----- Original Message ----- From: Kathryn Effendi
Dear ibu Holy, Pengamatan yang baik, kenapa ada yang setelah vaksin terkena autis dan tidak …ya karena memang autis bukan disebabkan oleh faktor tunggal vaksin. Penyebab autis kompleks, gabungan secara genetik dan lingkungan, nature dan nurture. Thimerosal sebagai pengawet vaksin sudah digunakan sejak tahun 1930-an, dengan kata lain kita semua yang sudah divaksin tentu sudah menggunakan thimerosal tersebut dan saat itu diagnosa autis tidak sebanyak sekarang. Jelas, menurut saya vaksin tidak bisa disalahkan begitu saja sebagai penyebab autis. Pernyataan bahwa vaksin yang mengandung thimerosal bisa menyebabkan autis belum terbukti dan sudah mendapat perhatian dari organisasi kesehatan. Meski masih menjadi perdebatan, untuk amannya vaksin vaksin yang ada sekarang sudah bebas dari thimerosal (bahkan sejak tahun 2001 di Amerika). Berita terakhir juga menunjukkan, tidak ada penurunan angka penderita autis meskipun thimerosal sudah disingkirkan dari vaksin. Science daily: http://www.sciencedaily.com/releases/2008/01/080107181551.htm Malah sebaliknya, tindakan yang diambil banyak ibu ibu untuk tidak memberikan vaksin pada anaknya bisa membuat penyakit penyakit yang sudah berhasil di eradikasi dengan vaksin bermunculan kembali. Vaksin hepatitis B yang dihindari sekarang misalnya, bukan tidak mungkin memicu tingginya angka kejadian kanker hati yang justru lebih fatal di kemudian hari. Untuk keterangan tambahan lebih lengkap silahkan lihat link berikut: Science daily: http://www.sciencedaily.com/releases/2008/01/080107181551.htm U.S. Centers for Disease Control and Prevention (CDC, Departemen Kesehatan Amerika): http://www.cdc.gov/vaccinesafety/concerns/thimerosal.htm Vaccine information: http://www.vaccineinformation.org/thimerosal.asp Sebagai tambahan menyangkut kasus ini, vaksin MMR juga diributkan bisa menyebabkan autis, dipicu karena adanya paper yang menyebutkan tentang hubungan dari vaksin MMR dan autis. Tapi, paper ini sudah ditarik dan pengarang dari paper tersebut juga sudah mengakui bahwa kesimpulan yang mereka ambil dalam journal tersebut salah. http://www.vaccinesafety.edu/Lancet-MMR-03-2004.htm Jika ingin mengetahui lebih lanjut tentang berita ini bisa lihat: Institute for Vaccine Safety (Johns Hopkins): http://www.vaccinesafety.edu/cc-mmr.htm Sekali lagi, semoga kita semua bisa lebih bijaksana menyikapi berbagai isu kesehatan yang beredar cepat belakangan ini. Thanks ya bu Holy sudah berbagi cerita di sini. Salam sehat, Kathryn-Tokyo 2009/2/11 Holy Setyowati <[email protected]> Dokter, Tolong dong kasih komentar tentang email yang saya forward ini. Saya juga sudah kasih kedua suntikan itu sama si kecil saya, Thank God tidak ada gejala autisme, cuma penasaran saja, kenapa ada yang kena autis, kenapa ada yang tidak? Thank you ya sebelumnya! Holy Sie, BBA Human Science ABO Center Researcher and Certificated Trainer www.aboworld.blogspot.com www.mybrainybaby.blogspot.com www.lifeisallmiracles.blogspot.com --- On Wed, 2/11/09, Gatot Wisnuwardhana <[email protected]> wrote: From: Gatot Wisnuwardhana <[email protected]> Subject: [Klub Guru Indonesia] Fw:PENTING: Zat Penyebab AUTIS To: "klub guru" <[email protected]>, "CFBE" <[email protected]>, [email protected] Date: Wednesday, February 11, 2009, 2:05 PM Ada tanggapan dari teman-teman ahli kesehatan dan kedokteran? Jika ada dokter yang tahu fakta ini benar, mari kita berbagi. Jangan di tutup tutupi. salam kesehatan bangsa, gatot wisnu. --- On Wed, 2/11/09, irma iriani <irmairi...@yahoo. co.id> wrote: FYI...... Vaksin penyebab AUTIS Buat para Pasangan MUDA. om dan tante yg punya keponakan... atau bahkan calon ibu ... perlu nih dibaca ttg autisme.. Bisa di share kepada yang masih punya anak kecil supaya ber-hati2... ..... Setelah kesibukan Lebaran yang menyita waktu, baru sekarang saya bisa dapat waktu luang membaca buku "Children with Starving Brains" karangan Jaquelyn McCandless , MD yang diterjemahkan dan diterbitkan oleh Grasindo. Ternyata buku yang saya beli di toko buku Gramedia seharga Rp. 50,000,-itu benar-benar membuka mata saya, dan sayang, sayang sekali baru terbit setelah anak saya Joey (27 bln) didiagnosa mengidap Autisme Spectrum Disorder. Bagian satu, bab 3, dari buku itu benar-benar membuat saya menangis. Selama 6 bulan pertama hidupnya (Agustus 2001 -Februari 2002), Joey memperoleh 3 kali suntikan vaksin Hepatitis B, dan 3 kali suntikan vaksin HiB. Menurut buku tersebut (halaman 54 - 55) ternyata dua macam vaksin yang diterima anak saya dalam 6 bulan pertama hidupnya itu positif mengandung zat pengawet Thimerosal, yang terdiri dari Etilmerkuri yang menjadi penyebab utama sindrom Autisme Spectrum Disorder yang meledak pada sejak awal tahun 1990 an. Vaksin yang mengandung Thimerosal itu sendiri sudah dilarang di Amerika sejak akir tahun 2001. Alangkah sedihnya saya, anak yang saya tunggu kehadirannya selama 6 tahun, dilahirkan dan divaksinasi di sebuah rumahsakit besar yang bagus, terkenal, dan mahal di Karawaci Tangerang, dengan harapan memperoleh treatment yang terbaik, ternyata malah "diracuni" oleh Mercuri dengan selubung vaksinasi. Beruntung saya masih bisa memberi ASI sampai sekarang, sehingga Joey tidak menderita Autisme yang parah. Tetapi tetap saja, sampai sekarang dia belum bicara, harus diet pantang gluten dan casein, harus terapi ABA , Okupasi,dan nampaknya harus dibarengi dengan diet supplemen yang keseluruhannya sangat besar biayanya. Melalui e-mail ini saya hanya ingin menghimbau para dokter anak di Indonesia , para pejabat di Departemen Kesehatan, tolonglah baca buku tersebut diatas itu, dan tolong musnahkan semua vaksin yang masih mengandung Thimerosal. Jangan sampai (dan bukan tidak mungkin sudah terjadi) sisa stok yang tidak habis di Amerika Serikat tersebut di ekspor dengan harga murah ke Indonesia dan dikampanyekan sampai ke puskesmas-puskesmas seperti contohnya vaksin Hepatitis B, yang sekarang sedang giat-giatnya dikampanyekan sampai ke pedesaan. Kepada para orang tua dan calon orang tua, marilah kita bersikap proaktif, dan assertif dengan menolak vaksin yang mengandung Thimerosal tersebut, cobalah bernegosiasi dengan dokter anak kita, minta vaksin Hepatitis B dan HiB yang tidak mengandung Thimerosal. Juga tolong e-mail ini diteruskan kepada mereka yang akan menjadi orang tua, agar tidak mengalami nasib yang sama seperti saya. Sekali lagi, jangan sampai kita kehilangan satu generasi anak-anak penerus bangsa, apalagi jika mereka datang dari keluarga yang berpenghasilan rendah yang untuk makan saja sulit apalagi untuk membiayai biaya terapi supplemen, terapi ABA , Okupasi, dokter ahli Autisme (yang daftar tunggunya sampai berbulan-bulan) , yang besarnya sampai jutaaan Rupiah perbulannya. Terakhir,mohon doanya untuk Joey dan ratusan, bahkan ribuan teman-teman senasibnya di Indonesia yang sekarang sedang berjuang membebaskan diri dari belenggu Autisme. "Let's share with others... Show them that WE care!" __._,_.___ Messages in this topic (2) Reply (via web post) | Start a new topic Messages | Files | Photos | Links | Database | Polls Sekolah bahasa Jepang http://PandanCollege.com/ 0361-255-225/ . MARKETPLACE -------------------------------------------------------------------------------- >From kitchen basics to easy recipes - join the Group from Kraft Foods Change settings via the Web (Yahoo! ID required) Change settings via email: Switch delivery to Daily Digest | Switch format to Traditional Visit Your Group | Yahoo! Groups Terms of Use | Unsubscribe Recent Activity a.. 21New Members Visit Your Group Y! Messenger Want a quick chat? Chat over IM with group members. Ads on Yahoo! Learn more now. Reach customers searching for you. Yahoo! Groups Join people over 40 who are finding ways to stay in shape. . __,_._,___ --~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~ you have this email because you join to "aga-madjid" GoogleGroups. to post emails, just send to : [email protected] to join this group, send blank email to : [email protected] to quit from this group, just send email to : [email protected] if you wanna know me, please visit my facebook at [email protected] thanks for joinning this group. -~----------~----~----~----~------~----~------~--~---
