*Indonesia Siaga Hadapi Flu Babi*
Alat deteksi tubuh dipasang di bandara.

*JAKARTA*--Pemerintah cemas flu babi (*swine influenza*), yang semula
merebak di Meksiko dan kawasan Amerika Utara, menyebar ke Indonesia.
Presiden Susilo Bambang Yudhoyono tadi malam memanggil sejumlah menterinya
untuk membahas ancaman serangan flu babi.

"Penyakit tersebut bisa menyebar melalui perpindahan manusia dari satu
negara ke negara lain," kata Yudhoyono saat membuka rapat antisipasi
penyebaran flu babi di kantor Presiden semalam. Karena itu, ia melanjutkan,
"Kita harus melakukan tindakan cepat dan tepat."

Sebelumnya, Badan Kesehatan Dunia (WHO) menyatakan dunia harus mewaspadai
serangan flu babi. Dalam dua pekan sejak 13 April lalu, dari Meksiko, virus
ini positif sudah menyebar ke Amerika Serikat, Selandia Baru, Kanada,
Prancis, dan Israel. Penyakit yang telah menewaskan 103 orang di Meksiko ini
diduga juga sudah menular ke Brasil, Australia, Inggris, dan Spanyol.

Menurut Yudhoyono, pemerintah akan melakukan berbagai langkah antisipatif,
salah satunya pengecekan ke maskapai-maskapai penerbangan, terutama yang
berasal dari Meksiko, Amerika Serikat, dan negara-negara yang telah tertular
flu babi. "Mari kita tidak menganggap ringan hal ini," kata Yudhoyono.

Untuk berjaga-jaga, pemerintah memasang alat deteksi suhu tubuh (*thermal
scanner*) di 10 bandar udara dan pelabuhan Indonesia. Alat yang bisa
mendeteksi suhu tubuh di atas 38 derajat Celsius itu, antara lain, dipasang
di Medan, Batam, Bali, Makassar, Jakarta, Surabaya, dan Kalimantan Selatan.
Otoritas kesehatan pelabuhan Batam juga memasang *body clean disinfection
health quarantine*, mesin pembersih virus yang melekat di tubuh para
pendatang.

"Pelatihan kesiapsiagaan juga akan segera dilakukan sebagai antisipasi jika
virus flu babi menyerang Indonesia," kata Menteri Koordinator Kesejahteraan
Rakyat Aburizal Bakrie seusai rapat koordinasi lintas sektor kewaspadaan
terhadap penyebaran wabah flu babi di kantornya. Latihan tersebut akan
menyangkut cara evakuasi, pengiriman ke rumah sakit, hingga pengobatan
terhadap pasien yang diduga terinfeksi flu babi.

Perihal pengobatan terhadap pasien flu babi, menurut Menteri Kesehatan Siti
Fadilah Supari, sama dengan penanganan terhadap flu burung, yakni dengan
oseltamivir (Tamiflu). Dia menjelaskan, pada dasarnya virus flu babi sama
dengan flu burung. Namun, angka kematian akibat flu burung lebih tinggi
dibanding flu babi. “Flu burung angka kematiannya 80 persen, sedangkan flu
babi hanya enam persen,”katanya. *GUNANTO | REH ATEMALEM | RUMBADI | DWI
WIYANA*

*Dari Meksiko Mengancam Dunia*

Momok itu bernama flu babi (*swine influenza*). Pertama kali dideteksi
muncul di Meksiko pada 13 April lalu, virus ini menyebar cepat ke berbagai
belahan dunia. Badan Kesehatan Dunia (WHO) khawatir, flu babi bakal menjadi
pandemi alias wabah besar-besaran dalam skala global. Apalagi, hingga
kemarin, korban terus berjatuhan. Di Meksiko saja, dalam dua pekan, tercatat
1.614 orang diduga terinfeksi, 103 orang meninggal. Angka itu setara dengan
korban flu burung di Indonesia selama lima tahun

==> Penyebab: virus influenza A, subtipe H1N1

==> Media penularan: binatang, terutama babi. Ada kemungkinan terjadi
penularan antarmanusia.

==> Cara penularan: melalui udara dan kontak langsung dengan penderita.

==> Masa inkubasi: 3-5 hari.

==> Gejala: demam, batuk, pilek, lesu, letih, nyeri tenggorokan, napas
cepat, atau sesak napas. Mungkin disertai mual, muntah, dan diare.

==> Penyebaran:

*1. (Positif) : *

- Meksiko(1.614 kasus, 103 meninggal)

- Amerika Serikat (20 kasus)

- Selandia Baru

- Kanada

- Prancis

-Israel

*2. (Suspect): Brasil, Australia, Inggris, Spanyol*

==> Pengobatan :

-Golongan *adamantanes* (*amantadine* dan *remantadine*)

-Golongan *neuraminidase inhibitor* (oseltamivir dan zanamivir)

==> Vaksin: Belum ada

==> Antisipasi:

- Pola hidup bersih.

- Menghindari kontak dengan babi (meski, dalam sejumlah kasus, pasien tidak
memiliki riwayat kontak dengan babi atau hidup di lingkungan yang memelihara
babi).

- Memasak makanan dengan suhu minimal 70 derajat Celsius/160 derajat
Fahrenheit

Kutipan:

“Penyebarannya sangat cepat dalam beberapa hari. Flu babi potensial menjadi
pandemi yang mengancam dunia.” Juru bicara WHO wilayah Pasifik Barat, Peter
Cordingly

“Kita siap bila virusnya benar-benar masuk. Oseltamivir yang biasa digunakan
untuk penderita flu burung bisa juga digunakan untuk pengobatan flu babi.”
Menteri Kesehatan Siti Fadilah Supari

*NASKAH | DWI WIYANA | DIANING SARI | REH ATEMALEM SUMBER | DITJEN P2PL
DEPARTEMEN KESEHATAN | WHO | ASSOCIATED PRESS *



http://www.korantempo.com/korantempo/koran/2009/04/28/headline/krn.20090428.163808.id.html






  **

* *

--~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~
you have this email because you join to "aga-madjid" GoogleGroups.
to post emails, just send to :
[email protected]
to join this group, send blank email to :
[email protected]
to quit from this group, just send email to :
[email protected]
if you wanna know me, please visit my facebook at [email protected]
thanks for joinning this group.
-~----------~----~----~----~------~----~------~--~---

<<inline: clip_image002.jpg>>

Kirim email ke