semoga bermanfaat.,
> Rekan-rekan sekalian, > Berikut ini saya postingkan artikel Gali Kata Alkitab > (Edisi 56): Orang yang Tak Berpengalaman > > Harap artikel ini menjadi berkat bagi kita sekalian. > Artikel ini dan artikel sejenis dapat Anda akses di alamat > berikut ini: > > http://herysa.blog.friendster.com/ > > http://www.sabdaspace.org/orang_yang_tak_berpengalaman_gali_kata_alkitab_dalam_tinjauan_tulisan_ibrani_kuno > > > > > Tuhan Yesus memberkati. > Salam, > > herysa > ------------------------------------------------- > > Gali Kata Alkitab > Rubrik ini menyediakan artikel yang berisi makna suatu > kata dalam Alkitab yang diteliti dengan menggali akar kata > dalam bahasa Ibrani Kuno. Artikel yang dimuat di rubrik ini > merupakan pengembangan dari artikel pendek dalam > "Pelayanan via SMS" yang disebarkan setiap hari > Rabu dengan rubrik "Gali Kata Alkitab" dari > telepon selular nomor 085294397157 atau 08987403198 atas > nama Hery Setyo Adi. Sedangkan rubrik “Gali Kata > Alkitab” –yang disebarkan melalui e-mail ini -- > mempostingkan satu artikel seminggu sekali setiap hari > Kamis. Artikel yang sama disebarkan juga melalui blog dengan > alamat: http://herysa.blogs.friendster.com/gali_kata dan > http://www.sabdaspace.org/blog/hery_setyo_adi Harap > artikel-artikel ini menjadi berkat bagi kita semua. Tuhan > Yesus memberkati. > Pelayanan via E-mail > Edisi 56: Kamis, 2 April 2009 > > Orang yang tak Berpengalaman > Kata peti (dibentuk dengan huruf-huruf dan tanda bunyi > hidup: Pe-Sere-Taw-Hiriq yod) diterjemahkan ke dalam Alkitab > berbahasa Indonesia (LAI) “orang yang tak > berpengalaman.” Kata peti tersebut diturunkan dari akar > kata induk pt (Pe-Taw). Dalam piktograf Ibrani kuno, huruf > Pe adalah gambar mulut yang terbuka atau lubang. Huruf Taw > adalah gambar tongkat menyilang (salib), suatu tonggak, atau > pun penggantungan panji-panji atau bendera. Gabungan dua > gambar tersebut berarti “lubang untuk tonggak.” Sebuah > lubang dibuat untuk memasukkan suatu benda. > Sebuah lubang mudah diisi dengan segala sesuatu yang > berasal dari luar. Sebuah benda yang baik atau pun yang > tidak baik dapat diisikan ke dalam lubang itu. Sebuah lubang > sempit yang dalam dapat diisi dengan tonggak kayu yang > pendek yang di bagian ujung atasnya tajam. Lubang dengan isi > seperti itu akan mencelakakan orang. Lubang yang sama > dapat diisi dengan tonggak kayu yang tinggi untuk memasang > umbul-umbul tujuhbelasan. Maka, kemeriahan pun akan tercipta > di sekitar tempat itu. Lubang dengan isi jenis ini berguna > bagi banyak orang. > Seperti halnya lubang itu, demikian pulalah orang yang tak > berpengalaman. Ia akan berguna tergantung dari hal yang > diisikan ke dalamnya. Jika ia diisi dengan hal-hal yang > benar, maka orang itu nantinya akan berguna bagi dirinya dan > orang lain. Sebaliknya, jika ia diisi dengan hal-hal buruk, > maka orang itu justru akan mencelakakan dirinya dan mungkin > juga orang lain. > Amsal 14:15 > “Orang yang tak berpengalaman percaya kepada setiap > perkataan, tetapi orang yang bijak memperhatikan > langkahnya.” > Kutipan ayat tersebut membedakan secara tajam dua macam > orang, yaitu orang yang tak berpengalaman dan orang bijak. > Orang yang tak berpengalaman percaya kepada setiap > perkataan. Seperti halnya lubang itu, ia mau diisi dengan > segala jenis benda. Apa yang akan terjadi? Keberadaannya > justru tidak akan berguna dan menjadi bahan cemoohan. Lain > halnya dengan orang bijak yang memperhatikan langkahnya. > Berlawanan dengan yang pertama, ibarat lubang, orang ini > menyeleksi jenis benda yang diperbolehkan masuk ke dalam > dirinya. Ia akan memperhitungkan keberadaan dirinya: Apakah > ia nanti akan berguna dan menjadi bahan pujian atau tidak? > Pilihannya, tentu, ia harus beguna dan menjadi bahan pujian. > > Salomo, penulis kitab Amsal, memberitahu kita tentang > hal-hal yang mestinya diterima orang yang tak berpengalaman > supaya menjadi bijak atau berhikmat. Hal-hal itu adalah > hikmat, didikan, kata-kata yang bermakna, kebenaran, > keadilan, kejujuran, kecerdasan, pengetahuan, dan > kebijaksanaan (Amsal 1:2-4). Hal-hal tersebutlah yang harus > diisikan kepada orang yang tak berpengalaman. > Kata-kata hikmat Salomo tersebut dipersonifikasi secara > sempurna dalam diri Tuhan Yesus. Sosok Tuhan Yesus adalah > sosok yang benar, adil, jujur, cerdas, berpengetahuan, dan > bijaksana. Dengan demikian, jika orang yang tak > berpengalaman mau menjadi bijak atau berhikmat, maka ia > harus menerima pribadi Tuhan Yesus itu. > Seorang anggota gereja datang kepada saya. Ia menceritakan > bahwa dirinya telah meninggalkan istrinya yang sah dan > anaknya, lalu ia kumpul kebo dengan seorang wanita lain. > Setelah saya bertanya, ia menceritakan banyak hal tentang > kehidupan seks, bisnis, dan bahkan hubungannya dengan kuasa > gelap (okultisme) yang belum dibereskan. Dalam wawancara itu > saya menyimpulkan, ia belum sungguh-sungguh menerima Tuhan > Yesus secara pribadi. Ia menjadi anggota gereja di kotanya > karena adat orang tuanya, bukan keputusan dan kesadaran > dirinya. Lalu, saya menginjilinya. Pendek cerita, ia mau > menerima Tuhan Yesus sebagai Tuhan dan Juruselamatnya secara > pribadi. Ia mau menerima karya salib Tuhan Yesus Kristus > untuk dirinya yang berdosa itu. > Selang dua minggu setelah pertemuan pertama itu, saya > mengajaknya bercakap-cakap lagi dan berdoa supaya ia membuka > diri kepada pimpinan Roh Kudus. Menjelang akhir pertemuan > itu, ia sudah mengambil komitmen untuk memutuskan skandalnya > dengan wanita itu, tanpa saya meminta atau pun mengajarinya. > Roh Kudus sudah bekerja di dalam hati dan pikirannya dan ia > mau menerima pimpinanNya. > Orang yang saya ceritakan tersebut semula adalah “orang > yang tak berpengalaman”, ibarat lubang yang mau menerima > tonggak kayu free sex, okultisme, dan kayu-kayu busuk > lainnya. Namun setelah ia menggantinya dengan tonggak kayu > salib Kristus, ia mengalami perubahan hidup yang drastis. > Sebagaimana lubang yang semestinya hanya untuk mendirikan > tonggak salib (ingat: huruf Taw adalah gambar tonggak > salib!), seyogyanya orang yang tak berpengalaman menerima > Salib itu saja, yaitu Tuhan Yesus Kristus yang telah > berkarya di kayu salib. > (Artikel ini ditulis oleh Hery Setyo Adi yang menggunakan > berbagai sumber sebagai bahan rujukan) > > > --~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~ you have this email because you join to "aga-madjid" GoogleGroups. to post emails, just send to : [email protected] to join this group, send blank email to : [email protected] to quit from this group, just send email to : [email protected] if you wanna know me, please visit my facebook at [email protected] thanks for joinning this group. -~----------~----~----~----~------~----~------~--~---
