Maal untuk aku pinjamkan ke anakku. Nanti biar 
aku cicil dengan potong gajiku tiga bulan ke depan.”
Maka memo tersebut dibawa oleh anaknya dan diserahkan kepada bendahara. 
Tidak berapa lama iapun kembali menemui ayahnya dengan wajah murung. 
”Ayah, aku tidak menerima apa-apa dari bendahara kecuali secarik kertas 
ini untuk disampaikan kepadamu.” 
Maka Umar menyuruh anaknya membacakan isi memo balasan itu. Isinya ”Wahai 
Amirul Mu’minin Umar bin Khattab, bagiku sangatlah mudah untuk 
mengeluarkan sekian dinar dari Baitul Maal untuk engkau pinjam. Namun aku 
minta syarat terlebih dahulu darimu. Aku minta agar engkau memberi jaminan 
kepadaku bahwa tiga bulan ke depan Amirul Mu’minin Umar bin Khattab masih 
hidup di dunia untuk melunasi hutang tersebut.” Maka Umar langsung 
beristighfar dan menyuruh anaknya pulang.

--~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~
Anda menerima pesan ini karena berlangganan ke Grup "aga-madjid" Google
Groups.
Untuk memposting ke grup ini, kirimkan email ke
[email protected]
Untuk bergabung dengan grup ini, kirim email ke
[EMAIL PROTECTED]
Untuk keluar dari grup ini, kirim email ke
[EMAIL PROTECTED]
-~----------~----~----~----~------~----~------~--~---

Kirim email ke