10 Pintu Setan dalam Menyesatkan Manusia Januari 16, 2009
Diarsipkan di bawah: Qolbu — Papanya Rumaysho @ 10:00 am 
Tags: menyesatkan, pintu, Qolbu, sesat, setan

Disusun oleh Muhammad Abduh Tuasikal, ST

Saudaraku, ketahuilah bahwa hati adalah ibarat sebuah benteng. Setan sebagai 
musuh kita selalu ingin memasuki benteng tersebut. Setan senantiasa ingin 
memiliki dan menguasai benteng itu. Tidak mungkin benteng tersebut bisa terjaga 
selain adanya penjagaan yang ketat pada pintu-pintunya. Pintu-pintu tersebut 
tidak bisa terjaga kecuali jika seseorang mengetahui pintu-pintu tadi. Setan 
tidak bisa terusir dari pintu tersebut kecuali jika seseorang mengetahui cara 
setan memasukinya. Cara setan untuk masuk dan apa saja pintu-pintu tadi adalah 
sifat seorang hamba dan jumlahnya amatlah banyak. Pada saat ini kami akan 
menunjukkan pintu-pintu tersebut yang merupakan pintu terbesar yang setan biasa 
memasukinya. Semoga Allah memberikan kita pemahaman dalam permasalah ini.

Pintu pertama:

Ini adalah pintu terbesar yang akan dimasuki setan yaitu hasad (dengki) dan 
tamak. Jika seseorang begitu tamak pada sesuatu, ketamakan tersebut akan 
membutakan, membuat tuli dan menggelapkan cahaya kebenaran, sehingga orang 
seperti ini tidak lagi mengenal jalan masuknya setan. Begitu pula jika 
seseorang memiliki sifat hasad, setan akan menghias-hiasi sesuatu seolah-olah 
menjadi baik sehingga disukai oleh syahwat padahal hal tersebut adalah sesuatu 
yang mungkar.

Pintu kedua:

Ini juga adalah pintu terbesar yaitu marah. Ketahuilah, marah dapat merusak 
akal. Jika akal lemah, pada saat ini tentara setan akan melakukan serangan dan 
mereka akan menertawakan manusia. Jika kondisi kita seperti ini, minta 
perlindunganlah pada Allah. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

إذا غضب الرجل فقال : أعوذ بالله سكن غضبه
“Jika seseorang marah, lalu dia mengatakan: a’udzu billah (aku berlindung pada 
Allah), maka akan redamlah marahnya.” (As Silsilah Ash Shohihah no. 1376. 
Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini shohih)

Pintu ketiga:

Yaitu sangat suka menghias-hiasi tempat tinggal, pakaian dan segala perabot 
yang ada. Orang seperti ini sungguh akan sangat merugi karena umurnya hanya 
dihabiskan untuk tujuan ini.

Pintu keempat:

Yaitu kenyang karena telah menyantap banyak makanan. Keadaan seperti ini akan 
menguatkan syahwat dan melemahkan untuk melakukan ketaatan pada Allah. Kerugian 
lainnya akan dia dapatkan di akhirat sebagaimana dalam hadits:

فَإِنَّ أَكْثَرَهُمْ شِبَعًا فِى الدُّنْيَا أَطْوَلُهُمْ جُوعًا يَوْمَ 
الْقِيَامَةِ
“Sesungguhnya orang yang lebih sering kenyang di dunia, dialah yang akan sering 
lapar di hari kiamat nanti.” (HR. Tirmidzi. Dalam As Silsilah Ash Shohihah, 
Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini shohih)

Pintu kelima:

Yaitu tamak pada orang lain. Jika seseorang memiliki sifat seperti ini, maka 
dia akan berlebih-lebihan memuji orang tersebut padahal orang itu tidak 
memiliki sifat seperti yang ada pada pujiannya. Akhirnya, dia akan mencari muka 
di hadapannya, tidak mau memerintahkan orang yang disanjung tadi pada kebajikan 
dan tidak mau melarangnya dari kemungkaran.

Pinta keenam:

Yaitu sifat selalu tergesa-gesa dan tidak mau bersabar untuk perlahan-lahan. 
Padahal terdapat sebuah hadits dari Anas, di mana Rasulullah shallallahu 
‘alaihi wa sallam bersabda,

التَّأَنيِّ مِنَ اللهِ وَ العُجْلَةُ مِنَ الشَّيْطَانِ
“Sifat perlahan-lahan (sabar) berasal dari Allah. Sedangkan sifat ingin 
tergesa-gesa itu berasal dari setan.” (Hadits ini diriwayatkan oleh Abu Ya’la 
dalam musnadnya dan Baihaqi dalam Sunanul Qubro. Syaikh Al Albani dalam Al 
Jami’ Ash Shoghir mengatakan bahwa hadits ini hasan)

Pintu ketujuh:

Yaitu cinta harta. Sifat seperti ini akan membuat berusaha mencari harta 
bagaimana pun caranya. Sifat ini akan membuat seseorang menjadi bakhil (kikir), 
takut miskin dan tidak mau melakukan kewajiban yang berkaitan dengan harta.

Pintu kedelapan:

Yaitu mengajak orang awam supaya ta’ashub (fanatik) pada madzhab atau golongan 
tertentu, tidak mau beramal selain dari yang diajarkan dalam madzhab atau 
golongannya.

Pintu kesembilan:

Yaitu mengajak orang awam untuk memikirkan hakekat (kaifiyah) dzat dan sifat 
Allah yang sulit digapai oleh akal mereka sehingga membuat mereka menjadi ragu 
dalam masalah paling urgen dalam agama ini yaitu masalah aqidah.

Pintu kesepuluh:

Yaitu selalu berburuk sangka terhadap muslim lainnya. Jika seseorang selalu 
berburuk sangka (bersu’uzhon) pada muslim lainnya, pasti dia akan selalu 
merendahkannya dan selalu merasa lebih baik darinya. Seharusnya seorang mukmin 
selalu mencari udzur dari saudaranya. Berbeda dengan orang munafik yang selalu 
mencari-cari ‘aib orang lain.

Semoga kita dapat mengetahui pintu-pintu ini dan semoga kita diberi taufik oleh 
Allah untuk menjauhinya.

Rujukan: Mukhtashor Minhajul Qoshidin, Ibnu Qudamah Al Maqdisiy

Pangukan, Sleman, 18 Muharram 1430 H
Yang selalu mengharapkan ampunan dan rahmat Rabbnya
Muhammad Abduh Tuasikal, ST

 

--~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~
Anda menerima pesan ini karena berlangganan ke Grup "aga-madjid" Google
Groups.
Untuk memposting ke grup ini, kirimkan email ke
[email protected]
Untuk bergabung dengan grup ini, kirim email ke
[email protected]
Untuk keluar dari grup ini, kirim email ke
[email protected]
-~----------~----~----~----~------~----~------~--~---

<<inline: clip_image001.jpg>>

Kirim email ke