good, i setuju neeee....!

Best regard
adi

  ----- Original Message ----- 
  From: Erwin Arianto 
  To: aga-madjid 
  Sent: Friday, April 24, 2009 11:19 AM
  Subject: ~ aga ~ Masihkan Perlu Gengsi dalam Hidup


  Kenapa kita membeli Hp yang jauh lebih mahal dari keperluan kita  ?
  Kenapa harus beli mobil yg mahal sekali yg jauh daripada kebutuhan kita ?
  Kenapa kita sering tak mau mengalah dan terlibat dalam perdebatan dengan 
orang lain ?
  kenapa banyak orang berkelahi bahkan sampai membunuh hanya karena tersinggung 
oleh masalah kecil ?
  Kenapa Orang banyak berhutang untuk Gaya Hidup yang Maksimal, dengan 
Pendapatan minimal?

  Jawabnya Demi gengsi...satu kata yang cukup membuat harga diri kita terusik. 
kita gengsi kalo tak punya baju bagus..mobil mewah..rumah bagus, HP terbaru, 
Atau Gadget Mutakhir.. bahkan kita gengsi untuk meminta maaf meskipun kita tau 
kita salah ato karena usia kita lebih tua. Manusia ingin dihargai, ini bagus. 
Sayangnya kita sering kebablasan, kita haus akan kebanggaan diri yg tidak ada 
habis2nya. Diri kita ingin selalu menang dari orang lain, ingin selalu 
dihormati, ingin dilayani. Kita mati2an melindungi diri kita agar tidak 
disinggung orang, agar tidak direndahkan atau dihina. Maka seumur hidup kita 
sibuk melindungi harga diri kita.Kenapa orang bangga kalau punya barang mewah? 
Kenapa orang malu kalau tak punya? Hanya karena orang ingin merasa diri lebih 
baik daripada orang lain. Padahal kita pasti nggak lebih baik karena kaya.

  gengsi adalah ’kehormatan dan pengaruh yang diperoleh karena perbuatan 
besar’. Ingat karena sebuah perbuatan besar.  bukan barang/kepemilikan yang 
besar ”besar”. Saat ini Kelihatannya memang masyarakat kita semakin 
materialistis, orang dipuji karena kekayaan materi. Kalau kaya Bangga Kalau 
miskin Malu dan terhina. Maka orang berebut menjadi kaya atau disebut kaya 
dengan jalan apapun, entah itu menipu, mencuri, korupsi atau apapun, yg penting 
kaya dan menjadi orang terpandang. itulah efek negatif dari sebuah gengsi.

  Banyak orang salah kaprah Gengsi diawali dari kebanggaan yang berlebihan atas 
apa yang dimilikinya dan dirasa sempurna daripada orang lain. Sehingga dapat 
memperkecil kepekaan sosial. Ia bisa saja menganggap semua urusan diluar 
dirinya bukan urusannya. Terutama pada kaum yang lebih rendah dibawahnya. 
Seandainya gengsi atau malu bisa dihilangkan asalkan pekerjaan tersebut halal 
dan tidak melanggar hukum saya kira pengangguran bisa ditekan. Masih banyak 
disekeliling kita bahwa setelah selesai sekolah atau kuliah ada bekerja di 
tempat yang sesuai jurusannya, atau dengan kata lain menjadi karyawan disebuah 
perusahaan atau pegawai negeri. Harus diakui Gengsi itu memberi rasa nikmat 
pada ego kita. Banyak orang yang karena memakan Gengsi hidup dalam sebuah 
dilema, Gonta-ganti HP, punya barang bagus, tetapi Ujung-ujungnya Hutang Yang 
besar dan menggunung serta dikejar-kejar oleh Debt Kolektot, Malu engga sih.

  Starbuck di negara asalnya, adalah kedai kopi yang menawarkan suasana. Jadi, 
para peminum bisa menikmati kenyamanan saat duduk dan bukan hanya sekedar rasa 
kopinya. Di Indonesia, sebagian dari benefit ini mulai bergeser. Ini terjadi, 
karena sebagian konsumen yang pergi ke kedai kopi ini memang hanya ingin 
mengejar status belaka. Demikian juga, banyak kafe-kafe yang berkelas, sengaja 
membiarkan kafenya terbuka dan mudah dilihat orang. Karena gengsi, maka banyak 
konsumen yang tertarik dan mereka sudah mendapatkan kepuasannya bila status 
mereka terangkat saat memasuki kafe-kafe yang mahal ini. Padahal, mereka bisa 
mendapatkan dengan harga yang jauh lebih murah dan dengan rasa yang tidak 
kalah. Mereka membeli gengsi, bukan membeli makanan dn minumannya.

  Mengapa terkadang memilih membeli jas-jas buatan desainer dunia yang namanya 
kondang setinggi langit Bukan karena ukurannya yang mungil, bukan juga karena 
potongannya yang lebih ramping. Label yang dijahitkan di jas itu membuat kita 
turut melambung bersama, dan secara tak langsung diasosiasikan dengan sesuatu 
yang mahal. Mengapa kita serang meminta menulis nama dan gelarnya selengkap 
mungkin. Prof Dr XXX, Eng, MM, Msi. Orang yang memilih gengsi sebenarnya tak 
punya apa-apa yang patut dibanggakan. Maksudnya, perbuatan besar.  Karena itu, 
untuk memperoleh rasa hormat secara mudah dan instan kita melakukan semua 
kegiatan ”besar” itu.

  Apa yang menyebabkan gengsi ini? Pertama sudah pasti karena budaya dan norma 
kita. Paling tidak ada ketiga budaya dan norma yang membuat gengsi ini menjadi 
kebutuhan yang cepat terjadi. Pertama, konsumen Indonesia menyukai untuk 
sosialisasi. Ini kemudian mendorong seseorang untuk pamer atau tergoda untuk 
saling pamer. Kedua, kita masih menganut budaya feodal. Inilah yang menciptakan 
kelas-kelas sosial. Akhirnya, terjadi pemberontakan untuk cepat pindah kelas. 
Walau belum sesungguhnya pindah kelas, tetapi bisa dimulai dengan pamer 
terlebih dahulu. Ketiga, masyarakat kita mengukur kesuksesan adalah dengan 
materi dan jabatan. Akhirnya, banyak di antara kita ingin menunjukkan 
kesuksesan dengan cara memperlihatkan banyaknya materi yang dimiliki.

  Cobalah merenung apa sih berfikir apalah gunanya dihargai orang hanya dengan 
menunjukkan hal semacam itu. Saya lebih bangga jika saya bisa banyak membantu 
orang tapi orang itu tidak tahu, dibanding berbuat sedikit tapi 
dibesar-besarkan, hal itu hanya memperlihatkan ketiadaan saja, hanya 
menghasilkan kesombongan diri, tida perlu gengsi. orang yang mengejar gengsi 
itu sebenarnya sedang kehausan untuk dihargai? Karena bisa jadi, penghargaan 
yang datang dari diri sendiri tidaklah mencukupi untuk memuaskan batin. Saya 
dan teman saya masih perlu mencari dan mendapatkan tambahan dosis pengakuan 
dari luar. Penghormatan dari luar untuk perilaku yang tidak bermanfaat, apalah 
gunanya? 

  Beberapa tips Untuk menghilangkan Gengsi
  - Nikmati saja apa yang Anda punyai, dan bukan yang tidak Anda punyai.
  - Lakukan sesuatu dengan hati yang memang tahu mengapa Anda patut melakukan 
itu, tak ada lagi yang namanya ikut-ikutan trend. yang pasti hanya sesaat.
  - Jadi pandai. Berikan kesempatan diri Anda dihargai karena hasil Fikiran dan 
Perbuatan Anda.
  - Menjadi rendah hati & Hidup Sederhana
  - Jadilah Diri anda sendiri, anda adalah unik
  - Banyak Berbuat 

  Penyakit hati ini memang tidak mudah untuk ditindas. Gengsi akan terus ada 
selama kita tidak menyadarkan diri sendiri dengan observasi bahwa manusia itu 
sama. Diciptakan dengan kulit yang bersih dan sewaktu-waktu bisa kotor oleh 
tanah, juga diciptakan dengan rasa malu. Jadi tak ada alasan buat kita untuk 
gengsi melakukan hal yang baik meskipun banyak yang berada di luar kebiasaan 
manusia. Pendorong dari gengsi  adalah gencarnya iklan dan promosi yang 
menempatkan gengsi sebagai bagian utama. Akibatnya, masyarakat yang sudah 
memiliki potensi untuk mementingkan gengsi.Sering dengar padi yang makin berisi 
itu seharusnya makin merunduk. Tetapi, isi padi masyrakat yang terlalu 
mementingkan gengsi cuma seringan kapas. Jadi Masihkan Perlu Gengsi dalam 
Hidup.. Coba tanyakan Ke Hati Dan Akal anda.

  "Hidup untuk mempertahankan gengsi adalah hidup yg sangat berat"

  "...Dan janganlah kamu berlebih-lebihan. Sesungguhnya Allah tidak menyukai 
orang-orang yang berlebih-lebiahan. "(A1 An'am: 141)

  Salam Sukses & Bahagia
  Depok, 24 April 2009
  Erwin Arianto
  Http://erwin-arianto.blogspot.com

  -- 
  Best Regard
  Erwin Arianto,SE
  エルイン アリアント (内部監査事務局)
  -------------------------------------
  SINCERITY, SPEED,  INOVATION & INDEPENDENCY

  

--~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~
you have this email because you join to "aga-madjid" GoogleGroups.
to post emails, just send to :
[email protected]
to join this group, send blank email to :
[email protected]
to quit from this group, just send email to :
[email protected]
if you wanna know me, please visit my facebook at [email protected]
thanks for joinning this group.
-~----------~----~----~----~------~----~------~--~---

Kirim email ke