Alfin arifin <







السلام عليكم ورحمته الله وبرك

semoga bermanfaat
wass
zainal

BERILMU SEBELUM BERAMAL
Oleh: Kholid Syamhudi, Lc. 
KHUTBAH PERTAMA:

إِنّ الْحَمْدَ ِللهِ نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ 
وَنَعُوْذُ بِاللهِ مِنْ شُرُوْرِ أَنْفُسِنَا وَسَيّئَاتِ أَعْمَالِنَا مَنْ 
يَهْدِهِ اللهُ فَلاَ مُضِلّ لَهُ وَمَنْ يُضْلِلْ فَلاَ هَادِيَ لَهُ 
أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلهَ إِلاّ اللهُ وَأَشْهَدُ أَنّ مُحَمّدًا عَبْدُهُ 
وَرَسُوْلُهُ 

اَللهُمّ صَلّ وَسَلّمْ عَلى مُحَمّدٍ وَعَلى آلِهِ وِأَصْحَابِهِ وَمَنْ 
تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الدّيْن. 

يَاأَيّهَا الّذَيْنَ آمَنُوْا اتّقُوا اللهَ حَقّ تُقَاتِهِ وَلاَ 
تَمُوْتُنّ إِلاّ وَأَنْتُمْ مُسْلِمُوْنَ 

يَاأَيّهَا النَاسُ اتّقُوْا رَبّكُمُ الّذِي خَلَقَكُمْ مِنْ نَفْسٍ 
وَاحِدَةٍ وَخَلَقَ مِنْهَا زَوْجَهَا وَبَثّ مِنْهُمَا رِجَالاً كَثِيْرًا 
وَنِسَاءً وَاتّقُوا اللهَ الَذِي تَسَاءَلُوْنَ بِهِ وَاْلأَرْحَام َ إِنّ 
اللهَ كَانَ عَلَيْكُمْ رَقِيْبًا 

يَاأَيّهَا الّذِيْنَ آمَنُوْا اتّقُوا اللهَ وَقُوْلُوْا قَوْلاً سَدِيْدًا 
يُصْلِحْ لَكُمْ أَعْمَالَكُمْ وَيَغْفِرْلَكُمْ ذُنُوْبَكُمْ وَمَنْ يُطِعِ 
اللهَ وَرَسُوْلَهُ فَقَدْ فَازَ فَوْزًا عَظِيْمًا، أَمّا بَعْدُ ... 

فَأِنّ أَصْدَقَ الْحَدِيْثِ كِتَابُ اللهِ، وَخَيْرَ الْهَدْىِ هَدْىُ 
مُحَمّدٍ صَلّى الله عَلَيْهِ وَسَلّمَ، وَشَرّ اْلأُمُوْرِ مُحْدَثَاتُهَا، 
وَكُلّ مُحْدَثَةٍ بِدْعَةٌ وَكُلّ بِدْعَةٍ ضَلاَلَةً، وَكُلّ ضَلاَلَةِ فِي 
النّارِ.
 
Kaum Muslimin Rahimakumullah. 
Rasanya tidak habis-habisnya kita harus bersyukur kepada Allah, karena 
limpahan anugerah rahmat dan karunianya hingga pada hari yang mulia ini 
kita semua tetap bertahan di atas agama Islam dan ajaran Rasulullah 
Shallallahu a’alaihi wasallam. 
Kaum Muslimin Rahimakummullah. 
Di antara wujud syukur yang harus kita tampakkan adalah menjaga ketakwaan 
dan meningkatkannya kepada kesempurnaan iman. Hal ini dengan mengamalkan 
seluruh perintah Allah dan menjauhi semua laranganNya. Namun mungkinkah 
kita mengenal perintah dan larangan Allah tanpa ilmu? 
Oleh karena itu, dalam mimbar yang mulia ini, saya menyeru pribadi saya 
dan hadirin sekalian untuk bertakwa dan belajar banyak tentang perintah 
dan larangan Allah, agar dapat mewujudkan ketakwaan dan keimanan yang 
lebih sempurna. 
Kaum Muslimin Rahimakumullah 
Agama Islam sebagai agama yang sempurna, indah dan menyejukkan, telah 
menjadikan ilmu sebagai sumber kejayaan, dan kejahilan sebagai simbol 
kejumudan, kesengsaraan dan keterbelakangan. Karenanya kita temukan dalam 
ajaran Islam kewajiban belajar dan berilmu, seperti disampaikan Rasulullah 
a dalam sabdanya,

طَلَبُ الْعِلْمِ فَرِيْضَةٌ عَلَى كُلِّ مُسْلِمٍ. 
"Menuntut ilmu adalah wajib bagi setiap Muslim." (HR. Ibnu Majah dan 
dishahihkan al-Albani dalam Shahih Sunan Ibnu Majah). 
Tidak hanya berhenti sampai di sini saja, bahkan Islam mencela dan 
menyalahkan orang yang berbicara dan beramal tanpa ilmu, seperti 
difirmankan Allah Ta’ala,

قُلْ إِنَّمَا حَرَّمَ رَبِّيَ الْفَوَاحِشَ مَا ظَهَرَ مِنْهَا وَمَا بَطَنَ 
وَالإِثْمَ وَالْبَغْيَ بِغَيْرِ الْحَقِّ وَأَن تُشْرِكُواْ بِاللّهِ مَا 
لَمْ يُنَزِّلْ بِهِ سُلْطَاناً وَأَن تَقُولُواْ عَلَى اللّهِ مَا لاَ 
تَعْلَمُونَ 
"Katakanlah, 'Rabbku hanya mengharamkan perbuatan yang keji, baik yang 
nampak ataupun yang tersembunyi, dan perbuatan dosa, melanggar hak manusia 
tanpa alasan yang benar, (mengharamkan) mempersekutukan Allah dengan 
sesuatu yang mana Allah tidak menurunkan hujjah untuk itu dan 
(mengharamkan) mengada-adakan terhadap Allah apa yang tidak kamu 
ketahui'." (Al-A'raf: 33). 
Firman Allah dalam ayat di atas, adalah larangan yang bersifat umum dari 
berbicara dalam masalah agama tanpa dasar ilmu. Demikian juga Allah Ta’ala 
melarang kita beramal dan berkata dengan taklid dan mengekor pendapat 
orang lain tanpa mengetahui dasarnya. Allah Ta’ala berfirman,

وَلاَ تَقْفُ مَا لَيْسَ لَكَ بِهِ عِلْمٌ إِنَّ السَّمْعَ وَالْبَصَرَ 
وَالْفُؤَادَ كُلُّ أُولـئِكَ كَانَ عَنْهُ مَسْؤُولاً 
"Dan janganlah kamu mengikuti apa yang kamu tidak mempunyai pengetahuan 
tentangnya. Sesungguhnya pendengaran, penglihatan dan hati, semuanya itu 
akan dimintai pertanggungan jawabannya." (Al-Isra` : 36). 
Semua ini tentunya menjadikan kita berhati-hati dalam berkata dan berbuat, 
sebab akibatnya fatal bila kita berbicara dan berbuat tanpa dasar ilmu 
yang jelas. 
Kaum Muslimin Rahimakumullah 
Islam memandang bahwa perkataan dan perbuatan itu dihukumi benar dan 
diterima bila dilandasi dengan ilmu. Oleh karena itu, Imam al-Bukhari 
membuat judul salah satu bab dalam Shahihnya dengan "Bab al-Ilmu Qabla 
al-Qaul wa al-Amal" (Bab yang menje-laskan harusnya berilmu sebelum 
berkata dan berbuat). Beliau berdalil dengan Firman Allah Ta’ala,

فَاعْلَمْ أَنَّهُ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَاسْتَغْفِرْ لِذَنبِكَ 
وَلِلْمُؤْمِنِينَ وَالْمُؤْمِنَاتِ وَاللَّهُ يَعْلَمُ مُتَقَلَّبَكُمْ 
وَمَثْوَاكُمْ 
"Maka ketahuilah, bahwa sesungguhnya tidak ada Ilah (yang haq) selain 
Allah dan mohonlah ampunan bagi dosamu dan bagi (dosa) orang-orang Mukmin, 
laki-laki dan perempuan. Dan Allah mengetahui tempat kamu berusaha dan 
tempat kamu tinggal." (Muhammad 19). 
Dalam ayat yang mulia ini, Allah q memulainya dengan perintah berilmu 
sebelum berkata dan beramal. 
Kaum Muslimin Rahimakumullah 
Jelaslah di sini bahwa Imam al-Bukhari menjadikan ayat ini sebagai dasar 
kewajiban berilmu sebelum berkata dan beramal. Ini menunjukkan bahwa 
seseorang harus mengetahui atau berilmu dahulu baru kemudian berkata atau 
beramal. 
Mengapa demikian? 
Sebab perkataan dan perbuatan tidak akan sah dan diterima oleh Allah 
kecuali bila sesuai syariat. Seseorang tidak mungkin bahwa mengetahui 
amalan dan perkataannya telah sesuai syariat kecuali dengan ilmu. 
Dengan demikian, seorang Muslim harus belajar dan menuntut ilmu, agar 
seluruh perkataan dan perbuatannya berdasarkan ilmu dan bashirah, apalagi 
dalam berdakwah. Sehingga dengannya kita dapat menjadi pengikut Rasulullah 
a dan dapat meniti jalan dakwah beliau a. Ingatlah Firman Allah Ta’ala,

قُلْ هَـذِهِ سَبِيلِي أَدْعُو إِلَى اللّهِ عَلَى بَصِيرَةٍ أَنَاْ وَمَنِ 
اتَّبَعَنِي وَسُبْحَانَ اللّهِ وَمَا أَنَاْ مِنَ الْمُشْرِكِينَ 
"Katakanlah, 'Inilah jalan (agama)ku, aku dan orang-orang yang mengikutiku 
mengajak (kamu) kepada Allah dengan hujjah yang nyata. Mahasuci Allah, dan 
aku tiada termasuk orang-orang yang musyrik'." (Yusuf : 108). 
Mudah-mudahan kita semua dapat berkata dan beramal dengan ilmu dan tidak 
dengan kebodohan).

فَاسْتَبِقُواْ الْخَيْرَاتِ أَقُوْلُ قَوْلِي هَذا أَسْتَغْفِرُ اللهَ 
إِنّهُ هُوَ الْغَفُوْرُ الرّحِيْمِ 
Khutbah yang kedua

إِنّ الْحَمْدَ ِللهِ نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ 
وَنَعُوْذُ بِاللهِ مِنْ شُرُوْرِ أَنْفُسِنَا وَسَيّئَاتِ أَعْمَالِنَا مَنْ 
يَهْدِهِ اللهُ فَلاَ مُضِلّ لَهُ وَمَنْ يُضْلِلْ فَلاَ هَادِيَ لَهُ 
أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلهَ إِلاّ اللهُ وَأَشْهَدُ أَنّ مُحَمّدًا عَبْدُهُ 
وَرَسُوْلُهُ وَصَلَّى اللَّّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ تَسْلِيْمًا كَثِيْرًا 
Kaum Muslimin Rahimakumullah 
Telah disinggung pada khutbah pertama, bahwa amalan dan perkataan tidak 
sah dan tidak diterima oleh Allah q hingga sesuai dengan syariat yang 
dibangun di atas al-Qur`an dan Sunnah. Sehingga ilmu yang dituntut dalam 
syariat adalah ilmu yang bersumber kepada al-Qur`an dan Sunnah Rasulullah 
Shallallahu ‘alaihi wasallam . 
Pelajarilah keduanya dan peganglah erat-erat isi kandungannya, niscaya 
kita akan sukses dan selamat di dunia dan akhirat. 
Kaum Muslimin Rahimakumullah 
Namun perlu diingat oleh kita semua, bahwa dalam mempelajari al-Qur`an dan 
Sunnah Rasulullah a tersebut harus dengan merujuk kepada pemahaman para 
pendahulu umat ini. Mereka adalah para sahabat, tabi'in, tabi'it tabi'in 
dan imam mujtahid yang sudah terkenal komitmennya kepada Islam dan 
ajarannya. 
Bertanyalah kepada para ulama yang berilmu luas dan bertakwa dalam 
masalah-masalah yang belum diketahui atau belum terfahami dengan baik. 
Semua itu untuk mengamalkan Firman Allah Ta’ala,

وَمَا أَرْسَلْنَا مِن قَبْلِكَ إِلاَّ رِجَالاً نُّوحِي إِلَيْهِمْ 
فَاسْأَلُواْ أَهْلَ الذِّكْرِ إِن كُنتُمْ لاَ تَعْلَمُونَ 
"Maka bertanyalah kepada orang yang mempunyai pengetahuan (para ulama) 
jika kamu tidak mengetahui." (An-Nahl: 43). 
Mudah-mudahan dengan mengambil bimbingan dan arahan para ulama tersebut, 
kita dapat memahami ajaran Islam yang benar dengan dasar al-Qur`an dan 
Sunnah Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam.

اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا صَلَّيْتَ 
عَلَى إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيْمَ، إِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ. 
وَبَارِكْ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا بَارَكْتَ عَلَى 
إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيْمَ، إِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ. 
رَبَّنَا اغْفِرْ لَنَا وَلِإِخْوَانِنَا الَّذِينَ سَبَقُونَا بِالْإِيمَانِ 
وَلَا تَجْعَلْ فِي قُلُوبِنَا غِلّاً لِّلَّذِينَ آمَنُوا رَبَّنَا إِنَّكَ 
رَؤُوفٌ رَّحِيمٌ 
رَبَّنَا ظَلَمْنَا أَنفُسَنَا وَإِن لَّمْ تَغْفِرْ لَنَا وَتَرْحَمْنَا 
لَنَكُونَنَّ مِنَ الْخَاسِرِينَ 
رَبَنَا ءَاتِنَا فِي الدّنْيَا حَسَنَةً وَفِي اْلأَخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا 
عَذَابَ النّارِ. وَصَلىَّ اللهُ عَلىَ مُحَمَّدٍ وَعَلىَ آلِهِ وَصَحْبِهِ 
تَسْلِيمًا كَثِيرًا وَآخِرُ دَعْوَانَا أَنِ اْلحَمْدُ لِلهِ رَبِّ 
اْلعَالمَِينَ


--~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~
Anda menerima pesan ini karena berlangganan ke Grup "aga-madjid" Google
Groups.
Untuk memposting ke grup ini, kirimkan email ke
[email protected]
Untuk bergabung dengan grup ini, kirim email ke
[email protected]
Untuk keluar dari grup ini, kirim email ke
[email protected]
-~----------~----~----~----~------~----~------~--~---

Kirim email ke