baca - baca............
----- Original Message -----
From: [email protected]
To: [email protected]
Sent: Monday, March 23, 2009 2:27 PM
Subject: ~ aga ~ Re: Pada kemana siyhhh...???
klo poto gue siyhh ntar aja yea kasihnya...
special buat pita doank aja dehh...xixixixiixx
"pita" <[email protected]>
Sent by: [email protected]
23/03/2009 14:22 Please respond to
[email protected]
To <[email protected]>
cc
Subject ~ aga ~ Re: Pada kemana siyhhh...???
buat yg dimata beib,
biar gak berat mo merem mulu ni mata
kalo bisakasi potona kamu aja beib yg terbaru
wat cew2 aga
hihihi..
----- Original Message -----
From: [email protected]
To: [email protected]
Sent: Monday, March 23, 2009 2:20 PM
Subject: ~ aga ~ Re: Pada kemana siyhhh...???
hehhee....butuh ganjelan buat yg dmana neeh..??? hehehe
"pita" <[email protected]>
Sent by: [email protected]
23/03/2009 14:14
Please respond to
[email protected]
To <[email protected]>
cc
Subject ~ aga ~ Re: Pada kemana siyhhh...???
iya dah gak tahan mo cuci muka
mata kayanya sepet
1/2 watt ni butuh ganjelan
kirim dunk Pic cow2 yg cute biar melek nich mata..
hehehe
----- Original Message -----
From: [email protected]
To: [email protected]
Sent: Monday, March 23, 2009 2:12 PM
Subject: ~ aga ~ Re: Pada kemana siyhhh...???
Yuukk Pit.....temenin gue yukk....
udah ga tahan neh....hehehe
"pita" <[email protected]>
Sent by: [email protected]
23/03/2009 14:07
Please respond to
[email protected]
To <[email protected]>
cc
Subject ~ aga ~ Re: Pada kemana siyhhh...???
ke toilet mo apa Fab ??
ngikuuut
hehehe
----- Original Message -----
From: [email protected]
To: [email protected]
Sent: Monday, March 23, 2009 2:02 PM
Subject: ~ aga ~ Re: Pada kemana siyhhh...???
iyaaa neehh........
lagi pada sibuk kali yeaa,,,,
ke toilet dulu aah.....biar segeer......:)
Anna Althofunisa <[email protected]>
Sent by: [email protected]
23/03/2009 13:56
Please respond to
[email protected]
To [email protected]
cc
Subject ~ aga ~ Re: Pada kemana siyhhh...???
iya nie fab sepi benerrrrr ya,,,,,,,,,
On Mon, Mar 23, 2009 at 1:51 PM, <[email protected]> wrote:
Ngaaaaantuuuk neeehhh..........
kok kayanya pada mingkem smuanya neehh.....
lagi pada males ngetik yeaaah....hehehhee....
pada keluar duuunkkk.......bikin suasana disini jadi meriah....hehe..
dari pada begini neh..hawanya bikin ngantuk n cuma bikin mata merem melek
doank...hehe...
__________________________________________________________________
Think before you Print! Do you really need to print this email?
PACIFIC BRANDS is an Environmental Endorsed Company.
____________________________________________________________________________________________________________________
__________________________________________________________________
Think before you Print! Do you really need to print this email?
PACIFIC BRANDS is an Environmental Endorsed Company.
____________________________________________________________________________________________________________________
__________________________________________________________________
Think before you Print! Do you really need to print this email?
PACIFIC BRANDS is an Environmental Endorsed Company.
____________________________________________________________________________________________________________________
__________________________________________________________________
Think before you Print! Do you really need to print this email?
PACIFIC BRANDS is an Environmental Endorsed Company.
____________________________________________________________________________________________________________________
--~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~
you have this email because you join to "aga-madjid" GoogleGroups.
to post emails, just send to :
[email protected]
to join this group, send blank email to :
[email protected]
to quit from this group, just send email to :
[email protected]
if you wanna know me, please visit my facebook at [email protected]
thanks for joinning this group.
-~----------~----~----~----~------~----~------~--~---
Title: Anak Tukang Pijit
ANAK TUKANG PIJIT
Jossy Series part 4
3/28/99
Suatu malam yang
dingin... aku sendiri... Bang Johnny dan Kak wenda sedang berlibur ke Batu ( Malang )
bersama dengan Deasy dan Santi, sedang Winny adik Kak Wenda sedang tidur di rumah
temannya, hari itu Sabtu malam Minggu, jam menunjukkan pukul 6.45 aku ke depan cari pak
Pardi tukang becak yang biasa mangkal di dekat warung rokok. " Pak, tolong panggilin
Bik Suti tukang pijit donk... badan saya lagi pada pegel... " kataku minta tolong.
Jam 7.20 kira-kira pintu depan
diketok orang dan bergegas aku keluar... ternyata yang dateng Pak Pardi dengan cewec muda
lumayan cakep bersih orangnya... bengong aku jadinya. " Dik Joss... ini anaknya Bik
Suti... terpaksa saya bawa karena ibunya sedang pulang kampung beberapa hari... tapi dia
bisa mijit kok... walaupun ngga' sepinter ibunya. " kata pak Pardi cepat sebelum aku
tanya dan ngomel karena tidak sesuai dengan perintahku. " Ya udah langsung masuk aja
" kataku mempersilahkan. " Saya balik dulu kepangkalan Dik " pamit pak
Pardi.
Seperginya pak Pardi langsung tanpa
banyak bicara aku berjalan ke kamarku dan anak Bik Surti langsung mengekor dari belakang.
" Siapa nama kamu ? " tanyaku memecah keheningan. " Diah Mas "
sahutnya pendek.
Sampai di kamar aku langsung buka kaos... dengan bertelanjang
dada seperti biasa kalo dipijit sama Bik Suti... namun biasanya aku buka sarung tinggal CD
saja... kali ini aku biarkan sarung tetep nempel pada posisinya karena tengsin aku sama
cewec muda ini. " Massage creamnya ada di meja belajar " kataku sambil langsung
tiduran tengkurap.
Tangannya mulai memegang telapak kakiku... terus kebetis...
memijat sambil megurut... sama persis dengan apa yang dilakukan ibunya padaku. Bik Surti
emang sudah langganan sama keluarga Bang Johnny... jadi aku juga sudah sering mijit sama
dia. Tapi walaupun cara mijitnya sama, namun serasa berbeda... tangan ini lebih halus dan
hangat rasanya. " Permisi Mas " katanya membuyarkan lamunanku yang baru mulai
berkembang... sambil benyingkap sarungku lebih tinggi, hingga ke pangkal pahaku.
Pijitannya sudah sampai pada paha... sesekali agak tinggi menyentuh pangkal pantatku...
agak ke tengah... seerrrrr... rasanya ada ngreng... akupun terus saja memejamkan mata
sambil menikmati pijatan danmembayangkan kalau terjadi hal-hal yang diinginkan. "
Aduh... " aku setengah menahan sakit ( pada hal pura-pura ), soalnya biasanya Bik
Suti kalo aku kesakitan malah dicari yang sakit dan dipijat lebih lama sehingga enakan...
eh... betul juga dia melakukan hal yang sama... tapi karena test tadi aku ucapkan pada
saat dia memijit belakang lututku... maka dia sekarang memijit lebih lama di sana. Wah
bisa kalo gitu pikirku... lalu aku merancang yang lebih dari pilot project ini. "
Jangan dipijit gitu... sakit diurut saja pake cream " kataku sambil tak lupa
berpura-pura sakit. Dia ambil cream dan mulai mengurut serius di situ. Lama cukup dia
mengurut di situ terus sekarang sudah mulai menjalar lagi... paha... betis... sampe
telapak kaki... pas kembali ke paha dan kali ini agak terlalu dalem... aku langsung teriak
tertahan... seakan kena bagian sakit lagi... " Mananya Mas ? " tanyanya. "
Agak daleman dikit " kataku sambil memegang tangannya dan membimbing pada posisi yang
aku mau... letaknya persis di pangkal paha tengah pas jadi kalo dipijit-pijit yang kena
bijiku... sengaja aku mengarahkan ke depanan... biar makin pas... lama dia di situ...
" Kasih cream donk... " pintaku... pada saat dia ambil cream... satu tanganku
dengan cepat menyingkap CDku supaya meramku keluar dari CD dan bebas... benar juga pada
saat tangannya mengoleskan crean sudah langsung ke bijiku... aku agak nungging sedikit
supaya bijiku mangkin leluasa dan makin mudah dipijit... " Ati-ati jangan kena
celananya... nanti kena cream semua... " kataku pura-pura bingung kalo CDku kena
cream padahal mauku supaya dia membuka lebih lebar CDku... dengan tangannya... beberapa
jenak kemudian dia bilang " Maaf Mas... CDnya dibuka aja... soalnya nanti kena
cream... saya sudah coba menghindari tapi susah... Masnya pake sarung aja... " kata
dia mengagetkanku... kaget karena ngga' nyangka dia bilang gitu. Akupun berdiri dan
melepas CDku... kembali pada posisi semula aku tengkurap... lalu Diah menyingkap kembali
sarungku... hingga ke pantat... aku menahan pada posisi agak nunging supaya makin luas
bidang yang bisa dicapai tangan Diah. Benar juga lama dia mengurut... meemas bjiku...
sampe aku sendiri sudah ngga' karuan rasanya konak banget... " Agak bawahan dikit...
" pintaku... dia rogoh makin dalem sampe pangkal batangku kena pegang... diurutnya
dengan agak susah karena dari pangkal batang sampe setengah diurut semua... " Mas
kalo bisa balik badan... soalnya susah kalo gini " pintanya... dengan senang hati aku
turuti. Aku berbalik badan dan meriamku masih tertutup kain sarung... dengan merogoh dia
pegang lagi posisi yang sama. Diurut-urut... sepertinya aku merasa gayanya seperti
setengah ngocok... tapi pikiran dia kayaknya lagi mijit... dengan matanya melihat
sekeliling kamar... ngelamun kali... aku goyangkan pinggul sedikit supaya tanganya
terpeleset ke atas... ternyata berhasil... dia lebih banyak ngurut meriamku... tiga empat
menit berlalu dia kaya'nya ngga' sadar... tapi lama-lama aku merasa dia bukan mijit atau
ngurut... melainkan benar-benar ngocok meriamku... walau tidak digenggam... tapi cukup
mantap... Aku sengaja bergerak sambil sedikit menarik ke atas posisi sarungku... sehingga
dapat terlihat sekarang tangannya yang sedang ngocok meriamku... merasa tangannya tidak
lagi tertutup sarung... dia lihat posisi tangannya dan saat itu seakan baru sadar dia
melihat apa yang selama beberapa menit ini dipijitnya... tapi dia tidak berhenti...
matanya mulai ngelirik ke aku. Denan tanpa expresi... dia teruskan mengocok... kali ini
tangannya lebih mengenggam... jadi aku pastikan dia memang sengaja... jadi dengan sedikit
ragu... aku letakkan pada pundaknya... saat memijit tadi... posisi dia berlutut di samping
ranjang jadi kalo aku taruh tangan ke samping langsung jatuh di pundaknya dan langsung aku
geser turun ke dadanya dan dia diam saja... aku remas dadanya... jadi aksi remas dan kocok
berjalan terus beberapa menit... sampai tiba-tiba kepalanya ditundukkan rpanya tanpa basa
basi lagi dia cium Kabagku... terus dilanjutkan dengan mengulumnya. Dia sadar bahwa dia
dan aku telah sama-sama dikuasai nafsu.... maka tanpa perlu meminta ijin lebih jauh... aku
coba untuk membuka baju atasnya... malah dia mambantunya... sehingga dia telah terbuka
dadanya... BHnyapun telah dia lepas dan dadanya yang besar disorongkan kearah mulutku...
langsung aja aku hisap putingnya.... wow... hangat.... kelapanya lalu direbahkan pada
pundakku... sehingga kami seperti setengah bergumul karena kakinya masih di bawah...
kamipun berciuman hangat... lalu aku bangkt dan mengangkat tubuhnya menaiki ranjang....
" Kamu mijitnya lebih enak dari ibu kamu ya " kataku ngaco... setelah tau dia
seperti itu. " Ngga' tau Mas... terlanjur kebawa.... " dia tak melanjutkan
kata-katanya. Aku asyik menciumi sekitar belakang telinga... samping leher... kadang
mendenguskan nafas hangat ke telinganya. Dia sudah tampak merancu dengan desah dan
erangannya yang makin membuatku di awang... Aku bangit dan memiringkan tubuhnya... kaki
kirinya aku letakkan pada pundak kananku... denganposisi yang agak miring itu aku gesek
Kabagku pada gerbang DuFannya ( Dunia Fantasi )... beberapa saat aku gesek dia mulai
mengerang pelan... kemudian aku tata kepala meriamku pada gerbang DuFan... yang jelas
sekali sudah sangat lembab dan sedikit basar... aku coba tekan... wah... kok sempit...
tapi beberapa kali coba... akirnya berhasil juga mencapai setengah badan meriam amblas
dalam lorong kegelapan... tampaknya di dalam agak kering... maklum tumitnya kurus kecil...
tandanya kalu barangnya cenderung kering... Erangannya walau perlahan masih terus tanpa
henti sedari tadi... menambah hangat suasana dan seakan irama lautan teduh... terus aja
aku goyang sampe cukup lama sebelum aku akhirnya minta pindah posisi...
Sekarang kedua kakinya aku pangul di
kedua sisi pundakku... ayunan makin ganas karena posisi yang lebih leluasa... dan lorong
kegelapan makin licin... rupanya dia telah beberapa kali mengeluarkan pelumas... walau
bukan orgasme... " Kamu sekarang nungging... " perintahku. Saat Diah nungging...
aku tekan pundaknya ke kasur dan sisa pantatnya aja yang nungging... dengan sedikit rubah
gerak... aku masukkan lagi meriam jagurku... kali ini lebih sensasional... aku pegangan
pada pinggulnya yang cukup gede... dan ayunan makin bebas terkendali... beberapa kali
hampir terlepas... tapi karena besarnya si Kabagku maka agak sulit juga terlepas secara
keseluruhannya... lelah dengan gaya anjing... aku rebahan dan aku suruh dia menaikiku...
dia naik dengan membelakangi aku... pada saat amblasnya batangku kali ini diiringi dengan
nafas tertahannya... kali ini mentok abis... Diah diam sesaat sambil merenungi nikmat yang
terasa. Aku mulai ambil inisiatif untuk menggoyang... lalu Diahpun ikut bergoyang.... kali
ini putarannya melingkar... enak sekali... yang aku rasakan... lobang yang sempit...
hangat... dan cenderung kering... tiap kali dia berputar pinggul aku merasa ada sesuatu
nabrak kepala meriamku... pasti mentok dan dia pasti ngga' akan lama untu mencapai titik
orgasme demikian pikirku. Benar saja dugaanku... Diah tampak kejang keras sambil
mengucapkan kata-kata yang tidak jelas apa maksudnya... cukup lama juga seperti itu...
" Aaaa...duuuuuuu.......uuuuhhh Mas... lemes kakiku rasanya... aku ngga' kuat lagi
gerak... " demikian katanya. Aku coba untuk bangun dan menunggingkannya... lalu aku
hajar lobangnya dengan lebih keras... sampai panas rasanya meriamku... dan akhirnya aku
sudah hampir nga' bisa lagi menahan.... lalu aku cabut dan bilang pada Diah " Diah...
kamu menghadap ke sini... buka mulut kamu.... " dan rupanya Diah mengerti yang aku
mau... dengan lemas dia berbalik badan dan membuka mulutnya. Karena ketakutan akan tidak
keburu... maka aku segera saja memasukkan meriamku dalam mulutnya yang mungil itu dan aku
goyang maju mundur... beberapa kali dan keluarlah... creeetttt.... creeeee.tttt....
creettt....
Aku jatuh kecapaian... di
sampingnya... " Diah... gimana barusan ? " tanyaku memecah keheningan. "
Enak sekali Mas... sampe lemes kaki saya... udah ngga' tau berapa kali keluar... kayaknya
berendeng keluarnya " jawab Diah sambil males-malesan dalam pelukanku. Dan kamipun
tiduran sejenak dalam penat nikmat yang tersisa. Sampai pada...
Aku terjaga saat merasakan paha
kananku ada sesuatu yang merayap... aku coba walau males... 'tuk membuka mataku dan...
benar-benar terbelalak jadinya... saat tau apa yang menyentuh pahaku. Dia Winny... adik
ipar kakakku... Johnny... aku sangka dia ada di rumah temennya... dan yang lebih
mengagetkan adalah... dia lihat aku mendekap cewec dan dalam keadaan bugil berdua.
" Joss... loe gila ya... beraninya ngga' ada orang masukin
cewec... gue bilangin Bang John... " katanya dengan mata melotot. " Hei...
Win... denger dulu... " kataku sambil mencoba bangkit dari tidurku... saat itu pula
Diah bangun karena dengar suara orang lain di kamar itu... dia berusaha meraih kain
seadanya untuk emutupi tubuh bugilnya sambil bertanya " Dia siapa Mas ? "
" Dia ini Winny... adik ipar kakakku " jawabku pendek.
" Jangan gitu donk... masa loe ngga' kompak ama gue " jawabku mohon
pengertiannya. " Iya boleh aja gue ngga' bilang Abang asal gue boleh lihat loe berdua
main sekali lagi... gimana ? tanyanya. Ach ni anak pikirku pasti gampang dech kalo udah
gini... paling banter ntar dia pasti ngga' kuat nahan nafsunya sendiri.... demikian
pikirku." Okey... Diah... yuk kita tunjukkan pada Winny... apa yang kita baru
kerjakan tadi... kita ulang lagi yuk " ajakku... " Mas malu saya nggak bisa...
" aku rada bangun untuk mencium Diah... " Udah kamu merem aja dan anggap hanya
kita berdua dalam kamar ini " kataku menenangkan. Dan akupun mulai merangsang Diah
dengan ciuman lembut... sambil tanganku berusaha meraba bagian-bagian sensitifnya...
beberapa saat berlalu Diah mulai terbawa... dan mendesar halus.... aku rasakan tangan
Winny mencoba meraih batangku dan meremas-remasnya, sesekali mengocoknya hingga siap
tempur.
Setelah segalanya siap... akupun
mulai ambil ancang-ancang untuk memasuki Diah untuk sesi kedua... pada saat batangku
amblas... Diah dan Winnypun seakan menahan nafas... rupanya Winny telah terlarut dalam
pemandangan depan matanya. Permainanku dengan Diah berlangsung beberapa gaya... dan tanpa
terasa waktu telah menunjukkan pukul 9.47, saat itu Winny telah telanjang di samping tubuh
Diah yang sedang aku tindih... lalu tangan kirikupun mulai bergerilya ke dada Winny... wah
enak sekali... aku pilin putingnya dan diapun mengerang. Sambil terus menggenjot Diah...
aku cium juga bibir Winny dan pendek kata... pinggangku ke bawah menghabisi Diah sedang
pinggangku ke atas menyerang Winny.... keduanyapun mengerang seru malam itu... makin keras
erangan mereka berdua bersahutan makin nafsu aku dibuatnya... terakhir sudah tidak kuat
lagi menahan gejolak... aku genjot makin keras si Diah dan diapun mengerang panjang sambil
kejang mendekapku. Saat itu kami orgasme bersamaan... sedang Winny masih belum mencapai
walau hampir... erangan kami berdua membakar nafsunya... segera saja Winny memerintahku
untuk menghisap memeknya sampai keluar... demikian perintahnya. Akupun langsung memutar
badanku untuk mencapai lobang Winny yang sudah sangat basah tadi.... tapi meriamku tetap
tertanam dalam Diah. Kumainkan lidahku pada gua vertikalnya dan sesekali pada tombol di
atas lobang tersebut sampe Winny mengejang kejang dan.... lemas puas.
Lima sepuluh menit kami masih
rebahan tumpang tindih sampe aku bangkit dan mencuci peralatanku... lalu kukenakan
pakaianku dan kusulut sebatang rokok sambil ngeloyor kejalanan... mencari pak Pardi.
" Pak... anaknya Bik Suti ngga' usah ditunggu pulangnya... dan tolong bilangin orang
rumahnya kalo dia nngga' pulang karena disuruh nemenin Winny " alasanku sengaja aku
tidak sebut nama Diah supaya terkesan masih asing buatku. Setelah itu aku balik lagi ke
rumah dan cuci kaki lalu join bobok bertiga... ntar malem coba aku gerayangi Winny ach...
kali-kali aja dapet nyobain rasanya... pasti asyik dan berarti pula dalam rumah ini ada
beberapa stok lobang yang bisa dipake bergantian... khan asyik kalo butuh ngga' nunggu
lama-lama.
(c) 1999 Nonastory. |
|