*12 ‘Kejutan’ pada Bayi Baru* <http://www.hypno-birthing.web.id/?p=224>
Dikirim oleh Evariny A. untuk Bayi baru
lahir<http://www.hypno-birthing.web.id/?cat=33>

Siap-siap ya. Bayi-bayi baru lahir senang sekali memberi ‘kejutan’.
Seringkali benar-benar tak terduga lho…

Meski Anda sudah membaca seabrek ulasan tentang seorang bayi, entah mengapa,
kehidupan dengan bayi baru selalu saja diwarnai dengan hal-hal yang
menakjubkan. Ternyata, ada banyak juga yang bisa dipelajari langsung dari
bayi Anda kalau nggak mau repot-repot buka buku atau sharing dengan orang
lain.

Berikut berbagai kejutan yang mungkin diberikan oleh si kecil, namun
mengkhawatirkan orang tua baru pada hari-hari pertamanya:

*“Kok, bayiku jelek?”*

Biasanya, Anda bayangkan idealnya bayi itu montok, pipinya kemerah-merahan,
dan cute . Jika kepala bayi Anda agak aneh dan bentuknya kerucut pada
awalnya, mungkin saja ini karena ia sudah berjam-jam terjepit di panggul.
Agar pas melalui jalan lahir, mau tidak mau tengkorak kepala menyesuaikan
diri. “Ini untuk melindungi terjadinya retaknya tengkorak atau kerusakan
otak selama persalinan via vagina,” kata Anne Hansen, MD, dokter anak di
Children’s Hospital Boston, Amerika Serikat.

Masih banyak lagi ‘daftar’ kejelekan si kecil. Misalnya, mata bengkak, wajah
dan kepala agak memar jika lahir dengan bantuan forsep (alat untuk menjepit
dan menariknya ke luar) atau vakum, dan sebagainya. Bersabarlah, dalam waktu
singkat, dia akan berubah jadi malaikat kecil Anda.*

“Dia gemetar terus.”*

Setelah berbulan-bulan melekuk dalam kantung air di rahim yang cozy, namun
sempit, sekarang kaki dan tangan bayi baru Anda bebas bergerak ke sana-sini.
Hanya saja, dia belum mengerti bagaimana cara mengendalikan tubuhnya.
Makanya, lambaian tangannya agak tersentak-sentak.

Bayi juga lahir dengan refleks Moro. Begitu diangkat dan diturunkan lagi
secara tiba-tiba, misalnya, kedua tangan dan kakinya akan merentang, lalu
menutup kembali. Jemarinya juga menekuk seolah-olah mencengkeram sesuatu.
Jangan takut, refleks ini akan hilang ketika dia berusia 3 bulan.

Lalu, sistem saraf yang sedang berkembang suka mengirim lebih banyak impuls
listrik ke otot-otot dari yang diperlukan, sehingga dagu dan kakinya sering
gemetar. Setelah beberapa minggu, dia sudah tidak gemetaran lagi.

*“Wow, kelaminnya besar sekali!”*

Sebelum suami Anda keburu ge-er gara-gara bayi laki-lakinya punya buah zakar
yang besar, dia harus tahu bahwa genetik atau hormon laki-laki yang super
perkasa sekalipun tidak ada pengaruhnya terhadap ukuran buah zakar.
Membesarnya buah zakar terjadi akibat terdesaknya bayi selama kelahiran,
seperti kalau cairan terjebak dalam jaringan.

Juga, dalam tubuh semua bayi baru masih mengalir hormon-hormon ibunya. Nah,
hormon tersebut membuat buah zakar (bayi laki-laki) atau bibir luar kelamin
(bayi perempuan) seolah-olah besar alias bengkak. Biasanya, alat kelamin
tersebut akan mengempis beberapa hari kemudian.

*“Bayiku lapar terus.”*

Pada minggu-minggu pertama, Anda mungkin saja heran. Kok si kecil makan
terus? Permintaan bayi yang bertubi-tubi ini adalah cara alami untuk
meningkatkan suplai ASI Anda. Melalui trail and error , akhirnya bisa
ditemukan takaran yang pas untuk memenuhi selera makannya. Bayi yang menyusu
cenderung lebih sering minum, sebab ASI lebih mudah dicerna dan diserap
ketimbang susu formula.

Nah, alasan untuk minum ‘gila-gilaan’ ini, tentu saja, karena si kecil harus
tumbuh. Jangan heran, kalau berat badannya pada usia 6 bulan jadi 2 kali
lipat dari berat lahirnya. “Selama periode percepatan pertumbuhan, jangan
kaget kalau bayi Anda jadi super rakus. Nafsu minum yang gila-gilaan ini
pertama kali terjadi ketika usianya 4-6 minggu,” kata Glade Curtis, MD ,
dokter kandungan yang juga pengarang dari “Your Baby’s First Year week by
Week”.

*“Tangan dan kakinya dingin.”*

Sebelum Anda buru-buru membungkusnya dengan berlapis-lapis selimut, pegang
dulu tubuhnya. Jika tubuhnya hangat dan agak pink, ini berarti ia tidak
kedinginan. Sistem peredaran darahnya masih berkembang, sehingga darah
bolak-balik ke organ tubuh yang paling membutuhkan. Nah, tangan dan kaki
termasuk dalam ‘antrian’ paling akhir mendapat pasokan darah bersih. Butuh
waktu sekitar 3 bulan bagi sistem peredaran darah untuk menyesuaikan diri
dengan kehidupan di luar rahim. Jadi, tidak apa-apa kalau jari-jari tangan
dan kakinya dingin dan agak pucat.

*“Ada darah di popoknya.”*

Hormon ibu yang menyebabkan bibir luar kelamin membengkak, juga bertanggung
jawab terhadap terjadinya perdarahan pada beberapa bayi baru. Jadi,
tenang-tenang sajalah kalau ada setetes darah atau noda di popok si kecil
pada minggu-minggu pertama kehidupannya. “Periode haid yang super pendek ini
hanya akan berlangsung selama beberapa hari, kata Dr. Curtis. Kadangkala,
apa yang kelihatannya seperti darah mungkin saja merupakan urin yang pekat,
sehingga agak gelap di lipatan popok.

*“ Ada tonjolan kecil di bibirnya.”*

Banyak bayi baru yang bibir atasnya ada tonjolan kecil atau lepuhan akibat
terlalu bersemangat menghisap susu dari botol maupun payudara ibunya.
Akibatnya, si kecil jadi tidak nyaman. Sebenarnya, tonjolan itu akan membuat
bibir jadi lebih mudah ‘menangkap’ puting susu. Tonjolan ini akan hilang
sendiri dalam beberapa bulan, atau bisa saja berulang kali muncul dan
hilang.

*“Pupnya cair. Diare nggak ya?”*

Kotoran bayi menyusu yang berwarna kuning seperti mustard dan mirip
biji-bijian biasanya cair, sementara pup bayi susu formula cenderung
berwarna kecokelatan dan kental seperti es krim. Beberapa bayi akan pup
beberapa kali dalam sehari, sedangkan yang lainnya pup beberapa kali dalam
seminggu. Sepanjang berat badan bayi Anda terus bertambah, serta tidak
masalah pada perut atau kembung, berapapun frekuensi pupnya tetap oke kok.

Memang, agak susah untuk membedakan pup biasa dengan pup akibat diare,
khususnya pada bayi yang menyusu. Biasanya sih, bayi ASI pup sehabis makan,
dan kotorannya lebih cair. Jadi? Mau tidak mau Anda harus belajar mengenali
kotoran si kecil. Jika frekuensi, volume, dan kekentalannya berubah secara
drastis, segera bawa ke dokter.

*“Si kecil bersin terus.”*

Bayi baru sering banget bersin. Meski begitu, ini tidak berarti ia pilek
atau sakit. Bisa jadi, ia hanya sedang melonggarkan rongga hidung dan
saluran napas dari berbagai sumbatan dan partikel-partikel udara. “Ketika
menyusu, bayi bisa saja menempel erat-erat pada Anda. Akibatnya, hidungnya
jadi gepeng atau salah satu lubang hidungnya tertutup,” kata Dr. Curtis.
“Setelah minum, bayi akan menghela napas atau bersin untuk melonggarkan
rongga hidungnya lagi.”

*“Kulit tangan dan kakinya terkelupas.”*

Ketika bayi berenang dalam lautan air ketuban, kulitnya terlindung dari
lingkungan yang basah berkat lapisan kulit berwarna putih dan mirip lilin
yang disebut vernix . Tapi, sekali si kecil terpapar udara, vernix akan
mengering dan mulai mengelupas. Jangan gosok-gosok serpihan kulit sisanya,
sebab bisa jadi Anda malah mengelupas kulit yang sebenarnya belum siap untuk
rontok. Proses pengelupasan ini akan berlangsung sekitar 1-2 minggu.

*“Bayiku nggak napas!”*

Bisa jadi Anda beberapa kali agak histeris begitu melihat si kecil tidak
bernapas secara teratur ketika terlelap. Ini normal-normal saja. Sesekali,
bayi Anda seakan-akan berhenti bernapas sebentar, lalu bernapas lagi dengan
cepat. “Sebenarnya, itu adalah bagian dari perkembangan diafragma (sekat
rongga badan antara dada dan perut) dan sistem saraf,” kata Dr. Curtis. Pada
usia 6 minggu, ia akan memiliki pola napas yang lebih teratur. Hanya saja,
jangan lupa telentangkan si kecil, serta singkirkan semua barang dan mainan
lembut dari boksnya untuk mencegah terjadinya SIDS (Sudden Infant Death
Syndrome) atau sindroma kematian bayi secara tiba-tiba.

*“Suara tangisannya kok sama?”*

Jika Anda belum juga piawai dalam menerjemahkan bahasa pertama bayi Anda,
nggak usah terlalu cemas. “Seiring dengan berjalannya waktu, Anda akan
mengenali jeritan keras dari tangisannya karena sakit atau rengekan
berkepanjangan ketika ia kecapaian,” kata Dr. Hansen. Nah, suara tangisan
karena lapar biasanya di antara kedua suara itu. Meski begitu, ada juga sih
bayi-bayi yang terdengar agak desperate (dan juga keras) ketika mau makan
pada saat itu juga. Namun, pada hari-hari pertama, tidak perlu terlalu panik
kalau si kecil mulai menangis. Sebab, bisa saja ia menangis tanpa alasan
apapun. Yang penting, Anda harus bereaksi sama, yakni menunjukkan perhatian
dan kasih sayang. Habis, itu memang yang diinginkan dan juga dibutuhkan si
kecil.

Indita Indriana, AyahBunda.



  **

--~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~
you have this email because you join to "aga-madjid" GoogleGroups.
to post emails, just send to :
[email protected]
to join this group, send blank email to :
[email protected]
to quit from this group, just send email to :
[email protected]
if you wanna know me, please visit my facebook at [email protected]
thanks for joinning this group.
-~----------~----~----~----~------~----~------~--~---

<<inline: clip_image002.jpg>>

Kirim email ke