Allah tidak menyukai ucapan buruk, (yang diucapkan) dengan terus terang kecuali 
oleh orang yang dianiaya. Allah adalah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.
(QS. An-Nisaa': 148)

(ucapan mereka) menyebabkan mereka memikul dosa-dosanya dengan sepenuh-penuhnya 
pada hari kiamat, dan sebahagian dosa-dosa orang yang mereka sesatkan yang 
tidak mengetahui sedikitpun (bahwa mereka disesatkan).Ingatlah, amat buruklah 
dosa yang mereka pikul itu.  (QS. An-Nahl: 25)
 
Dan jika kamu berpaling dari mereka untuk memperoleh rahmat dari Tuhanmu yang 
kamu harapkan, maka katakanlah kepada mereka ucapan yang pantas.  (QS. 
Al-Israa': 28)

Dan mereka diberi petunjuk kepada ucapan-ucapan yang baik dan ditunjuki(pula) 
kepada jalan (Allah) yang terpuji.  (QS. Al-Hajj: 24)
 
Tiada suatu ucapanpun yang diucapkan melainkan ada di dekatnya malaikat 
pengawas yang selalu hadir.  (QS. Qaaf: 18)

Perkataan yang baik dan pemberian ma'af lebih baik dari sedekah yang diiringi 
dengan sesuatu yang menyakitkan (perasaan si penerima). Allah Maha Kaya lagi 
Maha Penyantun.  (QS. Al-Baqarah: 263)
 
Mengapa orang-orang alim mereka, pendeta-pendeta mereka tidak melarang mereka 
mengucapkan perkataan bohong dan memakan yang haram Sesungguhnya amat buruk apa 
yang telah mereka kerjakan itu.  (QS. Al-Maaidah: 63)

Dan katakanlah kepada hamba-hamba-Ku:"hendaklah mereka mengucapkan perkataan 
yang lebih baik (benar). Sesungguhnya syaitan itu menimbulkan perselisihan di 
antara mereka. Sesungguhnya syaitan itu adalah musuh yang nyata bagi manusia.
(QS. Al-Israa': 53)
 
Maka Allah memberi mereka pahala terhadap perkataan yang mereka ucapkan, 
(yaitu) surga yang mengalir sungai-sungaidi dalamnya. Dan itulah balasan (bagi) 
orang-orang yang berbuat kebaikan (yang ikhlas keimanannya).  (QS. Al-Maaidah: 
85)
 
Maka kepada perkataan apakah selain al-Qur'an ini mereka akan beriman  (QS. 
Al-Mursalaat: 50)
 
Dan al-Qur'an itu bukanlah perkataan syaitan yang terkutuk,  (QS. At-Takwiir: 
25)

Di dalamnya mereka tidak mendengar perkataan yang sia-sia dan tidak (pula 
perkataan) dusta.  (QS. An-Naba': 35)
 
tidak kamu dengar di dalamnya perkataan yang tidak berguna.  (QS. Al-Ghasyiyah: 
11)

--- On Thu, 12/11/08, [email protected] 
<[email protected]> wrote:

From: [email protected] <[email protected]>
Subject: ~ aga ~ Qolbu lagi ya, lumayan buat ngeredam masalah "Menjaga Lidah"]
To: [email protected]
Cc: [email protected]
Date: Thursday, December 11, 2008, 7:43 AM




Hai orang-orang yang beriman bertaqwalah kamu kepada Allah dan katakanlah 
perkataan yang benar. (Al-Qur`an: Al-Ahzab ayat 70) 
  
Rasulullah bersabda: "Siapa yang beriman Kepada Allah dan hari akhir maka 
hendaklah ia mengatakan yang baik atau diam." ( Hadist riwayat Bukhari dan 
Muslim ) 
  
Kualitas seseorang bisa terlihat dari kemampuan menjaga lidahnya. Sebaik-baik 
perkataan adalah perkataan yang sanggup mengatakan kebenaran dan ketika 
Rasulullah ditanya akhlaknya beliau menjawab akhlak beliau adalah Al-Quran. 
Rasul termasuk orang yang jarang berbicara tetapi sekali berbicara bisa 
dipastikan kebenarannya. 
  
Orang yang berkualitas tinggi dalam berbicara yaitu, syarat dengan hikmah, ide, 
gagasan solusi, ilmu dan dzikir. Jadi manfaatnya bisa dirasakan oleh dirinya 
dan orang yang di ajak berbicara. 
  
Orang yang biasa-biasa saja dalam berbicara, dia sibuk menceritakan 
peristiwa-peristiwa. kita tidak dilarang menceritakan peristiwa-peristiwa tapi 
harus ada manfaatnya. 
  
Orang yang rendahan dalam berbicara selalu mengeluh, mencela dan menghina. 
Orang yang dangkal dalam berbicara, orang tersebut sibuk menyebutkan tentang 
dirinya dan juga jasanya. Air gelas yang kosong maunya di isi terus, orang yang 
kosong dari harga diri maunya di hargai. 
  
Menceritakan keburukan orang lain atau juga disebut ghibah merupakan dosa besar 
dan tidak diampuni, sebelum di halalkan atau di maafkan oleh orang yang 
dibicarakan. Dan bila orang yang dibicarakan sudah meninggal maka kita harus 
taubat dan tidak mengulanginya lagi dan do`akan kebaikan buat orang
tersebut dan juga bicarakan tentang kebaikannya. 
  
Kita tidak bisa memaksakan orang lain sesuai dengan keinginan kita, tapi kita 
bisa memaksakan diri kita untuk melakukan yang terbaik dan menyikapi sikap 
orang lain. Kita jangan menghina, merendahkan dan meremehkan orang yang suka 
berbicara tidak baik kepada kita.makin banyak bicara, makin banyak peluang 
untuk tegelincir lidah kita dan akan menjadi dosa, juga kehormatan kita akan 
runtuh. 
  
maka dari itu kita ambil hikmahnya dari segala masalah yang kita temui, jangan 
pernah membesar-besarkan masalah, hingga menjadikan suatu bumerang buat kita 
sendiri. 
  
  
  
  
 




      
--~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~
Anda menerima pesan ini karena berlangganan ke Grup "aga-madjid" Google
Groups.
Untuk memposting ke grup ini, kirimkan email ke
[email protected]
Untuk bergabung dengan grup ini, kirim email ke
[email protected]
Untuk keluar dari grup ini, kirim email ke
[email protected]
-~----------~----~----~----~------~----~------~--~---

Kirim email ke