________________________________
From: aga madjid <[email protected]>
Sent: Wednesday, February 11, 2009 12:44:24 PM
Subject: ~ aga ~ Udara

Di sebuah kelas, seorang guru bertanya kepada murid-murid di hadapannya. 
"Menurutmu, benda apa di dunia ini yang paling baik pada manusia?" 
Murid-murid tampak berpikir keras. Ada yang tatapannya menyapu seisi 
kelas, seolah mencari sesuatu. Ada yang bisik-bisik dengan teman 
sebangku. Dan ada yang tetap diam. "Air, Pak Guru!" jawab seorang anak 
tiba-tiba. 
"Kamu benar!" ucap Pak Guru menyambut jawaban seorang muridnya. "Air 
memang menyediakan kehidupan. Tapi, tidakkah kamu perhatikan, air cuma 
mengairi manusia-manusia di sekitar aliran sungainya. Manusialah yang 
harus menjemput air. Bukan sebaliknya!" tanggap Pak Guru begitu lugas. 
Beberapa saat, suasana kelas hening. 
"Cahaya, Pak Guru!" ucap seorang murid yang lain. "Kenapa cahaya?" tanya 
Pak Guru memancing. "Karena cahayalah kita bisa melihat. Bayangkan jika 
tanpa cahaya. Dunia akan gelap!" jelas si murid begitu mantap. 
"Kamu juga benar!" jawab Pak Guru. "Tapi, tidakkah kamu perhatikan kalau 
saat istirahat manusia tak butuh cahaya. Ada saatnya cahaya bisa 
menemani. Ada saatnya tidak," ungkap Pak Guru kian membuat suasana kelas 
lebih serius. 
"Gimana? Ada yang ingin berpendapat?" tanya Pak Guru memecah keheningan 
kelas yang mulai agak lama. Tapi, yang ditunggu tak juga muncul. 
Murid-murid tampak bingung. Tiba-tiba, ada seorang murid mengacungkan 
jari. "Udara, Pak Guru!" ucapnya begitu yakin. 
"Ya, saya lebih setuju pendapat itu!" ucap Pak Guru memberikan respon 
positif. "Kenapa, Pak?" tanya murid-murid hampir bersamaan. 
"Menurut saya," ucap Pak Guru sambil menatap murid-murid begitu serius. 
"Udara memberi kebaikan dengan mendatangi manusia. Bukan sebaliknya. 
Tanpa memamerkan diri, ia akan bersusah payah menyelinap di lubang 
sekecil jarum sekali pun, demi memenuhi kebutuhan manusia. Udara pula 
yang selalu menemani manusia, di mana dan kapan pun," jelas Pak Guru 
begitu meyakinkan. Dan murid-murid pun mengangguk setuju. 
** 
Dalam pentas kehidupan, selalu ada pegiat kebaikan. Mereka memberi tanpa 
pamrih. Mereka pun berlomba untuk bisa menjadi yang paling bermanfaat. 
Berusaha memberi dengan yang terbaik. 
Namun, tidak semua yang baik adalah yang terbaik. Bercermin pada tiga 
makhluk Allah seperti air, cahaya, dan udara mungkin akan menambah nilai 
kebaikan. Bahwa, produk kebaikan harus mengejar, bukan dikejar. Dan yang 
menarik, ia selalu bersama dengan yang membutuhkan, walaupun orang tak 
menganggap keberadaannya. 
Kalau saja pegiat kebaikan memahami peringkat udara, ia pasti tak akan 
berpuas diri cuma sebagai air atau cahaya. (mnuh) 

 
 


      
--~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~
you have this email because you join to "aga-madjid" GoogleGroups.
to post emails, just send to :
[email protected]
to join this group, send blank email to :
[email protected]
to quit from this group, just send email to :
[email protected]
if you wanna know me, please visit my facebook at [email protected]
thanks for joinning this group.
-~----------~----~----~----~------~----~------~--~---

Kirim email ke